<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-7537407116234902454</id><updated>2011-04-22T05:15:50.442+07:00</updated><category term='lady rocker'/><category term='speed metal'/><category term='post hardcore'/><category term='bassist'/><category term='alternatif'/><category term='progesif rock'/><category term='classic rock'/><category term='grindcore'/><category term='post metal'/><category term='metal'/><category term='rock'/><category term='gothic metal'/><category term='punk'/><category term='death metal'/><category term='rock n roll'/><category term='link'/><category term='heavy metal'/><category term='grunge'/><category term='trash metal'/><category term='event'/><category term='art metal'/><category term='metalcore'/><category term='hardcore'/><category term='industrial'/><title type='text'>ROCK BERGERAK</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://indorockstar.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7537407116234902454/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indorockstar.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>The Creature</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>84</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7537407116234902454.post-8569244138265709148</id><published>2009-02-08T01:22:00.002+07:00</published><updated>2009-02-08T01:27:39.917+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='trash metal'/><title type='text'>SPEEDKILL</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_2UevuockW4g/SY3SlBb3zEI/AAAAAAAAAbA/pI6ypxQ5YCc/s1600-h/speedkill-2.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 250px; height: 166px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_2UevuockW4g/SY3SlBb3zEI/AAAAAAAAAbA/pI6ypxQ5YCc/s320/speedkill-2.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5300123869967273026" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Sekelompok pemuda yang lahir dan besar dari tongkrongan komunitas di daerah Taman Surapati Jakarta. Mereka memiliki selera musik yang sama hingga akhirnya memutuskan untuk membentuk band pada tahun 2004. Dengan formasi Unbound [Vokal], Afri [Gitar], PJ [drums], Ogie [Gitar], Anggi [Bass], Speedkill menyebarkan virus rock/metal era '80-an dengan komplikasi yang akut pada injeksi thrash dan hardcore. Rasanya Beavis &amp; Butthead akan melompat-lompat kegirangan jika sempat mendengar singel Parade Kanibal Utopis dan John The Bronx yang ada di channel MySpace milik Speedkill.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengusung kaidah rock/metal secara keras dan agresif. Bersama kecepatan dan gejolak distorsi yang membunuh. Memadu-kasihkan sound thrash kuno dan senyawa beat hardcore. Coba bayangkan saja Kreator's Mille Petroza dalam sesi audisi bersama Municipal Waste di studio musik murahan yang berdebu. &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Mereka mengaku cukup terinspirasi oleh AC/DC, Cryptic Slaughter, Pavement, Motorhead, The Accused, Nuclear Assault, Zeke, Saint Vitus, Circle Jerks, sampai Ratos de Porao. Setelah malang melintang dari berbagai panggung lokal, akhirnya Speedkill berhasil merilis debutnya yang bertajuk Metallium A.D [Derai / Parau] di pertengahan tahun 2007. Proses rekaman dilakukan di Doors studio, Jakarta. Dodi [Komunal] ikut menjadi cameo di satu lagu. Tiga-perempat nama personil Seringai juga terlibat memproduseri album mereka. Dan Metallium AD akan dijadikan bukti bahwa Speedkill memang tidak terlalu muda untuk menggemari musik thrashmetal. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Band yang tergolong muda dan 'pemarah'. Menghentak adalah gambaran singkat live show mereka. Aksi Unbound dkk memang dikenal cukup cemerlang di panggung. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;apokalip.com&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7537407116234902454-8569244138265709148?l=indorockstar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indorockstar.blogspot.com/feeds/8569244138265709148/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://indorockstar.blogspot.com/2009/02/speedkill.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7537407116234902454/posts/default/8569244138265709148'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7537407116234902454/posts/default/8569244138265709148'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indorockstar.blogspot.com/2009/02/speedkill.html' title='SPEEDKILL'/><author><name>The Creature</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_2UevuockW4g/SY3SlBb3zEI/AAAAAAAAAbA/pI6ypxQ5YCc/s72-c/speedkill-2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7537407116234902454.post-5234673167169031223</id><published>2009-02-08T01:08:00.004+07:00</published><updated>2009-02-08T01:20:47.702+07:00</updated><title type='text'>CHILHOOD TRAUMA</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_2UevuockW4g/SY3Q8tQsOUI/AAAAAAAAAa4/rn8EZPCZQOE/s1600-h/chilhood+traum.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 149px; height: 224px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_2UevuockW4g/SY3Q8tQsOUI/AAAAAAAAAa4/rn8EZPCZQOE/s320/chilhood+traum.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5300122077845272898" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Kalau mereka sendiri menyebutnya aliran psycho core. Sebagai gambaran, bayangkan campuran dasar-dasar musik hardcore/metal yang agresif dengan break parts yang sarat elemen jazz, fusion hingga funk. Skill tehnis yang cukup istimewa. Setiap instrumen sangat padu. Hasilnya aransemen yang chaotic dan cenderung math-rock. Memang tidak sederhana, tapi cukup menyegarkan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Band dengan formasi Yunus [vokal], Topan [gitar], Kadek [gitar], Galih [drum], Firman [bass] ini, terbentuk sejak bulan Maret 2006 di kota Malang. Setiap personil CT mengaku memiliki latar belakang dan selera musik yang berbeda. Sebagian bahkan mengaku lahir dari entitas irama musik alternatif rock dan nu-metal. Suatu saat anak-anak muda ini tertarik pada genre musik yang lebih keras dan bertenaga. Mereka lalu menjual jiwanya kepada agresifitas hardcore dan kemegahan metal. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada akhir 2006 mereka merekam singel berjudul Depresi yang mendulang respon hangat meski hanya disebar untuk kalangan sendiri. Lagu ini punya sesi free-jazz yang cukup mencuri perhatian. Tidak berselang lama, CT merilis demo singel yang kedua, Tersesat Dalam Maya. Nomor ini lebih panjang durasinya dan terdengar makin chaotic. Masih diselipi jazz-parts, plus tambahan suara vokal latar perempuan. Itu mungkin yang bikin musik mereka terdengar unik serta punya karakter berbeda dibanding band sejenis. &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Kelompok yang sempat membuka tour Burgerkill di Malang ini hadir sebagai opini baru dalam kecenderungan metallic hardcore yang cenderung tipikal. "Kami ingin mengenalkan warna musik yang kami rasa bisa memberikan nuansa baru di scene underground," tulis mereka dalam profilnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Awalnya band ini tidak terlalu dikenal di scene lokal. Begitu mereka menyebarkan demonya ke publik, nama CT mulai sering dibicarakan dan rajin mangung di sejumlah gigs cadas. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;apokalip.com&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7537407116234902454-5234673167169031223?l=indorockstar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indorockstar.blogspot.com/feeds/5234673167169031223/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://indorockstar.blogspot.com/2009/02/chilhood-trauma.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7537407116234902454/posts/default/5234673167169031223'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7537407116234902454/posts/default/5234673167169031223'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indorockstar.blogspot.com/2009/02/chilhood-trauma.html' title='CHILHOOD TRAUMA'/><author><name>The Creature</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_2UevuockW4g/SY3Q8tQsOUI/AAAAAAAAAa4/rn8EZPCZQOE/s72-c/chilhood+traum.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7537407116234902454.post-6333608516584385068</id><published>2009-02-08T00:55:00.002+07:00</published><updated>2009-02-08T01:08:01.388+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='metal'/><title type='text'>STRAIGHT OUT</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_2UevuockW4g/SY3N4TyaTVI/AAAAAAAAAao/rDvnbiBHsJ8/s1600-h/straightout-2.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 213px; height: 320px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_2UevuockW4g/SY3N4TyaTVI/AAAAAAAAAao/rDvnbiBHsJ8/s320/straightout-2.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5300118703753022802" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Pasukan metal yang digawangi oleh Demise [vokal], Pipinx [gitar], Danny [gitar], Sonny [bass], Beni [drum], Mela [keyboard], Rebecca [vokal latar] ini mempersembahkan&lt;br /&gt;komposisi epik metal yang kelam, cepat dan juga megah. Memuat progresi nada yang agresif, serta fill-in dan melodi yang kritis. Antara sayatan gitar yang tebal mendalam serta teriakan vokal yang menggeram. Terkadang dinetralisir oleh denting pilu suara piano, koor keyboard dan alunan gundah vokal feminim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di awal karirnya, band yang terbentuk sejak 1998 ini masih memainkan hardcore beraroma metalik ala Earth Crisis dan Strife. Seiring dengan waktu dan suksesi personil, Straight Out mulai terjerumus ke lembah metal terdalam serta terpengaruh oleh musik Hamartia, Dead Blue Sky, Arch Enemy, The Black Dahlia Murder, Iron Maiden, dan Cradle of Filth. &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Pada bulan April 2004 Straight Out merilis debut album bertitel Undying Beauty and the Symphony of Sadness [Blue Sky records]. Album yang bekerjasama dengan Dislexia records [M'sia] dan situs distribusi online Interpunk.com itu terjual hingga 2000 kopi. Rekaman itu pula yang mengantarkan Pipinx dkk ke berbagai pentas musik di Jakarta, Bandung, Purwokerto, Semarang, dan Surabaya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di awal tahun 2005, mereka bikin split-album dengan band hardcore asal Jepang, Endzweck. Disusul kemudian perjalanan mini-tour bersama Cassandra [Malaysian metalcore] di pulau Jawa. Selama karirnya, Straight Out sudah ikut dalam empat proyek kompilasi, dan satu kompilasi video bertajuk Mosh Hard Fest [2006]. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika dicermati, latar belakang personil Straight Out yang lintas genre dan serba bisa itu memang unik sekali. Drummer Beni sampai sekarang masih memperkuat band new wave ternama, The Upstairs. Penyanyi latar Rebecca Theodora juga sempat mengisi line-up The Upstairs dan Goodnight Electric. Demise dulunya vokalis kelompok deathmetal, Sadistis. Danny adalah bekas personil Perfect Minor, dan Mela beberapa kali jadi additional player untuk band indiepop, The Sastro. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di akhir tahun 2006, Straight Out mulai kembali masuk studio rekaman di Jakarta. Proses akhir rekaman mereka sempat mengalami kendala akibat bencana banjir yang melanda ibukota. Barulah kemudian di bulan September 2007 mereka berhasil merilis album kedua Forsaken Upon Nemesis [Blue Sky] yang berisi duabelas materi terbaik. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aksi panggung Straight Out terkenal panas dan cukup menarik perhatian. Pipinx dkk sungguh enerjik dan atraktif di atas stage. Mereka kerap mengayun, memutar, ber-crowd surfing, bahkan membanting instrumennya ke lantai panggung. Kemampuan teknikal ala virtuoso yang disertai seni akrobatik itu bikin performa Straight Out layaknya sirkus metal yang sulit dilupakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;apokalip.com&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7537407116234902454-6333608516584385068?l=indorockstar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indorockstar.blogspot.com/feeds/6333608516584385068/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://indorockstar.blogspot.com/2009/02/straight-out.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7537407116234902454/posts/default/6333608516584385068'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7537407116234902454/posts/default/6333608516584385068'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indorockstar.blogspot.com/2009/02/straight-out.html' title='STRAIGHT OUT'/><author><name>The Creature</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_2UevuockW4g/SY3N4TyaTVI/AAAAAAAAAao/rDvnbiBHsJ8/s72-c/straightout-2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7537407116234902454.post-6346341174410596763</id><published>2009-02-03T00:10:00.003+07:00</published><updated>2009-02-03T00:16:49.682+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='death metal'/><title type='text'>ANORMA</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_2UevuockW4g/SYcqNKB17EI/AAAAAAAAAag/jCL3JUsGqX0/s1600-h/bb-anorma-2.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 227px; height: 227px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_2UevuockW4g/SYcqNKB17EI/AAAAAAAAAag/jCL3JUsGqX0/s320/bb-anorma-2.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5298249892143426626" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Band ekstreem metal asal kota Apel ini di gawangi oleh Fahri [gitar], Sahery [gitar], Cupred [bass], Sigit [vokal], Eko [drum].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Musik keras yang kental dengan harmonisasi ala swedish-metal adalah ciri khas mereka. Sound gitar yang agak mentah dan kasar, yang sangat mengingatkan pada Entombed atau Dismember. Tempo drumming yang baik dan terkesan megah. Sarat melodi sehingga terdengar nyaman di telinga para pencinta musik cadas. Tipikal sound Gothenburg dengan ramuan khas berbagai substansi metalik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Grup band Anorma lahir sejak tahun 1998 di kota Malang. Pada panggung pertamanya, mereka masih mengusung jenis musik gothic-metal seperti Cradle of Filth atau Emperor. Dalam perjalanan hingga tahun 2001, Anorma mulai meramu elemen musik metal, rock dan industrial. Singel pertama mereka adalah Bagai Dewa [2001] yang mencampur nuansa metal dengan industrial-rock seperti yang biasa dimainkan Koil atau Rammstein. Sigit dkk juga sempat membuat video-klip independen untuk nomor ini. Hingga tahun 2005, mereka telah berhasil menulis beberapa materi singel, seperti misalnya Mata Air, Restorasi, Tersudut, Pelangi Hitam, atau Dead End Syndrome. Sebagian besar materi lagu itu masih identik dengan slide metal plus industrial mixed. &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Barulah pada tahun 2006 Anorma seperti menemukan formula musik yang pas dengan menciptakan track hits seperti Burning Lips dan Killer On the Dance Floor. Sejak itu Sigit dkk mulai mantap dengan pilihan musiknya dan makin giat manggung di beberapa gigs lokal. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada pertengahan tahun 2007 mereka sempat kehilangan drummernya, dan musti bermain dengan bantuan drum-programming di sejumlah pentas. Untung kondisi itu tidak berlangsung lama. Mereka lalu dibantu oleh seorang 'mesin drum bernyawa' yang cukup kesohor, yaitu Eko dari kelompok Antiphaty, Extreme Decay dan Keramat. Single-single mereaka seperti The Flame of Blame, Let's the Killing Begins, hingga Red Storms Rampage menjadi senjata andalan mereka untuk merobek genderang telinga anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;apokalip.com&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7537407116234902454-6346341174410596763?l=indorockstar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indorockstar.blogspot.com/feeds/6346341174410596763/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://indorockstar.blogspot.com/2009/02/anorma.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7537407116234902454/posts/default/6346341174410596763'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7537407116234902454/posts/default/6346341174410596763'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indorockstar.blogspot.com/2009/02/anorma.html' title='ANORMA'/><author><name>The Creature</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_2UevuockW4g/SYcqNKB17EI/AAAAAAAAAag/jCL3JUsGqX0/s72-c/bb-anorma-2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7537407116234902454.post-7295398124182791822</id><published>2009-02-03T00:05:00.002+07:00</published><updated>2009-02-03T00:09:32.467+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='post metal'/><title type='text'>SERIGALA JAHANAM</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_2UevuockW4g/SYcopZZv1tI/AAAAAAAAAaY/JIR3K3g6l_k/s1600-h/bb-serigalajahanam-1.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 175px; height: 169px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_2UevuockW4g/SYcopZZv1tI/AAAAAAAAAaY/JIR3K3g6l_k/s320/bb-serigalajahanam-1.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5298248178283304658" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Sergala jahanam meghadirkan komposisi musik metal yang lain dari biasanya. Di luar zona kenyamanan metal pada umumnya. Anggap saja sebuah metal yang malas, karena temponya yang pelan dan berat dalam atmosfer gelap. Boleh juga disebut dengan nama sludge metal atau drone metal. Kebanyakan justru menyebut musik seperti ini pasti bagian dari klan post-metal. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Formasi dari Serigala jahanam adalah Dede [vocal &amp; everything], GI Joe [live guitar], Lord Herm's [live bass &amp; rock juicer], Is Suck [live bass], Dip-O-Rollins [live drum]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Serigala Jahanam adalah proyek metal alter-ego dari Dede yang dibentuk di pinggiran kota Bandung pada akhir tahun 2005. Awalnya band ini merupakan trio grindcore/fast-hardcore/heavy-punk yang sempat bikin rehearsal demo-tape di tahun 2005. Hingga akhirnya Dede dkk mulai agak jenuh dan ingin mencoba bereksperimen dengan sesuatu yang baru. Lahirlah kemudian konsep musikal baru dari Serigala Jahanam. &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Mereka memainkan musik metal yang diolah dengan bermacam elemen nada avant garde, kontemporer, etnik-tribal, post-rock, ambient, drone, hingga noise-art. Sejak tahun 2006 mereka merekam materi musiknya secara independen di garasi kamar. Akhirnya di awal tahun 2008 Serigala Jahanam berhasil merilis album versi digital bertitel Ketika Pria Memakan Wanita, Ketika Wanita Memakan Pria di bawah netlabel terkemuka asal Jogja, Yes No Wave Music. Rekaman ini mengantarkan sejumlah tembang unik, termasuk singel Astral Altar. Dalam versi CD yang mereka rilis sendiri, album itu memiliki dua bonus track, Lembah Biru serta Dalam Dan Beku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;apokalip.com&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7537407116234902454-7295398124182791822?l=indorockstar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indorockstar.blogspot.com/feeds/7295398124182791822/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://indorockstar.blogspot.com/2009/02/serigala-jahanam.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7537407116234902454/posts/default/7295398124182791822'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7537407116234902454/posts/default/7295398124182791822'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indorockstar.blogspot.com/2009/02/serigala-jahanam.html' title='SERIGALA JAHANAM'/><author><name>The Creature</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_2UevuockW4g/SYcopZZv1tI/AAAAAAAAAaY/JIR3K3g6l_k/s72-c/bb-serigalajahanam-1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7537407116234902454.post-1161861446097295325</id><published>2009-02-02T23:56:00.002+07:00</published><updated>2009-02-02T23:57:57.768+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='gothic metal'/><title type='text'>MOSES BANDWIDTH</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_2UevuockW4g/SYcl8Tm6ncI/AAAAAAAAAaQ/Cb9BZpdbb-w/s1600-h/mosesbw.gif"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 300px; height: 200px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_2UevuockW4g/SYcl8Tm6ncI/AAAAAAAAAaQ/Cb9BZpdbb-w/s320/mosesbw.gif" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5298245204610555330" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Pembentukan Moses Bandwidth bermula ditahun 2003, ketika itu LaVey yang sedang melanjutkan studi kuliahnya di kota Bandung, tertarik terhadap berbagai jenis musik Progressif yang bernuansa metal. Namun pada akhirnya kakaknya memperkenalkan dia kepada sebuah genre yang bernama Gothic Metal, Sejak saat itulah kemudian LaVey seakan jatuh cinta pada jenis musik ini, dan mencoba untuk mendapatkan berbagai Informasi dan referensi mengenai Gothic Metal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Active ImagePada akhir tahun 2004, LaVey mencari orang yang mempunyai visi dan misi yang sama dengan dia, untuk membentuk sebuah band Progressif, namun ia menyadari sepenuhnya bahwa sangatlah sulit untuk mencari orang disekitar yang mempunyai dedikasi tinggi terhadap musik Metal. Setelah lama mencari tanpa hasil, dia kemudian berinisiatif untuk membuat berbagai materi lagu yang seluruh pengerjaan musiknya dilakukan oleh sendiri dan akibatnya, masalah baru pun timbul ketika Ia harus mendapatkan seseorang untuk mengisi vocal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak lama kemudian ia menghubungi female vocal bernama Riska Elfira serta Chris Bobby (Drummer) yang merupakan teman sekelasnya dibangku kuliah sekaligus merupakan anggota Paduan Suara Mahasiswa (Pasuma) UNISBA mempunyai karakter vocal yang cocok dengan "Moses Bandwidth". Sekitar bulan Maret 2005, "Moses Bandwidth" telah merampungkan sebuah single pertamanya berjudul "Selangkah Menuju Surga" yang proses recordingnya dilakukan secara profesional di MMS Studio, Indramayu.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Akhir 2005 Moses Bandwidth mengontak Steven Jozeph untuk bergabung sebagai Bass player dan segera merilis album pertama “Behind The Darkness” yang diproduseri oleh Budi Santet dari Master Of Disharmony Records. Tour promo album pertama diawali pada kota Purwokerto, Dimmy yang merupakan Gitaris Elmeod langsung mengisi posisi aditional gitar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada pertengahan tahun 2006 Band Moses Bandwidth kembali masuk studio untuk merekam materi album kedua yang bertitle “Renaisaance” setelah sekitar lima bulan proses recording, Renaisaance dirilis oleh Inviolable Music yang diproduseri oleh Bob Wendo, Single hits Falling Down segera dipublikasikan ke berbagai media, promo tour album kedua mencakup berbagai kota jawa tengah seperti Semarang, Cilacap, dan sekitarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ditahun 2007 line up ini menyelesaikan pre production untuk album ke 3 yang bertitle Arabian Dreams With The Final Requiem yang dirilis oleh RA Production, serta menyiapkan tour promo sepanjang tahun 2007 untuk mendukung penjualan album&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;gemuruh.com&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7537407116234902454-1161861446097295325?l=indorockstar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indorockstar.blogspot.com/feeds/1161861446097295325/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://indorockstar.blogspot.com/2009/02/moses-bandwidth.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7537407116234902454/posts/default/1161861446097295325'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7537407116234902454/posts/default/1161861446097295325'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indorockstar.blogspot.com/2009/02/moses-bandwidth.html' title='MOSES BANDWIDTH'/><author><name>The Creature</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_2UevuockW4g/SYcl8Tm6ncI/AAAAAAAAAaQ/Cb9BZpdbb-w/s72-c/mosesbw.gif' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7537407116234902454.post-7367922773775771166</id><published>2009-02-02T23:47:00.003+07:00</published><updated>2009-02-02T23:50:54.274+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='trash metal'/><title type='text'>TREMOR</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_2UevuockW4g/SYckG57ypiI/AAAAAAAAAaI/Tt-sLi87JXM/s1600-h/TREMOR1.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 270px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_2UevuockW4g/SYckG57ypiI/AAAAAAAAAaI/Tt-sLi87JXM/s320/TREMOR1.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5298243187674097186" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;TREMOR adalah sebuah band bergenre thrash metal yang sebelumnya bernama Black Thirteen. Band ini dibentuk oleh iik (Lilik Wardiandi) yang merupakan eks.vokalis sekaligus gitaris dari band thrash metal papan atas Indonesia yaitu BETRAYER. Keluarnya iik dari Betrayer tersebut mendorong niatnya untuk tetap eksis mengibarkan bendera metal di Tanah air dengan band barunya TREMOR. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Band ini dibentuk pada awal 2007, dengan nama Black Thirteen. Pada saat itu iik mengajak beberapa orang kawan untuk memperkuat Black Thirteen yaitu Reza “Castigation” (Guitar), Rendhy “Deadsilence” (Bass), dan Johan “Castigation” (Drums) sedangkan posisi vokal dan rythym gitar tetap dipegang oleh iik. Black Thirteen muncul untuk pertama kalinya didepan publik pada acara BLOOD BROTHERS pada bulan oktober 2007 di sebuah cafe/resto di daerah Bulungan, Jakarta Selatan.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Pada pertengahan Juli 2007, Black Thirteen resmi berubah nama menjadi TREMOR. Konsep musik TREMOR banyak dipengaruhi oleh band-band metal dunia seperti Kreator, Slayer, Necrodeath, Demolition Hammer, Megadeth, Metallica, Motorhead, dll. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dapurletter.com&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7537407116234902454-7367922773775771166?l=indorockstar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indorockstar.blogspot.com/feeds/7367922773775771166/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://indorockstar.blogspot.com/2009/02/tremor.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7537407116234902454/posts/default/7367922773775771166'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7537407116234902454/posts/default/7367922773775771166'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indorockstar.blogspot.com/2009/02/tremor.html' title='TREMOR'/><author><name>The Creature</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_2UevuockW4g/SYckG57ypiI/AAAAAAAAAaI/Tt-sLi87JXM/s72-c/TREMOR1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7537407116234902454.post-4341400798314024869</id><published>2009-02-02T23:39:00.002+07:00</published><updated>2009-02-02T23:44:28.292+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='trash metal'/><title type='text'>DIVINE</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_2UevuockW4g/SYcixWRq8II/AAAAAAAAAaA/SsYb7rTEmYw/s1600-h/DIVINEgroup2-1.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 214px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_2UevuockW4g/SYcixWRq8II/AAAAAAAAAaA/SsYb7rTEmYw/s320/DIVINEgroup2-1.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5298241717813309570" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Divine dibentuk pada Januari Tahun 2001 oleh Ucokkk di Jakarta Nama Divine diambil dari salah satu judul lagunya Korn Formasi awal Divine adalah Ucokkk, Bimi, Ino, Indra Pada pertengahan Tahun 2004,Divine ikut kompilasi Strip Hitam(Apresiasi Untuk Perjuangan HAM Indonesia) Divine menyumbangkan 1 lagu “Jangan Tindas, Jangan Bungkam dengan vokalisnya waktu itu Jimmy. Setelah kompilasi Strip Hitam rilis, Jimmy mengundurkan diri Kemudian Divine ketemu vokalis baru namanya Indra,dan dibulan Oktober Tahun 2005, Divine ikut kompilasi Revolution Of Sounds(ZR/SONY BMG) Divine menyumbangkan lagu ‘Humanorphia’. Dengan formasi Ucokkk, Bimi, Ino, Indra, Divine merilis ‘Relevasi’ (EP) mini album (5 lagu) dan hanya CD (enhanced) yang hanya dijual didistro2 di Jakarta dan Toko Buku Aksara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada bulan April Tahun 2007 Divine dengan formasi baru Ucokkk: gitar, Indra: vokal, Ino: drum, Ben: bas mulai mengumpulkan materi lagu untuk bahan album pertama Divine.Dengan merubah total konsep musik Divine dari groove metal menjadi Thrash Metal. Di awal Juli Tahun 2007, Divine mulai merekam lagu2nya sampai pada bulan Mei Tahun 2008. &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Melalui label Kejam Recods pada bulan Agustus Tahun 2008, Divine merilis album pertamanya yang berjudul ‘Anger Thy Giveth’ yang berisikan 12 lagu dengan warna musik Thrash Metal…!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Discography:&lt;br /&gt;2004 Kompilasi Strip Hitam&lt;br /&gt;2005 Kompilasi Revolution Of Sounds 2006 Relevasi (Ep)&lt;br /&gt;2008 Anger Thy Giveth&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dapurletter.com&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7537407116234902454-4341400798314024869?l=indorockstar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indorockstar.blogspot.com/feeds/4341400798314024869/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://indorockstar.blogspot.com/2009/02/divine.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7537407116234902454/posts/default/4341400798314024869'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7537407116234902454/posts/default/4341400798314024869'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indorockstar.blogspot.com/2009/02/divine.html' title='DIVINE'/><author><name>The Creature</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_2UevuockW4g/SYcixWRq8II/AAAAAAAAAaA/SsYb7rTEmYw/s72-c/DIVINEgroup2-1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7537407116234902454.post-4625052714909109974</id><published>2009-02-01T01:58:00.005+07:00</published><updated>2009-02-02T23:13:27.434+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='rock'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='classic rock'/><title type='text'>GONG 2000</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_2UevuockW4g/SYSgMkRXcpI/AAAAAAAAAYg/EE7YeJgv_j0/s1600-h/200px-Gong_2000.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 142px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_2UevuockW4g/SYSgMkRXcpI/AAAAAAAAAYg/EE7YeJgv_j0/s320/200px-Gong_2000.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5297535199449936530" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Kelahiran Gong 2000 sendiri nggak terlepas dari peran istri Ian Antono, Titiek Saelan yang mendorong suaminya membentuk semacam komunitas musisi yang dinamakan Bengkel Musik Gong. Komunitas ini dimaksudkan untuk membenahi kondisi musik di Indonesia, khususnya rock, dan sekaligus mencari solusi bagi musisi muda berbakat di jalur rock. Namun, yang bergabung dalam bengkel musiknya bukan hanya para dari jalur rock, melainkan juga para musiskus jazz, seperti Mates (bas), Indra Lesmana (kibor), Gilang Ramadhan (drums), bahkan tercatat pula Yuke Semeru, basis asal Bandung. Gong 2000 juga nggak hanya berkolaburasi dengan grup tapi juga para musisi dan penyanyi solo macam Nicky Astria, Ikang Fawzi, Iwan Fals, Gito Rollies dan Hari Moekti .Pilihan vokalis jatuh pada Ahmad Albar karena dia dianggap vokalis terbaik dan paling tepat untuk Gong 2000 pada masa itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Formasi Inti dari Gong 2000 terdiri dari Ahmad Albar (vokal), Ian Antono (gitar), Donny Fattah (bass), Hary Anggoman (keyboard), dan Yaya Muktio (drum). Bisa dikatakan bahwa Gong 2000 adalah miniatur dari God Bless karena sebagian besar personilnya adalah juga personil God Bless.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gong 2000 membawakan musik yang bernuansa ketimuran. Tembang Bara Timur bisa jadi contoh, karena dalam lagu ini, Gong 2000 menonjolkan nada pentatonik daerah Bali. Gong 2000 memang tidak bisa lepas dari God Bless. Dalam album pertama Gong 2000 masih terselip lagu God Bless, Anak Adam dan Sodom Gomorah yang termuat dalam album Cermin. Bedanya, dalam album Gong 2000 temponya lebih lambat dari versi aslinya.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Pada tanggal 26 Oktober 1991 di Parkir Timur Senayan Gong 2000 menggelar konser perdananya, yang memuaskan sekitar 100.000 penonton dengan peralatan sistem suara berkekuatan 120.000 watt dan lampu berkekuatan 300.000 watt. Konser ini menjadi salah satu konser rock terbesar di Indonesia pada jamannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah 9 tahun berkiprah di bilantika musik rock Indonesia, Gong 2000 memutuskan untuk bubar. Gong 2000 memang sudah hidup segan mati tak mau. Terakhir mereka manggung pada acara malam tahun baru 2000 di Bali bersama Slank. Setelah itu namanya bagi hilang ditelan bumi. Menurut Ian Antono, pentolan Gong 2000, alasan pembubaran Gong 2000 karena krisis yang melanda tanah air mengakibatkan sulitnya mengadakan pagelaran rock yang memadai. Baginya pertunjukan rock tanpa tata suara yang memadai bukanlah rock. Ian pun juga mengaku kalau mereka terjebak ke dalam industri rekaman. Padahal dulu mereka sepakat membuat Gong 2000 hanya sebuah wadah bengkel musik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konser pamungkas Gong 2000 diadakan pada akhir tahun 2000, 31 Desember di pantai Bende, Ancol, Jakarta Utara, menampilkan bintang tamu Amy Search, Ikang Fawzi, /rif, EdanE, dan beberapa musisi rock ternama lainnya. Dihadapan 5000 penonton dan dihiasi tata lampu 800 ribu watt serta tata suara 160 ribu watt, Gong 2000 membubarkan diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diskografi:&lt;br /&gt;* Bara Timur - 1991&lt;br /&gt;* Gong Live - 1992&lt;br /&gt;* Laskar - 1993&lt;br /&gt;* Prahara - 1998&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7537407116234902454-4625052714909109974?l=indorockstar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indorockstar.blogspot.com/feeds/4625052714909109974/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://indorockstar.blogspot.com/2009/02/gong-2000.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7537407116234902454/posts/default/4625052714909109974'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7537407116234902454/posts/default/4625052714909109974'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indorockstar.blogspot.com/2009/02/gong-2000.html' title='GONG 2000'/><author><name>The Creature</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_2UevuockW4g/SYSgMkRXcpI/AAAAAAAAAYg/EE7YeJgv_j0/s72-c/200px-Gong_2000.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7537407116234902454.post-6003032544865337433</id><published>2009-02-01T01:45:00.003+07:00</published><updated>2009-02-01T01:53:24.153+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='trash metal'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='death metal'/><title type='text'>PERPETUAL DISHARMONY BAND</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_2UevuockW4g/SYSeGKGSOPI/AAAAAAAAAYY/yDu4gI8x1UA/s1600-h/pedihband-231x300.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 231px; height: 300px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_2UevuockW4g/SYSeGKGSOPI/AAAAAAAAAYY/yDu4gI8x1UA/s320/pedihband-231x300.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5297532890321664242" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;PEDIH (Perpetual Disharmony), Berawal dari keinginan membentuk grup dengan warna dan corak musik extrim metal, pada tahun 2000 di kota Jakarta terbentuk sebuah band yang terdiri dari : Andi NR ( Drum ), Nofree ( Bass ), Rinto ( Gitar ) dan Firman ( Vocal ). Mereka sepakat menamakan band ini “ Pedih “. Nama ini dipilih atas dasar konsep musik Death Metal yang dianut dan disesuaikan dengan lirik lagu yang bernuansa : Kepedihan, siksaan, dan godaan setan terhadap manusia yang menyesatkan. Dalam setiap panggungnya, mereka selalu mengusung tembang-tembang ciptaan sendiri seperti :Siksa, ,Jiwa Rapuh, Sang Penindas, Gangguan Syaraf, Penggoda Tersembunyi, Protes Sosial, ,Sisi Kehidupan, Kiamat Datang,Neraka.Juga cover song dari Hypocrisy, Obituary, Gorefest dan Carcass. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai inspirasi dan influence, pedih berpanutan kepada band-band mancanegara : Slayer, Solstice, Kreator, Sepultura, Napalm Death, Deicide, Suffocation, Cannibal Corpse, Dying Fetus. “ Konflik “ suatu kata yang berkonotasi negatif, sering hinggap dalam segala aspek kehidupan, demikian juga halnya dalam perjalanan sebuah band. Karena adanya ketidak cocokan, Rinto hengkang dan memilih lapangan pekerjaan selain musik yang diyakininya lebih menjanjikan. Untuk mengatasi ini, Andi NR mengaet Andy buat mengisi kekosongan disektor gitar. Sedangkan Firman memanggil Ulla sebagai pasangannya diseksi vocal. Maka dengan formasi: Andi NR (Drum), Andy (Gitar), Nofri (Bass), Firman (Growl), Ulla (Scream), Pedih mengabadikan lagu-lagu karya sendiri yang direkam di studio TRIPLE F – Jakarta Timur yang bermaterikan 9 lagu dalam bentuk demo tape bertitel : Pedih. Kebingungan juga menerpa band ini, setelah Firman dengan tanpa alasan yang jelas jarang ikut latihan dan berkumpul. Untunglah kevakuman segera berakhir dengan masuknya Adrin ( ex Godzilla/ Abhorred Despiser/ Ordoth/ Aaarghh/ Homicide ) mengisi kekosongan sebagai additional growler.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Setelah dua panggung dijajaki, akhirnya posisi Adrin bergeser menjadi vocalis tetap di Pedih. Dikarenakan Ulla di seksi screamer semakin menurun kondisi kesehatannya dan mengundurkan diri untuk lebih berkonsentrasi dalam pemulihan fisiknya. Untuk selanjutnya frontman ditubuh band “ Pedih “ dipegang oleh Adrin sebagai growler / screamer dan beberapa koreksi atau pembenahan di berbagai sektor dilakukan seperti manajemen, koresponden hingga ditemukannya kalimat “ Perpetual Disharmony ‘ ( Kekacauan yang abadi ) sebagai kepanjangan dari “ Pedih “. Dengan line up terakhir yang paling gress : Adrin (vocal), Andi NR (drum), Andi (gitar), Wahyu (bass)band Death Thrash Metal ini yakin bisa maju menerobos kompetisi ketat beringasnya music cadas yang makin panas. Tentunya dengan selalu memegang teguh filosofi “ Komunikasi adalah kunci “. Tahun 2004 Pedih telah menyelesaikan recording dan mengeluarkan album yang dirilis oleh Metal Head Production (Bandung) format cassette dengan title Perpetual Disharmony.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diskografi:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Album:&lt;br /&gt;- Promo tape demo (2000)&lt;br /&gt;- Perpetual Disharmony (2005)&lt;br /&gt;Kompilasi :&lt;br /&gt;1.Underlist 3, (Metal Head Productions)Bandung – Jabar&lt;br /&gt;2.Stroke Metal, (2Mie Productions) Bekasi&lt;br /&gt;3.Metaloblast 2, (Morbid Noise Records) Jakarta&lt;br /&gt;4.Dimensi Kematian 3, (Edelweiss Productions) Jakarta&lt;br /&gt;5.Brutal Disaster, (No Label Records) Surabaya – Jatim&lt;br /&gt;6.Epidemic Of Brutality, (Psychosm Production) Makassar - Sulsel&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7537407116234902454-6003032544865337433?l=indorockstar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indorockstar.blogspot.com/feeds/6003032544865337433/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://indorockstar.blogspot.com/2009/02/perpetual-disharmony-band.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7537407116234902454/posts/default/6003032544865337433'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7537407116234902454/posts/default/6003032544865337433'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indorockstar.blogspot.com/2009/02/perpetual-disharmony-band.html' title='PERPETUAL DISHARMONY BAND'/><author><name>The Creature</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_2UevuockW4g/SYSeGKGSOPI/AAAAAAAAAYY/yDu4gI8x1UA/s72-c/pedihband-231x300.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7537407116234902454.post-3038824414083816930</id><published>2009-02-01T01:41:00.003+07:00</published><updated>2009-02-01T01:44:39.341+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='hardcore'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='post hardcore'/><title type='text'>SWEET AS REVENGE</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_2UevuockW4g/SYSbyGJ8sOI/AAAAAAAAAYQ/DwK4hcsZChQ/s1600-h/sweetasrevenge-300x267.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 300px; height: 267px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_2UevuockW4g/SYSbyGJ8sOI/AAAAAAAAAYQ/DwK4hcsZChQ/s320/sweetasrevenge-300x267.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5297530346642649314" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Sweet as Revenge secara resmi berdiri di Jakarta pada awal November 2003. Dimulai dari pertemuan Max, Qzoot (gitar) dan Febri (bass) di sebuah distro di Jakarta. Berawal dari obrolan mengenai interest yang sama pada genre post-hardcore, kemudian berlanjut dengan keinginan untuk membuat sebuah band yang memainkan musik post-hardcore itu sendiri. Waktu berjalan, dan berdirilah Sweet as Revenge. Nama yang unik, karena semua personil awal di band ini pernah merasakan pengalaman pahit dengan band-band mereka yang terdahulu. Dan menjadikan Sweet as Revenge sebagai ajang pembuktian. Bahwa mereka akan bisa menjadi lebih baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berawal dari hanya berlatih di studio, kemudian mereka memutuskan untuk merekam demo mereka yang pertama. Lagu pertama mereka berjudul “Broken Lines and Empty Smile”. Bermodalkan satu lagu sendiri serta beberapa lagu cover, Sweet as Revenge mulai merambah panggung-panggung di berbagai acara komunitas di Jakarta. Tampil dengan hanya ditonton segelintir orang sebagai band pembuka, atau tampil paling akhir sebagai band penutup telah mereka rasakan. Hal itu tidak membuat mereka patah semangat, tapi dianggap sebagai pengalaman yang akan memperkuat mereka sebagai sebuah band. Lagu “Broken Lines and Empty Smile” akhirnya menarik minat dE Records. Lagu tersebut direkam ulang untuk disertakan dalam kompilasi “Anthems of Tomorrow (dE Records, 2004). Sebuah album kompilasi yang berisi band-band bergenre post-hardcore dan sejenisnya. Lagu “Broken Lines and Empty Smile” juga sempat merajai chart MTV Cutting Edge selama beberapa minggu. Sebuah prestasi yang membanggakan untuk sebuah band yang masih berumur sangat muda. Hal ini juga yang mengangkat nama mereka ke permukaan dan mulai dikenal oleh publik.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Seiring dengan berjalannya waktu, serta perbedaan visi, misi dan kepentingan dari masing-masing personil, mengakibatkan beberapa kali pergantian personil serta perubahan musikalitas Sweet as Revenge secara keseluruhan. Setelah melewati proses rekaman yang panjang, hasil karya mereka dapat didengar pada sebuah mini album berjudul “Birth of Expectations (Self Released, 2008)” yang dirilis pada 5 Januari 2008. Sebuah mini album berisi 6 lagu yang merefleksikan pahit dan manisnya kehidupan mereka. Baik sebagai band ataupun sebagai individu masing-masing personil. Rilisnya mini album “Birth of Expectations” mendapat respon yang cukup baik. Acara Release Party mini album itu sendiri dihadiri oleh sekitar 700 orang penonton. Jumlah yang cukup fantastis. Singel mereka yang berjudul “Potret Kehampaan” juga sering terdengar di radio.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selepas rilisnya mini album “Birth of Expectations”, Sweet as Revenge semakin aktif bergerilya dari panggung ke panggung dan mulai merambah media. Mulai dari panggung acara komunitas, pensi SMA, acara kampus, live performance, promo dan interview di radio, semua dilibas habis. Hal ini dilakukan tidak hanya untuk menambah jam terbang saja, tetapi juga sebagai usaha untuk menjangkau pendengar baru, mereka yang sama sekali tidak mengenal Sweet as Revenge. Terbukti cara ini cukup ampuh, banyak yang akhirnya jatuh hati kepada band ini setelah mereka mendengar dan menyaksikan langsung penampilan Sweet as Revenge. Sebagai salah satu band generasi awal dari booming genre post-hardcore di tanah air, Sweet as Revenge berusaha untuk terus konsisten dan tidak terbawa arus trend musik yang sangat cepat berganti. Sampai saat ini, formasi terakhir Sweet as Revenge adalah: Dinand (vokal), Qzoot (gitar), Mamie (gitar), Febri (bass) dan Nanda (drum). Perjalanan dari panggung ke panggung, konflik demi konflik serta pengalaman hidup dari masing-masing personil telah memperkaya pengalaman Sweet as Revenge sebagai sebuah band. Hal ini membuat mereka berusaha untuk lebih solid dan konsisten dalam berkarya. Sweet as Revenge akan terus mempertahankan eksistensinya serta melahirkan karya-karya yang dapat menghibur penggemar musik dimanapun mereka berada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diskografi:&lt;br /&gt;1. Singel “Broken Lines and Empty Smile”&lt;br /&gt;2. Kompilasi “Anthems of Tomorrow” - dE records (2004)&lt;br /&gt;3. Birth of Expectations EP – Self Released (2008)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dapurletter.com&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7537407116234902454-3038824414083816930?l=indorockstar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indorockstar.blogspot.com/feeds/3038824414083816930/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://indorockstar.blogspot.com/2009/02/sweet-as-revenge.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7537407116234902454/posts/default/3038824414083816930'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7537407116234902454/posts/default/3038824414083816930'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indorockstar.blogspot.com/2009/02/sweet-as-revenge.html' title='SWEET AS REVENGE'/><author><name>The Creature</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_2UevuockW4g/SYSbyGJ8sOI/AAAAAAAAAYQ/DwK4hcsZChQ/s72-c/sweetasrevenge-300x267.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7537407116234902454.post-1141724050753650248</id><published>2009-02-01T01:19:00.003+07:00</published><updated>2009-02-01T01:26:19.750+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='rock'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='lady rocker'/><title type='text'>NIKE ARDILA</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_2UevuockW4g/SYSXtsV0rMI/AAAAAAAAAYI/0WCrSWQkEVc/s1600-h/Nike_Ardilla.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 211px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_2UevuockW4g/SYSXtsV0rMI/AAAAAAAAAYI/0WCrSWQkEVc/s320/Nike_Ardilla.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5297525872947145922" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Nike Ardilla lahir di Bandung tanggal 27 Desember 1975 dari pasangan R. Eddy Kusnadi dan Nining Ningsihrat. Sejak kecil sudah mengawali karir dengan mengikuti berbagai festival menyanyi di Bandung, sampai kemudian bakatnya ditemukan oleh produser musik Deddy Dores. Karir musiknya di dunia hiburan pun dimulai. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun 1987, oleh Ningsihrat ia diboyong ke Himpunan Artis Penyanyi Musisi Indonesia (HAPMI) asuhan Djadjat Paramor. Di situ ia bertemu dengan Deni Kantong, guru menyanyinya, dan Deni Sabrie, yang kemudian jadi manajernya. Dua Deni itu memperkenalkannya pada Deddy Dores. Deddy membuatkan beberapa lagu untuk album pertama Nike yang bertajuk Seberkas Sinar yang terjual lebih dari 500.000 ribu kopi. Sebelumnya Deddy Dores juga sempat menyatukan Nike dengan dua anak didik Deddy dan Deni bernama Deni Angels bersama Cut Irna dan Lady Avisha. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun berikutnya Nike merilis album keduanya yang bertajuk Bintang Kehidupan yang mendapatkan sambutan luar biasa, dan terjual dengan angka yang fantastis, yaitu dua juta kopi Selanjutnya Nike merilis album-album yang menjadi best seller. Album rekaman terakhir Nike Ardilla sebelum wafat yang bertajuk Sandiwara Cinta terjual sampai menembus angka tiga juta kopi dan lima juta copy seasean. Karir Nike Ardilla dalam dunia seni peran juga berjalan mulus seiring dengan dirilisnya album pertama. Nike bermain film Kasmaran bersama almarhum Ryan Hidayat pada tahun 1987 dan terus melahirkan film-film box office sepanjang periode akhir 80an dan awal 90an. Nike Ardilla juga sukses dalam beberapa sinetron.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Pada tanggal 19 Maret 1995, kurang lebih pukul 06.15 pagi Nike Ardilla tewas dalam sebuah kecelakan tunggal. Mobil Honda Genio berwarna biru metalik plat D 27 AK menabrak pagar beton bak sampah di jalan E. Martadinata. Diperkirakan Nike tewas seketika, tetapi saksi yang berada disekitar lokasi kecelakan menuturkan Nike belum meninggal saat kejadian, baru dalam perjalanan ke rumah sakit Nike meninggal. Nike mengalami luka parah di kepala dan memar-memar di dadanya. Nike yang saat itu bersama manajernya, Sofiatun, baru saja kembali dari diskotik Polo. Isu-isu negatif seputar kematiannya berkembang diantaranya menyebutkan bahwa Nike mengendarai mobil dengan keadaan mabuk, tapi kemudian kabar itu dibantah keras oleh pihak keluarga dan saksi kunci kecelakaan itu. Sofiatun mengatakan Nike hanya meminum orange jus. Hasil visum polisi menyebutkan tidak menemukan kadar alkohol dalam tubuh Nike. Ada kesimpangsiuran tentang waktu kematian Nike Ardilla, menurut saksi kejadian itu terjadi pukul 3 pagi, tapi saksi lain mengatakan bahwa kecelakaan itu terjadi pukul 5.45 pagi, laporan resmi mengatakan bahwa waktu kejadian adalah pukul 06.15 pagi. Nike Ardilla dimakamkan pada sore itu juga, diantar oleh ribuan penggemarnya beserta para artis ibukota. Kematiannya menghebohkan dunia hiburan Indonesia, ditangisi para fans yang sampai beberapa hari setelah kematiannya masih setia berada di kediaman Nike Ardilla.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Atun yang bersama Nike berada di mobil itu, ditengah perjalanan pulang Nike mengendarai mobil itu dengan tidak menggunakan sabuk pengaman. Mobil Nike berusaha menyalip mobil berwarna merah di depannya yang berjalan sangat pelan. Namun ketika menyalip, dari arah berlawanan muncul mobil Taft melaju kencang, Nike langsung menghindari mobil Taft tersebut dan membanting setir terlalu ke kiri sehingga menabrak sebuah pohon dan langsung terpental menabrak pagar beton bak sampah di kantor Usaha Pribadi di jalan RE. Martadinata dan Nikepun tewas seketika.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak lama setelah kematianya nama Nike Ardilla justru menjulang. Publik masih terus membicarakan Nike Ardilla. Majalah Asia Week menafsirkan Nike dalam sebuah kalimat satir "In Dead She Soared" atau "Dalam Kematian Dia Bersinar". Setiap tahunnya ribuan penggemar yang tergabung dalam Nike Ardilla Fansclub melakukan ritual khusus pada tanggal 19 Maret dan 27 Desember yaitu berziarah ke makam dan mengadakan acara mengenang Nike seperti memutarkan film-film Nike dan menyanyikan lagu-lagu Nike di Bandung, tempat kelahiran dan tempat berpulangnya Nike. Sebuah museum juga didirikan di Jalan Soekarno-Hatta, Bandung. Semua barang-barang Nike tersimpan disana, seperti pakaian yang dikenakannya saat kejadian dan replika kamar Nike Ardilla. Selain itu, hampir semua album rekaman lagu-lagu Nike berhasil memperoleh penghargaan, terutama dari segi penjualan. Dalam rentang waktu yang relatif pendek, dia berhasil mengembangkan demikian jauh popularitas dan fanatisme penggemarnya bahkan melampaui apa yang diperoleh penyanyi terkenal yang sudah berkiprah puluhan tahun di dunianya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Sulawesi Barat terdapat pula rumah makan dengan nama Rumah Makan Nike Ardila yang berlokasi di Wonomulyo, Polewali Mandar. Setiap harinya di rumah makan ini diputarkan lagu-lagu Nike.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Trivia&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Tinggi badan Nike Ardilla adalah 1.68 meter dan berat 47 kilogram.&lt;br /&gt;* Hobi Nike Ardilla adalah musik, berenang, dan badminton.&lt;br /&gt;* Makanan kesukaannya adalah hamburger, mie bakso, jengkol goreng.&lt;br /&gt;* Minuman kesukaannya adalah Coca-Cola, Yogurt.&lt;br /&gt;* Nike mempunya beberapa nama kecil antara lain Nike, Neneng, Keke, dan Amoy.&lt;br /&gt;* Mobil Honda Genio yang dipakai Nike saat kecelakaan berhasil dilelang seharga Rp 100 juta oleh seorang gadis bernama Lia Nathalia yang kini juga menjadi penyanyi.&lt;br /&gt;* Pada acara 40 hari meninggalnya Nike Ardilla diadakan doa bersama di gedung Balai Sartika Bandung pada tanggal 26 April 1995. Acara yang merupakan bagian dari peringatan empat puluh hari meninggalnya Nike Ardilla dihadiri sekitar 200-an tamu undangan, termasuk puluhan artis ibu kota yang khusus datang dengan dua bus besar serta rekan-rekan dari PAPRI dan HAPMI Jawa Barat. Dalam peringatan ini hadir pula keluarga Nike.&lt;br /&gt;* Pada 40 hari itu juga, makam Nike dikunjungi oleh lebih dari lima ribu penggemar.&lt;br /&gt;* Bangunan makam Nike boleh dibilang amat megah. Tak berbeda dengan makam toko-tokoh nasional yang amat penting, makam Nike juga dilindungi bangunan cukup berundak-undak yang terbuat dari beton yang atapnya disangga empat pilar kokoh. Makamnya sendiri seluruhnya dilapis oleh kayu yang khusus di datangkan dari Kalimantan Timur. Makamnya juga di pagari tembok yang penuh tulisan kata-kata kenangan untuk Nike Ardilla, termasuk puisi dan doa-doa dari penggemar.&lt;br /&gt;* Sepanjang karirnya, Nike telah menjual album yang kesemua albumnya mendapatkan multiplatinum, rata-rata terjual diatas satu atau dua juta kopi, kecuali album pertama yang 'hanya' terjual 500 ribu kopi. Bahkan setelah kematiannya terus bermunculan album-album berisi kumpulan lagu Nike Ardilla yang semuanya diperkirakan berjumlah 40 buah album.&lt;br /&gt;* Nike Ardilla menjadi satu-satunya artis Indonesia yang kematiannya selalu diperingati oleh para fansnya. Diluar hal semacam ini terjadi pada Jhon Lennon, Marlyn Monroe, atau Bruce Lee.&lt;br /&gt;* Nike Ardilla menjadi satu-satunya artis dengan penjualan album terbanyak sepanjang masa di Indonesia, data terakhir sudah terjual lebih dari 25 juta kopi album Nike yang terjual, termasuk penjualan di Malaysia dan negara-negara lainnya.&lt;br /&gt;* Nama panggung Nike Ardilla sebelumnya adalah Nike Astrina yang diambil dari nama seniornya, Nicky Astria, Ini karena corak musik keduanya sama dan Nicky Astria juga adalah besutan Deddy Dores&lt;br /&gt;* Video klip sandiwara cinta versi kedua atau lebih dikenal oleh para fansnya sebagai "versi Monroe" adalah video klip terakhir Nike semasa hidup dan disutradarai oleh Rizal Mantovani. Menampilkan Nike yang sekilas terlihat seperti idolanya, Marylin Monroe. Syutingnya dimulai 10 hari sebelum Nike tewas. Video ini sebetulnya belum selesai digarap, namun karena Nike kemudian tewas, Rizal mengubahnya menjadi seperti sebuah video dokumenter Nike sepanjang karirnya. Setelah kematiannya, video klip lagu Nike Ardilla biasanya menampilkan model yang mempunyai mirip dengan dirinya.&lt;br /&gt;* Penghargaan dari PT.POS INDONESIA dengan diterbitkannya kartu pos dan sampul surat peringatan setahun wafatnya Nike Ardilla pada pameran filateli remaja sedunia tahun 1996&lt;br /&gt;* Diterbitkannya prangko Nike Ardilla oleh dua negara bagian Rusia yakni Abkasia dan Tauva tahun 1996 (prangko artis dunia diantaranya Michael Jackson, Madonna, Marilyn Monroe, Elvis Presley).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Prestasi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Juara Harapan I Lagu Pilihanku TVRI - 1985,&lt;br /&gt;    * Juara 1 Festival Pop Singer HAPMI Kodya Bandung - 1985,&lt;br /&gt;    * Juara 3 Golongan Teruna Festival Penyanyi Indonesia,&lt;br /&gt;    * Populer Bandung 1986,&lt;br /&gt;    * Juara 1 Festival Musik 3 Warna se Jawa Barat - 1987,&lt;br /&gt;    * Pemenang BASF AWARD "Bintang Kehidupan" 1990,&lt;br /&gt;    * Pemenang BASF AWARD "Nyalakan Api" - 1991,&lt;br /&gt;    * Pemenang Asia Song Festival Shanghai China 1991,&lt;br /&gt;    * Pemenang BASF AWARD "Biarkan Aku Mengalah" - 1993,&lt;br /&gt;    * Pemenang Kaset Emas HDX "Biarkan Cintamu Berlalu" - 1994,&lt;br /&gt;    * Promotour Video Music Indonesia Yogyakarta 6 - 9 Oktober 1994,&lt;br /&gt;    * Video Klip Favorit VMI Bulanan Lagu Biarkan Cintamu Berlalu,&lt;br /&gt;    * Bintang Favorit Dunia Bintang tahun 1994-1995,&lt;br /&gt;    * Bintang Favotit Dunia Bintang versi wartawan tahun 1994-1995,&lt;br /&gt;    * Peraih Anugerah Emas Malaysia 1995 untuk album Duri Terlindung,&lt;br /&gt;    * Video Klip Favorit Tahunan (1994-1995) album Biarkan Cintamu Berlalu,&lt;br /&gt;    * Video Klip Terbaik Bulanan album Sandiwara Cinta April 1995,&lt;br /&gt;    * ANUGERAH HDX 1996 untuk album Suara Hatiku,&lt;br /&gt;    * Musik Mingguan Award 1996 kategori kaset terlaris untuk album Suara Hatiku,&lt;br /&gt;    * BASF Award 1996 untuk album Mama Aku Ingin Pulang kategori triple platinum,&lt;br /&gt;    * Penghargaan TVRI atas karya Nike Ardilla di belantika musik Indonesia,&lt;br /&gt;    * Video Klip Favorit VMI 1997 untuk lagu Panggung Sandiwara,&lt;br /&gt;    * Pemenang Kaset Emas HDX untuk Sandiwara Cinta - 1996.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prestasi bidang model&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Sampul Majalah Sahabat Pena - 1986&lt;br /&gt;    * Juara 3 LA Clark Jeans Contest - 1989&lt;br /&gt;    * Juara Favorit GADIS Sampul 1990&lt;br /&gt;    * Sampul Majalah Populer 1990&lt;br /&gt;    * Sampul Majalah Djoko Lodang - 1991&lt;br /&gt;    * Sampul Majalah Mangle - 1991&lt;br /&gt;    * Sampul Majalah Kartini 1995&lt;br /&gt;    * Sampul Majalah URTV Malaysia - 1995&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Diskografi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Album solo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Album Seberkas Sinar 1990&lt;br /&gt;    * Album Bintang Kehidupan - 1990&lt;br /&gt;    * Album Nyalakan Api - 1991&lt;br /&gt;    * Album Matahariku/Izinkanlah - 1991&lt;br /&gt;    * Album Biarkan Aku Mengalah 1993&lt;br /&gt;    * Album Duri Terlindung 1994&lt;br /&gt;    * Album Biarkan Cintamu Berlalu 1994&lt;br /&gt;    * Album Sandiwara Cinta - 1995&lt;br /&gt;    * Album Mama Aku Ingin Pulang - 1995&lt;br /&gt;    * Album Suara Hatiku - 1996&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Singles released&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Star Of Life (bintang kehidupan english version) 1992&lt;br /&gt;    * Tinggalah kusendiri 1993&lt;br /&gt;    * Deru Debu (radio released)&lt;br /&gt;    * Cinta Kita 1995&lt;br /&gt;    * untuk Apa Lagi 1995&lt;br /&gt;    * Biarkanlah 1996&lt;br /&gt;    * Cinta Diantara Kita 1997&lt;br /&gt;    * Panggung Sandiwara 1997&lt;br /&gt;    * Ingin Kulupakan 1998&lt;br /&gt;    * Belengu Cinta 2000&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Album kompilasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Bandung Rock Power 1988&lt;br /&gt;    * Gadis Foto Model 1989&lt;br /&gt;    * Album Ost Pocong - 1996&lt;br /&gt;    * BEST OF THE BEST VOL.1 -1999&lt;br /&gt;    * BEST OF THE BEST VOL.2 -2000&lt;br /&gt;    * BEST BEAT -2002&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Singles soundtrack&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Ost Nuansa Gadis Suci 1992&lt;br /&gt;    * Ost Nakalnya Anak Muda 1992&lt;br /&gt;    * Ost Aksara Bisu 1992&lt;br /&gt;    * Ost Lupus 1992&lt;br /&gt;    * Ost Deru Debu 1994&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Filmografi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Kasmaran-1987&lt;br /&gt;    * Kabayan Saba Kota-1988&lt;br /&gt;    * Gadis Foto Model-1989&lt;br /&gt;    * Ricky Nakalnya Anak Muda-1990&lt;br /&gt;    * Lupus 4 - 1990&lt;br /&gt;    * Kabayan &amp; Anak Jin-1991&lt;br /&gt;    * Cinta Anak Muda-1991&lt;br /&gt;    * Olga &amp; Sepatu Roda-1992&lt;br /&gt;    * Kabayan Saba Metropolitan-1992&lt;br /&gt;    * Tiga Kamar Perawan-1992&lt;br /&gt;    * Kembali Lagi-1994&lt;br /&gt;    * Pocong-1996&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Sinetron&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Perkawinan Pilihan - 1990&lt;br /&gt;    * Gara-Gara - 1990&lt;br /&gt;    * Pelangi Di Hatiku - 1991&lt;br /&gt;    * Bunga Kampus 1992&lt;br /&gt;    * Sukreni Gadis Bali 1993&lt;br /&gt;    * Trauma Marissa 1994&lt;br /&gt;    * Ceplas-Ceplos 1994&lt;br /&gt;    * Saputangan dari Bandung Selatan 1994&lt;br /&gt;    * None - 1994&lt;br /&gt;    * Warisan I &amp; II 1995&lt;br /&gt;    * Jalur Putih - 1995&lt;br /&gt;    * Mentari Di Balik Awan - 1996&lt;br /&gt;    * Mutiara Cinta - 1996&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;wikipedia&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7537407116234902454-1141724050753650248?l=indorockstar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indorockstar.blogspot.com/feeds/1141724050753650248/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://indorockstar.blogspot.com/2009/02/nike-ardila.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7537407116234902454/posts/default/1141724050753650248'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7537407116234902454/posts/default/1141724050753650248'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indorockstar.blogspot.com/2009/02/nike-ardila.html' title='NIKE ARDILA'/><author><name>The Creature</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_2UevuockW4g/SYSXtsV0rMI/AAAAAAAAAYI/0WCrSWQkEVc/s72-c/Nike_Ardilla.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7537407116234902454.post-729624861111117294</id><published>2009-01-31T22:30:00.002+07:00</published><updated>2009-01-31T22:43:51.505+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='rock'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='classic rock'/><title type='text'>DEDDY DORES</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_2UevuockW4g/SYRxjLpLDsI/AAAAAAAAAYA/KcU5BOKeXOI/s1600-h/deddy+dores.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 110px; height: 184px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_2UevuockW4g/SYRxjLpLDsI/AAAAAAAAAYA/KcU5BOKeXOI/s320/deddy+dores.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5297483910929387202" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Tahukah Anda, nama Dedy Dorres menempat posisi penting dalam perjalanan musik di Indonesia. Nama Deddy Dores pernah bersanding dengan God Bless dan beberapa musisi rock lainnya. Memangnya Dedy pernah main musik rock? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Generasi sekarang pasti akan mecibir ketika disebut namanya. Dia dikenal hanya dari lagu-lagu tema cinta, dengan progresi chord sederhana. Bahkan jika saja ratusan lagu karya Deddy pada 10 tahun terakhir ini dihilangkan liriknya, niscaya akan ditemui struktur melodi yang 'seragam'. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gara-gara mengorbitkan lagu-lagu cinta, namanya kemudian dikelompokkan ke deretan musisi yang 'main' di genre cinta ini seperti Rinto Harahap, Pance Pondaag dan Obbie Messakh. &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Deddy juga punya kelebihan lain. Dia pandai memilih calon bintang yang bakal diorbitkannya. Dedyd jeli memilih penyayi (khususnya perempuan) yang bakal diorbitkannya. salah satu yang jadi fenomenal adalah almarhum Nike Ardilla. Lewat album Seberkas Sinar (1990), yang khabarnya terjual 300.000 copies. Tahun 1992, Nike melepas album Bintang Kehidupan, masih dengan motor penggerak Deddy Dores. Album ini terjual 2 juta keping. Album terakhir Nike Sandiwara Cinta dari data terakhir setelah meninggalnya Nike tahun 1995, terjual 2 juta keping juga. Di tangan Deddy Dores, Nike memang menjadi pop star untuk 6 album. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Deddy berhasil mencetak mega bintang baru di musik pop (pakai unsur rock sedikit), dengan formula lirik cinta yang manis, melodi standar dan keharusan lain: penyanyinya cantik. Formula inilah yang melanjutkan pengembaraan Deddy Dores di peta musik pop negeri ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lagu tema cinta, penyanyi jelita. Jika ada penyanyi laki-laki yang membawakan lagu karyanya, paling banter bernama Deddy Dores juga. "Saya memang mengawali terjun ke musik pop lewat rekaman suara saya sendiri," ujar Deddy. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pekerjaan itu dilakukannya pada tahun 1971, pada saat koceknya krisis karena grup Rhapsodia yang dibangunnya, belum menghasilkan dana bagus untuk menopang hidupnya. Album solo Hilangnya Seorang Gadis, cukup dikenal khalayak pop waktu itu. Deddy baru membuat album pop lagi pada tahun 1978, kali ini berduet dengan Lilian. "Album-album pop yang saya buat pada tahun 70-an sebenarnya hanya sebagai selingan. Semacam relaksasi di tengah kegiatan saya manggung dengan Rhapsodia, God Bless dan Giant Step. Saya benar-benar cari duit di musik pop sejak ketemu Nike pada tahun 1989, dan tahun 90 merekam Seberkas Sinar itu," pembelaan Deddy. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana awal mula Deddy menerjuni musik pop? "Sulit sekali, karena dunia pop ini sangat njomplang dibanding kebiasaan saya manggung dengan atribut rock. Waktu itu dengan sadar saya masuki dunia penciptaan lagu-lagu cengeng. Waktu itu banyak pula kritik datang ke saya, saya melacurkan diri. Tapi bagaimana pun juga, saya perlu hidup. Orang nggak bisa tahu apa saja kebutuhan saya," ujar Deddy dengan ekspresi datar. "Tapi, biarlah saya main musik yang begini dulu, setelah posisi saya kuat, baru saya akan kembali ke idealis saya. Seperti sekarang ini, saya sedang menyiapkan produksi sendiri, merekam album Superkid. Ini band kebanggaan saya, yang dibangun Denny Sabri dengan formasi trio: Deddy Stanzah, Jelly Tobing dan saya. Rekaman ini mau laku atau nggak, saya nggak peduli. Yang penting, di sinilah Superkid berekspresi, dan rekaman ini benar-benar idealisme saya sendiri, dibantu kawan-kawan dari Superkid, " tambah Deddy pada suatu waktu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Superkid adalah band format 3 pemain. Band ini dibangun tahun 1975 dan sempat melakukan tour Indonesia, dengan kiblat musiknya ke Rolling Stones. Stanzah sebagai vokalis memang banyak dapat influence dari Mick Jagger. Deddy Dores pada posisi keyboard dan gitar, Deddy Stanzah pada bas dan Jelly untuk drums. Formasi ini amat mirip dengan AKA Group, cuma AKA ( Arthur Kaunang, Ucok Harahap, Syech Abidin dan Soenata Tanjung ) banyak memainkan lagu-lagu ELP, bukan Stones. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Superkid tewas pada tahun 1978, menghasilkan lagu hit 'Gadis Bergelang Emas'. Vakumnya Superkid banyak diduga karena miss-management. Entah versi kang Denny Sabri sebagai manajernya. Sebelum itu, Deddy Dores membangun grup Rhapsodia (1969-1972), yang sempat berganti nama dengan Freedom of Rhapsodia. Di tengah inilah, Deddy membuat solo album pop Hilangnya Seorang Gadis (1971). Pada tahun 1974, Deddy Dores masuk formasi God Bless, dengan formasi Ludwin LeMans (gitar), Achmad Albar (vokal), Deddy Dorres (gitar).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dedy juga sepat menelorkan band bernama Lipstick. Band yang biasanya mengusung musik rock ini lahir tahun 80-an. Tapi tidak lama, karena kemudian bubar. Beberapa nama yang diorbitkan kang Deddy --begitu biasa dia dipanggil-- seperti Nike Ardilla, Poppy Mercury, dan Nafa Urbach, dan duet kembar Doris Dagmar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tembang.com&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7537407116234902454-729624861111117294?l=indorockstar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indorockstar.blogspot.com/feeds/729624861111117294/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://indorockstar.blogspot.com/2009/01/deddy-dores.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7537407116234902454/posts/default/729624861111117294'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7537407116234902454/posts/default/729624861111117294'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indorockstar.blogspot.com/2009/01/deddy-dores.html' title='DEDDY DORES'/><author><name>The Creature</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_2UevuockW4g/SYRxjLpLDsI/AAAAAAAAAYA/KcU5BOKeXOI/s72-c/deddy+dores.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7537407116234902454.post-6067027630481458694</id><published>2009-01-31T21:57:00.001+07:00</published><updated>2009-01-31T22:26:13.791+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='progesif rock'/><title type='text'>ABBHAMA</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_2UevuockW4g/SYRtajGHi4I/AAAAAAAAAX4/ubC0YVl_SLU/s1600-h/abbahama115.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 318px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_2UevuockW4g/SYRtajGHi4I/AAAAAAAAAX4/ubC0YVl_SLU/s320/abbahama115.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5297479364559473538" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Bagi sekalangan musisi anyar sekarang ini, nama band tersebut "jauh dari jangkauan" lantaran memang tak sempat melejit tinggi. Terbentuk tahun 1977, Abbhama Band memang terpengaruh oleh berkembangnya aliran progresif rock di tahun 70-an. Personil awal (dan jadi akhir) adalah Iwan Madjid (vokal, piano), Oni (kibor), Darwin (bas), Robin (dram), Dhrama (flute), Cok B (gitar), Hendro (oboe). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang menarik dari band ini adalah, kemampuan musikalnya tidak kalah dengan musisi asing waktu itu. Hal ini diakui oleh penggemar-penggemar progresive rock tak cuma di Indonesia, tapi juga dari negara lain, seperti Jepang misalnya. Kelemahannya --dan ini jadi rata-rata kelemahan band Indonesia saat itu-- adalah kualitas rekaman (mixing dan mastering yang sangat buruk. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan segala keterbatasan itulah, tahun 1978 Abbhama Band "nekat" merilis album yang diberi titel ALAM RAYA. Dari sound dan lirik yang dipakai (hampir semua lirik ditulis oleh Iwan Hasan), band ini kental mengusung progresif rock. Ada yang bilang, musiknya mendekati progresif rock ala Perancis atau Italia.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Kabarnya, Iwan Madjid dan teman-temannya juga dipengaruhi oleh ELP (Emerson Lake Palmer), band progresive rock asal Inggris. Sementara lirik yang ditulis Iwan, menurut pengakuannya diinspirasi oleh Buch dan Debussy. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayang, usai merilis album perdana, band ini tidak berumur panjang. Personilnya kemudian berkiprah sendiri-sendiri. Iwan Madjid dan Darwin melanjutkan kiprah bermusiknya dengan membantuk WOW, tahun 1983-an. Band yang juga mengusung progresif rock ini sempat melibatkan nama seperi Fariz RM dan Moesja Joenoes. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abbhama Band memang tidak berumur panjang. Mungkin sekedar numpang lewat di sejarah musik Indonesia khususnya progresif rock. Tapi dari komposisi yang dimainkannya, paling tidak membuat kita tahu, musisi Indonesia sebenarnya sudah diperhitungkan sejak dulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tembang.com&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7537407116234902454-6067027630481458694?l=indorockstar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indorockstar.blogspot.com/feeds/6067027630481458694/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://indorockstar.blogspot.com/2009/01/abbhama.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7537407116234902454/posts/default/6067027630481458694'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7537407116234902454/posts/default/6067027630481458694'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indorockstar.blogspot.com/2009/01/abbhama.html' title='ABBHAMA'/><author><name>The Creature</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_2UevuockW4g/SYRtajGHi4I/AAAAAAAAAX4/ubC0YVl_SLU/s72-c/abbahama115.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7537407116234902454.post-9187224206293252282</id><published>2009-01-29T21:42:00.003+07:00</published><updated>2009-01-31T22:22:49.216+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='post metal'/><title type='text'>SOUTHERN BEACH TERROR</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_2UevuockW4g/SYHCbN-ldSI/AAAAAAAAAXo/oFWCABwOdKM/s1600-h/-tsbt-3.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 250px; height: 166px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_2UevuockW4g/SYHCbN-ldSI/AAAAAAAAAXo/oFWCABwOdKM/s320/-tsbt-3.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5296728409628833058" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Dengarkan!! Irama musik surf yang antik dari khazanah rock &amp; roll jaman perjuangan. Ada suara gitar vintage yang cukup panik namun seksi. Ketukan snare drum yang berputar-putar. Sekilas sangat experimental dan instrumental. Dari eloknya pasir pantai hingga soundtrack film action kelas dua. Riding a tsunami!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;STORY Band ini awalnya merupakan side project dari Bowow [Coffin Cadillac], Fossil [The Strawberries] dan Bimo [Killed On Juarez] di tahun 2003. Bimo lalu memilih keluar dari band karena alasan tertentu dan menyebabkan aktifitas bermusik mereka terhenti. Selama dua tahun, Bowow intens belajar main gitar sambil terus mendengarkan The Ventures, The Shadows, serta musik rock &amp; roll dari era 50-an dan 60-an. Dia lalu menghubungi Fossil untuk membangun proyek bandnya kembali dengan irama musik surf-rock. Beberapa sesi latihan awal mereka yang mengkover lagu-lagu The Ventures dan The Shadows ternyata berjalan cukup berat. Hingga akhirnya Bowow 'dicerahkan' oleh CD The Ghastly Ones dan memilih untuk membawakan lagu-lagu band tersebut. &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Nama band The Southern Beach Terror [TSBT] diambil dari judul film horor klasik Kerajaan Laut Kidul [The Southern Sea Kingdom], yang juga jadi representasi dari Jogjakarta, kota domisili mereka. Film tersebut menceritakan legenda rakyat lokal tentang kerajaan spiritual di selatan Jogja yang dipimpin oleh seorang ratu bernama 'Nyai Roro Kidul'. Akhir-akhir ini, TSBT sudah banyak mengisi pentas-pentas lokal di sekitar kota Jogja. Influens musik mereka pun mulai berkembang sampai ke arah The Cramps, The Sonics, dan band-band sejenis lainnya. Kecintaan Bowow dkk terhadap musik surf juga jadi motivasi tersendiri untuk terus membuat progres dan menciptakan nada-nada yang 'berani beda' dari band lokal kebanyakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BOILING POINT Meskipun TSBT tidak berasal dari scene surfing, namun mereka boleh dibilang satu-satunya band yang memainkan musik surf-rock di Jogja, bahkan mungkin di Indonesia!...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;apokalip.com&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7537407116234902454-9187224206293252282?l=indorockstar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indorockstar.blogspot.com/feeds/9187224206293252282/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://indorockstar.blogspot.com/2009/01/sothern-beach-terror.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7537407116234902454/posts/default/9187224206293252282'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7537407116234902454/posts/default/9187224206293252282'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indorockstar.blogspot.com/2009/01/sothern-beach-terror.html' title='SOUTHERN BEACH TERROR'/><author><name>The Creature</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_2UevuockW4g/SYHCbN-ldSI/AAAAAAAAAXo/oFWCABwOdKM/s72-c/-tsbt-3.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7537407116234902454.post-5266149625533514644</id><published>2009-01-29T21:26:00.005+07:00</published><updated>2009-02-01T01:06:35.161+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='metal'/><title type='text'>SONIC TORMENT</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_2UevuockW4g/SYG92BUZ-3I/AAAAAAAAAXg/00PwIvtzzAc/s1600-h/sonictorment-1.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 175px; height: 169px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_2UevuockW4g/SYG92BUZ-3I/AAAAAAAAAXg/00PwIvtzzAc/s320/sonictorment-1.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5296723372529023858" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Sulit untuk didefinisikan. Bayangkan elemen rock, alternatif, punk, hardcore, noise, metal, dan grind yang di-blend jadi satu. Semacam ramuan krossover yang mencampur semua genre cadas era 90-an. Dengan lirik sunda yang kasar serta bernuansa preman lokal. Sound khas tipikal 'Palapa' yang raw bersama liukan beat musik yang agresif. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konon kabarnya Sonic Torment itu berdiri tahun 1995, tepatnya pada malam Jum'at Kliwon di kawasan Kaum Kidul, Ujungberung Bandung. Dinan [vokalis] yang menggagas band ini gara-gara pusing dengan masalah dunia, frustasi akibat perempuan, dan sakit hati pada sekitarnya. Nama 'Sonic Torment' bisa jadi diambil dari Flesh Ripping Sonic Torment, yaitu demo pertama milik Carcass di tahun 1987. Ini sangat mungkin sekali, mengingat Dinan sendiri adalah fans berat dari grup gore-grind asal Inggris tersebut. Sejak awal, Dinan bersama dengan Kimung [bass], Sule [gitar], dan Abah [drum] mulai bikin lagu berlirik sunda serta ramuan musik crossover yang khas ala mereka. Di tahun 1996, Sonic Torment merilis debut klasik bertitel Haatzaii Artikelen [Palapa records] dengan engineer Kang Memet. &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Sejak itu mereka rajin 'ditanggap' di berbagai pentas di kota Bandung. Tapi jadwal show yang padat itu agaknya di luar perkiraan mereka. Karena awalnya Sonic Torment itu sekedar proyek fun - mengingat personil lainnya sudah punya band tetap. Alhasil, kisah band ini semakin aneh namun menarik. Sule sempat dipecat gara-gara sibuk pacaran. Penggantinya Ayi justru sama saja, juga doyan kencan. 'Virus-virus cinta' itu akhirnya menular kepada seluruh personil dan bikin band ini makin mengambang tidak jelas. "Jadi weh ST band bobogohan. Rasa bendu, ambek jeung pongah nu jadi simbol ST diganti ku cinta. Puguh weh teu nyarambung!" Pada tahun 1997, Dinan hijrah menjadi penyiar radio di Bali dan Sonic Torment tidak pernah ada kabarnya lagi. Yah, sebut saja bubar!... &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepuluh tahun kemudian, baru diketahui kalau master rekaman Haatzaii Artikelen itu masih ada dan disimpan rapi oleh Dinan. Produser metal kawakan Yayat Achdiyat [yang tak lain adalah keponakan dari Kang Memet] langsung menyemangati Sonic Torment untuk segera reuni dan merilis ulang album yang legendaris itu. Kimung, Abah, Ayi dan Dinan merespon positif, "Hayu atuh sok lah, 100% lahir batin siap ngacak-ngacak deuih, ku aing di jabanan lah, anjing teh!" Berita ini langsung merebak di kalangan mereka. Jika ini benar, maka reuni Sonic Torment setelah sepuluh tahun adalah berita paling keren dari scene musik underground kota Bandung. Dan tampaknya mereka memang cukup bersemangat jika melihat dari aktivitasnya di MySpace dan merchandise yang dirilis baru-baru ini. Sepertinya Sonic Torment siap kembali membawa panji, "Sendal jepit calana rombeng, hirup ka jepit teu kudu goreng!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum membentuk Sonic Torment, Dinan dikenal sebagai editor Revograms, fanzine underground pertama di Indonesia. Kimung [eks Burgerkill/NicFit] adalah penulis buku Myself ; Scumbag. Sule pernah memperkuat legiun black metal Sacrilegious. Abah sempat 'mengetuk gendang' di mana-mana, dan sekarang hinggap di Burgerkill sebagai drummer.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;apokalip.com&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7537407116234902454-5266149625533514644?l=indorockstar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indorockstar.blogspot.com/feeds/5266149625533514644/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://indorockstar.blogspot.com/2009/01/sonic-torment.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7537407116234902454/posts/default/5266149625533514644'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7537407116234902454/posts/default/5266149625533514644'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indorockstar.blogspot.com/2009/01/sonic-torment.html' title='SONIC TORMENT'/><author><name>The Creature</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_2UevuockW4g/SYG92BUZ-3I/AAAAAAAAAXg/00PwIvtzzAc/s72-c/sonictorment-1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7537407116234902454.post-2984943968446665197</id><published>2009-01-29T21:18:00.001+07:00</published><updated>2009-01-29T21:23:10.517+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='post metal'/><title type='text'>GHAUST</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_2UevuockW4g/SYG7Zihi3zI/AAAAAAAAAXY/7FWTGiCBJTo/s1600-h/bb-ghaust2.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 213px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_2UevuockW4g/SYG7Zihi3zI/AAAAAAAAAXY/7FWTGiCBJTo/s320/bb-ghaust2.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5296720684203040562" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;"A fairly consistent listen of forceful yet controlled heaviness. Involved influence from Boris, Pelican, Amebix, Kyuss and Corrupted," begitu yang tertulis pada halaman MySpace mereka. Melihat dari kuantitas personil, instrumen dan influens, maka bisa ditebak kalau Ghaust memainkan musik post-metal. Akar musik mereka adalah hasil eksplorasi metal yang dilatari dengan kombinasi antara stoner, sludge, doom, hardcore punk, dan post-rock. Tentu ini menjadi sebuah perayaan yang menyenangkan bagi para pencinta Isis, Pelican, Red Sparrowes, Eyehategod hingga Mogwai. "Tetapi jika anda tetap memaksa untuk berpikir atau berharap bahwa musik Ghaust itu adalah thinking man's metal, maka bersiaplah untuk kecewa!" pesan mereka kemudian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ghaust dibentuk pada awal bulan Agustus 2005 di kota Jakarta oleh demonic duo, Uri A Putra [gitar] dan M Edward [drum]. Sejak awal tahun 2007 lalu mereka sudah merekam materi debut album di Sinjitos studio dengan supervisi dari Iyub [Sugarstar, Santa Monica]. Di sela rekaman, Ghaust juga membagikan gratis materi demo bertajuk 600335/047545 yang berisi empat lagu ; Day After [Fucked-Up Version], The Wolf and The Boar, Black Ice Battle, dan Torchlight [Edit-Version/Live]. Kemudian mereka sempat terlibat dalam proyek kompilasi Droning Earth Vol.6. Di tengah proses penggarapan album perdana, ternyata mereka mengalami banyak perubahan mulai dari titel, list lagu, hingga artwork.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;"Dulu pada awalnya kami sering menulis bahwa album perdana kami akan dinamakan Defeating Earth Gravity, tetapi seiring waktu dalam mengerjakan album ini kami sedikit merasa bahwa judul itu sudah tidak pantas untuk dijadikan sebagai nama album perdana kami. Karena memang materi di album perdana kami sudah berubah dan sedikit-banyak mengalami perkembangan baik dari ide maupun segi musikalitas," jelas mereka. "Materi baru dari album ini adalah materi terbaik yang berhasil kami buat pada saat ini. Mengambil dari banyaknya influence musik dari band-band yang luar biasa seperti His Hero Is Gone, OM, Corrupted, Neurosis, Godspeed You Black Emperor, Slayer, hingga rutinitas hidup kami yang akhirnya menghasilkan sesuatu yang sangat personal di album perdana ini." Kemudian soal titel albumnya nanti, mereka juga menjelaskan panjang lebar, "Nama Defeating Earth Gravity dulu diambil dari keterkaitan konsep lagu perlagu pada materi awal yang kami buat, tetapi ternyata materi lama kami hampir semua tidak ada yang masuk ke dalam album ini. Semuanya tergantikan dengan materi baru dan hanya The Wolf and The Boar saja yang dipertahankan. Jadi jika ada yang bertanya apa nama judul album perdana Ghaust? Album ini tidak memiliki judul alias album self-titled. Kami sudah lelah dengan berkonsep ria, mungkin sekarang bukan saatnya..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ghaust termasuk band dengan formasi dan corak musik yang unik dan tidak biasa di scene cadas. Mereka mulai sering tampil di panggung-panggung lokal Jakarta. Sempat juga membuka konser launching Seringai tahun lalu. Ghaust is now restoring an heavy instrumental composition to it's authority!...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;apokalip.com&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7537407116234902454-2984943968446665197?l=indorockstar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indorockstar.blogspot.com/feeds/2984943968446665197/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://indorockstar.blogspot.com/2009/01/ghaust.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7537407116234902454/posts/default/2984943968446665197'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7537407116234902454/posts/default/2984943968446665197'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indorockstar.blogspot.com/2009/01/ghaust.html' title='GHAUST'/><author><name>The Creature</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_2UevuockW4g/SYG7Zihi3zI/AAAAAAAAAXY/7FWTGiCBJTo/s72-c/bb-ghaust2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7537407116234902454.post-8292108724583380506</id><published>2009-01-27T00:05:00.002+07:00</published><updated>2009-01-27T00:09:03.655+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='death metal'/><title type='text'>BLEEDING CORPSE</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_2UevuockW4g/SX3uIKWdjnI/AAAAAAAAAXQ/IJXdJgYrTGk/s1600-h/blleeding+corpse.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 214px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_2UevuockW4g/SX3uIKWdjnI/AAAAAAAAAXQ/IJXdJgYrTGk/s320/blleeding+corpse.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5295650560842501746" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Bayangkan.... Death metal yang digerus lebih brutal dan berdarah-darah. Dengan beat super kencang dan vokal gogorowok yang sadis. Sesekali ada groove dan melodi. Selebihnya pendengar perlu tarik nafas panjang. Sebab ini memang bukan untuk telinga yang lemah.Inilah musik pembunuh dari Bleeding Corpse.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bleeding Corpse yang terbentuk pada akhir tahun 2005 ini dimotori oleh Uus Death [eks Balance of Terror] pada gitar, Adrian pada bass, Boby [eks Dishonest] pada vokal, serta drummer Ari [eks Injected Sufferage / Lumpur]. Pada bulan November 2006, mereka sempat membuat promo CD yang berisi tiga buah lagu ; Bangkai Para Pendosa, Simpuh Tubuh Terbunuh, dan Nista Maja Utama. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Uus dkk sempat menambah satu gitaris lagi yaitu Lukman [eks Filgrim] di pertengahan tahun 2007. Namun itu tidak lama, setelah manggung di acara Bandung Death Fest #2 Lukman terpaksa mengundurkan diri dan band ini tetap bertahan dalam formasi kuartet. Secara musikal, Bleeding Corpse mengaku ter-influence oleh band-band brutal death metal seperti Suffocation, Disavowed, Devourment, dan Disgorge. &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Sambil menjalani berbagai aksi panggung lokal, mereka masuk studio untuk merekam lagu-lagunya. Akhirnya di tahun 2008 Bleeding Corpse berhasil merilis album debut album bertitel Resurection of Murder yang diproduksi Pieces Records, sebuah label independen yang juga dikelola oleh Dani [drummer Jasad].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DEADLY BRONX Bleeding Corpse adalah generasi ke-tiga atau malah ke-empat dari klan Ujungberung Bandung. Mereka adalah hasil kaderisasi yang penuh potensi dari kampung metal yang telah melahirkan banyak band berbahaya di tanah air. Setelah Jasad dan Disinfected, satu lagi bibit baru yang berdarah-darah dari persekutuan Homeless Crew.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;apokalip.com&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7537407116234902454-8292108724583380506?l=indorockstar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indorockstar.blogspot.com/feeds/8292108724583380506/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://indorockstar.blogspot.com/2009/01/bleeding-corpse.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7537407116234902454/posts/default/8292108724583380506'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7537407116234902454/posts/default/8292108724583380506'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indorockstar.blogspot.com/2009/01/bleeding-corpse.html' title='BLEEDING CORPSE'/><author><name>The Creature</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_2UevuockW4g/SX3uIKWdjnI/AAAAAAAAAXQ/IJXdJgYrTGk/s72-c/blleeding+corpse.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7537407116234902454.post-7771574367629942704</id><published>2009-01-26T23:52:00.002+07:00</published><updated>2009-01-26T23:56:50.675+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='death metal'/><title type='text'>MORBID DUST</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_2UevuockW4g/SX3rQsmXdlI/AAAAAAAAAXI/H9LsPLVw2kw/s1600-h/MORBIDDUST.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 214px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_2UevuockW4g/SX3rQsmXdlI/AAAAAAAAAXI/H9LsPLVw2kw/s320/MORBIDDUST.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5295647408940086866" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Morbiddust terdengar eksistensinya pada tahun ‘90-an. Berawal dari saudara kembar Doddy “Cimplink” &amp; Diddy “Complonk” yang ingin mencoba mengikuti kakaknya ( gitaris SYNDROME ) dalam bermusik di jalur music metal. Line up pertama adalah Complonk pada posisi Bass, cimplink sebagai Gitaris dan Nunu Tukang Genjot Pedal. Dari awal bermusik mereka membawakan lagu-lagu dari Terrorizer, Slayer, Kreator, Napalm Death. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pergantian personil dalam sebuah band adalah hal wajar, begitu juga dengan MD. Keluarnya Nunu membuat MD berpikir keras mencari pengganti drummer. Akhirnya bergabunglah Yuli sebagai Bassist dan Ary Keling mengganti posisi Nunu sebagai drummer. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak berapa lama MD malang melintang di dunia metal, akhirnya mereka harus kembali bubar dikarenakan kesibukan para personil dalam berkegiatan belajar. Yah..sekolah adalah prioritas utama anak SMP. Pada akhir tahun 2004 Morbiddust rebirth setelah kurang lebih 10th vakum. Fresh From Hell line up baru yaitu Demit Kembar (Doddy “Cimplink &amp; Diddy “Complonk” ) Guitar, AdiShalvo pada Bass, Kancil “The Unholy Mbachoter” sebagai Tukang Mbachot &amp; Additional Drummer oleh Bangkit “Deranged Wheels”. &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Dalam perjalannan di berbagai gigs, MD slelalu meng-covers song dr Suffocation, Malevolent Creation,dan Dying Fetus. Yeah, Death Metal adalah idealis dr MD. Dari pengalaman covers song band diatas, akhirnya MD memutuskan membuat materi lagu sendiri. Akhir tahun 2005 MD memulai proses materi album dan pertengahan tahun 2006 materi selesai, MD pun mengeluarkan demo/promo “ …and the Worst Friend And Enemy Is But DEATH” Berisi 2 lagu ; 1. Hand Of God, 2. Don’t Let Uncle Sam Win. Demo/promo ini di sebar free ke teman, radio, label, zine. Respon positive yg kami terima cukup menggagetkan dan membuat kami bersemangat dalam berkarya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Awal tahun 2007 MD mencoba menawarkan materi ke label death metal, yaitu Rottrevore Recs, Jakarta. Mereka ternyata tertarik dengan 11 materi lagu yang ditawarkan, dan akhirnya MD join dengan Rottrevore Recs for The Next deadly Troop. Pada Juni 2008 Rottrevore Records mengeluarkan album pertama Morbiddust yang didistribusikan oleh Alfa Recs Jakarta. Debut album pertama Morbiddust berbandrol “War Is Forever” berisikan 11 lagu dalam Bahasa Inggris, bertemakan perang dan seluk beluk di dalamnya termasuk diantaranya, army, patriotism, zionisme, veteran, tawanan perang dan sebagainya. Berbagai perasaan tertumpah di 11 lyrics tersebut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Amarah, kesedihan, kebencian dan lain sebagainya. Dari berbagai sudut korban dan pelaku menurut subyektivitas dan pengetahuan yang terbatas dari Morbiddust. 11 lagu full aransemen perpaduan harmoni, skill, brutality dengan sound yang berat oldskull serta new school metal. Dan vocal growl yang remnya blong berisi tumpahan amarah seribu tahun. Grinding yang intense tak berkesudahan, soul lagu didapatkan dari 11 lagu yang variative dan tidak membosankan ini. “War Is Forever” adalah debut album yang tak kenal kompromi. Extreme Progresive Death Metal, but itu semua terserah anda yang menamai genre music mereka. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dapurletter.com&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7537407116234902454-7771574367629942704?l=indorockstar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indorockstar.blogspot.com/feeds/7771574367629942704/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://indorockstar.blogspot.com/2009/01/morbid-dust.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7537407116234902454/posts/default/7771574367629942704'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7537407116234902454/posts/default/7771574367629942704'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indorockstar.blogspot.com/2009/01/morbid-dust.html' title='MORBID DUST'/><author><name>The Creature</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_2UevuockW4g/SX3rQsmXdlI/AAAAAAAAAXI/H9LsPLVw2kw/s72-c/MORBIDDUST.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7537407116234902454.post-1547659740191464293</id><published>2009-01-26T23:42:00.004+07:00</published><updated>2009-01-26T23:49:29.532+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='grunge'/><title type='text'>NAVICULA</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_2UevuockW4g/SX3o8lqp_cI/AAAAAAAAAXA/5VZ4RdPvjq8/s1600-h/navicula.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 222px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_2UevuockW4g/SX3o8lqp_cI/AAAAAAAAAXA/5VZ4RdPvjq8/s320/navicula.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5295644864458390978" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Bisa dibilang musik adalah agama kita, didalamnya ada filosofi, etika, &amp; ritualnya. it’s all about Rock - Roll. Navicula didirikan tahun 1996 di Denpasar, Bali oleh dua aktivis musik: Robi dan Dankie. Setelah beberapa kali ganti personil di tahun-tahun awal band ini dibuat, formasi terkini adalah: Rob (vokal, gitar), Dankie (gitar), Made (bass), Gembull (drum). Nama Navicula diambil dari nama sejenis ganggang emas bersel satu, berbentuk seperti kapal kecil (dalam bahasa Latin, Navicula berarti kapal kecil). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Band ini mengusung grunge sebagai warna dasar musik mereka, berpadu dengan beragam warna etnik, psychedelic, alternatif, progresif, dibalut rock murni. Liriknya sarat dengan pesan aktivisme dan semangat tentang Damai, Cinta dan Kebebasan. Navicula dikenal aktif di dunia indie musik, walau sempat kontrak dengan major label Sony-BMG di tahun 2004. Bersama Sony-BMG, Navicula merilis album ke-4 mereka yang berjudul, Alkemis. Namun, tahun 2007 album ke-5 mereka, Beautiful Rebel, dirilis secara independen dan band ini kembali mengobarkan semangat idealisme mereka melalui jalur indie. Navicula bermarkas di Bali dan tetap eksis di dunia musik nasional meski berjuang di jalur indie. Sejak launching album ke-5, Navicula sudah mulai mengadakan promo tur ke daerah Jawa.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Musik Navicula dipengaruhi kuat oleh alternatif rock 90-an, terutama grunge / seattle-sound dari band-band macam Soundgarden, Pearl Jam, Alice in Chains, dan Nirvana. Namun, yang membuat musik mereka menjadi sedemikian unik adalah pekatnya pengaruh budaya Bali saat ini sebagai melting-pot dunia (tempat bercampurnya beragam budaya), dan kesempatan untuk berkreasi di suatu kondisi yang sangat kontras ini. Dari budaya spiritual klasik Bali, hingga para seniman internasional yang menetap di Bali untuk menimba inspirasi, dan kultur punk rock di pelosok Kuta, band ini memperoleh rasa asli mereka melalui semua hal tersebut, rasa ‘golden green grunge’, rasa Navicula.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Discography:&lt;br /&gt;Beautiful Rebel, 2007. Produksi: Electrohell, Bali&lt;br /&gt;Alkemis, 2005. Produksi: Sony Music Indonesia&lt;br /&gt;NavicoreNeorockClub (E.P), 2003. Produksi: Navicula &lt;br /&gt;K.U.T.A (KeepUnityhruArt), 2002. Produksi: Navicula &amp; The Beat mag, Bali&lt;br /&gt;Self-Portrait, 1999. Produksi: Mendung Troops, Bali&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Album kompilasi:&lt;br /&gt;Moshpit Mavericks (A-Rock Society &amp; The Blado / 2007)&lt;br /&gt;Raw and Rare (Rolling Stones Indonesia / 2007)&lt;br /&gt;Noise vs Noise (Blackmouse Jakarta / 2007)&lt;br /&gt;Skipped Tracks (Trendsetter, Bali / 2006)&lt;br /&gt;Not For You : Kompilasi Grunge Jakarta (Rebel, Jakarta / 2006)&lt;br /&gt;Total Feedback Grunge Compilation (Total Feedback, Jakarta / 2002)&lt;br /&gt;Underdog Society (Underdog, Bali / 1998).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dapurletter.com&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7537407116234902454-1547659740191464293?l=indorockstar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indorockstar.blogspot.com/feeds/1547659740191464293/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://indorockstar.blogspot.com/2009/01/navicula.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7537407116234902454/posts/default/1547659740191464293'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7537407116234902454/posts/default/1547659740191464293'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indorockstar.blogspot.com/2009/01/navicula.html' title='NAVICULA'/><author><name>The Creature</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_2UevuockW4g/SX3o8lqp_cI/AAAAAAAAAXA/5VZ4RdPvjq8/s72-c/navicula.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7537407116234902454.post-5028209005507232496</id><published>2009-01-26T23:21:00.002+07:00</published><updated>2009-01-26T23:32:34.825+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='gothic metal'/><title type='text'>GELAP</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_2UevuockW4g/SX3lXDtlOqI/AAAAAAAAAWw/71FlINT0CQg/s1600-h/GelapPromo2.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 202px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_2UevuockW4g/SX3lXDtlOqI/AAAAAAAAAWw/71FlINT0CQg/s320/GelapPromo2.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5295640921153813154" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Gelap dibentuk oleh Rinsdark (Vocal), Anggaspin (Guitar) dan Hafidrock (Keyboards) pada November 2006, setelah pengunduran diri Rinsdark dari Band Gothic Metal Jakarta, Dreamer pada Oktober 2006. Awalnya Gelap merupakan Proyek dari Rinsdark, Anggaspin dan Hafidrock yakni Dark Rock yang hampir dipengaruhi oleh beberapa genre Progressive, Dark Rock, Gothic dan Metal seperti Adagio, Ayreon, Pain of Salvation, Dream Theater, Cynic, Katatonia, Aghora, Sinergy, Lacuna Coil, Within Temptation, Evanescence dan beberapa rerefensi musik lainnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di awal 2007, Rinsdark dan kawan2 memutuskan untuk membentuk Proyek ini agar lebih solid lagi dalam sebuah Band, yang diberi tajuk GELAP. Gelap sendiri diambil dari musik yang diusung serta lirik dalam lagu-lagu yang memiliki atmosphere kesuraman dan kekelaman. Pada Februari 2007, Rinsdark merekrut Nurmakhana sebagai backing vocal, Oewis sebagai Bass Player dan Putra sebagai Drums Player, dan mengikuti sebuah Kompilasi Gothic Metal, bertajuk “MEMORIES OF DARKNESS” yang merupakan rilisan dari HENCEFORTH RECORDS, salah satu Record Label Metal dari Jawa Timur. Henceforth Records yang diikuti oleh beberapa band Gothic Metal Indonesia seperti Sadie (YK), Total Tragedy (SBY), Camboja, Elmeod (BDG), Milagrosh (BKS) dll.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Performa perdana Gelap adalah pada sebuah gigs Rock &amp; Metal bertajuk GREEN SOUND pada bulan April 2007 di Jakarta, yang diadakan oleh The Greenies Productions. Pada Mei 2007, Putra Mengundurkan diri dari Gelap dan digantikan oleh Herry, dan pada Juni 2007,Nurmakhana mengundurkan diri dari Gelap dan digantikan posisinya oleh Iwedgoddess serta Hafidrock digantikan oleh Ayo Mc Odd. Saat ini, dengan formasi baru Gelap merubah konsep band menjadi 2 vocal dengan karakter berbeda, dalam konsep ini Rinsdark sebagai Vocal dengan Karakter Moderen Rock/Metal dan Iwedgoddess sebagai Vocal dengan karakter Gothic, Mezzo-Sopran dan Sopran plus tehnik falceto untuk memberikan sentuhan yang berbeda dalam komunitas Rock/Metal Indonesia, dalam hal ini Gelap ingin mengusung musik yang lebih “Touchy, Tasty, Dark, Symphonic dan Harmonic” yang teramu dalam aransemen berdistorsi, sehingga Musik Gelap diharapkan dapat “masuk” ke semua telinga pecinta musik Rock/Metal di Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gelap pada Juli 2008 akan segera mengelauarkan Album Perdana berjudul Gerbang Timur, yang berisi 7 Track. CD ini didistribusikan oleh Rottrevore Records, Indonesia. Target Promosi Gelap adalah hingga akhir tahun 2008, agar Musik Gelap dapat terjamah ke seluruh telinga penggemar musik Rock/Metal Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dapurletter.com&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7537407116234902454-5028209005507232496?l=indorockstar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indorockstar.blogspot.com/feeds/5028209005507232496/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://indorockstar.blogspot.com/2009/01/gelap.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7537407116234902454/posts/default/5028209005507232496'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7537407116234902454/posts/default/5028209005507232496'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indorockstar.blogspot.com/2009/01/gelap.html' title='GELAP'/><author><name>The Creature</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_2UevuockW4g/SX3lXDtlOqI/AAAAAAAAAWw/71FlINT0CQg/s72-c/GelapPromo2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7537407116234902454.post-1457278971812999314</id><published>2009-01-26T03:28:00.002+07:00</published><updated>2009-01-26T03:40:58.792+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='rock'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='alternatif'/><title type='text'>/RIF</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_2UevuockW4g/SXzOU910RsI/AAAAAAAAAVg/HbmuM-4x3og/s1600-h/rif_2.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 175px; height: 219px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_2UevuockW4g/SXzOU910RsI/AAAAAAAAAVg/HbmuM-4x3og/s320/rif_2.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5295334121473853122" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Aku Jadi Raja... Penggalan lirik tersebut, adalah potongan lagu yang melabungkan nama /rif ke jajaran grup rock papan atas di Indonesia. Sebelumnya, band asal Bandung ini hanya berputar-putar di Bandung dan sekitarnya saja. Tapi perjuangan /rif mencapai tataran itu, tidak diraih dengan sekali tepuk. Ada proses panjang yang dilewatinya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cikal bakal /rif berawal dari Badai Band (1992), yang antara lain mencatat nama Baron (mantan gitaris Gigi). Setahun berikutnya, band ini bertukar personel dan berubah nama menjadi R.I.F., singkatan dari rhythm in freedom. Tahun 1995, titelnya berubah lagi menjadi rif tanpa singkatan -- plus garis miring berwarna merah. Jadi, logo "/rif" bisa diartikan sebagai "alternatif, atau, beda, miring, berani". Juga menggambarkan visi bermusik mereka, yang "/ (alternatif), sebagai sebuah grup, dan bukan perorangan". &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Grup ini cukup kondang di lingkungan remaja Bandung yang maniak musik alternatif. Tiap malam Sabtu, kafe O'hara's Tavern Bandung selalu sesak jika /rif unjuk kebolehan. Disitu, biasanya mereka membawakan hits-hits milik kelompok Pearl Jam, Bush, Smashing Pumpkins, Green Day, atau U 2 -- selain karyanya sendiri. Di hari lain, /rif menjadi band pembuka konser Java Jive dan Kahitna di Hard Rock Café Jakarta. Setelah itu, aktivitas manggungnya kian melebar ke kota-kota lain, sebut saja Yogyakarta, Semarang, Tasik Malaya, Banjar, sampai Balikpapan. &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Puas wira-wiri di beberapa pentas musik, /rif terobsesi membuat album. Caranya, mereka membuat indie label pada 1997, dan diedarkan di radio-radio Jakarta dan Bandung. Itu terwujud lewat formasi Andy (vokal), Iwan (bas), Jikun (gitar), Deni (gitar), dan Magi (drum). Kaset itu mendapat sambutan yang bagus. Sony Musik Indonesia tertarik, dan meminta demo musik mereka. Selain tembang Raja, seluruh lagu dalam demo itu dibuat dalam bahasa Inggris, namun akhirnya diganti bahasa Indonesia saat rekaman. /rif menjadi grup musik pertama yang di kontrak Sony Musik Indonesia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lewat debut album Radja (Oktober 1997), /rif langsung menggurita di kancah musik Indonesia, dan menjadi band beraliran alternatif pertama yang sukses masuk bilik rekaman. Album ini laris di atas 300 ribu kopi, sehingga pihak Sony memberikan double Platinum. Lalu, disusul Salami atau "Selamatkan Dunia Ini" (1998), yang mencuatkan hits Si Hebat dan Aku Ingin. Pada tahun 2000, /rif merilis Nikmati Saja, dengan mengusung lagu-lagu bertempo middle rock dan bertempo cepat, seperti lagi Loe To Ye. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;/rif kini dinilai sebagai grup musik yang progresif dan selalu menyuguhkan warna yang variatif serta inovatif dalam setiap penampilannya. Sebuah sajian musik alternatif dalam arti sesungguhnya : mengeksplorasi beberapa basic musik, seperti bossanova, jazz, rock, punk, dan ska -- namun simpel dan easy listening. Musik seperti ini tampaknya memang sangat akomodatif buat kaum muda. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tembang.com&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7537407116234902454-1457278971812999314?l=indorockstar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indorockstar.blogspot.com/feeds/1457278971812999314/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://indorockstar.blogspot.com/2009/01/rif.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7537407116234902454/posts/default/1457278971812999314'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7537407116234902454/posts/default/1457278971812999314'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indorockstar.blogspot.com/2009/01/rif.html' title='/RIF'/><author><name>The Creature</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_2UevuockW4g/SXzOU910RsI/AAAAAAAAAVg/HbmuM-4x3og/s72-c/rif_2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7537407116234902454.post-7077626897020452785</id><published>2009-01-26T03:14:00.003+07:00</published><updated>2009-01-26T03:25:25.443+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='rock'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='classic rock'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='bassist'/><title type='text'>DONNY FATAH</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_2UevuockW4g/SXzKhzP0zPI/AAAAAAAAAVQ/PMHejBw_qYQ/s1600-h/donny_fatah_002.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 213px; height: 320px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_2UevuockW4g/SXzKhzP0zPI/AAAAAAAAAVQ/PMHejBw_qYQ/s320/donny_fatah_002.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5295329943921937650" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Salah satu pentolan band rock legendaris God Bless adalah Donny Fatah. Pria kurus ini masih menjadi motor grup rock yang terolong karatan di blantika musik rock Indonesia. Pemilik nama asli Jidon Patta Onda Gagola ini sudah berusia lebih dari setengah abad. Tapi melihat energi dan kemampuannya, dia tak akan menyerah dibandingkan dengan musisi yang lebih muda. Selein itu, orangnya sederhana dn rendah hati. Kalau bertemu dengannya, bisa-bisa Anda kecele karena tak meyangka dia adalah salah satu musisi top. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Donny Fattah mengenal musik sejak duduk di bangku SD. Ayahnya, Eddy M Gagola adalah anggota ABRI yang menguasai berbagai alat musik. Di waktu senggang, ayahnya sering memainkan piano, saksofon atau gitar. Hanya saja, sang ayah tidak mau mengajarkan keahlian yang dipunyai kepada delapan anaknya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena tertarik melihat ayahnya memainkan musik, Donny dan adik-adiknya mempelajari musik sendiri secara diam-diam. ''Pengaruh ayah sangat dominan dalam diri saya,'' kata anak pertama dari delapan bersaudara ini. &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Sewaktu belajar di SMP, bapak dua anak ini mulai berani membentuk grup band bersama teman-teman sekelas. Keasyikan bermain musik dibawanya hingga ia mempelajari ilmu kedokteran di Universitas Indonesia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Donny masih mengenyam bangku tingkat persiapan ketika situasi politik bergejolak menjelang runtuhnya orde lama. ''Hampir tiga tahun tidak aktif kuliah,'' tuturnya. Kala mahasiswa yang lain turun ke jalan melakukan demonstrasi, Donny memilih musik sebagai bentuk aktivitasnya. Bersama teman-temannya satu grup, ia seringkali menghibur para aktivis mahasiswa dari KAMMI dan KAPPI, juga aparat keamanan dari RPKAD (Red: sekarang Kopassus). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masa-masa vakum kuliah itulah, Donny mulai menekuni musik. Bergabung dengan berbagai grup, ia sering manggung dan mendapat honor. Tetapi grup yang dianggap grup pertamanya adalah Fancy Junior yang didirikan pada tahun 1968. Bersama Fancy yang memainkan musik lagu-lagu Led Zeppelin, ia mulai menjelajahi berbagai kota, Bandung, Semarang hingga Surabaya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di awal tahun 1970, bersama Achmad Albar, Ludwig Lemans, Fuad Hassan, dan Deddy Dores, ia mendirikan God Bless. Di grup yang telah berusia 17 tahun inilah, nama Donny sebagai musisi mulai banyak dikenal orang. Pertengahan tahun 1970, Donny bersama dengan adiknya, Rudy Gagola, sempat mengeluarkan dua album solo. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun 1982 hingga 1985, ia pergi ke Amerika Serikat untuk belajar musik bisnis sambil bekerja di KBRI. Sewaktu berada di negara Paman Sam inilah, ia beruntung bisa berkenalan dengan banyak musisi dunia, seperti Geddy Lee, Stanley Clarke, Alex dan Eddi Van Halen, Billy Sheehan, dan Jaco Pastorius. Selama tiga tahun itu, posisinya di God Bless digantikan oleh Rudy Gagola. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembali ke Indonesia, ia memperkuat lagi God Bless. Setelah mengeluarkan album Raksasa dan The Story of God Bless bersama God Bless, Donny bersama personil God Bless yang lain memperkuat Gong 2000. Setelah itu, ia masuk kelompok Kantata bersama pengusaha Setiawan Djody.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tembang.com&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7537407116234902454-7077626897020452785?l=indorockstar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indorockstar.blogspot.com/feeds/7077626897020452785/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://indorockstar.blogspot.com/2009/01/donny-fatah.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7537407116234902454/posts/default/7077626897020452785'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7537407116234902454/posts/default/7077626897020452785'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indorockstar.blogspot.com/2009/01/donny-fatah.html' title='DONNY FATAH'/><author><name>The Creature</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_2UevuockW4g/SXzKhzP0zPI/AAAAAAAAAVQ/PMHejBw_qYQ/s72-c/donny_fatah_002.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7537407116234902454.post-7783769807709067674</id><published>2009-01-26T03:05:00.003+07:00</published><updated>2009-01-26T03:09:58.595+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='rock'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='lady rocker'/><title type='text'>OPPIE ANDARIESTA</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_2UevuockW4g/SXzHDX3mxDI/AAAAAAAAAVI/470pKNJmdVE/s1600-h/oppie2.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 200px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_2UevuockW4g/SXzHDX3mxDI/AAAAAAAAAVI/470pKNJmdVE/s320/oppie2.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5295326122641638450" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;KETIKA pertama menjelma menjadi artis penyanyi, perempuan ini masih memakai nama dagang, Ovie Ariesta. Sempat mengeluarkan satu single, Satu Malam Saja - album Pop Rock (1990), tapi kurang bergaung. Ketika itu, warna lagu yag diusung masih mengikuti selera pasar, rock. Karena gaung rock waktu sangat kencang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai akhirnya, cewek yang sempat mampir kuliah di IISIP dan Universitas Gunadarma ini merasa perlu tampil sebagai dirinya sendiri. Lahirlah kemudian Oppie. Dan terbukti, nama aslinya lebih membawa berkah. Buktinya album Cuma Khayalan meledak dan melambungkan cewek yang tampil cuek ini. Lagu yang dihapal dari dewasa sampai anak kecil (belakangan malah diangkat lagi jadi theme song iklan sebuah bank ?red). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayang, karirnya sempat tercoreng karena dianggap melecehkan agama. Meski tidak jelas juga, apa sebenarnya yang dilecehkan. Namun, perlahan-perlahan penyanyi bercorak blues ini mampu membangun kepercayaan dirinya kembali. Bersama BOP (bandnya Oppie), ia menjadi vokalis wanita terdepan ditengah maraknya grup musik yang banyak digandrungi remaja. &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Cewek yang sudah menikah dengan Bejo nama lokal dari Kurt, lelaki bule asal Jerman?adalah bekas murid Bina Vokalia asuhan almarhum Pranajaya. Ketika masih SMA, dia sempat menjadi ratu di berbagai festival antarsekolah. Di SMAN 26 Jakarta, selain menjadi ketua kesenian OSIS, Oppie bergabung dengan band sekolah. Mereka berlatih di jalan Potlot, markas Slank, yang mempertemukannya dengan pentolan grup itu, Bimbim. Di situ, ia bermusik secara otodidak--awalnya gitar, lalu drum, piano, dan harmonika, hingga akhirnya ia yakin dan berkata, "Saya bisa membuat aransemen sendiri." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sewaktu menjuarai Pop Singer Vinolia tingkat DKI pada 1990, pemusik senior Bartje van Houten mengajaknya rekaman pada album kompilasi pop rock dalam lagu Satu malam saja. Itulah pengalaman pertamanya dengan menggunakan nama Oppie Ariesta. Dua tahun kemudian, Isti Dary Sophia membawanya ke dunia layar kaca--menyanyi untuk paket acara musik di TVRI. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lewat debut album Cuma Khayalan (1994), yang sanggup bertengger lama di tangga-tangga lagu tanah air, penampilan Oppie dalam video klip lagu itu menyabet penghargaan video musik terbaik versi Video Musik Indonesia. Pada 1995, ia merilis Bidadari Badung, dan merenggut penghargaan BASF Award serta Golden Award berkat tembang andalannya, Ingat-ingat Pesan Mama. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di album ketiga Berubah, pengagum James Redfield (penulis buku The Celestine Prophecy) ini melakukan banyak eksperimen. Misalnya, memasukkan musik etnis Minang dan dangdut. Di album itu, Oppie diganjar sebagai penyanyi pop alternatif terbaik versi Anugerah Musik Indonesia 1998 lewat lagu Nanana?. Satu hal yang patut dicatat, sejak album pertama hingga terakhir, Oppie sendiri yang menjadi produsernya. Mulai dari pembuatan lagu hingga proses mixing. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam bermusik, biduanita yang sudah melakukan umroh ini tidak mengikatkan dirinya pada satu jenis aliran musik tertentu. Syairnya dibuat sederhana, seadanya, polos, dan tanpa berbunga-bunga sebagaimana "kultur" musik gank Potlot. Musik sejenis itu pulalah yang tengah berkembang di kancah musik dunia belakangan ini lewat nama-nama The Cranberries, Sheryl Crow, dan Alanis Morissette. Pantas, jika Oppie terpilih membuka konser Alanis Morissette beberapa waktu lalu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belakangan aktivitas Oppie tidak sebatas di seputar dunia rekaman dan panggung musik saja, namun sudah merambah ke wilayah publik yang lain. Ia, misalnya, pernah terlibat dengan Ibu Peduli atau Kelompok Visi Bangsa saat bergejolak tuntutan reformasi di Indonesia. Di hari lain, sosoknya muncul dalam sinetron Gen-X karya rumah produksi Avangarde, dan film Kuldesak. Aktivitas layar kaca memang menjadi obsesi penggemar olahraga Yoga dan budaya India ini, salah satunya adalah menggagas program talkshow tentang dunia anak muda--dunia yang membesarkan nama Oppie, barenga dengan Dik Doang sebagai presenter. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai istri, perempuan yang sering menggunakan kostum unik juga sadar posisi. Toh suaminya yang juga dekat-dekat dengan dunia musik, tak pernah melarangnya untuk teap berkiprah di dunia musik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tembang.com&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7537407116234902454-7783769807709067674?l=indorockstar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indorockstar.blogspot.com/feeds/7783769807709067674/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://indorockstar.blogspot.com/2009/01/oppie-andariesta.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7537407116234902454/posts/default/7783769807709067674'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7537407116234902454/posts/default/7783769807709067674'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indorockstar.blogspot.com/2009/01/oppie-andariesta.html' title='OPPIE ANDARIESTA'/><author><name>The Creature</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_2UevuockW4g/SXzHDX3mxDI/AAAAAAAAAVI/470pKNJmdVE/s72-c/oppie2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7537407116234902454.post-2035676101587444898</id><published>2009-01-26T02:55:00.003+07:00</published><updated>2009-01-26T03:10:38.516+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='rock'/><title type='text'>EET SJAHRANIE</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_2UevuockW4g/SXzE_n3SYII/AAAAAAAAAVA/wpQAhWZ6C8w/s1600-h/EetSjahranie.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 246px; height: 320px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_2UevuockW4g/SXzE_n3SYII/AAAAAAAAAVA/wpQAhWZ6C8w/s320/EetSjahranie.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5295323859192537218" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Menyebut dewa gitar di Indonesia, rasanya nggak pas kalau belum menyebut nama Eet Sjahranie. Bicara gitar, berati bicara Eet. Kepiawaiannya memetik gitar membuatnya selalu dilirik band besar, termasuk sekelas God Bless.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pria yang sudah menikah ini lahir di Bandung, 3 Februari 1952. Orangtuanya memberi nama Zahedi Riza Sjahranie. Nyaris bungsu --anak ketujuh dari delapan bersaudara-- Eet kecil mulai tertarik dengan alat musik usia 5 atau 6 tahun. Wajar saja, keluarganya memang pecinta musik. Kakak-kakaknya adalah fans berat band macam Deep Purple, Jimi Hendrix, Led Zeppelin, The Beatles, hingga BeeGees. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun bukan karena itu, Eet kecil tertarik main gitar, justru karena Koes Plus-lah Eet tertarik belajar gitar. "Kayaknya seru lihat aksi Yok Koeswoyo di panggung," ujarnya mengingat masa kecilnya. Awalnya ia belajar gitar dengan seorang anak yang jadi yang juru parkir di depan sekolahnya di Kalimantan Timur, tempat keluarganya bermukim saat itu. Sehabis pulang sekolah, ia selalu mengajak sohib-sohibnya belajar gitar bersama. Sejak itu "secara alamiah saya belajar sendiri," tuturnya. Mulai dari lagu daerah, folksong, dangdut sampai lagu-lagu pop yang sedang populer saat itu ia coba untuk mencari akord-akordnya. &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, ada kenangan indah yang sering dialami Eet. Waktu kecil, ayahnya, Sjahranie -- pernah jadi Gubernur Samarinda 1967-1977 sering ke Jakarta mengunjungi kakaknya. Kebetulan sang kakak jago main gitar klasik. Kesempatan itu tidak disia-siakan Eet untuk mencuri ilmunya. "Lumayan ia mengajarkan satu lagu klasik," katanya &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keinginannya pun semakin menggebu ketika orangtuanya membelikan gitar elektrik. Berbeda yang ia alami saat memetik gitar akustik, dengan gitar elektrik ia mulai tahu sound-sound aneh. Refrensi musiknya sedikit demi sedikit mulai bertambah. "Orientasi saya tidak lagi dengar lagu-lagu Indonesia, tapi lagu-lagu barat. Kayaknya lebih asyik," tutur Eet. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah boyongan ke Jakarta tahun 1978, Eet melanjutkan sekolah di Perguruan Cikini. Tahu Eet jago main gitar, teman-teman sekolahnya yang suka ngeband mengajaknya ikut Festival Band SLTA se-Jakarta. Tak disangka, Eet mendapat gelar gitaris terbaik, sedang Cikini's Band menduduki peringkat kedua. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sempat melanjutkan sekolah musik di Amerika. Di negeri Paman Sam, Eet mengambil workshop recording sound engineering di Chillicote, Ohio selama tiga bulan. Selama di sana, ia banyak bertemu musisi Indonesia, yang juga sedang studi musik, antara lain, kawan lamanya Fariz RM dan Iwan Madjid, serta Ekie Soekarno. Pertemanan mereka berlanjut sampai di tanah air. Dalam beberapa kesempatan, Eet kerap diajak rekaman. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Eet juga membantu Fariz RM saat menggagas proyek album Barcelona. Selain itu ketika Ekie Soekarno membuat album Kharisma I dan Kharisma II, Eet juga terlibat. Jalannya makin terang saat bertemu Jockey Suryaproyogo kibordis God Bless-- yang mengajaknya masuk God Bless, menggantikan posisi Ian Antono, yang mengundurkan diri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian, Eet malah ditawari produser rekaman untuk menggarap beberapa proyek album solo. Bukannya menggarap album solo, Eet malah menggandeng Ecky Lamoh karena suaranya yang khas. Tapi, Eet ingin format solo album dirubah menjadi duo. Titelnya "E dan E", singkatan dari Ecky Lamoh dan Eet Sjahranie. Namun, ditengah jalan, kedua musisi ini malah membentuk grup band. Fajar S. (drum) dan Iwan Xaverius (bas) yang sejak awal ikut merancang konsep album mereka, diajak bergabung. Jadilah namanya berubah menjadi EDANE. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai detik ini, nama Eet Sjahranie termasuk gitaris rock papan atas di negeri ini. Teknik gitarnya masih sulit ditandingi oleh musisi-musisi penerusnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tembang.com&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7537407116234902454-2035676101587444898?l=indorockstar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indorockstar.blogspot.com/feeds/2035676101587444898/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://indorockstar.blogspot.com/2009/01/eet-sjahranie.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7537407116234902454/posts/default/2035676101587444898'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7537407116234902454/posts/default/2035676101587444898'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indorockstar.blogspot.com/2009/01/eet-sjahranie.html' title='EET SJAHRANIE'/><author><name>The Creature</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_2UevuockW4g/SXzE_n3SYII/AAAAAAAAAVA/wpQAhWZ6C8w/s72-c/EetSjahranie.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7537407116234902454.post-1811067879749632180</id><published>2009-01-25T23:49:00.004+07:00</published><updated>2009-01-25T23:56:33.357+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='rock'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='classic rock'/><title type='text'>HENGKY SUPIT</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_2UevuockW4g/SXyZilJnQ_I/AAAAAAAAAU4/CRFgVda3tbg/s1600-h/supt_a.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 250px; height: 250px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_2UevuockW4g/SXyZilJnQ_I/AAAAAAAAAU4/CRFgVda3tbg/s320/supt_a.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5295276081247896562" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Bicara soal pria berdarah Manado ini, memang bicara soal talenta bernyanyi yang cukup potensial sejak kecil. Saat dia berusia 12 tahun, Hengky sudah memperlihatkan ketertarikannya dalam dunia musik. Dia sering mendengarkan koleksi musik yg dimiliki ibunya [ibunya konon suka mengkoleksi kaset-kaset lawas model Led Zeppelin, Paul Anka, sampai Frank Sinatra]. Ketertarikannya itu kelak sangat mempengaruhi setiap lagu ciptaannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hengky menghabiskan masa kecilnya hingga SMA di Palu [kota di Sulawesi Tengah]. Di SMA itulah, Hengky memulai petualangan dalam dunia musik dengan mendirikan band pertamanya yang bernama Interview. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Band ini cukup punya nama waktu itu. Mereka kerap diundang untuk acara sekolah dan pesta ulang tahun. Istilahnya, band ini cukup bekenlah di Palu dan sekitarnya. Sampai akhirnya ketika lulus SMA [1991], Hengky dikirim oleh orangtuanya untuk kuliah di Jakarta Orang tuanya mengirimnya ke Jakarta agar ia masuk perguruan tinggi. Tapi dasar lebih menikmati musik, di Jakarta Hengky malah memutuskan untuk bergabung dengan beberapa temannya, teman-temannya mantan satu band Interview di Palu. Mereka sepakat untuk menjadi musisi di Jakarta. Resikonya? Hengky Supit tidak dikirimi lagi uang oleh orangtuanya untuk biaya hidup sehari-hari di Jakarta. &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Bermodal suara dan band, mereka --Hengky dan teman-temannya-- memainkan musik dan "ngamen" di beberapa klub. Mereka awalnya memainkan lagu-lagu Top 40. Itulah cara Hengky membiayai dirinya sendiri sejak kedua orang tuanya memutuskan untuk tidak mengirimkannya uang lagi karena kecewa ia tidak kuliah di perguruan tinggi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Interview Band kemudian mulai menulis lagu mereka sendiri, tetapi mereka tak pernah punay kesempatan membawakan lagu mereka sendiri. Kemudian satu kesempatan besar datang, mereka diminta untuk bermain di 'breaking record' untuk acara khusus bagi Jelly Tobing, salah satu pemain drum ternama di Indonesia, yang dapat bermain drum selama 10 jam. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di acara 'pemecahan rekor' tersebut, banyak band-band dan artis ternama tampil dalam acara tersebut, antara lain Jockie Suryoprayogo, Donny Fatah dan Tedy Sudjaja [God Bless], Totok Tewel, Didik Sucahyo, Edy Darome, Dody Keswara dan Tato [El Pamas], Iwan Fals, Ikang Fawzi, Nicki Astria, Gito Rollies, Whizzkid dan lain-lain. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aksi Hengky Supit rupanya menggoda personil Whizzkid untuk menggaetnya menjadi vokalis. Hengky diminta bergabung dengan Whizzkid. Mulailah kariernya terbentang lebar. Di setiap kesempatan Whizzkid dan Hengky Supit memutuskan untuk memainkan lagu mereka sendiri daripada menyanyikan lagu orang lain. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka ikut serta dalam beberapa kontes dan festival. Sampai puncaknya mereka ikut salah satu kontes besar, Festival Rock VI versi Log Zhelebour. Whizzkid menjadi juara II, sementara Hengky Supiot mendapatkan penghargaan sebagai penyanyi terbaik. Kemenangan ini membawa Whizzkid masuk dapur rekaman, bersama 10 finalis lainnya dalam sebuah album kompilasi. Album mereka terjual dengan baik dan Whizzkid kemudian melakukan tur, tidak hanya di Jawa tetapi juga di luar Jawa. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Album pertama Whizzkid berjudul "Percayalah" terjual sebanyak 200.000 kopi di seluruh Indonesia. Angka yang cukup tinggi di masa itu. Whizzkid kemudian melakukan pertunjukan di beberapa kota di seluruh penjuruh Indonesia. Album kedua Whizkid "Lepaskanlah" dikeluarkan pada tahun 1997. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hengky sempat melakukan rekaman solo dalam album kompilasi rock Indonesia khusus penyanyi pria. Lagu, "Bila Engkau Izinkan" menjadi terkenal dan sempat menduduki posisi pertama dalam radio charts selama beberapa minggu, tahun 1995. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayangnya, terjadi 'friksi' di band yang mulai besar ini. sampai akhirnya Hengky Supit memutuskan untuk keluar dan bersolo karir. Solo album pertamanya berjudul "Isi Hati" keluar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hengky Supit kemudian diminta oleh Ian Antono untuk menjadi penyanyi latar dalam tur Gong 2000, dan Jockie Suryoprayogo memintanya untuk menjadi penyanyi latar Kantata Takwa (sebuah grup baru yang membicarakan masalah sosial dan politik di Indonesia bersama Iwan Fals, Rendra, Sawung Jabo dan Setiawan Djodi), Hengku Supit juga pernah konser bareng Geger Band [band rock yang personilnya cewek semua --red] di Ancol tahun 1998. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Usai kesibukan yang padat itu, nama Hengky Supit tiba-tiba menghilang. Ternyata, pria yang sekarang bertubuh gemuk ini "merantau" ke negeri Belanda. Selama beberapa tahun di Belanda, Hengky sibuk belajar bahasa dan mengikuti beberapa kursus tetapi dia tak pernah meninggalkan dunia musik. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun dunia musik memang "darahnya". Hengky tidak menolak ketika diajak oleh Kantata Takwa untuk menjadi backing vokal konsernya di Plasa Timur Senayan. Sampai saat ini Hengky masih menciptakan lagu. Rupanya dia masih ingin menggunakan kreatifitas musiknya sekali lagi, kali ini melalui media internet. Beberapa lagunya [bahasa Inggris] bisa didownload di internet. Judulnya antara lain Tinombala, Still Waiting/ dan Cant Live Without. Lumayanlah buat obat kangen dengar suara melengkingnya....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tembang.com&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7537407116234902454-1811067879749632180?l=indorockstar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indorockstar.blogspot.com/feeds/1811067879749632180/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://indorockstar.blogspot.com/2009/01/hengky-supit.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7537407116234902454/posts/default/1811067879749632180'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7537407116234902454/posts/default/1811067879749632180'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indorockstar.blogspot.com/2009/01/hengky-supit.html' title='HENGKY SUPIT'/><author><name>The Creature</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_2UevuockW4g/SXyZilJnQ_I/AAAAAAAAAU4/CRFgVda3tbg/s72-c/supt_a.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7537407116234902454.post-7298920690161675763</id><published>2009-01-25T22:53:00.003+07:00</published><updated>2009-01-25T23:10:49.400+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='event'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='rock'/><title type='text'>LOG ZHELEBOUR</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_2UevuockW4g/SXyO2MY5o7I/AAAAAAAAAUw/7lQvQmPZLBs/s1600-h/220px-Log_Zhelebour.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 213px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_2UevuockW4g/SXyO2MY5o7I/AAAAAAAAAUw/7lQvQmPZLBs/s320/220px-Log_Zhelebour.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5295264323570607026" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;DARI berbagai festival musik yang diselenggarakan, mulai dari Festival Lagu Pop Nasional, Lomba Cipta Lagu Prambors, Lomba Cipta Lagu Dangdut, Kontes Band Yamaha hingga Cipta Pesona Bintang di layar kaca (RCTI) ternyata festival musik rock versi Log Zhelebour ke 10, tanggal 10 dan 11 Desember 2004 di Stadion Tambaksari, Surabaya, yang paling tahan banting. Sementara festival dan lomba yang lainnya berhenti karena berbagai hal, salah satu diantaranya karena ketiadaan sponsor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyandang dana dalam pergelaran musik penyanyi atau grup dari dalam mau pun luar negeri dan ajang lomba seperti festival di negeri ini memang sangat diandalkan. AMI (Anugerah Musik Indonesia) yang untuk kesekian kalinya diadakan kali ini didukung Samsung, setelah sebelumnya sempat kalang-kabut ketika Sharp menarik diri menjadi sponsor. Penghargaan bagi industri musik Indonesia itupun menjadi AMI Samsung Award.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian juga festival musik rock versi Log Zhelebour, dikenal sebagai Djarum Super Rock Festival. Perusahaan roikok itu mendanainya sebanyak delapan kali (1984, 1985, 1986, 1987, 1989, 1993, 2001, 2004) dari 10 kali penyelenggaraannya, dengan diselingi Gudang Garam (1991) dan stasiun televisi Indosiar (1996). Tahun-tahun belakangan ini dominasi perusahaan rokok sangat terasa dalam pertunjukan musik pangung, seperti A Mild Live Soundranaline melibatkan sejumlah penyanyi dan grup musik.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Iklan-iklan Djarum Super yang lengkap dengan mobil jeep, rakit, dan jerat tambang pada tebing atau mengidentikkan diri dengan sportivitas olahraga sepakbola dan bulutangkis di media cetak dan elektronik ternyata dirasakan belum terasa cukup. Hingga merasa perlu mengeluarkan dana milyaran rupiah bagi festival musik musik rock versi Log Zhelebour sejak 20 tahun lalu. Menurut manajer senior Djarum Super, Handojo, visi dan missi festival itu kebetulan sesuai dengan manajemen salah satu dari tiga perusahaan rokok terbesar di Indonesia itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk memperoleh dukungan sponsor tentu saja tidak mudah. Seperti yang diakui Adrie Subono dari Java Musikindo yang biasa mendatangkan penyanyi dari mancanegara. Apakah penyanyi atau grup sesuai dengan image produksi dan keuntungan apa yang akan diperoleh jika menjadi sponsor sangat diperhitungkan. Bagaimana pun seorang promotor harus benar-benar meyakinkan calon sponsornya dengan berbagai dalih dan alasan. Kalau gagal bisa mengacaukan cash-flow yang sudah disusun. Jadi apa yang diperoleh Log Zhelebour selama 20 tahun menggandeng Djarum Super bisa dikatakan menjadi prestasi tersendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kiprahnya Ong Oen Log, yang dikenal sebagai Log Zhelebour dalam dunia musik tidak terlepas dari gaya bisnisnya yang melibatkan keluarga. Kerabat, adik hingga nyonya Siong, ibu kandungnya yang semula menentang, menjadi seksi sibuk yang nyaris luput dari perhatian. Kalau sebelumnya Log bisa dikatakan menangani hampir semua hal hingga yang sepele, sebelum mendelegasikannya pada staff yang terdiri dari kerabat dan anggota keluarganya itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembayaran honor juri atau honor penyanyi dan grup peserta festival sebagai contoh, pernah dilakukannya dengan mengambil uang dari loket penjualan karcis masuk tanpa tanda terima. Uang hasil penjualan tiket itu biasanya dimasukan ke dalam karung dan tidak jarang karung itu minta dibawakan oleh salah seorang juri atau siapa saja yang dikenal dan kebetulan berada di dekatnya. Hingga kalau juri A diberi honor Rp. 200.000,- misalnya, juri B bisa saja memperoleh Rp. 300.000,-. Kalau juri A menuntut kekurangan honornya, Log meluluskan begitu saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada awal langkah Log, ibunya mengatur tranportasi para pemusik peserta festival dan juri. Mulai dari pemesanan tiket pesawat, kereta api, pemesanan kamar hotel hingga kendaraan yang mondar-mandir ke tempat acara dilakukan si ibu melalui telpon dan staffnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Log merintis karir promotornya sejak tahun 1979 dengan menggelar konser grup band kecil hingga menampilkan grup rock papan atas ketika itu seperti SAS asal Surabaya dengan Super Kid dari Bandung dalam pertunjukan diberinya judul Rock Power. Setelah itu berlanjut dengan penyanyi rock wanita Euis Darliah, Sylvia Saartje, Farid Harja &amp; Bani Adam serta grup Giant Step.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perkenalannya dengan musik rock diawali laki-laki kelahiran Surabaya, 19 Maret 1959 ini, ketika duduk di bangku SMP. Setelah lulus dari SMA St. Louis Surabaya, 1977, baru dia memulai karirnya sebagai promotor pergelaran musik rock, didahului dengan berbagai kegiatan musik disko.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan sebuah mesin tik dan mengendarai sepeda motor Honda, Log berusaha meyakinkan berbagai pihak termasuk sponsor tentang usahanya mementaskan musik rock yang waktu itu rawan kerusuhan. Promosi berbagai poduk yang waktu itu dilakukan hanya sebatas melalui radio dan spanduk. Sementara TVRI, satu-satunya stasiun televisi, tidak menerima iklan dan musik rock nyaris tidak menjadi pilihan sebagai program acara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Log perlu waktu lima tahun untuk meyakinkan Djarum Super agar bersedia menjadi penyandang dana sebuah festival musik rock yang dicita-citakannya. Memang menjadi pertanyaan banyak pihak, bagaimana Log mampu melakukan hal itu. Mengingat caranya berkomunikasi sangat sederhana dan menggunakan bahasa sehari-hari minus jurus diplomasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernah terjadi Log diminta menjadi salah seorang pembicara dalam sebuah diskusi tentang showbiz. Tanpa makalah atau teks dia bercerita panjang lebar tentang karirnya dengan sangat membosankan. Hingga salah seorang peserta meragukan sampai di mana Log bisa bertahan, apalagi jika harus berhadapan dengan calon sponsor. Namun catatan membuktikan Log bahkan melebarkan sayapnya dengan membuat pergelaran grup rock mancanegara seperti Sepultura, Mr BIG dan grup White Lion dan yang terakhir Hellowen. Walaupun ketika manajer grup Sepultura berkomunikasi dengan bahasa Inggris, Log justru menjawabnya dengan bahasa Jawa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah kelebihan Log. Dia bisa melakukan apa yang tidak dilakukan promotor lain. Sesuai dengan namanya Zhelebour (asal kata selebor, yang bisa berarti semaunya, baik dalam berpakaian, bicara dan bertindak), Log memang tidak perduli dengan komentar orang, apa yang dianggapnya baik dilakukannya. Sepanjang memimpin penyelenggaraan Djarum Super Rock Festival X di Surabaya, dia tidak berpakaian lain kecuali celana sebatas betis, kaos-oblong dan rompi. Bedanya, kalau dulu dia bersepeda motor Honda bebek, sekarang dengan sedan BMW plus sopir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika mengikuti tour BASF Award di Eropa tahun 1992 bersama sejumlah penyanyi, Log menyepatkan diri menonton film In Bed With Madonna. Karena tanpa teks dan Madonna berbahasa Inggris, langsung dia meninggalkan tempat pertunjukan ketika filmnya baru diputar setengah jam. Maksudnya ingin menyaksikan bagaimana kelakuan Madonna di atas ranjang, ternyata film itu menceritakan kegiatan penyanyi seksi itu di belakang panggung. Bahasa Inggris Log memang hanya sepotong-sepotong, tapi bila perlu dia bicara dengan siapa saja dan memperkenalkan dirinya dengan bangga, “ I’m mister Zhelebour.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gayanya itu barangkali cocok dengan musik rock yang digelutinya. Meskipun sebenarnya Log bisa dikatakan tidak mengikuti perkembangan musik rock internasional secara intent, diam-diam sebetulnya dia tahu betul peta musik rock Indonesia. Langkahnya pun sangat tepat ketika memulai karirnya sebagai promotor. Pada tahun 1979 grup rock God Bless merilis album rekaman Cermin yang semua lirik lagunya berbahasa Indonesia. Master rekaman produksi JC Collection itu sekarang menjadi milik Logiss Record, perusahaan rekaman yang didirikan Log bersama Iwan Sutadi Sidartha (ISS) dari Indo Semar Sakti dan Billboard Records. Setelah itu dia memproduksi rekaman God Bless selanjutnya, Semut Hitam, Raksasa dan Apa Kabar dan membuat pertunjukannyan di sejumlah kota tanah air, termasuk Banda Aceh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sewaktu suasana politik di Indonesia gonjang-ganjing pada tahun 1997 – 2000, festival rocknya berhenti. Selama kurun waktu tiga hingga empat tahun itu Log menerukan bisnis musik rocknya melalui rekaman God Bles dan Jamrud. Pada saat itulah eksistensi Jamrud sebagai grup rock nomor satu dikukuhkan melalui rekaman-rekamannya yang berhasil mengatasi produk serupa lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi Log memang identik dengan musik rock. Keberhasilannya menaikan para penyanyi dan grup musik rock ke atas panggung dipertegaskannya dalam memproduksi rekaman lewai album-album Jamrud: Nekad (1996) yang terjual 150.000 kaset dan CD, Putri (1997, 200.000 kaset/CD), dan Terima Kasih (1999, 800.000 kaset dan CD). Keberhasilan ini membawa Jamrud, bersama Log tentunya, tampil di Jepang dan Korea serta melakukan rekaman di Australia. Merasa belum cukup, diterbitkannya tabloid Rock. Tapi sayang usahanya di media cetak ini tidak seberhasil bisnisnya di panggung dan rekaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi aneh juga, mungkin karena inilah selebornya Log, sejak bulan Agustus lalu hingga di atas panggung Djarum Super Rock Festival X awal Desember ini, berulang-ulang dia menyatakan akan menghentikan kegiatan festivalnya. Dan hanya berkonsentrasi dalam memproduksi rekaman dan memproduksi pertunjukan untuk Jamrud atau grup lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun Log tidak mengatakannnya secara pasti, berita yang terhimpun menyatakan dia merasa kurang puas dengan pihak sponsor yang sangat mengetatkan dana yang dikucurkan. Sebagai perbandingan, sponsor mengucurkan dana Rp. 8 milyar pada tahun 2001, tahun ini Rp. 10. milyar. Memang meningkat dalam jumlah, tapi ongkos produksi juga sudah berkalki-lipat dan daerah para peserta lebih luas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alasan Log antara lain adalah bahwa dia merasa sudah tua dan ingin memberi kesempatan ke pada yang muda-muda untuk melakukan hal yang sama. Namun pertanyaannya adalah adakah figur yang seselebor dan setahan banting seperti Log? Dan sanggup melahirkan penyanyi rock seperti Ita Purnamasari, Mel Shandy atau grup rock seperti Elpamas, Grass Rock, Slank, Boomerang dan Jamrud? Ditambah lagi dengan finalis Djarum Super Rock Festival X 2004: Mujizat (Bandung, juara 1), Take Over (Banten, juara 2), Loe Joe (Makasar, juara 3), MR. X (Banjarmasin, juara Harapan) dan dan Daun (Kediri, juara favorit).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari teknologi masih sederhana, Log mengawal festivalnya dan meningkatkannya dengan konsisten. Sehingga memacu para pemusik, terutama dari luar pulau Jawa, menekuni perkembangan teknologi yang terus berkembang. Yang akhirnya menyebabkan ketimpangan pengetahuan para pemusik akan hal itu terus berkurang dari tahun ke tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena perkembangan teknologi itu seorang pemain keyboard dari luar pulau Jawa pada awal tahun 1990 pernah tidak bisa menguasai peralatan musiknya ketika harus tampil di atas panggung semifinal, hingga grupnya gugur. Tapi semua itu tidak terjadi lagi sekarang. Ironis tentunya sebuah ajang yang sudah teruji selama 20 dan menggelarkan 10 kali festival yang melahirkan sejumlah bintang musik rock berakhir sampai di sini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pihak Djarum Super sendiri sebagai sponsor tidak bersedia memberi komentar dan menyerahkannya semuanya ke pada Log. Begitu festivalnya yang ke sepuluh ini selesai, Log tampaknya santai saja langsung merekam 10 finalisnya dan tentunya dia akan sibuk mempromosikan dalam usaha melahiran bintangnya yang baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya saja situasi ini memperlihatkan betapa menentukannya peran para sponsor dalam pergelaran sebuah festival. Stasiun televisi Indosiar mendukung AFI, RCTI dengan Indonesian Idolsnya, TPI dengan KDI, TV7 dengan Dream Bands dan Yamaha dengan kontes pemain keyboard dan gitar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Promotor musik perempuan Rini Noor dari Nepathia Production yang juga gandrung dengan musik rock dan pernah bekerjasama dengan Log menggelar pertunjukan grup Hollowen, menandaskan bahwa Log itu one and only. Tidak ada promotor musik di sini yang seperti Log yang memuja promotor tinju Don King itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;THEODORE KS, Kompas, Kamis 23 Desember 2004&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7537407116234902454-7298920690161675763?l=indorockstar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indorockstar.blogspot.com/feeds/7298920690161675763/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://indorockstar.blogspot.com/2009/01/log-zhelebour.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7537407116234902454/posts/default/7298920690161675763'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7537407116234902454/posts/default/7298920690161675763'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indorockstar.blogspot.com/2009/01/log-zhelebour.html' title='LOG ZHELEBOUR'/><author><name>The Creature</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_2UevuockW4g/SXyO2MY5o7I/AAAAAAAAAUw/7lQvQmPZLBs/s72-c/220px-Log_Zhelebour.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7537407116234902454.post-1339514726847216507</id><published>2009-01-25T03:23:00.002+07:00</published><updated>2009-01-25T03:27:42.636+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='metalcore'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='hardcore'/><title type='text'>DOWN FOR LIFE</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_2UevuockW4g/SXt5h27F4gI/AAAAAAAAAUo/6CKQdNmzuwo/s1600-h/bb-dfl-1.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 175px; height: 169px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_2UevuockW4g/SXt5h27F4gI/AAAAAAAAAUo/6CKQdNmzuwo/s320/bb-dfl-1.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5294959409490158082" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Rentetan serangan pasukan babi neraka adalah amunisi dari permainan gitar dua bersaudara, Imam Santoso dan Sigit Pratama, yang bersahutan saling mengisi, ditimpali bass line dengan sound berat dari Ahmad 'Jojo' Ashari, vokal provokatif dari Stephanus Adjie, serta skill drumming penuh power dari Wahyu 'Uziel' Jayadi. DFL bikin hardcore menjadi begitu agresif, brutal dan metalik. 'Bengawan Solo' riwayatnya kini sudah tidak se-syahdu biasanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membicarakan musik cadas di kota Solo, ada satu band yang tidak dapat ditinggalkan begitu saja, yaitu Down For Life [DFL]. Pengendali metal kota Bengawan ini sudah malang melintang di jagad musik cadas hampir delapan tahun. Selama itu pula mereka memporakpandakan batasan esensi bunyi dan suara. Aksi panggung di ratusan panggung besar dan kecil di dalam dan luar kota membuat nama mereka begitu santer disebut sebagai band paling berbahaya dari kota Solo. Band ini dibentuk di kota Solo oleh beberapa individu yang sebelumnya terlibat dalam kolektif band-nya masing-masing dan lalu beraliansi dalam kelompok bernama DFL. Setelah tertunda hampir empat tahun, akhirnya debut album resmi mereka yang bertajuk Simponi Kebisingan Babi Neraka dirilis di bawah minor label Belukar Records. &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Sebelumnya, sejumlah rilisan tidak resmi atau bootleg berupa promo sudah tersebar secara gratis dan dapat diunduh di mana-mana. Sebenarnya ada beberapa label major dan minor menawarkan berbagai kerjasama tapi tidak menghasilkan kesepakatan dan bentuk yang signifikan. Di sela jadwal manggung yang begitu padat, mereka masih dapat meluangkan waktu untuk proses recording, mixing dan mastering di Biru Recording Studio [Solo] selama bulan Oktober hingga Desember 2007. Bersama sound engineer handal Setyo, yang juga soundman DFL saat live, akhirnya dihasilkan sepuluh komposisi cadas yang sangat anthemik. Singel Tertikam Dari Belakang jadi high rotate request di berbagai radio lokal, menyusul singel sebelumnya Change. Beberapa singel yang lain juga tercatat sempat ikut dalam berbagai proyek kompilasi. DFL yakin jika Simponi Kebisingan Babi Neraka adalah jawaban bagaimana musik cadas seharusnya dimainkan. Sambut himne kejayaan pasukan babi neraka dari kota bengawan!...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DFL menghadirkan gitaris band rock veteran DD Crow [Roxx] di lagu Menuju Matahari. Singel Pasoepati merupakan anthem kelompok suporter sepakbola dan disumbangkan dalam kompilasi untuk Persis Solo. Sampul album mereka dikerjakan oleh artworker handal, Jahloo Gomez dari Belukar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apokalip&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7537407116234902454-1339514726847216507?l=indorockstar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indorockstar.blogspot.com/feeds/1339514726847216507/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://indorockstar.blogspot.com/2009/01/down-for-life.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7537407116234902454/posts/default/1339514726847216507'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7537407116234902454/posts/default/1339514726847216507'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indorockstar.blogspot.com/2009/01/down-for-life.html' title='DOWN FOR LIFE'/><author><name>The Creature</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_2UevuockW4g/SXt5h27F4gI/AAAAAAAAAUo/6CKQdNmzuwo/s72-c/bb-dfl-1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7537407116234902454.post-4826481060535679009</id><published>2009-01-22T23:31:00.004+07:00</published><updated>2009-01-22T23:51:29.946+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='event'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='rock'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='classic rock'/><title type='text'>SEJARAH MUSIK ROCK INDONESIA</title><content type='html'>Awal Mula&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Embrio kelahiran scene musik rock underground di Indonesia sulit dilepaskan dari evolusi rocker-rocker pionir era 70-an sebagai pendahulunya. Sebut saja misalnya God Bless, Gang Pegangsaan, Gypsy(Jakarta), Giant Step, Super Kid (Bandung), Terncem (Solo), AKA/SAS (Surabaya), Bentoel (Malang) hingga Rawe Rontek dari Banten. Mereka inilah generasi pertama rocker Indonesia. Istilah underground sendiri sebenarnya sudah digunakan Majalah Aktuil sejak awal era 70- an. Istilah tersebut digunakan majalah musik dan gaya hidup pionir asal Bandung itu untuk mengidentifikasi band-band yang memainkan musik keras dengan gaya yang lebih `liar’ dan `ekstrem’ untuk ukuran jamannya. Padahal kalau mau jujur, lagu-lagu yang dimainkan band- band tersebut di atas bukanlah lagu karya mereka sendiri, melainkan milik band-band luar negeri macam Deep Purple, Jefferson Airplane, Black Sabbath, Genesis, Led Zeppelin, Kansas, Rolling Stones hingga ELP. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tradisi yang kontraproduktif ini kemudian mencatat sejarah namanya sempat mengharum di pentas nasional. Sebut saja misalnya El Pamas, Grass Rock (Malang), Power Metal (Surabaya), Adi Metal Rock (Solo), Val Halla (Medan) hingga Roxx (Jakarta). Selain itu Log jugalah yang membidani lahirnya label rekaman rock yang pertama di Indonesia, Logiss Records. Produk pertama label ini adalah album ketiga God Bless, “Semut Hitam” yang dirilis tahun 1988 dan ludes hingga 400.000 kaset di seluruh Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Menjelang akhir era 80-an, di seluruh dunia waktu itu anak-anak muda sedang mengalami demam musik thrash metal. Sebuah perkembangan style musik metal yang lebih ekstrem lagi dibandingkan heavy metal. Band- band yang menjadi gods-nya antara lain Slayer, Metallica, Exodus, Megadeth, Kreator, Sodom, Anthrax hingga Sepultura. Kebanyakan kota- kota besar di Indonesia seperti Jakarta, Bandung, Jogjakarta, Surabaya, Malang hingga Bali, scene undergroundnya pertama kali lahir dari genre musik ekstrem tersebut. Di Jakarta sendiri komunitas metal pertama kali tampil di depan publik pada awal tahun 1988. Komunitas anak metal (saat itu istilah underground belum populer) ini biasa hang out di Pid Pub, sebuah pub kecil di kawasan pertokoan Pondok Indah, Jakarta Selatan. Menurut Krisna J. Sadrach, frontman Sucker Head, selain nongkrong, anak-anak yang hang out di sana oleh Tante Esther, owner Pid Pub, diberi kesempatan untuk bisa manggung di sana. Setiap malam minggu biasanya selalu ada live show dari band-band baru di Pid Pub dan kebanyakan band-band tersebut mengusung musik rock atau metal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Band-band yang sering hang out di scene Pid Pub ini antara lain Roxx (Metallica &amp; Anthrax), Sucker Head (Kreator &amp; Sepultura), Commotion Of Resources (Exodus), Painfull Death, Rotor (Kreator), Razzle (GN’R), Parau (DRI &amp; MOD), Jenazah, Mortus hingga Alien Scream (Obituary). Beberapa band diatas pada perjalanan berikutnya banyak yang membelah diri menjadi band-band baru. Commotion Of Resources adalah cikal bakal band gothic metal Getah, sedangkan Parau adalah embrio band death metal lawas Alien Scream. Selain itu Oddie, vokalis Painfull Death selanjutnya membentuk grup industrial Sic Mynded di Amerika Serikat bersama Rudi Soedjarwo (sutradara Ada Apa Dengan Cinta?). Rotor sendiri dibentuk pada tahun 1992 setelah cabutnya gitaris Sucker Head, Irvan Sembiring yang merasa konsep musik Sucker Head saat itu masih kurang ekstrem baginya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semangat yang dibawa para pendahulu ini memang masih berkutat pola tradisi `sekolah lama’, bangga menjadi band cover version! Di antara mereka semua, hanya Roxx yang beruntung bisa rekaman untuk single pertama mereka, “Rock Bergema”. Ini terjadi karena mereka adalah salah satu finalis Festival Rock Se-Indonesia ke-V. Mendapat kontrak rekaman dari label adalah obsesi yang terlalu muluk saat itu. Jangankan rekaman, demo rekaman bisa diputar di radio saja mereka sudah bahagia. Saat itu stasiun radio yang rutin mengudarakan musik- musik rock/metal adalah Radio Bahama, Radio Metro Jaya dan Radio SK. Dari beberapa radio tersebut mungkin yang paling legendaris adalah Radio Mustang. Mereka punya program bernama Rock N’ Rhythm yang&lt;br /&gt;mengudara setiap Rabu malam dari pukul 19.00 – 21.00 WIB. Stasiun radio ini bahkan sempat disatroni langsung oleh dedengkot thrash metal Brasil, Sepultura, kala mereka datang ke Jakarta bulan Juni 1992. Selain medium radio, media massa yang kerap mengulas berita- berita rock/metal pada waktu itu hanya Majalah HAI, Tabloid Citra Musik dan Majalah Vista.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain hang out di Pid Pub tiap akhir pekan, anak-anak metal ini sehari-harinya nongkrong di pelataran Apotik Retna yang terletak di daerah Cilandak, Jakarta Selatan. Beberapa selebritis muda yang dulu sempat nongkrong bareng (groupies?) anak-anak metal ini antara lain Ayu Azhari, Cornelia Agatha, Sophia Latjuba, Karina Suwandi hingga Krisdayanti. Aktris Ayu Azhari sendiri bahkan sempat dipersunting sebagai istri oleh (alm) Jodhie Gondokusumo yang merupakan vokalis Getah dan juga&lt;br /&gt;mantan vokalis Rotor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak seberapa jauh dari Apotik Retna, lokasi lain yang sering dijadikan lokasi rehearsal adalah Studio One Feel yang merupakan studio latihan paling legendaris dan bisa dibilang hampir semua band- band rock/metal lawas ibukota pernah rutin berlatih di sini. Selain Pid Pub, venue alternatif tempat band-band rock underground&lt;br /&gt;manggung pada masa itu adalah Black Hole dan restoran Manari Open Air di Museum Satria Mandala (cikal bakal Poster Café). Diluar itu, pentas seni MA dan acara musik kampus sering kali pula di “infiltrasi” oleh band-band metal tersebut. Beberapa pensi yang historikal di antaranya adalah Pamsos (SMA 6 Bulungan), PL Fair (SMA&lt;br /&gt;Pangudi Luhur), Kresikars (SMA 82), acara musik kampus Universitas Nasional (Pejaten), Universitas Gunadarma, Universitas Indonesia (Depok), Unika Atmajaya Jakarta, Institut Teknologi Indonesia (Serpong) hingga Universitas Jayabaya (Pulomas).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkonsernya dua supergrup metal internasional di Indonesia, Sepultura (1992) dan Metallica (1993) memberi kontribusi cukup besar bagi perkembangan band-band metal sejenis di Indonesia. Tak berapa lama setelah Sepultura sukses “membakar” Jakarta dan Surabaya, band speed metal Roxx merilis album debut self-titled mereka di bawah&lt;br /&gt;label Blackboard. Album kaset ini kelak menjadi salah satu album speed metal klasik Indonesia era 90-an. Hal yang sama dialami pula oleh Rotor. Sukses membuka konser fenomenal Metallica selama dua hari berturut-turut di Stadion Lebak Bulus, Rotor lantas merilis album thrash metal major labelnya yang pertama di Indonesia, Behind The 8th Ball (AIRO). Bermodalkan rekomendasi dari manajer tur Metallica dan honor 30 juta rupiah hasil dua kali membuka konser Metallica, para personel Rotor (minus drummer Bakkar Bufthaim) lantas eksodus ke negeri Paman Sam untuk mengadu nasib. Sucker Head sendiri tercatat paling telat dalam merilis album debut dibanding band&lt;br /&gt;seangkatan mereka lainnya. Setelah dikontrak major label lokal, Aquarius&lt;br /&gt;Musikindo, baru di awal 1995 mereka merilis album `The Head Sucker’. Hingga kini Sucker Head tercatat sudah merilis empat buah album.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari sedemikian panjangnya perjalanan rock underground di tanah air, mungkin baru di paruh pertama dekade 90-anlah mulai banyak terbentuk scene-scene underground dalam arti sebenarnya di Indonesia. Di Jakarta sendiri konsolidasi scene metal secara masif berpusat di Blok M sekitar awal 1995. Kala itu sebagian anak-anak metal sering&lt;br /&gt;terlihat nongkrong di lantai 6 game center Blok M Plaza dan di sebuah resto waralaba terkenal di sana. Aktifitas mereka selain hang out adalah bertukar informasi tentang band-band lokal daninternasional, barter CD, jual-beli t-shirt metal hingga merencanakan pengorganisiran konser. Sebagian lagi yang lainnya memilih hang out di basement Blok Mall yang kebetulan letaknya berada di bawah tanah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada era ini hype musik metal yang masif digandrungi adalah subgenre yang makin ekstrem yaitu death metal, brutal death metal, grindcore, black metal hingga gothic/doom metal. Beberapa band yang makin mengkilap namanya di era ini adalah Grausig, Trauma, Aaarghhh, Tengkorak, Delirium Tremens, Corporation of Bleeding, Adaptor, Betrayer, Sadistis, Godzilla dan sebagainya. Band grindcore Tengkorak pada tahun 1996 malah tercatat sebagai band yang pertama kali merilis mini album secara independen di Jakarta dengan judul `It’s A Proud To Vomit Him’. Album ini direkam secara profesional di Studio Triple M, Jakarta dengan sound engineer Harry Widodo (sebelumnya pernah menangani album Roxx, Rotor, Koil, Puppen dan PAS).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun 1996 juga sempat mencatat kelahiran fanzine musik underground pertama di Jakarta, Brainwashed zine. Edisi pertama Brainwashed terbit 24 halaman dengan menampilkan cover Grausig dan profil band Trauma, Betrayer serta Delirium Tremens. Di ketik di komputer berbasis system operasi Windows 3.1 dan lay-out cut n’ paste tradisional, Brainwashed kemudian diperbanyak 100 eksemplar dengan mesin foto kopi milik saudara penulis sendiri. Di edisi-edisi berikutnya Brainwashed mengulas pula band-band hardcore, punk bahkan ska. Setelah terbit fotokopian hingga empat edisi, di tahun 1997 Brainwashed sempat dicetak ala majalah profesional dengan cover&lt;br /&gt;penuh warna. Hingga tahun 1999 Brainwashed hanya kuat terbit hingga tujuh edisi, sebelum akhirnya di tahun 2000 penulis menggagas format e-zine di internet (www.bisik.com). Media-media serupa yang selanjutnya lebih konsisten terbit di Jakarta antara lain Morbid Noise zine, Gerilya zine, Rottrevore zine, Cosmic zine dan&lt;br /&gt;sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;29 September 1996 menandakan dimulainya sebuah era baru bagi perkembangan rock underground di Jakarta. Tepat pada hari itulah digelar acara musik indie untuk pertama kalinya di Poster Café. Acara bernama “Underground Session” ini digelar tiap dua minggu sekali pada malam hari kerja. Café legendaris yang dimiliki rocker gaek&lt;br /&gt;Ahmad Albar ini banyak melahirkan dan membesarkan scene musik indie baru yang memainkan genre musik berbeda dan lebih variatif. Lahirnya scene Brit/indie pop, ledakan musik ska yang fenomenal era 1997 – 2000 sampai tawuran massal bersejarah antara sebagian kecil massa Jakarta dengan Bandung terjadi juga di tempat ini. Getah,&lt;br /&gt;Brain The Machine, Stepforward, Dead Pits, Bloody Gore, Straight Answer, Frontside, RU Sucks, Fudge, Jun Fan Gung Foo, Be Quiet, Bandempo, Kindergarten, RGB, Burning Inside, Sixtols, Looserz, HIV, Planet Bumi, Rumahsakit, Fable, Jepit Rambut, Naif, Toilet Sounds, Agus Sasongko &amp; FSOP adalah sebagian kecil band-band yang `kenyang’ manggung di sana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10 Maret 1999 adalah hari kematian scene Poster Café untuk selama- lamanya. Pada hari itu untuk terakhir kalinya diadakan acara musik di sana (Subnormal Revolution) yang berujung kerusuhan besar antara massa punk dengan warga sekitar hingga berdampak hancurnya beberapa mobil dan unjuk giginya aparat kepolisian dalam membubarkan massa. Bubarnya Poster Café diluar dugaan malah banyak melahirkan venue- venue alternatif bagi masing-masing scene musik indie. Café Kupu- Kupu di Bulungan sering digunakan scene musik ska, Pondok Indah Waterpark, GM 2000 café dan Café Gueni di Cikini untuk scene Brit/indie pop, Parkit De Javu Club di Menteng untuk gigs punk/hardcore dan juga indie pop. Belakangan BB’s Bar yang super- sempit di Menteng sering disewa untuk acara garage rock-new wave-mellow punk juga rock yang kini sedang hot, seperti The Upstairs, Seringai, The Brandals, C’mon Lennon, Killed By Butterfly, Sajama Cut,&lt;br /&gt;Devotion dan banyak lagi. Di antara semuanya, mungkin yang paling `netral’ dan digunakan lintas-scene cuma Nirvana Café yangterletak di basement Hotel Maharadja, Jakarta Selatan. Di tempat ini pulalah, 13 Januari 2002 silam, Puppen `menghabisi riwayat’ mereka dalam sebuah konser bersejarah yang berjudul, “Puppen : Last Show Ever”, sebuah rentetan show akhir band Bandung ini sebelum membubarkan diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Scene Punk/Hardcore/Brit/Indie Pop&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Invasi musik grunge/alternative dan dirilisnya album Kiss This dari Sex Pistols pada tahun 1992 ternyata cukup menjadi trigger yang ampuh dalam melahirkan band-band baru yang tidak memainkan musik metal. Misalnya saja band Pestol Aer dari komunitas Young Offender yang diawal kiprahnya sering meng-cover lagu-lagu Sex Pistols lengkap dengan dress-up punk dan haircut mohawknya. Uniknya, pada perjalanan selanjutnya, sekitar tahun 1994, Pestol Aer kemudian mengubah arah musik mereka menjadi band yang mengusung genre british/indie pop ala The Stone Roses. Konon, peristiwa historik ini&lt;br /&gt;kemudian menjadi momen yang cukup signifikan bagi perkembangan scene british/indie pop di Jakarta. Sebelum bubar, di pertengahan 1997 mereka sempat merilis album debut bertitel `…Jang Doeloe’. Generasi awal dari scene brit pop ini antara lain adalah band Rumahsakit, Wondergel, Planet Bumi, Orange, Jellyfish, Jepit Rambut, Room-V,&lt;br /&gt;Parklife hingga Death Goes To The Disco.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pestol Aer memang bukan band punk pertama, ibukota ini di tahun 1989 sempat melahirkan band punk/hardcore pionir Antiseptic yang kerap memainkan nomor-nomor milik Black Flag, The Misfits, DRI sampai Sex Pistols. Lukman (Waiting Room/The Superglad) dan Robin (Sucker Head/Noxa) adalah alumnus band ini juga. Selain sering manggung di Jakarta, Antiseptic juga sempat manggung di rockfest legendaris Bandung, Hullabaloo II pada akhir 1994. Album debut Antiseptic sendiri yang bertitel `Finally’ baru rilis delapan tahun kemudian (1997) secara D.I.Y. Ada juga band alternatif seperti Ocean yang memainkan musik ala Jane’s Addiction dan lainnya, sayangnya mereka tidak sempat merilis rekaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, di awal 1990, Jakarta juga mencetak band punk rock The Idiots yang awalnya sering manggung meng-cover lagu-lagu The Exploited. Nggak jauh berbeda dengan Antiseptic, baru sembilan tahun kemudian The Idiots merilis album debut mereka yang bertitel `Living Comfort In Anarchy’ via label indie Movement Records. Komunitas-&lt;br /&gt;komunitas punk/hardcore juga menjamur di Jakarta pada era 90-an tersebut. Selain komunitas Young Offender tadi, ada pula komunitas South Sex (SS) di kawasan Radio Dalam, Subnormal di Kelapa Gading, Semi-People di Duren Sawit, Brotherhood di Slipi, Locos di Blok M hingga SID Gank di Rawamangun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara rilisan klasik dari scene punk/hardcore Jakarta adalah album kompilasi Walk Together, Rock Together (Locos Enterprise) yang rilis awal 1997 dan memuat singel antara lain dari band Youth Against Fascism, Anti Septic, Straight Answer, Dirty Edge dan sebagainya. Album kompilasi punk/hardcore klasik lainnya adalah Still One, Still Proud (Movement Records) yang berisikan singel dari Sexy Pig, The Idiots, Cryptical Death hingga Out Of Control.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bandung scene&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Bandung sekitar awal 1994 terdapat studio musik legendaris yang menjadi cikal bakal scene rock underground di sana. Namanya Studio Reverse yang terletak di daerah Sukasenang. Pembentukan studio ini digagas oleh Richard Mutter (saat itu drummer PAS) dan Helvi. Ketika semakin berkembang Reverse lantas melebarkan sayap bisnisnya dengan&lt;br /&gt;membuka distro (akronim dari distribution) yang menjual CD, kaset, poster, t-shirt, serta berbagai aksesoris import lainnya. Selain distro, Richard juga sempat membentuk label independen 40.1.24 yang rilisan pertamanya di tahun 1997 adalah kompilasi CD yang bertitel “Masaindahbangetsekalipisan.” Band-band indie yang ikut serta di kompilasi ini antara lain adalah Burger Kill, Puppen, Papi, Rotten To The Core, Full of Hate dan Waiting Room, sebagai satu- satunya band asal Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Band-band yang sempat dibesarkan oleh komunitas Reverse ini antara lain PAS dan Puppen. PAS sendiri di tahun 1993 menorehkan sejarah sebagai band Indonesia yang pertama kali merilis album secara independen. Mini album mereka yang bertitel “Four Through The S.A.P” ludes terjual 5000 kaset dalam waktu yang cukup singkat. Mastermind yang melahirkan ide merilis album PAS secara independen tersebut adalah (alm) Samuel Marudut. Ia adalah Music Director Radio GMR, sebuah stasiun radio rock pertama di Indonesia yang kerap memutar demo-demo rekaman band-band rock amatir asal Bandung, Jakarta dan sekitarnya. Tragisnya, di awal 1995 Marudut ditemukan tewas tak bernyawa di kediaman Krisna Sucker Head di Jakarta. Yang mengejutkan, kematiannya ini, menurut Krisna, diiringi lagu The End dari album Best of The Doors yang diputarnya pada tape di kamar Krisna. Sementara itu Puppen yang dibentuk pada tahun 1992 adalah salah satu pionir hardcore lokal yang hingga akhir hayatnya di tahun 2002 sempat merilis tiga album yaitu, Not A Pup E.P. (1995), MK II (1998) dan Puppen s/t (2000). Kemudian menyusul Pure Saturday dengan albumnya yang self-titled. Album ini kemudian dibantu promosinya oleh Majalah Hai. Kubik juga mengalami hal yang sama, dengan cara bonus kaset 3 lagu sebelum rilis albumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agak ke timur, masih di Bandung juga, kita akan menemukan sebuah komunitas yang menjadi episentrum underground metal di sana, komunitas Ujung Berung. Dulunya di daerah ini sempat berdiri Studio Palapa yang banyak berjasa membesarkan band-band underground cadas macam Jasad, Forgotten, Sacrilegious, Sonic Torment, Morbus Corpse, Tympanic Membrane, Infamy, Burger Kill dan sebagainya. Di sinilah kemudian pada awal 1995 terbit fanzine musik pertama di Indonesia yang bernama Revograms Zine. Editornya Dinan, adalah vokalis band Sonic Torment yang memiliki single unik berjudul “Golok Berbicara”. Revograms Zine tercatat sempat tiga kali terbit dan kesemua materi isinya membahas band-band metal/hardcore lokal maupun internasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian taklama kemudian fanzine indie seperti Swirl, Tigabelas, Membakar Batas dan yang lainnya ikut meramaikan media indie. Ripple dan Trolley muncul sebagai majalah yang membahas kecenderungan subkultur Bandung dan jug lifestylenya. Trolley bangkrut tahun 2002, sementara Ripple berubah dari pocket magazine ke format majalah standar. Sementara fanzine yang umumnya fotokopian hingga kini masih terus eksis. Serunya di Bandung tak hanya musik ekstrim yang maju tapi juga scene indie popnya. Sejak Pure Saturday muncul, berbagai band indie pop atau alternatif, seperti Cherry Bombshell, Sieve, Nasi Putih hingga yang terkini seperti The Milo, Mocca, Homogenic. Begitu pula scene ska yang sebenarnya sudah ada jauh sebelum trend ska besar. Band seperti Noin Bullet dan Agent Skins sudah lama mengusung genre musik ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapapun yang pernah menyaksikan konser rock underground di Bandung pasti takkan melupakan GOR Saparua yang terkenal hingga ke berbagai pelosok tanah air. Bagi band-band indie, venue ini laksana gedung keramat yang penuh daya magis. Band luar Bandung manapun kalau belum di `baptis’ di sini belum afdhal rasanya. Artefak subkultur bawah tanah Bandung paling legendaris ini adalah saksi bisu digelarnya beberapa rock show fenomenal seperti Hullabaloo, Bandung Berisik hingga Bandung Underground. Jumlah penonton setiap acara-acara di atas tergolong spektakuler, antara 5000 – 7000 penonton! Tiket masuknya saja sampai diperjualbelikan dengan harga fantastis segala oleh para calo. Mungkin ini merupakan rekor tersendiri yang belum terpecahkan hingga saat ini di Indonesia untuk ukuran rock show underground.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sempat dijuluki sebagai barometer rock underground di Indonesia, Bandung memang merupakan kota yang menawarkan sejuta gagasan-gagasan cerdas bagi kemajuan scene nasional. Booming distro yang melanda seluruh Indonesia saat ini juga dipelopori oleh kota ini. Keberhasilan menjual album indie hingga puluhan ribu keping yang dialami band Mocca juga berawal dari kota ini. Bahkan Burger Kill, band hardcore Indonesia yang pertama kali teken kontrak dengan major label, Sony Music Indonesia, juga dibesarkan di kota ini. Belum lagi majalah Trolley (RIP) dan Ripple yang seakan menjadi reinkarnasi Aktuil di jaman sekarang, tetap loyal memberikan porsi terbesar liputannya bagi band-band indie lokal keren macam Koil, Kubik, Balcony, The Bahamas, Blind To See, Rocket Rockers, The Milo, Teenage Death Star, Komunal hingga The S.I.G.I.T. Coba cek webzine Bandung, Death Rock Star (www.deathrockstar.tk) untuk membuktikannya. Asli, kota yang satu ini memang nggak ada matinya!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Scene Jogjakarta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kota pelajar adalah julukan formalnya, tapi siapa sangka kalau kota ini ternyata juga menjadi salah satu scene rock underground terkuat di Indonesia? Well, mari kita telusuri sedikit sejarahnya. Komunitas metal underground Jogjakarta salah satunya adalah Jogja Corpsegrinder. Komunitas ini sempat menerbitkan fanzine metal Human Waste, majalah Megaton dan menggelar acara metal legendaris di sana, Jogja Brebeg. Hingga kini acara tersebut sudah terselenggara sepuluh kali! Band-band metal underground lawas dari kota ini antara lain Death Vomit, Mortal Scream, Impurity, Brutal Corpse, Mystis, Ruction.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk scene punk/hardcore/industrial-nya yang bangkit sekitar awal 1997 tersebutlah nama Sabotage, Something Wrong, Noise For Violence, Black Boots, DOM 65, Teknoshit hingga yang paling terkini, Endank Soekamti. Sedangkan untuk scene indie rock/pop, beberapa nama yang patut di highlight adalah Seek Six Sick, Bangkutaman, Strawberry’s Pop sampai The Monophones. Selain itu, band ska paling keren yang pernah terlahir di Indonesia, Shaggy Dog, juga berasal dari kota ini. Shaggy Dog yang kini dikontrak EMI belakangan malah sedang asyik menggelar tur konser keliling Eropa selama 3 bulan! Kota gudeg ini tercatat juga pernah menggelar Parkinsound, sebuah festival musik elektronik yang pertama di Indonesia. Parkinsound #3 yang diselenggarakan tanggal 6 Juli 2001 silam di antaranya menampilkan Garden Of The Blind, Mock Me Not, Teknoshit, Fucktory, Melancholic Bitch hingga&lt;br /&gt;Mesin Jahat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Scene Surabaya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Scene underground rock di Surabaya bermula dengan semakin tumbuh-berkembangnya band-band independen beraliran death metal/grindcore sekitar pertengahan tahun 1995. Sejarah terbentuknya berawal dari event Surabaya Expo (semacam Jakarta Fair di DKI - Red) dimana band- band underground metal seperti, Slowdeath, Torture, Dry, Venduzor, Bushido manggung di sebuah acara musik di event tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah event itu masing-masing band tersebut kemudian sepakat untuk mendirikan sebuah organisasi yang bernama Independen. Base camp dari organisasi yang tujuan dibentuknya sebagai wadah pemersatu serta sarana sosialisasi informasi antar musisi/band underground metal ini waktu itu dipusatkan di daerah Ngagel Mulyo atau tepatnya di studio milik band Retri Beauty (band death metal dengan semua personelnya cewek, kini RIP - Red). Anggota dari organisasi yang merupakan cikal bakal terbentuknya scene underground metal di Surabaya ini memang sengaja dibatasi hanya sekitar 7-10 band saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rencana pertama Independen waktu itu adalah menggelar konser underground rock di Taman Remaja, namun rencana ini ternyata gagal karena kesibukan melakukan konsolidasi di dalam scene. Setelah semakin jelas dan mulai berkembangnya scene underground metal di Surabaya pada akhir bulan Desember 1997 organisasi Independen resmi dibubarkan. Upaya ini dilakukan demi memperluas jaringan agar semakin tidak tersekat-sekat atau menjadi terkotak-kotak komunitasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada masa-masa terakhir sebelum bubarnya organisasi Independen, divisi record label mereka tercatat sempat merilis beberapa buah album milik band-band death metal/grindcore Surabaya. Misalnya debut album milik Slowdeath yang bertitel “From Mindless Enthusiasm to Sordid Self-Destruction” (September 96), debut album Dry berjudul “Under The Veil of Religion” (97), Brutal Torture “Carnal Abuse”, Wafat “Cemetery of Celerage” hingga debut album milik Fear Inside&lt;br /&gt;yang bertitel “Mindestruction”. Tahun-tahun berikutnya barulah underground metal di Surabaya dibanjiri oleh rilisan-rilisan album milik Growl, Thandus, Holy Terror, Kendath hingga Pejah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai ganti Independen kemudian dibentuklah Surabaya Underground Society (S.U.S) tepat di malam tahun baru 1997 di kampus Universitas 45, saat diselenggarakannya event AMUK I. Saat itu di Surabaya juga telah banyak bermunculan band-band baru dengan aliran musik black metal. Salah satu band death metal lama yaitu, Dry kemudian berpindah konsep musik seiring dengan derasnya pengaruh musik black metal di Surabaya kala itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya bertahan kurang lebih beberapa bulan saja, S.U.S di tahun yang sama dilanda perpecahan di dalamnya. Band-band yang beraliran black metal kemudian berpisah untuk membentuk sebuah wadah baru bernama ARMY OF DARKNESS yang memiliki basis lokasi di daerah Karang Rejo. Berbeda dengan black metal, band-band death metal selanjutnya memutuskan tidak ikut membentuk organisasi baru. Selanjutnya di bulan September 1997 digelar event AMUK II di IKIP Surabaya. Event ini kemudian mencatat sejarah sendiri sebagai event paling sukses di Surabaya kala itu. 25 band death metal dan black metal tampil sejak pagi hingga sore hari dan ditonton oleh kurang lebih 800 – 1000 orang. Arwah, band black metal asal Bekasi juga turut tampil di even tersebut sebagai band undangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Scene ekstrem metal di Surabaya pada masa itu lebih banyak didominasi oleh band-band black metal dibandingkan band death metal/grindcore. Mereka juga lebih intens dalam menggelar event-event musik black metal karena banyaknya jumlah band black metal yang muncul. Tercatat kemudian event black metal yang sukses digelar di Surabaya seperti ARMY OF DARKNESS I dan II.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tepat tanggal 1 Juni 1997 dibentuklah komunitas underground INFERNO 178 yang markasnya terletak di daerah Dharma Husada (Jl. Prof. DR. Moestopo,Red). Di tempat yang agak mirip dengan rumah-toko (Ruko) ini tercatat ada beberapa divisi usaha yaitu, distro, studio musik, indie label, fanzine, warnet dan event organizer untuk acara-acara underground di Surabaya. Event-event yang pernah di gelar oleh INFERNO 178 antara lain adalah, STOP THE MADNESS, TEGANGAN TINGGI I &amp; II hingga BLUEKHUTUQ LIVE.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Band-band underground rock yang kini bernaung di bawah bendera INFERNO 178 antara lain, Slowdeath, The Sinners, Severe Carnage, System Sucks, Freecell, Bluekuthuq dan sebagainya. Fanzine metal asal komunitas INFERNO 178, Surabaya bernama POST MANGLED pertama kali terbit kala itu di event TEGANGAN TINGGI I di kampus Unair dengan tampilnya band-band punk rock dan metal. Acara ini tergolong kurang sukses karena pada waktu yang bersamaan juga digelar sebuah event black metal. Sayangnya, hal ini juga diikuti dengan mandegnya proses penggarapan POST MANGLED Zine yang tidak kunjung mengeluarkan edisinya yang terbaru hingga kini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka, untuk mengantisipasi terjadinya stagnansi atau kesenjangan informasi di dalam scene, lahirlah kemudian GARIS KERAS Newsletter yang terbit pertama kali bulan Februari 1999. Newsletter dengan format fotokopian yang memiliki jumlah 4 halaman itu banyak mengulas berbagai aktivitas musik underground metal, punk hingga HC tak hanya di Surabaya saja tetapi lebih luas lagi. Respon positif pun menurut mereka lebih banyak datang justeru dari luar kota Surabaya itu sendiri. Entah mengapa, menurut mereka publik underground rock di Surabaya kurang apresiatif dan minim dukungannya terhadap publikasi independen macam fanzine atau newsletter tersebut. Hingga akhir hayatnya GARIS KERAS Newsletter telah menerbitkan edisinya hingga ke- 12.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Divisi indie label dari INFERNO 178 paling tidak hingga sekitar 10 rilisan album masih tetap menggunakan nama Independen sebagai nama label mereka. Baru memasuki tahun 2000 yang lalu label INFERNO 178 Productions resmi memproduksi album band punk tertua di Surabaya, The Sinners yang berjudul “Ajang Kebencian”. Selanjutnya label&lt;br /&gt;INFERNO 178 ini akan lebih berkonsentrasi untuk merilis produk- produk berkategori non-metal. Sedangkan untuk label khusus death metal/brutal death/grindcore dibentuklah kemudian Bloody Pigs Records oleh Samir (kini gitaris TENGKORAK) dengan album kedua Slowdeath yang bertitel “Propaganda” sebagai proyek pertamanya yang dibarengi pula dengan menggelar konser promo tunggal Slowdeath di Café Flower sekitar bulan September 2000 lalu yang dihadiri oleh 150- an penonton. Album ini sempat mencatat sold out walau masih dalam jumlah terbatas saja. Ludes 200 keping tanpa sisa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Scene Malang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kota berhawa dingin yang ditempuh sekitar tiga jam perjalanan dari Surabaya ini ternyata memiliki scene rock underground yang “panas” sejak awal dekade 90-an. Tersebutlah nama Total Suffer Community(T.S.C) yang menjadi motor penggerak bagi kebangkitan komunitas rock underground di Malang sejak awal 1995. Anggota komunitas ini terdiri dari berbagai macam musisi lintas-scene, namun dominasinya tetap&lt;br /&gt;saja anak-anak metal. Konser rock underground yang pertama kali digelar di kota Malang diorganisir pula oleh komunitas ini. Acara bertajuk Parade Musik Underground tersebut digelar di Gedung Sasana Asih YPAC pada tanggal 28 Juli 1996 dengan menampilkan band-band lokal Malang seperti Bangkai (grindcore), Ritual Orchestra (black metal),Sekarat (death metal), Knuckle Head (punk/hc), Grindpeace (industrial&lt;br /&gt;death metal), No Man’s Land (punk), The Babies (punk) dan juga band-band asal Surabaya, Slowdeath (grindcore) serta The Sinners (punk).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa band Malang lainnya yang patut di beri kredit antara lain Keramat, Perish, Genital Giblets, Santhet dan tentunya Rotten Corpse. Band yang terakhir disebut malah menjadi pelopor style brutal death metal di Indonesia. Album debut mereka yang&lt;br /&gt;bertitel “Maggot Sickness” saat itu menggemparkan scene metal di Jakarta, Bandung, Jogjakarta dan Bali karena komposisinya yang solid dan kualitas rekamannya yang top notch. Belakangan band ini pecah menjadi dua dan salah satu gitaris sekaligus pendirinya, Adyth, hijrah ke Bandung dan membentuk Disinfected. Di kota inilah lahir untuk kedua kalinya fanzine musik di Indonesia. Namanya Mindblast zine yang&lt;br /&gt;diterbitkan oleh dua orang scenester, Afril dan Samack pada akhir 1995. Afril sendiri merupakan eks-vokalis band Grindpeace yang kini eksis di band crust-grind gawat, Extreme Decay. Sementara indie label pionir yang hingga kini masih bertahan serta tetap produktif merilis album di Malang adalah Confused Records&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Scene Bali&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbicara scene underground di Bali kembali kita akan menemukan komunitas metal sebagai pelopornya. Penggerak awalnya adalah komunitas 1921 Bali Corpsegrinder di Denpasar. Ikut eksis di dalamnya antara lain, Dede Suhita, Putra Pande, Age Grindcorner dan Sabdo Moelyo. Dede adalah editor majalah metal Megaton yang terbit di&lt;br /&gt;Jogjakarta, Putra Pande adalah salah satu pionir webzine metal Indonesia&lt;br /&gt;Corpsegrinder (kini Anorexia Orgasm) sejak 1998, Age adalah pengusaha distro yang pertama di Bali dan Moel adalah gitaris/vokalis band death metal etnik, Eternal Madness yang aktif menggelar konser underground di sana. Nama 1921 sebenarnya diambil dari durasi siaran program musik metal mingguan di Radio Cassanova, Bali yang&lt;br /&gt;berlangsung dari pukul 19.00 hingga 21.00 WITA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Awal 1996 komunitas ini pecah dan masing-masing individunya jalan sendiri-sendiri. Moel bersama EM Enterprise pada tanggal 20 Oktober 1996 menggelar konser underground besar pertama di Bali bernama Total Uyut di GOR Ngurah Rai, Denpasar. Band-band Bali yang tampil diantaranya Eternal Madness, Superman Is Dead, Pokoke, Lithium, Triple Punk, Phobia, Asmodius hingga Death Chorus. Sementara band- band luar Balinya adalah Grausig, Betrayer (Jakarta), Jasad, Dajjal, Sacrilegious, Total Riot (Bandung) dan Death Vomit (Jogjakarta). Konser ini sukses menyedot sekitar 2000 orang penonton dan hingga sekarang menjadi festival rock underground tahunan di sana. Salah satu&lt;br /&gt;alumni Total Uyut yang sekarang sukses besar ke seantero nusantara adalah band punk asal Kuta, Superman Is Dead. Mereka malah menjadi band punk pertama di Indonesia yang dikontrak 6 album oleh Sony Music Indonesia. Band-band indie Bali masa kini yang stand out di antaranya adalah Navicula, Postmen, The Brews, Telephone, Blod Shot Eyes&lt;br /&gt;dan tentu saja Eternal Madness yang tengah bersiap merilis album ke tiga mereka dalam waktu dekat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memasuki era 2000-an scene indie Bali semakin menggeliat. Kesuksesan S.I.D memberi inspirasi bagi band-band Bali lainnya untuk berusaha lebih keras lagi, toh S.I.D secara konkret sudah membuktikan kalau band `putera daerah’ pun sanggup menaklukan kejamnya industri musik ibukota. Untuk mendukung band-band Bali, drummer S.I.D, Jerinx dan beberapa kawannya kemudian membuka The Maximmum Rock N’ Roll Monarchy (The Max), sebuah pub musik yang berada di jalan Poppies, Kuta. Seringkali diadakan acara rock reguler di tempat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Indie Indonesia Era 2000-an&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana pergerakan scene musik independen Indonesia era 2000-an? Kehadiran teknologi internet dan e-mail jelas memberikan kontribusi besar bagi perkembangan scene ini. Akses informasi dan komunikasi yang terbuka lebar membuat jaringan (networking) antar komunitas ini semakin luas di Indonesia. Band-band dan komunitas-komunitas baru banyak bermunculan dengan menawarkan style musik yang lebih beragam. Trend indie label berlomba-lomba merilis album band-band lokal juga menggembirakan, minimal ini adalah upaya pendokumentasian sejarah yang berguna puluhan tahun ke depan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang menarik sekarang adalah dominasi penggunaan idiom `indie’ dan bukan underground untuk mendefinisikan sebuah scene musik non- mainstream lokal. Sempat terjadi polemik dan perdebatan klasikmengenai istilah `indie atau underground’ ini di tanah air. Sebagian orang memandang istilah `underground’ semakin bias karena kenyataannya kian hari semakin banyak band-band underground yang `sell-out’, entah itu dikontrak major label, mengubah style musik demi kepentingan bisnis atau laris manis menjual album hingga puluhan ribu keping. Sementara sebagian lagi lebih senang menggunakan idiom indie karena lebih `elastis’ dan misalnya, lebih friendly bagi band-band yang memang tidak memainkan style musik ekstrem. Walaupun terkesan lebih kompromis, istilah indie ini belakangan juga semakin sering digunakan oleh media massa nasional, jauh&lt;br /&gt;meninggalkan istilah ortodoks `underground’ itu tadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ditengah serunya perdebatan indie/underground, major label atau indie label, ratusan band baru terlahir, puluhan indie label ramai- ramai merilis album, ribuan distro/clothing shop dibuka di seluruh Indonesia. Infrastruktur scene musik non-mainstream ini pun kian established dari hari ke hari. Mereka seakan tidak peduli lagi dengan polarisasi indie-major label yang makin tidak substansial. Bermain musik sebebas mungkin sembari bersenang-senang lebih menjadi `panglima’ sekarang ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tembangpribumi.multiply.com&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7537407116234902454-4826481060535679009?l=indorockstar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indorockstar.blogspot.com/feeds/4826481060535679009/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://indorockstar.blogspot.com/2009/01/sejarah-musik-rock-indonesia.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7537407116234902454/posts/default/4826481060535679009'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7537407116234902454/posts/default/4826481060535679009'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indorockstar.blogspot.com/2009/01/sejarah-musik-rock-indonesia.html' title='SEJARAH MUSIK ROCK INDONESIA'/><author><name>The Creature</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7537407116234902454.post-102363922125184158</id><published>2009-01-18T23:01:00.003+07:00</published><updated>2009-01-18T23:10:59.440+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='rock'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='lady rocker'/><title type='text'>SYLVIA SAARTJE</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_2UevuockW4g/SXNUSCpRv7I/AAAAAAAAATI/jANgThfWncU/s1600-h/silvia.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 192px; height: 217px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_2UevuockW4g/SXNUSCpRv7I/AAAAAAAAATI/jANgThfWncU/s320/silvia.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5292666656014843826" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Siapakah penyanyi rock wanita pertama di Indonesia? Jawaban yang mendekati dipastikan adalah Sylvia Saartje. Jauh sebelum booming istilah lady rockers di dasawarsa 80-an yang melekat pada sosok, seperti Nicky Astria, Nike Ardilla, Mel Shandy, Ita Purnamasari, Yosie Lucky, Ayu Laksmi, Atiek CB, Lady Avisha, Cut Irna, dan masih sederet panjang lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nicky Astria dan kawan-kawan patut berterima kasih kepada Sylvia Saartje yang bisa dianggap sebagai pembuka jalan bagi mencuatnya penyanyi rock wanita. Disayangkan, sosok Sylvia Saartje nyaris tak terdengar lagi kiprahnya. Tak sedikit yang tidak mengenal siapa Sylvia Saartje, wanita berdarah Maluku - Belanda yang dilahirkan 15 September 1957 di Arnhem, Belanda.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Namun, bagi penggemar musik rock era 70-an, Sylvia Saartje yang kerap dipanggil dengan nama kesayangan Jippie, ini, adalah daya tarik sebuah pentas pertunjukan rock yang saat itu didominasi oleh para pemusik lelaki. Bisa dibilang, Sylvia Saartje berlenggang sendirian dalam kancah musik rock Indonesia.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Nuansa Blues&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bayangkan, ketika majalah anak muda terbitan Bandung, Aktuil menggelar pertunjukan beraroma keras bertajuk Vacancy Rock pada 1972, Sylvia tercatat satu-satunya artis wanita yang berjingkrak-jingkrak meneriakkan lagu-lagu rock. Saat itu, ia dianggap pas melantunkan repertoar milik grup legendaris Led Zeppelin. Rasanya hanya Sylvia jualah yang pas menghayati nuansa blues milik almarhumah Janis Joplin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan, di tahun 1974 dalam sebuah pertunjukan musik rock di kampus Universitas Padjadjaran Bandung, Sylvia mendapat sambutan luar biasa ketika menyanyikan lagu Pink Floyd dari album Dark Side of The Moon bertajuk 'The Great Gig in The Sky'. Penampilan vokalnya nyaris sempurna. Saat itu secara tidak langsung penonton langsung membandingkan volal Sylvia dengan Claire Tory, artis wanita yang menjadi penyanyi tamu dalam album Pink Floyd.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Dunia Seni&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bakat menyanyi mulai terlihat sejak kecil tatkala Sylvia Saartje aktif tergabung dalam paduan suara gereja. Dalam usia 10 tahun, dia pun telah memberanikan diri mengikuti ajang Bintang Kecil di RRI Malang, Jawa Timur. Sylvia memang memilih musik sebagai pilihan hidup. Ketika berusia 11 tahun, dia mulai diajak bergabung sebagai vokalis band Tornado. ''Saya bergabung dengan Tornado dari tahun 1968 hingga 1970,'' ungkapnya. Di tahun 1970, ia mulai mengukir prestasi dengan masuk sebagai 10 besar finalis Lomba Bintang Radio se-Provinsi Jawa Timur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walaupun berkutat dengan musik pop, namun, nurani Sylvia bergelegak dalam pusaran dinamika musik rock. Memasuki dasawarsa 70-an, seniman ini mulai terlihat fokus menyanyikan repertoar rock dengan diiringi sederet grup musik yang berada di Jawa Timur, mulai dari The Gembell's, Bentoel, Avia's, Elfira, Bad Session, Oepet, Arfack Band, dan banyak lagi.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Senia Peran&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di samping memilih jalur musik rock, Sylvia Saartje pun mengembangkan bakat seni peran yang dimilikinya. Pada tahun 1972, sutradara Ostian Mogalano mengajak Sylvia ikut bermain dalam film laga bertajuk Tangan Besi. Pada dasawarsa 80-an, Sylvia banyak terlibat dalam beberapa film layar lebar, di antaranya mendapat peran utama dalam film Gerhana (1985). Selain berakting, dia juga diminta untuk menulis ilustrasi musiknya bersama Buche Patty.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Band Wanita&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di tahun 1976, wartawan Mashery Mansyur berniat membentuk band rock wanita. Lalu menyatulah nama-nama, seperti Sylvia Saartje (vokal), Reza Anggoman (keyboards), Rini Asmara (drums), Senny (bass), Lis April (gitar), dan Lenny (gitar) dalam sebuah band dengan nama The Orchid. Sayangnya, usia grup ini tidak panjang. Setelah dikontrak bermain di beberapa tempat, The Orchid pun dinyatakan bubar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setahun kemudian, Ian Antono, gitaris God Bless, menawarkan solo karier bagi Sylvia pada perusahaan rekaman Irama Tara. Saat itu, Ian Antono baru saja sukses menggarap album Duo Kribo di perusahaan Irama Tara. Ternyata album bertajuk Biarawati berhasil sukses di pasaran. Lagu ini sering diputar di berbagai radio swasta di penjuru Nusantara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayangnya, kerja sama dengan Ian Antono hanya berlangsung di album perdana saja. Sylvia Saartje frustrasi, karena album-album solo sesudahnya tidak mampu menyamai sukses album Biarawati. Padahal, album-album solo Sylvia Saartje justru didukung banyak pemusik berkualitas, semisal Jopie Item, Christ Kaihatu, Farid Hardja, Country Jack, Debby Nasution, dan Totok Tewel. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak tahun 1997, praktis Sylvia Saartje memang belum pernah merilis album baru lagi. Tapi, dia terus menulis lagu. Musik memang telah menyatu dalam pembuluh nadinya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;DISKOGRAFI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Biarawati - Irama Tara 1978&lt;br /&gt;2. Kuil Tua - Irama Tara 1979&lt;br /&gt;3. Puas - Irama Tara 1981&lt;br /&gt;4. Mentari Kelabu - Irama Tara 1982&lt;br /&gt;5. Ooh! (Irama Tara 1983)&lt;br /&gt;6. Jakarta Blue Jeansku (Irama Tara 1984)&lt;br /&gt;7. Gerhana (Insan Record 1986)&lt;br /&gt;8. Take Me with You (Logiss Record 1994)&lt;br /&gt;9. Berdayung Sampan (SKI 1995)&lt;br /&gt;10. Skali Lagi! (SKI 1996)&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;FILMOGRAFI&lt;br /&gt;1. Tangan Besi (PT Garuda Film,1972) aktris&lt;br /&gt;2. Barang Antik (PT Kalimantan Film 1983) aktris&lt;br /&gt;3. Gerhana (PT Inem Film 1985) akris/Music Score&lt;br /&gt;4. Kodrat (PT Multi Permai Film 1986) aktris&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Republika, Senin 24 September 2007&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7537407116234902454-102363922125184158?l=indorockstar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indorockstar.blogspot.com/feeds/102363922125184158/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://indorockstar.blogspot.com/2009/01/sylvia-saartje.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7537407116234902454/posts/default/102363922125184158'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7537407116234902454/posts/default/102363922125184158'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indorockstar.blogspot.com/2009/01/sylvia-saartje.html' title='SYLVIA SAARTJE'/><author><name>The Creature</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_2UevuockW4g/SXNUSCpRv7I/AAAAAAAAATI/jANgThfWncU/s72-c/silvia.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7537407116234902454.post-7967425721498250544</id><published>2009-01-18T22:49:00.002+07:00</published><updated>2009-01-18T22:52:48.105+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='art metal'/><title type='text'>MAKARA</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_2UevuockW4g/SXNQIJBUkOI/AAAAAAAAATA/5cK8MuKho3Y/s1600-h/Makara02.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_2UevuockW4g/SXNQIJBUkOI/AAAAAAAAATA/5cK8MuKho3Y/s320/Makara02.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5292662087881101538" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;MAKARA berdiri tahun 1980 di lingkungan Fakultas Hukum UI meskipun cikal bakalnya sudah dimulai sejak 1978 ketika tekanan pemerintah Orde Baru terhadap kalangan mahasiswa sangat represif. Saat itulah Andy Julias dan Januar Irawan menciptakan lagu Sangkakala yang menyulut semangat muda untuk menentang tirani dan sampai saat ini lagu tersebut, setelah di revitalisasi, masih dibawakan oleh MAKARA dalam aktifitas panggungnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MAKARA memang rebellion. Saat kelompok musik lain dipengaruhi musik mainstream fusion jazz-rock, sweet art rock, dan heavy metal, MAKARA memerkenalkan art-metal, suatu konsep yang dipercayai sebagian orang lebih pintar dari heavy metal namun lebih perkasa dari art rock. Saat orang lain sibuk menjadi cover band MAKARA berani membawakan karya sendiri dalam pertunjukan panggungnya. Saat orang lain menciptakan lagu cinta, MAKARA memilih tema sosial. Saat orang lain terpengaruh Guruh Sukarnoputra membuat lirik sansekerta dalam bahasa cinta, MAKARA membuat lirik lugas dan lantang berani mengkritik lingkungan sekitar. Laron-laron tercipta sebagai suatu overview terhadap kegagalan program transmigrasi pemerintah saat itu. Begitu banyak orang datang ke Jakarta tanpa keahlian dan harus menjadi kaum urban kota yang gagal.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Pada saat awal pendiriannya beberapa personel dari lingkungan kampus UI seperti Ikang Fawzi dan Tonny Wenas (Solid 80) sempat bergabung, termasuk juga Denny TR (guitaris) yang saat itu lebih memilih hengkang bergabung dengan Karimata di era Tahun 1983 an. Sepeninggal mereka Harry Mukti (vocal), Adi Adrian (belakangan dikenal sebagai keyboardist Kla), Agus Anhar (guitar) dan Kadri, vocalist berakar jazz pada awalnya dari lingkungan Fakultas Hukum UI yang sempat menggantikan Harry Mukti sebelum akhirnya Harry Mukti kembali bergabung dan menjadikan MAKARA sebagai band rock pertama di Indonesia saat itu yang mempunyai dua ujung tombak vocalist.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan formasi ini MAKARA menguasai panggung rock Jakarta sampai Malang dengan membawakan karya-karya sendiri selain beberapa karya group dunia seperti Saga, Toto dan lainnya dalam porsi kecil. MAKARA saat itu dikenal sebagai band rock generasi kedua setelah generasi God Bless, SAS, Giant Step dan lain-lain. Pada tahun 1984 MAKARA menjuarai Festival Rock Indonesia dan menampilkan Kadri sebagai vocalist terbaik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelan tapi pasti, MAKARA melepas album pertamanya pada 1986 dengan hit Laron-Laron karya cipta Andy Julias dan Januar Irawan yang diproduksi oleh ProSound dengan distribusi Billboard yang merupakan salahsatu dari perusahaan rekaman terbesar saat itu. Dalam rekaman tersebut MAKARA dengan bintang komposer Januar Irawan dan Andy Julias melepas sedikitnya dua lagu untuk corak rock dengan idiom tradisional Indonesia. Lagu "Di Dunia Angan" mengangkat sentuhan musik pentatonis Bali sementara pada lagu "Fabel" memasukkan nuansa musik Minang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengaruh group art-rock dunia seperti Genesis dan Saga sangat kuat di MAKARA. Keberadaan dua vocalist Harry Mukti dan Kadri yang mempunyai karakter suara dan aksi panggung berbeda diharapkan memberikan alternative kepada penggemarnya. Agus Anhar yang sangat kuat dengan gaya heavy metal dan penggemar berat Eddy Van Hallen serta Adi Adrian yang kadangkala banyak menyilangkan nuansa art rock atau techno rock memberikan indikasi betapa luasnya wawasan bermusik MAKARA dalam rekaman Album Pertamanya tersebut. Rekaman MAKARA saat itu dianggap sesuatu yang berani dan sangat diperhitungkan oleh musisi rock lainnya saat itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada 1987 MAKARA manggung untuk terakhir kalinya di suatu panggung rock di Jogjakarta. Kejenuhan membuat MAKARA berhenti berkarya. Harry Mukti vocalist MAKARA hengkang dan bergabung dengan Krakatau. Adi Adrian membentuk Kla Project. Kadri bergabung dengan Once, Kiki Caloh, Eko Partitur, Hayunaji dan Krisna Prameswara di Brawijaya band dan selanjutnya merintis karir menjadi partner di suatu lawfirm corporate lawyer terkenal. Sedangkan Andy Julias merintis kariernya di dunia radio khusus lagu-lagu classic rock dan progressive dan akhirnya membentuk komunitas Indonesian Progressive Society (IPS), tempat bertukar pikiran orang-orang yang memiliki pikiran progesif dan mempunyai kesamaan persepsi terhadap musik, khususnya progressive rock.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MAKARA aktif kembali sejak tahun 2001. Kebangkitan MAKARA kali ini dimotori oleh Andy Julias, Januar Irawan, Agus Anhar dan Kadri. Sayang Januar Irawan harus non-aktif karena kondisi kesehatannya dan Agus Anhar memilih mengundurkan diri. Andy Julias dan Kadri merekrut personel baru dari lingkungan terdekat yang mempunyai visi yang sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ule (Awan Setiawan), dipercaya menjadi bintang komposer baru, selain Andy Julias dan Kadri. Ule terkhir bergabung dengan Adi Adrian dan Lilo dalam kelompok Trend 85 suatu kelompok techno-rock. Saat ini Ule juga menjadi guitarist dan keyboardist MAKARA. Kegiatan sehari-harinya dilakukan diruang studio musik yang dikelolanya yang memungkinkan Ule memiliki cukup waktu bereksperimen ataupun menciptakan karya musik. Gaya bermain Ule sangat dipengaruhi oleh Band Saga dan Night Ranger.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fadhil Indra, seorang keyboardist senior yang mempunyai pengalaman panggung internasional dengan kelompok Discus nya. Fadhil dipercaya banyak memberikan sentuhan symphonic dalam musik MAKARA sehingga warna band ini menjadi neo-progressive. Fadhil pernah bergabung dengan Sea Serpent dan Medium Rock. Fadhil pernah belajar di Intitut Kesenian Jakarta dan tak heran dia mempunyai fondasi musik yang kuat. Gaya bermain Fadhil terinspirasi dari para komposer di era Romantic yang kemudian dikembangkan dengan nafas dan gaya classic rock ELP, Rick Wakeman mau pun Patrick Moraz.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kiki Caloh, seorang in-house lawyer lulusan Fakultas Hukum UI yang dikenal Kadri saat bersama di Brawijaya band, dan aktif bersama Andy dalam kepengurusan di organisasi IPS. Kiki bergabung setelah Januar Irawan harus mengundurkan diri karena kondisi kesehatan. Sama halnya dengan Fadhil, Kiki juga merupakan bassist dari Discus. Selain bermain bass Kiki menggeluti juga kegiatan produksi rekaman. Kiki adalah eksekutif produser dari album Discus yang kedua serta album Nirmana dari Cozy Street Corner dan menjadi music producer dari Nerv (grup pop rock progressive dari Bandung yang dimotori oleh seorang pemain violin wanita). Gaya bermain Kiki sangat dipengaruhi oleh banyak genre musik, dengan didominasi oleh pengaruh rock yang kental di setiap jari-jarinya. Dalam setiap permainannya Kiki sering terinspirasikan oleh grup musik King Crimson, Genesis, Magma, dan Samla Mamma Manna, selain tentunya pengaruh dari musisi top dunia seperti Chris Squire, Jaco Pastorius, dan Tony Levin, yang merupakan "all round" magnet dalam gaya permainan Kiki sehari-hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rifki Rachmat, guitarist berbakat yang sebelumnya pernah bergabung dengan beberapa band rock seperti Cyno(Cynomadeus) dan Pendulum sebelum menggantikan posisi Agus Anhar. Tahun 1994-an Rifki sempat tergabung sebagai gitaris di Harry Mukti band bersama Donny Suhendra. Rifki juga merupakan salah satu pengisi album kompilasi “Gitar Klinik 2” produksi RotorCorp/Hemaswara. Gaya bermain Rifki sangat dipengaruhi oleh George Lynch, Dream Theater, Night Ranger, Van Halen, dan Joe Satriani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jimmo, vocalist muda berbakat yang pada awalnya dijalur pop dan rock alternative. Jimmo pernah berduet dengan Melly untuk single hit mereka “Pujaan ku” yang menjadi theme song film Eiffel I’m in Love. Jimmo juga aktif membuat lagu untuk Melly. Jimmo bukan kompromi tapi strategi. Jimmo direkrut karena karakter suaranya yang expressive dan diharapkan dapat mengisi low frequency mendampingi Kadri yang bersuara tenor membentuk konsep duo vocalist yang solid. MAKARA percaya rekruitmen Jimmo akan meluaskan pangsa pasar musik MAKARA di kalangan muda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian formasi terakhir MAKARA adalah Andy Julias (Drummer), Kadri (Vocalist), Ule (Keyboardist dan Guitarist), Fadhil Indra (Keyboardist), Kiki Caloh (Bassist), Rifki Rahmat (Guitarist), dan Jimmo (Vocalist). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Indonesian Progressive Society&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7537407116234902454-7967425721498250544?l=indorockstar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indorockstar.blogspot.com/feeds/7967425721498250544/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://indorockstar.blogspot.com/2009/01/makara.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7537407116234902454/posts/default/7967425721498250544'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7537407116234902454/posts/default/7967425721498250544'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indorockstar.blogspot.com/2009/01/makara.html' title='MAKARA'/><author><name>The Creature</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_2UevuockW4g/SXNQIJBUkOI/AAAAAAAAATA/5cK8MuKho3Y/s72-c/Makara02.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7537407116234902454.post-278252907073825318</id><published>2009-01-18T22:42:00.002+07:00</published><updated>2009-01-18T22:44:58.509+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='rock'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='classic rock'/><title type='text'>DUO KRIBO</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_2UevuockW4g/SXNOcdGhELI/AAAAAAAAAS4/k68ysT464VI/s1600-h/duokribo30.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 215px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_2UevuockW4g/SXNOcdGhELI/AAAAAAAAAS4/k68ysT464VI/s320/duokribo30.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5292660237845729458" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Era tahun 1970-an banyak sekali bermunculan grup-grup rock top tanah air, antara lain AKA, Rollies, Giant Step, Freedom of Rhapsodia, The Barong, SAS, Super Kid, dan God Bless. Band-band tersebut memiliki performa yang begitu spektakuler dan menggebrak panggung rock nusantara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun sayang penjualan dari album-album grup tersebut kurang begitu bagus, kecuali God Bless, lewat album Huma di Atas Bukit (1975). Namun, ketika pentas rock nasional mulai dirundung paceklik dan grup-grup rock tersebut mulai sepi order, tiba-tiba dunia permusikkan nasional terutama rock dihebohkan dengan hadirnya duet maut antara Achmad Albar (God Bless) dengan Ucok Harahap (AKA). Mereka berdua bersekutu dalam Duo Kribo di tahun 1977.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Kolaborasi ini tentu saja menyita perhatian dari para fans keduanya serta para pecinta musik rock tanah air. Karena pada kenyataannya kedua rocker itu saling bersaingan apalagi mereka sama-sama mengusung musik cadas. Namun bagi produser mereka tidak memandang dari sisi itu, akan tetapi mereka melihat persamaan fisik yaitu sama-sama berambut kribo yang memang pada waktu itu menjadi tren bagi kawula muda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Penasaran pecinta rock&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kolaborasi ini muncul ketika AKA alias Apotik Kali Asin pimpinan Ucok pecah dan Achmad dengan God Bless-nya mulai sepi order manggung. Duet ini memang sangat berhasil apalagi album-album Duo Kribo meledak di pasaran sampai terjual 100.000 kaset. Angka tersebut di era 1970-an sudah sangat fenomenal bagi ukuran musik rock yang memang waktu itu pasar jenis musik ini sangat kecil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keberhasilan album-album mereka didasarkan pada rasa penasaran para pecinta musik rock. Mereka ingin tahu seperti apa sih kalau duo superstar bersatu dalam satu album rekaman. Koki musik dari album-album Duo Kribo ditangani oleh gitaris God Bless, Ian Antono, yang dibayar Rp 300 ribu - untuk satu album. Duo Kribo memiliki 4 buah album yang semuanya meraih sukses besar. Album pertama bertajuk Duo Kribo Volume 1 (Irama Tara, 1977) terdiri dari 8 lagu yaitu 'Monalisa', 'Neraka Jahanam', 'Rahmat dan Cinta', 'Cukong Tua', 'Discotique', 'Wadam', 'Kenangan' dan 'Kami Datang'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Album tersebut menghasilkan hits legendaris seperti 'Neraka Jahanam', 'Rahmat dan Cinta', dan 'Monalisa'. Lagu 'Neraka Jahanam' kemudian dipopulerkan kembali oleh penyanyi rock, Pungki Deaz, di era 1980-an yang termuat dalam Album 20 karya arranger, Ian Antono, (Musica Studio, 1999) serta oleh grup rock top saat ini, Boomerang dalam album Segitiga (Logis Record, 1998). Sementara itu, lagu 'Cukong Tua' dinyanyikan kembali oleh mantan penyanyi rock grup Dara Puspita, Titiek Hamzah, dalam album Tragedi (Jakson Record, 1982).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sukses album pertama membuat Duo Kribo merilis Volume II (Irama Tara, 1978). Album ini terdiri dari 9 lagu, yaitu 'Pelacur Tua', 'Hidup Sederhana', 'Penari Jalang', 'Pacaran', 'Menunggu', 'Tertipu Lagi', 'Rumah Hantu', 'Fajar Menikam', dan Hujan. Ian Antono dalam album kedua ini mengajak sesama rekannya di God Bless, Yockie Suryoprayogo, untuk mempermanis lagu-lagu slow lewat sentuhan jarinya pada piranti keyboard.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Album kedua ini melahirkan hits legendaris seperti 'Penari Jalang' dan 'Pelacur Tua'. Lagu 'Fajar Menikam' dan 'Hujan' kembali dinyanyikan oleh Grace Simon dalam album Grace Simon 1979 (Musica Studio, 1979). Lagu 'Hujan' dan 'Tertipu Lagi' juga didaurulang oleh Achmad Albar, Nicky Astria, dan Ian Antono, dalam bentuk akustik yang tertuang dalam album Jangan Ada Luka (HP Record, 1996).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tahun 2004, grup top era ini, GIGI, juga mendaurulang lagu 'Tertipu Lagi' yang tertuang dalam album Tribute To Ian Antono (Sony Music Indonesia, 2004). Album kedua Duo Kribo ini sempat menimbulkan kontroversi dalam spot iklan di TVRI terutama lagu 'Penari Jalang' dan 'Pelacur Tua'. Duo Kribo kembali meluncurkan Volume III Special Edition (Irama Tara, 1978) yang menghadirkan 8 lagu baru di side A. Yaitu 'Terkekang', 'Indahnya Cinta', 'Selamat Tidur Raja', 'Rayuan Harta, 'Penjual Jamu', 'Pantai Sunyi', 'Kenyataan', dan 'Nenek Antri Permen'. Di side B terdapat 8 lagu lama yaitu 'Tertipu Lagi', 'Pelacur Tua', 'Fajar Menikam', 'Penari Jalang', 'Monalisa', 'Neraka Jahanam', 'Rahmat &amp; Cinta', dan 'Discotique'.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Film Duo Kribo&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Sukses dengan 3 album membuat mereka dilirik oleh Perusahaan Film Intercine untuk membuat film Duo Kribo yang dirilis tahun 1978 dan disutradarai oleh Edward Sirait yang menampilkan Achmad Albar, Ucok Harahap, Grace Simon, dan Eva Arnaz. Film ini mengisahkan tentang dua saudara kembar yaitu Albar dan Ucok. Keduanya sama-sama berkecimpung dalam dunia musik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ucok yang diasuh dan dibesarkan di Medan merupakan penyanyi lagu-lagu melankolis sementara Albar yang dibesarkan di Jakarta dan sempat belajar serta bermain musik di Eropa adalah penyanyi lagu-lagu berirama cadas dan kembali ke Indonesia menebar ancaman bagi Ucok. Mereka akhirnya bertemu dan sama-sama memiliki banyak penggemar yang kemudian diduetkan oleh cukong musik di Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika film tersebut dikerjakan, mereka bersama Ian Antono juga membuat album keempat bertajuk Dunia Panggung Sandiwara (Musica, 1978). Album tersebut terdiri dari 11 lagu, yaitu 'Aku Harus Jadi Superstar', 'Duo Kribo', 'Uang', 'Panggung Sandiwara', 'Kenangan Elvis', 'Sang Cinta, 'Mencarter Roket', 'Ibu', 'Semut', 'Superstar', dan 'Anak Muda' (menampilkan Grace Simon) plus 2 buah instrumen yaitu insrumentalia 'Di Pantai Bina Ria' dan 'Air Port Halim'.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Album ini menghasilkan hits legendaris dan sangat terkenal sampai ke dataran ASEAN. Lagu tersebut adalah 'Dunia Panggung Sandiwara' yang liriknya ditulis oleh penyair tersohor Indonesia, Taufik Ismail. Lagu ini dijadikan sebagai salah satu master piece milik 'dewa gitar ASEAN', julukan bagi Ian Antono. God Bless sering membawakan lagu tersebut di setiap kali pementasan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lagu tersebut juga pernah dipopulerkan kembali oleh Grace Simon, Nicky Astria, (alm) Nike Ardilla, Ramli Syarif (rocker Singapura), dan Sheila On 7. Lirik yang ditulis oleh Taufik Ismail begitu sederhana, tapi maknanya sangat dalam dan mampu diberikan sentuhan musik yang sangat indah oleh Ian Antono.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Rambah ke negara jiran&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keberhasilan album-album Duo Kribo tidak hanya di Indonesia akan tetapi merambah ke Malaysia dan Singapura. Album mereka sukses, karena musik Duo Kribo memang lebih simpel dan mudah dicerna apalagi lirik yang sebagian besar ditulis oleh Achmad Albar sangat pas untuk kawula muda era 70-an. Lagu-lagu Duo Kribo dianggap sebagai model lagu rock Indonesia. Namun sayang dari 4 album yang diluncurkan tidak ada kolaborasi yang istimewa. Vokal lebih banyak diisi oleh Achmad Albar (God Bless) sedangkan Ucok hanya menyesuaikan saja apalagi waktu itu Ucok harus bolak-balik Jakarta-Surabaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Proyek Duo Kribo hanya sebatas pada unsur persamaan fisik yaitu kedua-duanya sama-sama berambut kribo. Apabila mereka diduetkan secara serius oleh sang produser mungkin hasilnya akan lebih dahsyat. Sementara Achmad Albar, Ucok Harahap, dan Ian Antono, nampaknya juga terbentur masalah waktu. Seharusnya mereka tidak harus berpikir jauhnya jarak antara Jakarta - Surabaya. Memang betul apa yang pernah diutarakan oleh Achmad Albar bahwa suksesnya album-album Duo Kribo karena para fans Ucok 'AKA' Harahap dan Achmad Albar di samping faktor musik yang mudah dicerna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dominannya vokal Iyek (panggilan akrab Achmad Albar) memang menonjol sekali, namun tetap mampu membuat Duo Kribo berkibar di era 70-an. Proyek Duo Kribo mampu menggodok uang banyak, karena lebih komersil dan lebih diterima oleh para pecinta musik tanah air ketimbang album God Bless, AKA atau The Rollies.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini diakui oleh Albar dari God Bless dan Ucok dari AKA. Tahun 2001, duet ini sempat nongol lagi mengisi acara di salah satu stasiun televisi swasta bahkan pernah menyatakan akan rekaman lagi. Namun sayang itu semua hanya khayalan karena Iyek lebih mengutamakan God Bless ketimbang Duo Kribo. [Agustino/KPMI]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diskografi Duo Kribo&lt;br /&gt;1977 : Duo Kribo Vol 1 (Irama Tara)&lt;br /&gt;1978 : Duo Kribo Vol 2 (Irama Tara)&lt;br /&gt;1978 : Duo Kribo Vol 3 (Irama Tara)&lt;br /&gt;1978 : Panggung Sandiwara (Musica)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;indonesian tunes&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7537407116234902454-278252907073825318?l=indorockstar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indorockstar.blogspot.com/feeds/278252907073825318/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://indorockstar.blogspot.com/2009/01/duo-kribo.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7537407116234902454/posts/default/278252907073825318'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7537407116234902454/posts/default/278252907073825318'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indorockstar.blogspot.com/2009/01/duo-kribo.html' title='DUO KRIBO'/><author><name>The Creature</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_2UevuockW4g/SXNOcdGhELI/AAAAAAAAAS4/k68ysT464VI/s72-c/duokribo30.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7537407116234902454.post-2494933337910323159</id><published>2009-01-18T22:06:00.003+07:00</published><updated>2009-01-18T22:14:49.407+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='punk'/><title type='text'>ENDANK SOEKAMTI</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_2UevuockW4g/SXNHGtRrKLI/AAAAAAAAASw/YIauz0UXZbU/s1600-h/soekamti....jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_2UevuockW4g/SXNHGtRrKLI/AAAAAAAAASw/YIauz0UXZbU/s320/soekamti....jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5292652167648979122" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Tanggal 1 Januari 2001 begitu berarti untuk tiga orang berandalan dari jogja Erix, Ari &amp; Dori!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berawal dari keisengan &amp; banci tampil,Erix mengajak Ari &amp; Dori untuk memikat lawan jenis dengan nge-jamn disebuah event dimlm pergantian tahun. Applaus ratusan orang yang memadati Java café jogja menggema setiap lagu selesai dimainkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Respon baik dari teman-teman musisi dimlm itu membuat trio ini memutuskan untuk tetap jalan, dari situ timbul nama “nyleneh” Endank Soekamti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walopun terkesan asal-asalan,Nama Endank Soekamti mengandung filosofi yin dan yang bagi mereka. Dua nama tersebut merupakan 2 pribadi yang sangat berbeda. Nama Endank dicomot dari si Endang gebetan Ari yang begitu cantik dan baik hati, Sedangkan Soekamti diambil dari ibu guru Erix yang judes, jahat &amp; galak. Yapz… cukup untuk mewakili baik &amp; buruk.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Setelah itu mereka mulai latihan di studio untuk persiapan mengikuti beberapa acara lokal.anehnya mereka ga pernah lolos seleksi &amp; berakhir sebagai penggembira. Merasa dendam &amp; ga puas sebagai penonton, mereka merubah strategi dengan membuat 2 lagu demo, setelah itu melakukan pendekatan ke radio-radio. Alhasil 2 lagu mereka sukses diputar di radio. Berkat lagu yang tiap pagi siang &amp; malam mereka request sendiri di radio sebagai pancing, Jogjakarta pun pelan2 mulai mengenal Endank soekamti Sampai akhirnya tiba juga banyak orang suka &amp; merequest lagu mereka.6 bulan menjadi top request Endank Soekamti meroket di kota sendiri. Mulai dari situ tawaran manggung ga pernah sepi. Bahkan hampir Semua event lokal dikampus2 menampilkan mereka sebagai bintang tamu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belum puas dengan botol sebagai bayaran, mereka memutuskan untuk berjuang menuju industri musik nasional. Diakhir tahun 2002 mereka mencoba membuat demo secara digital recording dirumah sendiri untuk dikirim ke label-label besar di Jakarta.Karna bosan menunggu tanggapan dari Jakarta,Erix Dory Ari melakukan diskusi dengan senior2 musisi dijogja,disitulah Pongky jikustik dan tony trax terinspirasi untuk membuat sebuah Label &amp; merekrut Endank soekamti sebagai artisnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Juni 2003 Endank Soekamti merilis album pertama “KELAS I” dibawah bendera Proton Record, tak disangka jika respon pendengar musik nasional sangat antusias dengan album ini. Data sampai akhir 2006 mencatat 40ribu keping telah terjual.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seiring dengan semakin dikenalnya Endank Soekamti muncul sekumpulan anak2 muda yg menamakan diri sebagai kamtis family (fans Endank Soekamti) di berbagai penjuru kota di Indonesia yang jumlahnya semakin hari semakin banyak. Dukungan kamtis membuat mereka lebih bersemangat bertahan di gilanya industrii music indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ditahun 2004 Endank Soekamti mulai dilirik Warner Music Indonesia &amp; 2005 akhirnya endank soekamti merilis album kedua “Pejantan Tambun” dibawah Label besar Warner Music Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melewati perjuangan dari panggung kepanggung sepanjang tahun 2005-2006 album ini mengalami penurunan terjual 30.000 copy . Ironisnya showcase mereka tercatat dengan jadwal yang lbh padat. Bahkan ditahun itu Endank soekamti sempat mendapat gelar RAJA PENSI diJKT.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di tahun 2007 mereka merilis album ketiga dengan judul “sssttt!!!”. Album yang penuh experiment ini direkam &amp; dimixing sendiri dirumah dengan alat yang serba sederhana. mereka juga menambah pendewasaan lagu tanpa mengurangi cirri khas mereka yg sedikit nakal. Sound yg dihasilkan pun bs dipertanggung jawabkan, bahkan banyak yang berpendapat sound album ketigalah yang paling matang . Dialbum ini juga sebuah pembuktian bahwa Endank soekamti termasuk band yg sangat survive &amp; exis. bahkan banyak yang berpendapat sound album ketigalah yang paling matang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;indonesian tunes&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7537407116234902454-2494933337910323159?l=indorockstar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indorockstar.blogspot.com/feeds/2494933337910323159/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://indorockstar.blogspot.com/2009/01/endank-soekamti.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7537407116234902454/posts/default/2494933337910323159'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7537407116234902454/posts/default/2494933337910323159'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indorockstar.blogspot.com/2009/01/endank-soekamti.html' title='ENDANK SOEKAMTI'/><author><name>The Creature</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_2UevuockW4g/SXNHGtRrKLI/AAAAAAAAASw/YIauz0UXZbU/s72-c/soekamti....jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7537407116234902454.post-6928344301999462260</id><published>2009-01-18T21:28:00.004+07:00</published><updated>2009-01-18T23:23:02.125+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='punk'/><title type='text'>ESNANAS</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_2UevuockW4g/SXNEGXIgJvI/AAAAAAAAASo/pF95_EZfOXc/s1600-h/esnanas.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 275px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_2UevuockW4g/SXNEGXIgJvI/AAAAAAAAASo/pF95_EZfOXc/s320/esnanas.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5292648863170045682" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;ESNANAS: Musik Dengan Rasa Menyegarkan!&lt;/span&gt; Pada awal 2000-an di Jogja, nama band yang satu ini sudah tidak asing lagi. Setiap menyebut ESNANAS, penggila musik di kota budaya itu akan langung menunjuk ke sebuah band yang berisi empat orang anak muda dengan vokalis cewek. Tapi di level nasional, nama ESNANAS memang belum nyaring. Nama ESNANAS justru sering disebut 'gara-gara' Sheila on 7. Ketika main di Soundrenaline 2002, Anton, drummer S07 "menghilang" dan digantikan (sementara) oleh Kiki Marino, dramer ESNANAS. Orang kemudian sering menyebut Kiki ESNANAS. Dari situlah, nama band pengusung punk melodic ini mulai dikenal. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski dibentuk di Jogja, beberapa personil awalnya justru dari University of California, Amerika Serikat. Mereka terbentuk tahun 1995. Formasi awalnya adalah Dave Marino (gitar), Paul Martin (vokal), John Leys (vokal), Leo Napitupulu (gitar kelahiran 3 Agustus 1979), Kiki Marino (drums kelahiran 14 April, 1977), dan Anto (bass). Seperti band-band lainnya, mereka memainkan musik dari musisi yang mempengaruhi musiknya seperti Rancid, Red Hot Chili Pepper, Shelter, Sublime, Helmet, sampai Alanis Morissette. Sebenarnya mereka ngeband diseng-iseng mengisi waktu lowong cuti kuliah mereka. &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;ESNANAS juga sesekali manggung menggunakan vokalis cewek. Freelance vokalis, katanya. Namanya Vanessa Golding. Tak heran, kalau ESNANAS juga piawai melantunkan tembang-tembang Alanis misalnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Soal nama ESNANAS ini juga punya latarbelakang yang lucu. "Tidak ada arti spesial sih," jelas mereka. Tadinya karena ketika mencipta lagu, vokalisnya sering melantunkan suara seperti 'easy na..na..na' sampai akhirnya mereka sepakat 'mengindonesiakan' menjadi ESNANAS. "Yah anggap saja seperti es nanas, menyegarkan. Lagian kan gampang diingat," imbuh mereka serempak. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski sudah cukup dikenal di Jogja, mereka belum memutuskan untuk terjun serius di dunia musik. Mereka nge-band cuma untuk bersenang-senang dan bisa gila-gilaan di panggung. Tapi kemudian mereka berpikiran lain ketika punya penggemar yang tidak sedikit dan mulai dibayar untuk pementasannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayang, masa cuti berakhir. Yang sekolah di Amerika harus kembali. Alhasil, hampir enam bulan lebih ESNANAS benar-benar menghilang dari dunia musik. Nyaris dianggap bubar. Leo dan Kiki, dua personil yang tinggal di Jogja rupanya sudah kadung cinta bermusik. Mereka mengaudisi beberapa anggota baru dan siap ke panggung lagi. Formasi baru yang masuk adalah Rachel Vla (vokalis kelahiran 8 September, 1981), Yuyud Gabeller (gitaris 31 Desember, 1979), dan Doni J.R. (bas). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ESNANAS sempat juga masuk ke album Indie Ten 2 lepasan Sony Music Indonesia. Sayang, meski lagunya Kunang-Kunang klipnya bolak-balik di televisi, tapi nasib baik belum berpihak. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Usai album indie itu, Doni cabut (akhirnya jadi vokalis Seventeen, band Jogja juga). Masing-masing personil juga sibuk dengan proyek sendiri-sendiri, meski ESNANAS tetap berlatih. Mereka dibantu additional basis (kelak jadi personil tetap), Bryan Azhar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada bulan Februari 2003 kontrak mereka dengan Sony musik resmi sudah selesai, dan mereka telah siap untuk merilis album mereka secara independen jika tidak ada label yang berminat untuk memproduksinya. Saat itu Brian Azhar (basis kelahiran 18 February 1977) telah resmi ikut dalam formasi band. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Desember 2003, mereka merilis album self titled dibawah bendera BMG Indonesia. Album ini melahirkan hit single Ex-Man&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tembang.com&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7537407116234902454-6928344301999462260?l=indorockstar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indorockstar.blogspot.com/feeds/6928344301999462260/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://indorockstar.blogspot.com/2009/01/esnanas.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7537407116234902454/posts/default/6928344301999462260'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7537407116234902454/posts/default/6928344301999462260'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indorockstar.blogspot.com/2009/01/esnanas.html' title='ESNANAS'/><author><name>The Creature</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_2UevuockW4g/SXNEGXIgJvI/AAAAAAAAASo/pF95_EZfOXc/s72-c/esnanas.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7537407116234902454.post-8729488788297502416</id><published>2009-01-18T21:07:00.007+07:00</published><updated>2009-01-18T22:41:42.983+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='rock'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='classic rock'/><title type='text'>KANTATA TAKWA</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_2UevuockW4g/SXM6uFg91dI/AAAAAAAAASg/n9m9HxWSfj8/s1600-h/200px-iwan_fals_-_kantata_takwa1.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 234px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_2UevuockW4g/SXM6uFg91dI/AAAAAAAAASg/n9m9HxWSfj8/s320/200px-iwan_fals_-_kantata_takwa1.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5292638550519305682" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;AKHIR dekade 1980-an lahir sebuah kelompok musik bernama Kantata Takwa. Grup ini merupakan kumpulan tokoh-tokoh yang memiliki kharisma di bidangnya masing-masing. Mereka adalah Iwan Fals dan Sawung Jabo, pengarang lagu dan penyanyi berbobot dengan jutaan penggemar; Setiawan Djody, pengusaha sukses sekaligus musisi ternama; WS Rendra, penyair dan dramawan yang berwibawa; Jockie Suryoprayogo, arranger dan pemain keyboard senior; Donny Fatah, pemain bas musik rock yang ulung; dan Innisisri, seorang pemain drum dan perkusi yang kreatif. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun 1990, mereka mengelurkan album perdana bertitel Kantata Takwa. Dari album yang juga menghadirkan permainan gitar Eet Sjahranie dan Raidy Noor, gebukan dram Budhy Haryono serta tiupan saksofon Embong Rahardjo ini, melejit nomor Kesaksian yang sangat ekspresif&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Meskipun merupakan grup musik, Kantata mempunyai kekhasan dibanding grup-grup lain. Kantata lebih tepat disebut sebagai sebuah forum komunikasi, diskusi, dan pengejawantahan kreativitas dari sensitivitas sosio-estetik para personilnya. Visi yang kuat akan kondisi sosial budaya menjadikan mereka sebagai wujud representasi baru atas perjalanan panjang serta dinamika kehidupan masyarakat kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi Kantata musik adalah sarana untuk mengomunikasikan lirik hasil perjalanan tersebut. Oleh karena itu, Kantata tidak mengikrarkan diri sebagai wakil dari jenis musik tertentu. Hal terpenting adalah meramu musik mana yang paling pas untuk mengiringi lirik masing-masing lagu mereka. Melodi lagu-lagu mereka tidak berniat membuai orang hingga lupa akan maknanya, tetapi cenderung lugas hingga pesan yang dikandung dalam lirik menjadi transparan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka ketika kita mengapresiasi nyanyian Kantata, yang terbentang adalah potret-potret kehidupan, mulai dari yang religius hingga yang tragis. Simak, misalnya, lagu Kesaksian yang menggambarkan berbagai tregedi yang harus dikabarkan atau Orang-orang Kalah yang menggambarkan daya hidup "wong cilik". Sementara itu, lagu Kantata Takwa sendiri merefleksikan kepasrahan manusia di hadapan Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sukses dengan album perdana yang terjual ratusan ribu keping, Kantata lantas membuat gebrakan di dunia pertunjukan. Malam itu, 23 Januari 1990 di Stadion Utama Senayan Jakarta berkumpul ratusan ribu penikmat musik untuk menikmati konser akbar Kantata. Konser tersebut tercatat sebagai salah satu konser terbesar dalam catatan sejarah musik Indonesia, baik dari segi kuantitas penonton maupun dalam kualitas penyelenggaraan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa bulan kemudian, Kantata melakukan konser tur yang tak kalah akbarnya ke berbagai daerah, antara lain konser di Surabaya pada 11-12 Agustus 1990 dan konser di Solo pada 11-12 September 1990.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah sukses dengan album perdana dan serangkaian turnya, Kantata Takwa tak terdengar lagi kabarnya. Para personilnya lebih terfokus pada aktivitas masing-masing. Iwan Fals menggarap album solonya, yakni Cikal, Belum Ada Judul, Hijau, dan Orang Gila. Setiawan Djody juga sibuk menggarap album solo perdananya, Dialog. Sedang-kan Sawung Jabo bersama kelompok Sirkus Barock menggarap album Fatamorgana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya, beberapa dari personil Kantata tetap berkolaborasi, hanya saja mereka mengibarkan bendera yang berbeda. Iwan Fals, Sawung Jabo, Innisisri dan beberapa musisi lain sempat tergabung dalam kelompok Swami dan Dalbo. Pada 1994, Iwan Fals dan Sabung Jabo bahkan mengelurkan album duet berjudul Anak Wayang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Indikasi kemunculan kembali Kantata baru terlihat pada awal 1995. Saat itu mereka manggung untuk kalangan terbatas di Hardrock Cafe Jakarta. Tak lama kemu-dian, tanggal 15 Oktober 1995 Kantata kembali menggelar konser akbar di lapangan terbuka di Surakarta. Hasil rekaman pertunjukan yang dijejali sekitar 300.000 penonton itu ditayangkan oleh TPI. Kini, lagu-lagu dari konser tersebut secara bergantian biasanya hadir pula pada acara Panggung Mania di TPI setiap Minggu malam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kantata nampaknya memang bertekad untuk kembali menghangatkan jagad musik Indonesia. Terbukti, menjelang akhir 1996 mereka berkumpul di Camping Lawu Resort, Tawangmangu, Solo, Jawa Tengah. Di bumi perkemahan seluas 14 hektar milik setiawan Djody ini Kantata menggarap album kedua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka yang berkumpul tidak banyak berubah dari album pertama. Mereka adalah Iwan Fals (gitar/harmonika/vokal), S. Djody (gitar/vokal), Sawung Jabo (gitar/timpani/vokal), WS Rendra (lirik), Jockie S. (music director /keyboard/vokal), Innisisri (drum/perkusi), dan Donny Fatah (bas). Sedangkan yang terbilang sebagai pendatang baru adalah Totok Tewel (gitar) dan Doddy Katamsi (vokal).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka pada awal 1997 keluarlah album mereka, Kantata Samsara. Seperti kata Setiawan Djody, lahirnya Kantata Samsara berangkat dari keinginan untuk menghidupkan kembali Kantata Takwa. Oleh karena itu, kata Samsara diambil yang dalam bahasa Sanskerta berarti "lahir kembali".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara umum, Kantata Takwa dan Kantata Samsara memiliki kepekaan, daya kritis, dan totalitas daya hidup yang sama. Meskipun demikian, di antara keduanya memiliki tema yang agak berbeda. Kantata Samsara lebih berbicara tentang obsesi dan revitalisasi menyongsong tantangan abad XXI. Dalam konteks ini, Kantata berpihak pada keadilan dan kepastian hukum dengan berpegang pada solidaritas dan kebersama-an. Simak, penggalan lirik lagu Samsara berikut ini: "…Keadilan, kehidupan, ditegakkan / Kebersamaan, kemakmuran, dilautkan / Apakah masih ada angin cinta kebersamaan / gerhana meratap jiwa membara / kesatuan berbangsa, digemakan / Samsara…"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal yang juga agak berbeda bahwa lagu-lagu pada album Kantata Samsara terasa lebih kontemplatif serta banyak menggunakan bahasa simbol yang liris. Permenungan yang mendalam dan bahkan menyayat, begitu terasa pada lagu Anak Zaman, Songsonglah, dan Lagu Buat Penyaksi. Sementara itu, ramuan bahasa simbol dapat dinikmati pada lagu Nyanyian Preman, Asmaragama, dan Langgam Lawu. Kantata juga membuat lagu berlirik Inggris, For Green and Peace, sebuah lagu yang merefleksikan harapan akan kesejahteraan dan kedamaian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memasuki awal 1998, Kantata kembali hadir dengan mengeluarkan album ketiga, Kantata Takwa Samsara. Sebenarnya album ini merupakan kompilasi dari dua album sebelumnya. Walaupun demikian ada sedikit perbedaan. Untuk lagu Gelisah yang diambil dari album pertama mendapat penambahan aransemen pada intronya dan untuk lagu Kesaksian yang juga diambil dari album pertama ditambah dengan narasi WS Rendra. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun 1999, tanpa didukung Iwan Fals, Kantata kembali melahirkan album berjudul Kantata Revolvere yang diproduksi Kantata Bangsa Foundation. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka kembali bergabung, termasuk Iwan Fals yang beberapa tahun sebelumnya menyatakan keluar, menggelar konser di Parkir Timur Senayan, 30 Agustus 2003. Konser yang diberi title Konser Kantata Takwa: Kesaksian 2003 ini menghadirkan personil asli yang terbentuk di awal Kantata. Secara jumlah penonton yang mencapai 150-an ribu, konser ini bisa dibilang sukses.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pikiran Rakyat&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7537407116234902454-8729488788297502416?l=indorockstar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indorockstar.blogspot.com/feeds/8729488788297502416/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://indorockstar.blogspot.com/2009/01/kanatat-takwa.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7537407116234902454/posts/default/8729488788297502416'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7537407116234902454/posts/default/8729488788297502416'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indorockstar.blogspot.com/2009/01/kanatat-takwa.html' title='KANTATA TAKWA'/><author><name>The Creature</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_2UevuockW4g/SXM6uFg91dI/AAAAAAAAASg/n9m9HxWSfj8/s72-c/200px-iwan_fals_-_kantata_takwa1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7537407116234902454.post-8664695923545364785</id><published>2009-01-18T20:24:00.004+07:00</published><updated>2009-01-18T20:39:20.386+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='progesif rock'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='classic rock'/><title type='text'>GURUH GIPSIY</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_2UevuockW4g/SXMw95G-JSI/AAAAAAAAASY/J8JgTDFk22c/s1600-h/Guruh%2BGipsy.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 284px; height: 320px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_2UevuockW4g/SXMw95G-JSI/AAAAAAAAASY/J8JgTDFk22c/s320/Guruh%2BGipsy.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5292627826950677794" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;GURUH GIPSY: Roh ProgresiveRock Yang Masih Terasa.&lt;/span&gt; BAGI KALANGAN penggemar Progresif Rock, nama band GURUH GIPSY tampaknya menjadi semacam "kalimat sakti" untuk memberi contoh, bagaimana sebuah musik yang beraliran progresif rock dimainkan. Band yang hanya berumur setahun ini (1976-1977), menorehkan bercak panjang pada perjalanan musik di Indonesia, bahkan hingga kini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Band ini termasuk kelompok musik legendaris di Tanah Air. Album mereka satu-satunya yang dirilis pada masa itu, yang melejitkan komposisi Chopin Larung, Janger 1897 Saka atau Smaradhana dianggap memuat aransemen progresif yang sangat jenius. Di mana mereka melebur elemen gamelan Bali serta orkestra ke dalam musik rock. Album ini dipuji di mana-mana. Bahkan hingga ke mancanegara. &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Tapi tahukah Anda, album Guruh Gipsy yang disebut-sebut sebagai musik jenius ini ternyata hanya direkam di Studio Tri Angkasa (waktu itu daerah Kebayoran Baru -red) yang masih menggunakan 16 track. Menarik bukan, mencermati band yang sampai sekarang masih sering disebut-sebut ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Album "Guruh Gipsy" (Rilis 1977). Line Up-nya Keenan Nasution (drums,vokal), Chrisye (bass,vokal), Abadi Soesman (mini-moog), Roni Harahap (all piano+organ), Odink Nasution (all guitars),Guruh Soekarno (all gamelan,all lyrics).Plus guest players Trisuci Kamal (piano), Gauri Nasution (gitar), Hutauruk Sisters (Female back up singers), I Gusti Kompyang Raka (Gamelan +Balinese Singers),Orkestra RRI dan banyak lagi. Guruh Gipsy mencoba mengawinkan idiom musik tradisional Bali plus musik Barat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski telat dari Ray Manzarek (eks The Doors) yang meramu Gamelan Bali dengan rock atau Eberhard Schoener yang membuat "Bali Agung", tapi upaya Guruh Gipsy patut diberi acungan jempol meski ada sedikit cacat dimana pada lagu"Djanger Saka 1897" tiba-tiba nongol introduksi khas dari Genesis "Watcher Of The Skies". Ternyata sang arranger Roni Harahap lagi demam Genesis pada saat album ini direkam pada tahun 1975. Disini permainan drum Keenan juga mengikuti gaya Bruford. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski hanya setahun dan satu album, tapi nama-nama yang terlibat, sampai sekarang masih mewarnai dunia musik (dan kesenian) di Indonesia. Guruh Soekarno misalnya. Pentolan Guruh Gipsy ini adalah bungu Presiden Pertama Ir Soekarno dengan Fatmawati. Di album ini, Guruh bermain kibor dan gamelan, selain mencipta lirik untuk semua lagu. Inilah band eksperimental Guruh yang cukup sukses. Sampai sekarang Guruh masih aktif berkesenian meski lebih banyak berkiprah di dunia tari. Personil lainnya adalah Chrisye, yang ketika itu main sebagai basis dan vokal. Nama ini sampai sekarang menjadi ikon musik pop yang masih tergolong sukses di pentas musik nasional. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abadi Soesman sampai sekarang juga masih berikibar sebagai musisi yang kerap membawakan lagu-lagu he Beatles. Selian itu, Abadi masuk lagi ke line-up God Bless bareng Ahmad Albar, Donny Fatah dan Ian Antono. Di Guruh Gipsy, Abadi memainkan Mini Moog. Keenan Nasution adalah drumer di Guruh Gipsy. Namanya kini memang agak pudar, tapi bukan berarti tak berkiprah lagi. Selain itu, &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keenan kini dikenal sebagai musisi yang berpoligami (makluj, istrinya lebih dari 1 -red). Usai dari band ini, bersama saudaranya Odink Nasution (gitaris di Guruh Gipsy -red), dia membantuk Gank Pegangsaan yang juga menjadi salah satu band yang cukup berpengaruh. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara arrangernya adalah Roni Harahap. Nama ini dikenal "jenius" di balik Guruh Gipsy. Album yang kental dengan warna gamelan Bali ini diolah sedemikian rupa oleh Roni sehingga menjadi satu musik progresif rock yang luarbiasa. Idenya memang dari Guruh Soekarno, tapi Roni bisa menterjemahkan dengan bagus. Salah satu lagu yang dianggap luarbiasa adalah Indonesian Mahamaddeka yang sound-nya dianggap seperti ELP (Emerson Lake Palmer -red).  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mencermati lirik-lirik lagu di album Guruh Gipsy memang kental dengan warna Bali. Bukan kebetulan kalau Guruh pun punya darah Bali dari neneknya. Apalagi sejak kecil, Guruh juga sudah belajar tari Bali. Artinya, kesenian Bali bukan barang baru buatnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu lagu yang terkenal adalah Chopin Larung. Tentu agak aneh, ketika Chopin yang musisi klasik disandingkan dengan budaya Larung. Memang tak hanya orang asing tertarik dengan Kuta, seniman sekelas Guruh Soekarnoputra menciptakan lagu tentang kehidupan wisata di Kuta. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lewat lagu "Chopin Larung" yang dinyanyikan Chrisye, Guruh mengisahkan kehidupan pariwisata dari pantai, Legian, sampai Kayuaya (kini Hotel Oberoi). Ada nada prihatin yang disampaikan Guruh terhadap dampak negatif dari pariwisata, seperti masalah narkotika. Hal ini disampaikan lewat kalimat simbolik, "anak lacur melalung ngadolin ganja". Kemudian apabila pergaulan dengan orang asing tidak dilakukan dengan selektif, maka akan bisa merusak seni budaya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Guruh juga mengingatkan, agar masyarakat Kuta tidak lupa dengan Widhi (Tuhan). Sebab kalau itu terjadi, "tan urungan jagi manemu sengkala" (tak urung bakal bisa menemui malapetaka). Kemudian pada syair penutup, Guruh mengajak nyama braya (saudara-saudara) ring Bali, agar jangan sampai melupakan kewaspadaan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Guruh Gipsy memang sudah "lenyap" secara fisik, tapi secara pengaruh budaya, band ini masih dianggap sebagai salah satu pengusung Progresif Rock terbaik di Indonesia. Tak heran, sampai sekarang, orang masih banyak yang berburu album ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TEMBANG.com &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7537407116234902454-8664695923545364785?l=indorockstar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indorockstar.blogspot.com/feeds/8664695923545364785/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://indorockstar.blogspot.com/2009/01/guruh-gipsiy.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7537407116234902454/posts/default/8664695923545364785'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7537407116234902454/posts/default/8664695923545364785'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indorockstar.blogspot.com/2009/01/guruh-gipsiy.html' title='GURUH GIPSIY'/><author><name>The Creature</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_2UevuockW4g/SXMw95G-JSI/AAAAAAAAASY/J8JgTDFk22c/s72-c/Guruh%2BGipsy.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7537407116234902454.post-2226828449795416008</id><published>2009-01-17T01:14:00.005+07:00</published><updated>2009-01-17T01:42:09.582+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='punk'/><title type='text'>SUPERMAN IS DEAD</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_2UevuockW4g/SXDTmF50TFI/AAAAAAAAASI/krwumfbYGTo/s1600-h/sid.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 284px; height: 284px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_2UevuockW4g/SXDTmF50TFI/AAAAAAAAASI/krwumfbYGTo/s320/sid.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5291962213533502546" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Berawal pada tahun 95, ketika personel sebuah band heavy metal Thunder bernama Ari Astina aka Jerinx merasa bosan dan ingin mencari sebuah inspirasi baru. Kemudian kebetulan drummer band new wave punk Diamond Clash Budi Sartika aka Bobby Cool juga sedang ingin berganti profesi tuk menjadi seorg gitaris dan vokalis. Secara kebetulan kedua pemuda ini bertemu di Kuta dan kemudian mrkpun membentuk sebuah band punk. Pada saat itu posisi bass masih diisi oleh additional bassist bernama Ajuz.Lagu2 Green Day pulalah yg menjadi cover song mrk pada waktu pertama2 mereka nge-jam. Namun datanglah seorang bernama Eka Arsana aka Eka Rock. Dan dia ini kebetulan sedang dlm pencarian identitas diri,oleh krn itu merasa tertarik dg visi dari kedua pemuda tersebut. Resmilah eka bergabung dg Jerinx juga Bobby. Pada saat itu mrkpun mengambil nama Superman's SilverGun sbg nama band punk mrk yg pertama.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Kurang sreg dg pemilihan nama tsb,maka mrk pun sepakat menggantinya menjadi Superman Is Dead yg dlm konteks ini memiliki arti bahwa manusia yg sempurna hanyalah ilusi belaka dan imaginasi manusia yg tidak akan pernah ada. Lahirlah Superman Is Dead yg kerapkali diakronimkan dg sebutan SID, sebuah titik awal dr sebuah kebangkitan. Tak lama nama SID semakin bergaung di bali,krn padatnya show dan konser yg digelar pada waktu itu, ditambah lagi dg aktivitas underground di Bali yg boleh dibilang cukup produktif. SID kian menapakkan sayapnya utk terbang dan menjadi sukses. Puncaknya adl ketika mrk membuka konser Hoobastank di Hard Rock Cafe-Kuta Bali. Nama mrk semakin dikenal publik,apalagi ditambah dg kehadiran mrk di bbrp even di Jakarta, semakin menambah kepercayaan diri SID utk berani melakukan gerakan revolusioner, khususnya di blantika musik Indonesia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SID merilis tiga album pertama mereka secara independen yaitu, Case 15 (1997), Superman is Dead (1999), dan Bad Bad Bad(mini album, 6 tracks,2002)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun 2003 mereka bergabung dengan Sony-BMGP Indonesia. Perdebatan yg demikian alotnya antara pihak SID dan Sony berlangsung cukup lama.  Masing2 pihak bersikeras mempertahankan posisinya masing2. Pada waktu itu terjadi perdebatan seputar bahasa yg akan digunakan dlm lagu2 SID. Dalam diskusi tsb pihak SID menginginkan 90% lagu2 mrk akan memakai bhs inggris,namun pihak Sony bersikeras agar porsi lagu2 SID yg berbhs inggris dikurangi. Setelah beberapa bulan akhirnya kedua belah pihak menyepakati bahwa porsi lagu SID akan menjadi seperti: 70%inggris dan sisanya Indonesia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kuta Rock City dirilis secara resmi pada Maret 2003 dibawah label Sony Music Indonesia. Dengan single-single andalannya yaitu Punk Hari Ini dan Kuta Rock City yang kental dengan pengaruh Green Day dan NOFX langsung membuat nama SID disejajarkan dengan band-band cadas ternama lainnya. Album perdana SID ini langung melambungkan nama SID sebagai band pendatang baru terbaik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The Hangover Decade, album yang dirilis tahun 2004 ini, merupakan penanda 10 tahun SID berdiri. Di album keduanya SID masih mengambil jalur Punk seperti pada album Kuta Rock City, Di Album ini SID kembali memasukkan beberapa lagu lamanya seperti Long Way to The Bar, TV Brain, dan Bad bad bad.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Album selanjutnya, Black Market Love, yang dirilis tahun 2006 ini terkesan lebih dewasa, dengan lirik yang bercerita tentang kemarahan alam, keserakahan manusia, keadaan sosial dan politik. Dengan memasukkan unsur-unsur alat musik seperti akordion, trompet dan keyboards, seperti pada lagu Bukan Pahlawan dan Menginjak Neraka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diskografi:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Album studio:&lt;br /&gt;1. Case 15 (1997)&lt;br /&gt;2. Superman is Dead (1999)&lt;br /&gt;3. Bad Bad Bad (EP) (2002)&lt;br /&gt;4. Kuta Rock City (2003)&lt;br /&gt;5. Hangover Decade (2004)&lt;br /&gt;6. Black Market Love (2006)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Album kompilasi:&lt;br /&gt;1. No PLace To Get Fun (2002)&lt;br /&gt;2. Bad Bad Bad (2002)&lt;br /&gt;3. New Generation Calling (2003)&lt;br /&gt;5. 100% Attitude (1999)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7537407116234902454-2226828449795416008?l=indorockstar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indorockstar.blogspot.com/feeds/2226828449795416008/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://indorockstar.blogspot.com/2009/01/superman-is-dead.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7537407116234902454/posts/default/2226828449795416008'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7537407116234902454/posts/default/2226828449795416008'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indorockstar.blogspot.com/2009/01/superman-is-dead.html' title='SUPERMAN IS DEAD'/><author><name>The Creature</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_2UevuockW4g/SXDTmF50TFI/AAAAAAAAASI/krwumfbYGTo/s72-c/sid.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7537407116234902454.post-49002045870176921</id><published>2009-01-17T00:41:00.004+07:00</published><updated>2009-01-17T01:42:42.510+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='metal'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='rock'/><title type='text'>SERINGAI</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_2UevuockW4g/SXDMA7hpM6I/AAAAAAAAAR4/NpavKrNzMJA/s1600-h/seringai.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 170px; height: 241px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_2UevuockW4g/SXDMA7hpM6I/AAAAAAAAAR4/NpavKrNzMJA/s320/seringai.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5291953878511203234" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Seringai adalah band beraliran rock yang terbentuk tahun 2002, tak lama setelah Arian13 menuntaskan petualangan 10 tahunnya di scene independent bersama band hardcore Puppen yang berbasis di Bandung. Bersama Ricky (gitaris Step Forward), Toan (bass), dan Khemod (drummer Aparat Mati) ia kemudian membentuk sebuahunit rock baru. Musikalitas dari Seringai dipengaruhi oleh band-band seperti Motorhead, Black Sabbath, AC/DC, Black Flag. Tak lama kemudia Toan mengundurkan diri, masuklah Sammy mengambil alih posisi bassist.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Berbekal mini album High Octane Rock pada tahun 2004, Seringai mampu menyeruak di antara band pendatang baru. Walaupun hanya berisi delapan lagu -satu diantaranya Jealous Again merupakan cover version Black Flag- Seringai mampu membuat music maniac menyadari dan menanti kehadiran mereka. Album ini laku keras dengan terjual sampai 15.000 keping hingga kini. Single mereka Membakar Jakarta, Alkohol, Akselerasi Maksimum sempat menjadi anthem di beberapa pensi anak SMA Jakarta dan Bandung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aksi panggung yang memukau serta provokatif membuat crowd dibebaskan untuk melepaskan semua penat di arena dansa. Seringai dan mosh pit adalah dua hal yang tak terpisahkan. Hal tersebut menjadi nilai tambah bagi band yang mempunyai loyalis dengan sebutan serigala militia ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;September 2007, Seringai merilis Full Album yang bertitel Serigala Militia. 11 lagu bertegangan tinggi ditampilkan untuk menghajar telinga tanpa ampun, dengan perpaduan musik antara southern rock dengan metal. Dalam album ini terdapat sebuah single yang sangat anthemic dari semua single mereka yaitu Mengadili Persepsi (Bermain Tuhan).&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7537407116234902454-49002045870176921?l=indorockstar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indorockstar.blogspot.com/feeds/49002045870176921/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://indorockstar.blogspot.com/2009/01/seringai.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7537407116234902454/posts/default/49002045870176921'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7537407116234902454/posts/default/49002045870176921'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indorockstar.blogspot.com/2009/01/seringai.html' title='SERINGAI'/><author><name>The Creature</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_2UevuockW4g/SXDMA7hpM6I/AAAAAAAAAR4/NpavKrNzMJA/s72-c/seringai.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7537407116234902454.post-6130152830806169265</id><published>2009-01-14T23:49:00.005+07:00</published><updated>2009-01-15T00:16:58.307+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='industrial'/><title type='text'>KOIL</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_2UevuockW4g/SW4cBVN8GmI/AAAAAAAAAQ4/_A5BY9WScxA/s1600-h/koil-group-photo.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 250px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_2UevuockW4g/SW4cBVN8GmI/AAAAAAAAAQ4/_A5BY9WScxA/s320/koil-group-photo.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5291197421407967842" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;KOIL berdiri pada tahun 1993, dengan formasi : Otong (vokal), Doni (gitar), Imo (Bass), Leon (Drum). Sejak awal berdiri Koil memutuskan untuk membuat dan memainkan lagu-lagu ciptaan sendiri. Keputusan ini merupakan hal yang kurang lazim saat itu , karena kebanyakan band saat itu lebih sering membawakan lagu orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan usaha keras akhirnya Koil berhasil menciptakan beberapa buah lagu dan pada tahun 1994 dengan dana yang minim Koil bisa masuk studio rekaman dan merekam sekitar 8 buah lagu. Kemudian lagu-lagu itu dirilis dalam single yang berjudul "Demon From Nowhere". Kaset ini hanya diedarkan terbatas, selain karena keterbatasan dana juga karena saat itu Koil kesulitan untuk mendapatkan tempat untuk menjual kaset tersebut. Satu-satunya tempat yang mau memasarkannya adalah Reverse Outfits, sebuah toko kepunyaan Richard Mutter ( ex drummer Pas band)&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Pada tahun 1996, seorang produser bernama Budi Soesatio dari label Project Q (label yang mengeluarkan album Slank 1-3) tertarik untuk merilis album Koil dan mengkontrak Koil sebanyak 2 album. Maka pada bulan September 1996 KOIL merilis full albumnya yang pertama yang berjudul “KOIL”, lagu-lagu di album ini sebagian diambil dari single Demo From Nowhere.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Album ini mendapat tanggapan positif dari khalayak musik Indonesia terutama pencinta musik rock, karena musik dan lirik nya dianggap tonggak baru dalam kancah musik rock Indonesia. Musik yang diusung Koil adalah musik rock yang dipenuhi dengan sampling sampling suara . Sampling itu tidak hanya berasal dari instrumen musik tapi juga dari suara-suara yang ada disekitar kita seperti suara air, suara besi dipukul, suara panci dipukul suara-suara binatang, suara orang pidato, dll, yang digarap dengan penggunaan teknik sampling yang apik . Dari segi lirik, penulisan lirik-lirik yang mengekspresian kekosongan hati, kegelapan dan kehampaan cinta yang dituangkan dalam bait-bait lirik berbahasa Indonesia,menjadi suatu nilai plus bagi koil karena lirik bahasa Indonesia masih jarang dipakai untuk jenis musik rock seperti Koil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kerjasama Project Q dan Koil sebenarnya masih menyisakan 1 buah album lagi tapi karena dihadang krisis moneter menyebabkan Project Q tidak dapat memproduksi album ke-2 Koil. Akhirnya pada tahun 1998 Koil memutuskan untuk keluar dari Project Q.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah keluar dari Project Q, Koil merilis single Kesepian ini Abadi di bawah label Apocalypse Record. Sebuah label yang dibuat oleh Otong (Koil) dan Adam (Kubik). Kaset single ini pun diedarkan secara indie melalui jaringan distro-distro underground yang saat itu sudah mulai banyak bermunculan di kota-kota besar,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dirilisnya album ini membuat nama Koil kembali naik ke permukaan ditandai dengan banyaknya tawaran manggung yang datang. Seiring dengan itu, Koil mencoba konsep baru dalam pertunjukannya yaitu dengan memasukan unsur-unsur lain dalam pertunjukannya yaitu fashion dan tarian . Unsur fashion yang mendapat perhatian besar dari Koil adalah penggunaan kostum khusus dalam setiap penampilannya.. Kostum dari kulit, berwarna hitam , penuh asesoris logam , sepatu boots tinggi , membuat penampilan Koil berbeda dengan band-band lainnya. .Ditambah lagi dengan aksi para penari wanita yang berpakaian seksi membuat pertunjukan semakin menarik. Hal ini akhirnya menjadi trademark bagi Koil, sebagai band rock pertama di Indonesia yang memadukan fashion, tari dan musik pada saat manggung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah merilis single ini, Koil kembali masuk studio rekaman untuk menyelesaikan materi lagu untuk album berikutnya, diselingi juga dengan membantu para musisi lain diantaranya meremix lagu dari Puppen, Burger Kill, Jasad. Lagu-lagu Koil juga masuk di beberapa kompilasi seperti : Best Alternative Indonesia ( prod Aquarius Musikindo), Ticket To Ride ( Spills Record), Kompilasi Viking-Persib.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada bulan Februari 2001, setelah melewati perjuangan keras yang penuh tantangan seperti kesulitan dana rekaman, minimnya peralatan musik, teknologi rekaman yang baru , dalam pembuatan album akhirnya Koil merilis full albumnya yang ke-2 yang berjudul Megaloblast dibawah label Apocalypse Record. Album ini berisikan 10 buah lagu dan berbungkus artwork kover yang sangat apik, berwarna dominan putih bergambar muka seorang wanita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada saat pertama dirilis pendistribusian kaset ini dilakukan hanya lewat jaringan distro-distro underground di Jakarta dan Bandung ,pemesanan melalui pos, dan beberapa toko kaset . Cara ini terpaksa ditempuh oleh Koil yaitu untuk menekan biaya pendistribusian Tapi walaupun dengan cara seperti ini album Megalobalst dapat terjual sekitar 15 ribu kopi (sebuah angka yang cukup besar untuk ukuran indie label dan cara pendistribusian seperti ini ).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Angka penjualan ini didukung oleh promo yang gencar yaitu dengan membuat ribuan poster dan baligo yang di pasang di jalan-jalan utama, untuk melakukan promosi seperti ini Koil dibantu banyak pihak seperti distro-distro, radio, majalah, dan yang mengundang kontroversi adalah bantuan dari Restoran McDonalds Cihampelas Bandung (restoran McDonalds dimusuhi komunitas underground di bandung saat itu). Store Manager restoran McDonalds saat itu adalah Wisnu Aji Nugroho aka Wayank ( pendiri band/clothing citysounds ) kabarnya adalah sahabat koil&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah itu untuk menambah tingkat penjualannya, Koil membuat video klip untuk lagu Mendekati Surga dan klip itu dikirim ke MTV , tidak disangka-sangka ternyata klip itu mendapat tanggapan positif dari pihak MTV . (saat itu MTV belum menayangkan klip-klip band indie). Setelah beberapa kali ditayangkangkan, klip ini mendapat respon yang sangat tinggi di MTV, (bahkan menurut pihak MTV melebihi request terhadap lagu Linkin Park) , Hal itu membuat pihak MTV mengundang KOIL untuk tampil dalam acara MTV Musik Award 2003.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat potensi ini, pada bulan Oktober 2003 sebuah label yaitu ALFA RECORD menawarkan kerjasama untuk merilis kembali album Megaloblast dengan pendistribusian yang lebih luas yaitu seluruh Indonesia. Akhirnya pada bulan Desember 2003 album Megaloblast dirilis kembali dengan penambahan 2 buah lagu remix dan perubahan artwork kover album, menjadi berwarna hitam, oleh karena itu album ini sering disebut MEGALOBLACK. Untuk menambah tingkat penjualan, Koil membuat 2 buah video klip lagi yaitu untuk lagu Kita Dapat Diselamatkan dan lagu Dosa Ini Tak Akan Berhenti. Kedua video klip ini di buat oleh rumah produksi “Cerah Hati”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peredaran kaset Koil secara nasional membuat orang makin mudah mendapatkan kaset Koil maka dengan sendirinya penjualan kaset Koil terus meningkat. Keadaan ini membuat Koil semakin dikenal di dunia musik Indonesia, sebagai salah satu band indie yang dapat disejajarkan dengan band-band major label. Prestasi Koil ini mendapat perhatian dari majalah Times Asia, sehingga dalam salah satu tulisannya menyebut Koil sebagai salah satu band rock masa depan Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun 2007 Koil merilis ALbum Blacklight Shines On. Album ini merevolusi model bisnis musik di Indonesia karena diedarkan secara gratis. Mereka menggandeng label minuman keras, Jack Daniel's, sebagai sponsor. Di internet album ini dirilis dalam bentuk mp3 for free download. Selain itu juga menjadi bonus bagi beberapa media dan berbagai event. Single Semoga Kau Sembuh menjadi soundtrack film Kuntilanak 2. Dan dibuat videoclinya oleh Rizal Mantovani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diskografi:&lt;br /&gt;    * 1994: Demon From Nowhere&lt;br /&gt;    * 1996: Koil&lt;br /&gt;    * 2001: Megaloblast&lt;br /&gt;    * 2007: Blacklight Shines On&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7537407116234902454-6130152830806169265?l=indorockstar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indorockstar.blogspot.com/feeds/6130152830806169265/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://indorockstar.blogspot.com/2009/01/koil.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7537407116234902454/posts/default/6130152830806169265'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7537407116234902454/posts/default/6130152830806169265'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indorockstar.blogspot.com/2009/01/koil.html' title='KOIL'/><author><name>The Creature</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_2UevuockW4g/SW4cBVN8GmI/AAAAAAAAAQ4/_A5BY9WScxA/s72-c/koil-group-photo.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7537407116234902454.post-5245653790595842095</id><published>2009-01-14T23:01:00.003+07:00</published><updated>2009-01-15T00:18:49.488+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='punk'/><title type='text'>ROCKET ROCKERS</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_2UevuockW4g/SW4NpdU9hyI/AAAAAAAAAQo/TDUBzLIHfyg/s1600-h/rocket+roc.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 300px; height: 235px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_2UevuockW4g/SW4NpdU9hyI/AAAAAAAAAQo/TDUBzLIHfyg/s320/rocket+roc.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5291181618105255714" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Rocket Rockers lahir pada tahun 1998 dengan nama awal Immorality President (Firman guitar/voc, Aska guitar/voc, Bisma bass/voc, Doni drums), namun nama itu hanya berjalan sekitar 1 tahun saja, karena vokalis yang pertama keluar karena satu dan lain hal. Sehingga pada tahun 1999 para personelnya masih mencari vokalis, dan akhirnya mereka mendapatkan seseorang yang bernama Ucay yang baru saja keluar dari band skate rock terdahulunya New Kicks On The Board. Setelah Ucay masuk, nama Immorality President berubah menjadi Rocket Rockers dengan pertimbangan membuat image baru yang lebih fresh. Terciptalah Rocket Rockers dengan formasi awal: (Aska guitar/voc, Ucay vocal, Bisma bass/voc, Doni drums).&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Dengan formasi 4 personel, Rocket Rockers memulai dari bawah. Menjadi band seleksian untuk mendapatkan panggung, menjadi bagian paling memorable, dimana mereka merasakan jerih payah sulitnya mendapatkan panggung di kota sendiri (Bandung). Berbagai penolakan dari acara-acara yang dimasuki menjadi cambuk bagi mereka untuk terus keep on the line dan tidak mengikuti trend musik yang sedang hype waktu itu, karena musik yang Rocket Rockers bawakan masih jarang bergema di panggung-panggung bawah tanah dan pensi-pensi. Sampai akhirnya mereka membutuhkan 1 lagi personil untuk mengisi posisi guitar agar lebih harmoni. Lalu masuk Lope mengisi posisi rhythm. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan formasi berlima, merekapun mulai dikenal di berbagai acara kampus, pensi dan underground (walau Rocket Rockers tidak mengklaim diri sebagai band underground, karena mereka hanya ingin bermain musik, that’s it ). Namun mereka sangat dekat sekali dengan semua komunitas/scene independent dikotanya maupun diluar kota, sehingga banyak link yang mensupport propaganda mereka. Salah satunya dengan masuknya Rocket Rockers ke kompilasi-kompilasi seperti Fallen Angel, Still Punx, Still Sucks!, No Place To Get Fun, Bad Tunes And Some Ordinary Things, Ripple (Demo) #8, New Generation Calling, Hati Keccil (vcd bmx). Rocket Rockers juga sempat menjadi salah satu band pembuka Skin Of Tears (band punkrock asal Jerman) di Dago Tea House Bandung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai akhirnya pada tahun 2001 ketika mereka main di acara Bazzar SMU Taruna Bakti Bandung, aksi panggung mereka dilirik oleh Robin Malau (mantan gitaris band hardcore legendaris: Puppen). Robin pada waktu itu menawarkan Rocket Rockers untuk menjadi band perwakilan Volcom, karena Puppen yang pada saat itu disponsori oleh Volcom Indonesia akan bubar jalan. Kontan mereka cukup shock dengan penawaran tersebut, karena tidak menyangka sama sekali. Jalan sudah terbuka, dan mereka berpikir inilah saatnya untuk maju ke level berikutnya. Rocket Rockers-pun mulai dikenal di komunitas skateboard seiring seringnya mereka main di acara skateboarding seperti acara Volcom itu sendiri, kejuaraan Indonesia Skateboard Association (ISA), dll. Hampir sekitar 6 bulan jalan dengan di-endorse oleh Volcom, akhirnya Rocket Rockers resmi kontrak dengan Volcom Indonesia pada tanggal 1 Juni 2002. Belum sebulan setelah resmi kontrak dengan Volcom, Rocket Rockers juga mendapat kontrak sponsor dari produk kacamata skate/surf Electric sunglasses.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada bulan Agustus 2002 akhirnya Rocket Rockers mengeluarkan album pertamanya yang bertitle "Soundtrack For Your Life" dibawah label indie Off The Records. Album "Soundtrack For Your Life" cukup mendapatkan respon yang luar biasa dari berbagai kalangan. Sampai suatu saat, single lagu "Finishkan" menjadi No.1 beberapa minggu di chart indie Radio Prambors. Berbagai media masa cetakpun memprediksikan Rocket Rockers menjadi "The Next Big Thing" (Hard Act To Follow Next Year) bersama Superman Is Dead, The White Stripes, The Hives dan The Vines –Majalah HAI No.45 11 Nov 2002-. Juga beberapa media massa seperti Boardriders, Ripple Magazine, Pause Magazine, Gadis, Kawanku, Pikiran Rakyat, dll mulai banyak mengulas Rocket Rockers. Untuk video clip, Rocket Rockers memilih single "Tergila" garapan Cerrahati dan sudah tayang di MTV. Pensi-pensi sampai acara independent-pun banyak mengundang Rocket Rockers untuk menjadi bagian dari acara. Sampai akhirnya gaung Rocket Rockers mulai merambah ke luar kota dan pulau. Sebutlah Jakarta, Bekasi, Subang, Pandeglang, Surabaya, Yogyakarta, Semarang, sudah dilalui dan undangan dari Medan, Bali, Balikpapan, Ujung Pandang, Singapore terus meramaikan e-mail dan guestbook di website. Melihat demand yang semakin tinggi terhadap Rocket Rockers, membuat mereka harus menjalankan band dengan profesional, sampai akhirnya bergabung dengan Soda Music Development bersama Burgerkill. Tata management yang rapih dan profesional sudah dilaksanakan Rocket Rockers untuk berbagai kepentingan seperti negosiasi acara, masuk kompilasi, soundtrack, merchandise, sponsorship sampai website.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah album pertama sukses di pasaran hingga mencapai angka 10.000 copy lebih, bulan Agustus 2003 Rocket Rockers habis kontrak dengan Off The Records. Namun sayang, Off The Records tidak dapat memenuhi kewajibannya kepada Rocket Rockers, malah semakin mis-komunikasi. Lalu di akhir 2003, Doni (drummer) resmi mengundurkan diri dari Rocket Rockers untuk menyelesaikan studi-nya. Posisi drum lalu di ganti oleh Ozom (Khrisna) dan menjadi personel tetap. Ozom sempat juga aktif membantu di beberapa band seperti Killed By Butterfly, Authority, Marvel, LBL, dll. Dengan modal seadanya akhirnya Rocket Rockers membuat 5 lagu demo live untuk merilis E.P mereka sendiri dengan records sendiri. Namun tanpa di duga, akhir tahun 2003 Sony Music memberikan tawaran untuk merilis album. Rocket Rockers akhirnya resmi kontrak 6 album dengan Sony Music. Sampai akhirnya keluarlah album ke 2 mereka yang ber-title "Ras Bebas" berisikan 15 lagu. Informasi terakhir, website Rocket Rockers juga sudah masuk ke dalam punkrock.org bersama band-band international lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Discografi:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   1. Still Punx Still Sucks ( Melodic Punk Compilation ) –My Own Deck/Ryan’s Records- Cassette&lt;br /&gt;   2. Fallen Angel Magazine + Demo –CD &amp; Cassette&lt;br /&gt;   3. No Place To Get Fun ( Compilation ) –No Label Records-&lt;br /&gt;   4. Bad Tunes and Some Ordinary Things ( Melodic Punk Compilation ) –My Own Deck- CD&lt;br /&gt;   5. Ripple Magazine #8 + Demo Cassette&lt;br /&gt;   6. Hatikeccil (vcd bmx)&lt;br /&gt;   7. Rocket Rockers "Soundtrack For Your Life" –Off The Records- Cassette&lt;br /&gt;   8. New Generation Calling ( Compilation ) –Spills Records- Cassette&lt;br /&gt;   9. Rocket Rockers "Ras Bebas" –Sony Music- CD/Cassette&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7537407116234902454-5245653790595842095?l=indorockstar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indorockstar.blogspot.com/feeds/5245653790595842095/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://indorockstar.blogspot.com/2009/01/rocket-rockers-lahir-pada-tahun-1998.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7537407116234902454/posts/default/5245653790595842095'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7537407116234902454/posts/default/5245653790595842095'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indorockstar.blogspot.com/2009/01/rocket-rockers-lahir-pada-tahun-1998.html' title='ROCKET ROCKERS'/><author><name>The Creature</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_2UevuockW4g/SW4NpdU9hyI/AAAAAAAAAQo/TDUBzLIHfyg/s72-c/rocket+roc.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7537407116234902454.post-778145725580584297</id><published>2009-01-11T23:45:00.001+07:00</published><updated>2009-01-11T23:49:35.878+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='rock'/><title type='text'>ANDROMEDHA</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_2UevuockW4g/SWoi_8_yM_I/AAAAAAAAAQA/wl-7f8G-wkc/s1600-h/Andromedha-KonserRock1992.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 197px; height: 112px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_2UevuockW4g/SWoi_8_yM_I/AAAAAAAAAQA/wl-7f8G-wkc/s320/Andromedha-KonserRock1992.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5290079194400830450" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Gonta-ganti personil tampaknya sudah menjadi kebiasan bagi band hard rock dari Surabaya ini. Satu-satunya personil yang setia mengawal Andromedha adalah Yoyok, sang dummer yang hingga akhirnya dia bersama Piyu kelak mendirikan PADI.&lt;br /&gt;Dalam formasi pertama, beberapa personil lainnya adalah Heru (Vokal), Lucky (Gitar) serta Yani dan Juki, pada 1989 merilis single 'Prestasi'.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Masuk tahun 1990, ada perubahan personil, yakni Pungky Deaz (Vokal), Hendrix Sanada (Bass) dan James (Keyboard) menggantikan posisi Heru, Yani dan Juki. Pada formasi ini mengahasilkan single legendaris 'Lamunan' yang tersohor dan konon pula sempat merajai chart radio di Malaysia yang berdampingan dengan 'Isabella' nya SEARCH. Pada sesion rekaman debut album 'Konser Rock' tahun 1991, posisi James digantikan oleh Deny Ireng. Pada tahun 1992 hingga tahun 1993 posisi gitar ditempati oleh Ipunx dari Power Metal. Sementara Lucky sendiri masuk Power Metal, sehingga semacam tukar personil gitar antara Andromedha dan Power Metal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diskografi :&lt;br /&gt;1. Prestasi (single Komp Festival Rock #5), 1989 - Logiss Records&lt;br /&gt;2. 'Lamunan' &amp; 'Sengketa' (single Komp Rock &amp; Metal I), 1990 - Harpa Records&lt;br /&gt;3. Konser Rock (Album), 1991 - Harpa Records.&lt;br /&gt;4. 'Doa yang Terlupa' &amp; 'Liar' (single Komp Rock &amp; Metal III), 1992 - Harpa Records.&lt;br /&gt;5. Emosi (single Komp Festival Rock #7), 1993 - Logiss Records.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;www.gemuruh.com&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7537407116234902454-778145725580584297?l=indorockstar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indorockstar.blogspot.com/feeds/778145725580584297/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://indorockstar.blogspot.com/2009/01/andromedha.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7537407116234902454/posts/default/778145725580584297'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7537407116234902454/posts/default/778145725580584297'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indorockstar.blogspot.com/2009/01/andromedha.html' title='ANDROMEDHA'/><author><name>The Creature</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_2UevuockW4g/SWoi_8_yM_I/AAAAAAAAAQA/wl-7f8G-wkc/s72-c/Andromedha-KonserRock1992.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7537407116234902454.post-7881101857658406358</id><published>2009-01-11T23:38:00.003+07:00</published><updated>2009-01-11T23:43:37.943+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='death metal'/><title type='text'>TRAUMA</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_2UevuockW4g/SWog1iK_NDI/AAAAAAAAAP4/sepLLGn7kGY/s1600-h/traumafoto.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 306px; height: 260px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_2UevuockW4g/SWog1iK_NDI/AAAAAAAAAP4/sepLLGn7kGY/s320/traumafoto.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5290076816378115122" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;TRAUMA adalah salah satu band pengusung musik `death metal'tertua di Indonesia yang masih aktif hingga saat ini. Terbentuk di Jakarta pada tanggal 18 Agustus 1992 dan sudah tampil lebih dari 250 kali di berbagai event di banyak kota di seluruh Indonesia seperti di seputar Jabodetabek, Bandung, Denpasar-BALI, Medan, Bogor, Sukabumi, Rangkasbitung, Krawang, Cilacap, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, Malang, Solo, Cirebon, Kendal, Pekanbaru, dll...&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Demo pertama TRAUMA "Incomplete damnation" dirilis di tahun 1997 dan di tahun 1998 TRAUMA akhirnya merilis full length album perdana yang berjudul "Extinction of Mankind" via label indie local ; MORBID NOISE RECORDS. Berisikan 10 buah lagu. Genap satu tahun setelah rilis, di tahun 1999 album ini kemudian dilisensi secara ekslusif oleh PSYCHIC SCREAM ENTERTAINMENT (Sebuah label asal Malaysia dengan dukungan distribusi yang kuat dari PONY CANYON) untuk market Malaysia,Singapore dan Thailand. Dan di tahun 2000, sebuah label anyar asal Chicago USA; OWL RECORDS akhirnya juga melisensi album "Extinction of Mankind" untuk pasaran yang lebih luas. Kali ini dalam format kaset dan juga CD. Label ini juga kemudian meriliskan Split album TRAUMA/CALLIGERY (Czech Republik) di tahun yang sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selepas itu, TRAUMA juga kerap merilis split album dengan banyak band yang berasal dari berbagai Negara. Di tahun 2000 PSYCHIC SCREAM ENT (Malaysia) juga meriliskan split album TRAUMA dengan band UNVEILED yang berasal dari Malaysia untuk wilayah pemasaran worldwide. Label local EXTREME SOULS PRODUCTION (2002) juga meriliskan live TRAUMA dengan band `mince core' legenda anal Belgia; AGATHOCLES. Album tsb diberi tiel "Death Metal vs. Mince Core". Di tahun yang sama pula, respon yang sangat positif datang dari sebuah label asal Negeri Belanda; MANGLED MAGGOT STEW RECORDS. Label ini kemudian menggabungkan TRAUMA dan band asal Belanda; TUMOUR dalam sebuah split album yang diberi title "Death Metal vs. Gore Grind". Sukses dengan ini, MANGLED MAGGOT STEW RECORDS yang bermarkas di Holland ini kemudian meriliskan 4 way Split album yang berisikan 4 band; TRAUMA (Indonesia) / PLANKTON (Belanda) / SANGUINARY (Belanda) / INTUMESCENCE (Belanda)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejauh ini TRAUMA juga sudah ambil bagian di lebih dari 50 judul album kompilasi yang dirilis oleh label major maupun yang via indie label, baik yang berasal dari Indonesia maupun luar Indonesia. Salah satu kompilasi `terbesar' adalah "METALIK KLINIK" (Vol.1-1997 dan V-2003). Album Produksi Rotorcorp/MUSICA ini konon terjual lebih dari 100.000 keping hingga saat ini. Selain itu TRAUMA juga ikut serta dalam kompilasi album bertitel "PANGGILAN PULAU PUAKA' ( Vo1.II dan III) yang dirilis oleh PSYCHIC SCREAM ENT dari Malaysia. Khabarnya album ini juga merupakan album kompilasi musik metal terlaris di Malaysia pada tahun 2000-2001. PONY CANYON - Malaysia juga sempat menyertakan TRAUMA dalam kompilasi CD nya yang ber-titel "METAL KLASIK Malaysia vs. Indonesia". Lagu-lagu dari TRAUMA juga sempat ikut di berbagai album kompilasi yang diproduksi oleh label-label anal Prancis, Amerika, Australia, Russia, Jerman, Ukraina, Thailand, Mexico, dll.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa lagu milik TRAUMA juga sempat menjadi #1 di beberapa program musik rock di radio local termasuk I-Radio "I-ROCK" yang menempatkan lagu "Pelangi Hitam" dari TRAUMA (Juni 2002) di posisi teratas chart yang dibuatnya. Posisi ini bahkan sempat bertahan selama 5 minggu berturut-turut. TRAUMA juga wring menghiasi halaman-halaman interview dari berbagai media cetak di tanah air baik fanzine/magazine underground yang berasal dari berbagai kota di Indonesia maupun media-media yang lebih `mainstream'. TRAUMA juga kerap mendapatkan tempat di berbagai media cetak yang berasal dari luar Indonesia baik berupa Interview, profil band maupun ulasan album. Album-album TRAUMA juga kerap mendapat respons positif dari banyak label/Magazine di luar negeri seperti: RELAPSE (Usa) atau juga BRUTALIZED Magazine (Usa), bahkan Max Cavalera (SEPULTURA / SOULFLY) sempat memberi komentar Lagu-lagu TRAUMA via email. TRAUMA sempat tampil secara live selama 30 menit dalam sebuah acara televisi yang bejudul "Go-Rock" yang diadakan oleh TVRI di tahun 2002.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TRAUMA selalu berusaha tampil secara maksimal dan orisinil dalam penyuguhan musik death metal yang dimainkannya tanpa menjadi sebuah band `copy cat' band-band manta negara yang sangat banyak memberi pengaruh terhadap keberadaan dan eksistensi TRAUMA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya, pada tangga126 Maret 2003, TRAUMA merilis full length album ke-2 via KROSSOVER Records /MUSICA. Album ini diberi title "Paradigma; Demi Hidup Tak Perlu Harus Mati" dan berisikan 111agu. Album ini terjual lebih dari 10.000 unit selepas 2 minggu tanggal perilisannya... Video clip dari album ini ; "Api dalam Otak" juga kerap ditayangkan di MTV Indonesia di tahun 2003.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan 4 bulan selepas album "Paradigma..." dirilis, sebuah label indie EDELWEISS Production akhirnya juga meriliskan sebuah buku autobiography TRAUMA yang berjudul "Dimensi paradigma". Buku yang ditulis oleh Nino Aspiranta (Vocalis TRAUMA) ini berisikan lengkap tentang perjalanan karir band ini mulai tahun 1992-2003.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atas banyaknya permintaan, di Bulan Desember 2004, genap 6 tahun semenjak debut album "Extinction of mankind" dirilis di tahun 1998, akhirnya, VARIANT MUSIC INDONESIA (VMI) dengan dukungan distribusi dari ALFA RECORDS sepakat untuk merilis ulang debut album ini termasuk 1 buah lagu unreleased yang menjadi bonus di dalamnya. Album ini tampil dalam kemasan yang baru (termasuk cover kaset yang baru). Dan lagu andalan "Human Suffering" yang dianggap sebagai 'lagu kebangsaan TRAUMA akhirnya juga dibuatkan video clip. Ini merupakan video clip ke-3 TRAUMA setelah "Penjara Dendam"(METALIK KLINIK II - 2002) dan "Api Dalam Otak" (Album "Paradigma..."- 2003).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan dengan line-up terbarunya di tahun 2007: Nino (Vocal), Heila (Guitar), Cokie (Drums) dan Rusdi (Bass) TRAUMA kembali masuk studio rekaman dan merampungkan materi album ke-3 yang akhirnya dirilis secara nasional oleh label anyar ROXANA777 Records (Dengan dukungan distribusi RNB) pada bulan November 2008 dengan title "DOMINASI KEMENANGAN". Dan album ini akan juga dirilis lisensi untuk pasaran Malaysia dan Singapore di bulan Desember 2008 oleh DARK COLLESEUM Records (Malaysia).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Discography :&lt;br /&gt;1997 - Demo tape "Incomplete Damnation" (Morbid Noise Records)&lt;br /&gt;1998 - 1st full album "Extinction of Mankind" (Morbid Noise Records) Sold Out&lt;br /&gt;1999 - "Extinction of Mankind" Re-release/Underlicenced (Psychic Scream ntertainment/Pony Canyon-Malaysia)&lt;br /&gt;2000 - "Extinction of Mankind" Re-release/Underlicenced (Owl Records - USA)&lt;br /&gt;2000 - Split album TRAUMA/CALLIGERY (Czech Republic)-(Owl Records-USA)&lt;br /&gt;2000 - Split album UNVEILED (Malaysia)/TRAUMA (Psychic Scream Entertainment/Pony Canyon - Malaysia)&lt;br /&gt;2002 - Split album TRAUMA/AGATHOCLES (Belgium)-(Extreme Sould Production)&lt;br /&gt;2002 - Split album TRAUMA/TUMOUR (Holland) - (Mangled Maggot Stew Records-Holland)&lt;br /&gt;2002 - 4 Way Split Album TRAUMA/PLANKTON (Netherland)/SANGUINARY (Netherland)/INTUMESCENCE (Netherland)- Mangled Maggot Stew Records-Netherland)&lt;br /&gt;2003 - 2nd full album "Paradigma ; Demi Hidup Tak Perlu Harus Mati" (Krossover Records/Hemaswara/Musica)&lt;br /&gt;2003 - Autobiography Book "Paradigma...." (Edelweiss Production)&lt;br /&gt;2004 - "Extinction of mankind" Re-release/Underlicenced (Variant Music Indonesia/Alfa Records)&lt;br /&gt;2008 - 3rd full album "Dominasi Kemenangan" (Roxanna777 Records/RNB)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;LINE-UP :&lt;br /&gt;Nino Aspiranta: Vocal&lt;br /&gt;St.Heila Tanisan: Guitar&lt;br /&gt;Rusdi Hamid: Bass&lt;br /&gt;Rahmadansyah Hsb. (Cokie): Drum&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;WEBSITES :&lt;br /&gt;www.traumaindo.com&lt;br /&gt;www.myspace.com/traumaindo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;www.gemuruh.com&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7537407116234902454-7881101857658406358?l=indorockstar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indorockstar.blogspot.com/feeds/7881101857658406358/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://indorockstar.blogspot.com/2009/01/trauma.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7537407116234902454/posts/default/7881101857658406358'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7537407116234902454/posts/default/7881101857658406358'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indorockstar.blogspot.com/2009/01/trauma.html' title='TRAUMA'/><author><name>The Creature</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_2UevuockW4g/SWog1iK_NDI/AAAAAAAAAP4/sepLLGn7kGY/s72-c/traumafoto.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7537407116234902454.post-6893815778803871837</id><published>2009-01-11T23:00:00.003+07:00</published><updated>2009-01-11T23:44:11.240+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='industrial'/><title type='text'>GETAH</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_2UevuockW4g/SWoaW2GyorI/AAAAAAAAAPw/WSOD1pVwDcw/s1600-h/GETAH_official_photo_002-1.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 283px; height: 232px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_2UevuockW4g/SWoaW2GyorI/AAAAAAAAAPw/WSOD1pVwDcw/s320/GETAH_official_photo_002-1.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5290069692083511986" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;GETAH dibentuk pada awal tahun 1996 di Jakarta. Pada tahun 1997, dengan beranggotakan Jodie Gondokusumo (vocals), Marcel (bass, vocals), Beoy Feisal (guitars), dan Reeve (drums), album debut Getah dengan judul “Getah” dirilis oleh Warner Music Indonesia. Satu video klip untuk single lagu "Api" dibikin dan sempat lama ditayangkan di televisi2 lokal. Pemunculan Getah di era itu membawa warna baru di musik Indonesia dengan penampilan mereka yang neo-gothic dan lagu-lagu yang melintasi beberapa genre musik. Sayangnya album ini kurang mendapat dukungan promosi yang memadai sehingga kurang terdengar gaungnya di peta musik Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Sebagai sebuah band, Getah banyak mengalami perubahan-perubahan formasi, seperti masuknya Tyo Nugros (drums) menggantikan Reeve yang harus kembali ke USA setelah tak lama album rampung direkam. Tyo Nugros yang lalu pindah ke band pop rock Dewa 19 lalu digantikan oleh Bambino. Peter St. John bergabung sebagai keyboardist dan kemudian malah menjadi lead guitarist setelah Beoy meninggal pada tahun 1998. Adra Dala, seorang keyboardist Jazz (Tomorrow People Ensemble), pun bergabung membawa influence bermusiknya yang bertolak belakang dengan corak rock yang diusung Getah. Dalam formasi ini Getah sempat mengeluarkan mini album (EP) “Green Wine” yang hanya dicetak dalam format kaset dan dalam jumlah yang terbatas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Pada tahun 2002, Jodie meninggal dunia setelah melewati perjalanan panjang melawan penyakit yang dideritanya. Getah sempat mengalami masa vakum yang cukup panjang. Memang tak mudah bangkit bila sebuah band ditinggal pergi frontmannya. Marcel lalu sempat merangkap sebagai pemain bass dan juga vokalis. Dalam periode ini Agung Cakra Manggala bergabung sebagai drummer menggantikan Bambino. Pada thn 2004 Getah sempat ikut serta dalam OST sebuah film action/suspense nasional berjudul “Gerbang 13” dengan lagu berjudul "Closing Chapter" dengan vokal alm. Jodie.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Pada penghujung tahun 2005, Oddie Octaviadi, frontman dari band industrial rock, Sic Mynded, kembali ke tanah air setelah kurang lebih 15 tahun tinggal dan bermusik di Amerika Serikat. Sebuah event organizer di Jakarta menawarkan acara untuk Sic Mynded, namun Oddie malah melemparkan tawaran tersebut ke teman-teman Getah yang sudah lama vakum dari penampilan live. Getah yang saat itu tidak mempunyai frontman akhirnya mencoba untuk berlatih dengan dibantu oleh Oddie sebagai vokalis. Acara live show itu sendiri batal dilaksanakan, tapi ikatan batin dan chemistry antara Getah dan frontman barunya ini telah tercipta. Dari saat itu, Getah berikrar untuk bangkit kembali dengan frontman yang baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Bangkitnya kembali Getah ini tercium oleh berbagai media di Indonesia. Majalah Rolling Stone Indonesia lah yang pertama kali mengangkat kelahiran kembali Getah ini dalam sebuah edisi mereka di tahun 2005. Sejak itu Getah terus aktif merambah dari panggung ke panggung dengan formasi Oddie (vocals), Marcel (bass), Peter (guitars), Agung (drums) dan Adra (keyboards). Dari penampilan pertama di klub PARC, konser akbar Soundrenaline, konser Salam Lebaran, Pekan Raya Jakarta / Jakarta Fair, Slankfest, beberapa club-club di Jakarta dan Bandung, hingga band pembuka untuk band pop sepeti Ungu di tour mereka. Tahun 2006 ditutup dengan show perpisahan dengan sang keyboardist, Adra, yang harus hijrah ke Belanda untuk melanjutkan studinya di bidang musik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Di sela-sela kegiatan manggung yang semakin intensif, Getah pun mulai merintis pembentukan management dan production crew yang solid. Memang bukan hal yang mudah untuk merekrut orang-orang yang mempunyai visi dan misi yang sepaham, akan tetapi Getah sangat beruntung diberkati dengan teman-teman dan pendukung yang setia yang akhirnya bergabung sebagai keluarga besar Getah. Dengan formasi yang baru ini pun Getah masih pula sempat dihantam oleh sebuah kecelakaan yang hampir membinasakan band ini kembali, yaitu ketika pada akhir tahun 2006 Oddie dan Marcel sempat hilang terseret ombak pantai selatan selama lebih dari satu jam. Tapi memang seakan-akan awan hitam yang kerap bernaung di atas Getah masih belum cukup dahsyat untuk menghentikan band ini. Oddie dan Marcel selamat tanpa luka yang berarti dan kembali meneruskan kegilaan Getah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Di tahun 2007, Getah diminta untuk tampil dalam film layar lebar besutan sutradara Rudi Soedjarwo yang berjudul “In The Name of Love”. Selain menyumbang penampilan live mereka, sebuah lagu Getah berjudul “Segitiga Bermimpi” pun diambil untuk menjadi bagian dari OST film ini bersama nama-nama besar di kancah musik pop seperti Acha Septriasa dan Addie MS. Selain itu juga, di tahun yang sama, Getah mendapatkan penghargaan istimewa dari majalah Rolling Stone ketika album debut Getah dari tahun 1996 terpilih sebagai salah satu dari “150 Album Indonesia Terbaik Sepanjang Masa”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Di awal tahun 2008 ini Getah merilis album ke dua nya yang berjudul "Release Is Peace", berisikan 11 buah lagu melalui records label Off The Records. Video klip untuk album ini pun telah dibuat oleh director Tedy Soeriaatmadja / Global Village Pictures (“Badai Pasti Berlalu”, “Ruang”) untuk lagu “Release is Peace” dan oleh director Anissa Meutia / Rudi Soedjarwo / Reload Film Center untuk lagu “Parasit Hati”. Untuk menambah nuansa dalam album ini, Getah pun menampilkan vokalis jazz ternama Syaharani dan orkestrasi dari virtuoso Iwan Hasan, frontman grup progresif rock Discus, dalam lagu “Revolusi Dalam Hati”. Selain itu juga, album ini menampilkan guest musicans seperti Ricky Siahaan dari grup rock Seringai dalam lagu “1,000 Tahun” dan Alexandra J. Wuisan dari Sieve dalam lagu “Kembali Putih” dan “Sepi”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Lagu-lagu baru dari album ini sudah sempat diperkenalkan ke publik ketika Getah turut serta dalam perayaan tahun baru 2008 di kota Magelang dengan penonton tak kurang dari 10,000 jiwa. Pada show yang spesial tersebut Getah mendapatkan tamu istimewa, seorang kawan lama yang juga pendukung Getah, yaitu John Paul Ivan, seorang sosok karismatik mantan gitaris Boomerang. Show itu sendiri seakan menjadi 'peringatan awal' bagi para fans musik Indonesia untuk bersiap-siap dengan kebangkitan kembali Getah lewat album terbaru mereka ini. Getah merencanakan tur panjang keseluruh pelosok Indonesia untuk memperkenalkan diri kembali keseluruh fans. Revolusi Getah dimulai sekarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Discography:&lt;br /&gt;- "Getah" (self-titled), album, 1997, Warner Music Indonesia&lt;br /&gt;- "Green Wine / Missing", mini EP, 2001, self released&lt;br /&gt;- OST "Gerbang 13", 2005 (song "Closing Chapter")&lt;br /&gt;- "Rare And Raw Vol. 02" compilation cd by Rolling Stones Indonesia magazine, 2007 (song "Parasit Hati (novus deus mix)" )&lt;br /&gt;- OST "In The Name of Love", 2008, Task/Valiant Circle Productions (song "Segitiga Bermimpi")&lt;br /&gt;- "Release is Peace", album, 2008 , Off The Records &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7537407116234902454-6893815778803871837?l=indorockstar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indorockstar.blogspot.com/feeds/6893815778803871837/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://indorockstar.blogspot.com/2009/01/getah.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7537407116234902454/posts/default/6893815778803871837'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7537407116234902454/posts/default/6893815778803871837'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indorockstar.blogspot.com/2009/01/getah.html' title='GETAH'/><author><name>The Creature</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_2UevuockW4g/SWoaW2GyorI/AAAAAAAAAPw/WSOD1pVwDcw/s72-c/GETAH_official_photo_002-1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7537407116234902454.post-1560467019833288889</id><published>2008-12-28T02:07:00.005+07:00</published><updated>2009-01-11T23:31:12.476+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='punk'/><title type='text'>MY PET SALLY</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_2UevuockW4g/SVZ-1PdQLYI/AAAAAAAAAKc/PKZKn9ZUPn8/s1600-h/mypetsally.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 110px; height: 109px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_2UevuockW4g/SVZ-1PdQLYI/AAAAAAAAAKc/PKZKn9ZUPn8/s320/mypetsally.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5284550665913249154" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;MY PET SALLY: Band Punk 'Manis' Tanpa Atribut PUNK.&lt;/span&gt; Banyak yang salah kaprah mengindentikkan anak-anak punk. Menurut anggapan mereka-mereka yang ?bergaya? punk secara fashion, punk adalah sepatu boot, celana ketat, rambut mohawk dan piercing di seantero tubuh. Benarkah? &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konon, gaya hidup punk itu selalu dengan pemberontakan. "Kami tidak setuju. Bagi kami punk itu sebuah spirit. Kalau kita sih ambil semangat bermusiknya saja",jelas Dessy [lead itar], Jimbo [drum], dan Renyka [vokal/bas] yang tergabung di My Pet Sally Band. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MyPetSally resmi berdiri pada tanggal 31 Desember 2003, yang pada saat itu masih menamakan dirinya dengan CROSLINE. Namun merasa sedikit kurang “sreg” dengan nama tersebut mereka memutuskan untuk mengubahnya menjadi MYPETSALLY. Nama ini didapat secara spontan, karena saat itu sedikit terburu-buru untuk mencantumkan nama pada proposal yang hendak diserahkan pada sebuah even musik Campus. Mengingat saat itu band mereka masih belum mempunyai nama. Nama MYPETSALLY sendiri kami ambil dari judul sebuah lagu BLINK182 di Album mereka yang bertajuk “BUDHA”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut mereka, kata MyPetSally itu sendiri, sebenarnya mempunyai banyak arti. Dimana Sally itu sendiri bisa diartikan sebagai Serangan tiba-tiba atau bisa juga berarti sebagai suatu kejenakaan. Jadi disini mereka memadukan kedua arti tersebut sebagai gambaran bagi warna musik yang mereka bawakan. Yaitu sebagai sesuatu yang merupakan serangan, namun dengan adanya kejenakaan, maka yang didapat bukannya ketakutan tapi hanya kesenangan yang akan dirasakan oleh audience semua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam bermusik maupun performance, mereka mengakui selama ini telah terinfluence pada band-band idola kami seperti “HI-STANDARD”, “BLINK 182”, “No Use 4 a Name”, “MXPX”, “SUM 41”, “Gold Finger”, “New Found Glorry”, and more.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;My Pet Sally pertama kali manggung pada malam pesta tahun Baru 2004 di acara "Dynamite Sound part II" UPN. Selanjutnya mereka biasa manggung di Even2 music kampus, maupun acara2 music di Kota Jogjakarta dan sekitarnya. Menurut mereka pengalaman manggung yang paling berkesan selama ini yaitu pas acara PAT PAT GULIPAT PARTY dalam rangka HUT Radio SWARAGAMA FM, bareng Endank Soekamti, dan band2 Jogjakarta lainnya yang merupakan acara amal pengumpulan Dana buat anak2 yang membutuhkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menyinggung sejarah My Pet Sally, menurut penjelasan Dessy, band mereka sebenarnya sudah cukup lama memainkan punk melodic sebagai pilihan bermusiknya. "Selagi punk melodic belum jadi trend seperti sekarang, kita sudah nekat memainkannya," jelas cewek yang ngefans dengan BLINK 182. Kira-kita emapat tahun silam, ketika masih bernama Freunde, mereka tergolong punya fans yang tidak sedikit. "Kita seangkatan dengan Endank Soekamti, tapi dia mentas duluan," celetuk Dessy sambil terkekeh. Endank Soekamti adalah band melodic punk yang naik daun dengan hits Bau Mulut. Yang unik dan cukup membedakan My Pet Sally dengan band melodic punk lainnya, dari tiga personilnya, dua orang cewek, satu orang cowok. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski punk terkenal dengan lirik-lirk provokatif dan lantang tentang pemberontakan, My Pet Sally memilih lirik cinta sebagai acuan. "Tapi bukan cinta yang menye-menye mas, istilahnya ketegaran cintalah," terang Jimbo, cowok yang bernama asli Suryo Santoso sambil terseyum. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Personil My Pet Sally juga sadar, musik yang mereka mainkan juga tergolong trend perputaran musik. "Kalau suatu saat trendnya turun, kita sih tetap akan main punk. Hanya mungkin akan kita imbuh beberapa alat musik tradisional supaya berbeda," ujarnya sembari menyebut alat musik bigpipe dan flute Irlandia sebagai alat musik yang coba mereka sandingkan dengan musik punk. Pertemuan dua kutub musik itu, akan dijadikan semacam ciri khas buat My Pet Sally. "Kita tidak pingin itu cuma jadi tempelan saja, tapi betul-betul utuh dengan musik yang kita mainkan," jelas Renyka serius.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;My Pet Sally termasuk beruntung, lantaran satu lagunya yang masuk kompilasi Berpacu Dalam Melodic dipilih sebagai single pertama dan dibuat video klipnya. "Yah semoga kami bisa makin dikenal dan diterima dengan baik di komunitas punk dimana saja," harap Jimbo, Renyka dan Dessy.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7537407116234902454-1560467019833288889?l=indorockstar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indorockstar.blogspot.com/feeds/1560467019833288889/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://indorockstar.blogspot.com/2008/12/my-pet-sally.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7537407116234902454/posts/default/1560467019833288889'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7537407116234902454/posts/default/1560467019833288889'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indorockstar.blogspot.com/2008/12/my-pet-sally.html' title='MY PET SALLY'/><author><name>The Creature</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_2UevuockW4g/SVZ-1PdQLYI/AAAAAAAAAKc/PKZKn9ZUPn8/s72-c/mypetsally.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7537407116234902454.post-6911654146239348673</id><published>2008-12-28T01:55:00.002+07:00</published><updated>2009-01-11T02:21:43.528+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='alternatif'/><title type='text'>NETRAL</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_2UevuockW4g/SVZ8AzO8VEI/AAAAAAAAAKU/dM78CqLVapQ/s1600-h/NetralHitam-08_p1.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 300px; height: 200px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_2UevuockW4g/SVZ8AzO8VEI/AAAAAAAAAKU/dM78CqLVapQ/s320/NetralHitam-08_p1.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5284547565960582210" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;NETRAL Band; 'Kegilaan' Tak Pernah Mati...&lt;/span&gt; NETRAL adalah Group Band yang dibentuk pada bulan November 1992. Dimana oleh pers Indonesia dikatakan sebagai Band Alternatif. Terlepas dari yang diberikan pers Indonesia ini benar atau tidak. Yang jelas band yang dibentuk dari hasil persahabatan di SMA Negeri 55 dan 60 Jakarta ini hanya memainkan musik yang benar-benar murni keluar dari hati Nurani mereka sendiri. Sesuai dengan Definisi Musik yang kita kenal. &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Musik adalah Suatu bahasa yang universal yang dapat dimengerti oleh semua orang, dimana musik menyuarakan isi hati sang pemusik yang memang ingin mengeluarkan dan membagikan apa yang mereka rasakan kepada semua orang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Personil awal band yang mengusung punk ini adalah Bagus Dhanar Dhana [bas/vokal], Gabriel Bimo Sulaksono [drum], dan Ricy Dayandani alias Miten [gitar]. Mulanya, mereka memainkan musik-musik dari luar negeri seperti Nirvana, Sexpistol, Sonic Youth, The Cure, dan lain-lain. Juga sering mengisi acara-acara di SMA-SMA maupun Universitas-Universitas di Jabotabek. Penampilan mereka ini membuat mereka dikagumi anak-anak remaja. Termasuk juga remaja asing yang bersekolah di Jakarta Internasional School (JIS). Dengan acara rutin yang dibuat anak-anak JIS ini yaitu BLACK HOLE yang diadakan di kawasan Gatot Subroto. Netral kerap kali diundang untuk menjadi pengisi acara tersebut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyaknya pementasan yang dilakukan membuat Netral semakin dewasa dalam penampilan. Sehingga mereka mulai memikirkan untuk membuat album sendiri. Pada tahun 1994, dengan melalui perjuangan yang tidak ringan, Netral akhirnya mendapatkan produser untuk album perdananya. Dibawah naungan PT. Indosemar Sakti Netral berhasil menjual lebih dari 80.000 unit kaset dan Compact Disc dari album perdana ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini membuat promotor-promotor Indonesia dan media asing tertarik untuk mementaskan Netral. Tercatat sebanyak lebih dari 50 pementasan dalam 1 tahun di seluruh Indonesia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berita tentang Netral juga banyak terdengar di media Elektronik dan juga di media cetak remaja. Hampir semua majalah remaja di Indonesia pernah memuat ulasan tentang band Netral, bahkan majalah sekelas Gatra memuat tentang band ini satu halaman penuh. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Album kedua Netral berjudul Tidak Enak dirilis pada tanggal 30 Juli 1996 dan koferensi pers di Jazz Rock Café Jakarta dihadiri hampir seluruh rekan pers di Jakarta dan rekan pers dari daerah lainnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Album kedua Netral berjudul TIDAK ENAK, memang berkesan tidak enak, tetapi bila diamati ada keseriusan dan kepedulian dalam musik Netral sehingga menimbulkan suatu daya tarik bagi yang mendengarnya. Dengan lagu Bobo, boring day , dan desaku album kedua ini tidak kalah angka penjualannya dengan album pertama. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Band ini semakin dikenal banyak orang sehingga ketika band asing seperti Foo Fighters, Sonic Youth, dan Beastie Boys hadir di Indonesia pada acara Jakarta Pop Alternatif Music Festival, Netral diminta untuk menjadi pendamping band mereka. Tercatat lebih dari 50.000 orang menyaksikan pementasan Netral. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak hanya sukses di pementasan, namun sukses Netral juga diikuti dengan masuknya Netral dalam nominasi BASF AWARD untuk kategori pendatang baru terbaik dari group Rock terbaik. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepribadian sederhana dan apa adanya yang dimiliki oleh Netral membuat band ini banyak disukai oleh siapapun, baik pers, promotor, produser, maupun Fans. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Daya tarik group band ini mulai berkembang seiring dengan berkembangnya era Globalisasi. Dimana suatu masyarakat tidak statis terhadap suatu pengaruh, tetapi mulai membuka diri untuk mengambil apa yang cocok dan baik buat dirinya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tanggal 16 januari 1998, Netral mengeluarkan album ketiga dengan judul  Album Minggu Ini dan berlangsung menggelar tour ke-24 kota di Sumatera dan Jawa. Dengan klip video Pucat Pedih Serang buatan Rizal Mantovani, membuat penjualan album ini terus bertambah dengan adanya lagu-lagu pertama. Angka ini terus bertambah dengan adanya lagu-lagu lain yang sangat disukai pasar seperti lagu Kau, Selamat Datang, dan Dukun Kebo Ijo. Berbeda dengan album-album sebelumnya, album ini lebih mudah didengar, dengan harapan mampu menyerap pasar yang lebih luas. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada bulan Juli 1998, Bimo menyatakan ingin keluar karena mau mencoba warna musik baru. Walaupun berat hati namun akhirnya Netral harus melepas Bimo. Masa-masa tanpa Bimo harus dilewati dengan Additional Drummer untuk mengisi jadwal pementasan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atas desakkan produser, Netral harus segera mencari Drummer tetap untuk mengisi tempat yang ditinggalkan Bimo, maka setelah mempertimbangkan banyak hal, diputuskan untuk mengajak Eno sebagai Drummer tetap Netral. Maka terhitung sejak 26 Maret 1999, Eno menerima tawaran Netral dan resmi menggantikan Bimo. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bersama Eno, akhirnya Netral dapat merilis album keempatnya yang berjudul PATEN pada tanggal 9 Juni 1999. Dengan didukung Additional Musician seperti Dhani Ahmad dan Deasy Fitri, hits Netral yang berjudul Nurani dipercaya dapat menaikkan angka penjualan album diatas 150.000 unit. Apalagi di album ini masih ada materi-materi seperti Babi, 98, Pecah Belah, Yang Enerjik, mudah dipahami dan dapat mewakili suara-suara anak muda yang selama ini kurang didengar.Sound Guitar yang unik dan pukulan Drumm Eno yang dinamis menjadikan album ini lebih matang dari album-album sebelumnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada Tahun 2001, dengan 2 orang personil aja netral merilis album ke V dengan judul Oke Deh dengan hits singlenya Bertarung. Album ini berisikan lagu-lagu terbaru karya Eno dan Bagus serta dibantu oleh beberapa additional gitar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun 2003, Netral mendapat satu personil baru untuk posisi gitar yaitu Coki, setelah melalui audisi yang panjang dan beberapa kali ikut sebagai additional gitar di beberapa konser musik bersama netral, makan akhirnya, coki resmi menjadi anggota netral. Di tahun yang sama, netral merilis album terbaru bertitel Kancut dengan single pertamanya yang berjudul - I Love You. Album ini cukup sukses dan merebut perhatian anak-anak muda karena materi album ini cukup fresh, dan unik namun memiliki ciri khas netral yang kental. Pada akhir tahun 2003 , Netral mengeluarkan klip keduanya berjudul Namanya Juga Netral. Lagu yang sedikit berbau bossas ini disertai lirik yang lucu dan tetap diakhiri dengan beat ala Netral yang kencang dan powerful, menjadikan lagu ini menjadi sesuatu yang baru dan unik bagi pasar musik Indonesia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanggal 7 Februari 2005, netral merilis album ke VII, dengan materi 7 lagu dan hanya dicetak 7000 keping VCD saja, netral bermaksud agar album ini menjadi persembahan yang special bagi para pecinta musik netral. Karena album ini hanya dicetak terbatas. Dengan menjadi produser album sendiri dengan nama Kancut Record Netral merilis album Hitam, dengan single pertamanya Haru Biru. Album ini disertai bonus DVD berisi film tentang pembuatan album ini. Maka menjadikan album ini sesuatu yang special dan mungkin baru pertama di Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;www.tembang.com&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7537407116234902454-6911654146239348673?l=indorockstar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indorockstar.blogspot.com/feeds/6911654146239348673/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://indorockstar.blogspot.com/2008/12/netral.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7537407116234902454/posts/default/6911654146239348673'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7537407116234902454/posts/default/6911654146239348673'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indorockstar.blogspot.com/2008/12/netral.html' title='NETRAL'/><author><name>The Creature</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_2UevuockW4g/SVZ8AzO8VEI/AAAAAAAAAKU/dM78CqLVapQ/s72-c/NetralHitam-08_p1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7537407116234902454.post-4263616707866576976</id><published>2008-12-28T01:44:00.003+07:00</published><updated>2009-01-11T02:22:19.084+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='rock'/><title type='text'>SAJAMA CUT</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_2UevuockW4g/SVZ4djKMVBI/AAAAAAAAAKM/Ke2ZAqr3YuM/s1600-h/sajama.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 320px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_2UevuockW4g/SVZ4djKMVBI/AAAAAAAAAKM/Ke2ZAqr3YuM/s320/sajama.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5284543661815387154" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;SAJAMA CUT Band: Spirit Kegelapan, Kematian &amp; Putus Asa!&lt;/span&gt; NAMANYA memang rada aneh, SAJAMA CUT. Tidak ada arti khusus dari nama ini. Hanya kebetulan, personil band ini menemukan satu buku yang bercerita soal pembunuhan. Buku bersetting Jepang itu berjudul SAJAMA CUT. &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Pilihan nama itu tampaknya disesuikan dengan tema lirik lagu di album-album mereka. Gelap dan kusam! Semuanya bicara soal penderitaan dan kesakitan. Sebenarya, mau dibawa kemana potensi band yang bergerak dari tataran indie hingga menembus label major ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dikawal oleh Marcel Thee (Vokal, Gitar), Aldy Waani (Gitar), Mario Leman (Bass), Andry Bhakti Ruay (Drum), dan Budi Marcukhunda (Kibord), SAJAMA CUT mulai disebut-sebut ketika single mereka Less Affraid masuk dalam kompilasi original soundtrack (OST) film Janji Joni. Namanya memang berbau Jepang, tapi sesungguhnya, SAJAMA CUT tidak mengadopsi musiknya dari negeri Matahari Terbit tersebut. "Kami hanya mengambil spirit, kultur, kedisiplinan, motivasi dan semangat orang Jepang saja," terang Aldy ketika band ini ngobrol dengan TEMBANG.com beberapa waktu lalu di kantor Universal Musik Indonesia Jakarta. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Entah darimana spirit Jepang itu terwakili, tapi yang jelas band ini punya perjalanan musikalitas yang cukup panjang. Perjalanan panjang itu membentuk mereka menemukan satu karakter musik yang mereka sebut Stylish Rock Band. Apa tuh? "Kita menampilkan diri kita dalam performance dan aksi panggung yang apik," jelas Aldy lagi. Entah ada korelasinya atau tidak, tapi penulis lebih mendefinisikan band ini sebagai "Band Rock Ganteng' saja. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Musikalitas SAJAMA CUT dipengaruhi oleh R.E.M, the Fall, Gram Parson atau Guided by Voices. Kemudian melodinya mereka dipengaruhi oleh The Beatles dan Hank Williams, sementara lirik-liriknya band ini memilih kejujuran seperti Nirvana. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak heran, album terbaru mereka Fallen Japanesse nyaris dipenuhi karakter musik yang tidak berbeda dengan influencenya. Kemudian, SAJAMA CUT menyodorkan lirik yang semua berbahasa Inggrs. Hanya satu yang berbahasa Indonesia. Percaya atau tidak Lagu Tema yang menggunakan bahasa Indonesia malah terdengar aneh. Hal itu diakui oleh personil band ini. "Yang membuat lagu Marcell, tapi kita juga merasa ada yang kurang dengan lirik bahasa Indonesia itu," terang Mario yang nimbrung bicara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu hal yang jadi catatan, lirik SAJAMA CUT banyak bicara soal kegelapan dan kematian. Kalau ada yang kena "virus" lirik dan ikut pilih mati? "Wah, masak sampai begitu? Pokoknya kita cuma nyanyi saja kok dan berusaha jujur degan yang kita rasakan," kilah mereka serempak. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;www.tembang.com&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7537407116234902454-4263616707866576976?l=indorockstar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indorockstar.blogspot.com/feeds/4263616707866576976/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://indorockstar.blogspot.com/2008/12/sajama-cut.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7537407116234902454/posts/default/4263616707866576976'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7537407116234902454/posts/default/4263616707866576976'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indorockstar.blogspot.com/2008/12/sajama-cut.html' title='SAJAMA CUT'/><author><name>The Creature</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_2UevuockW4g/SVZ4djKMVBI/AAAAAAAAAKM/Ke2ZAqr3YuM/s72-c/sajama.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7537407116234902454.post-6003700529311748030</id><published>2008-12-28T01:35:00.004+07:00</published><updated>2009-01-11T02:23:00.201+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='heavy metal'/><title type='text'>ZUES</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_2UevuockW4g/SVZ2_btpNII/AAAAAAAAAKE/VZTMUKOVeVo/s1600-h/zues.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 304px; height: 195px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_2UevuockW4g/SVZ2_btpNII/AAAAAAAAAKE/VZTMUKOVeVo/s320/zues.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5284542044908893314" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;ZUES BAND: Musisi Heavy Metal Banyak Yang Sebenarnya Preman!!&lt;/span&gt; HANTAM!! Teriakan lantang itu mulai kerap dipekikkan oleh band pengusung heavy metal asal Jogjakarta, ZUES BAND. Tak ingin bertarung secara fisik, tak ingin mencaci secara verbal, tapi ZUES ingin mengubah pola pikir dengan lirik lugas dan menyentuh. "Kami ingin lirik yang kami tulis memberi wacana baru kepada pendengar musik ini," terang Nuza Priyanto [a.k.a Nuzferatu], vokalis band heavy metal yang berkepala plontos ini. &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Pernyataan-pernyataan tajam itu digelontorkan oleh personil band ini ketika mereka rame-rame menyambangi redaksi TEMBANG.co*, beberapa waktu lalu. Mereka Dekky Ary Wibowo [a.k.a Dekky Drum Madness], Andank Pambudi Sampurna [a.k.a Aan Jail Bait - bassist], Radhiar Fadhila [a.k.a Diar Pain Maker - lead guitar].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski menolak sebagai bagian dari Jogja Invasion, ZUES tetaplah band yang tumbuh dalam kultur kesenian Jogjakarta yang kuat. "Sayangnya, di Jogja pengkotakkan genre masih sangat kuat mas. Mereka masih sering menolak pemain dari genre lain," jelas Nuza yang diangguki personil lainnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara blak-blakan, ZUES juga menyadari tidak sedikit pemain band metal yang sebenarnya lebih cocok sebagai "preman" dibanding menjadi musisi. "Mereka tidak mau membuka diri dengan perkembangan musik lain, sehingga terdengar kurang fresh dan itu-itu saja," sambung Aan, basis yang selalu mengenakan topeng ketika tampil di atas panggung. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Persoalan emosi, diakui oleh personil-personil ZUES sebagai bagian yang menganggu kreativitas bermusik mereka. "Kalau kami sekarang lebih membuka diri dengan perkembangan musik diluar rock juga. Artinya, ada kesegaran baru yang bisa kami dapat," terang Nuza, vokalis yang juga pegang gitar di line-up ZUES. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Band ini memang terang-terangan mematok diri hanya memainkan musik heavy metal. "Tapi kami tidak memusuhi genre lain, karena mereka juga adalah teman-teman kami,' tegas Nuza buru-buru. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernyataan ZUES ini seperti ingin mematahkan anggapan, musisi Jogja berdiri sendiri-sendiri. "Sebenarnya yang sering bermasalah justru antar fans. Padahal musisinya sendiri sering ngumpul bareng," tutur Dekky, drummer yang tidak banyak bicara. Persoalan "antara fans" inilah yang menjadi tanggungjawab moral dari band-band tersebut, termasuk ZUES. "Kita sering memberikan edukasi dan contoh tatanan moral yang benar kepada fans kita," jelas Aan seraya memberi contoh, ketika mereka membagi-bagi zakat. "Itu hanya sebagian kecil saja kok, tapi paling tidak menjadi contoh yang bisa ditiru," terang Nuza, cowk kelahiran 14 September [menolak ditulis tahunnya]. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Album Buka Mata, Buka Telinga adalah album pertama mereka sebagai band. Sebelumnya, Nuza pernah bergabung di DePranter Band. Di band tersebut, cowok bersuara berat ini pernah menjadi juara III Festival Thrash Metal beberapa tahun silam. Album ini memang terdengar "sangat gahar" dibanding rilisan-rilisan Jogja sebelumnya, yang dominan dengan pop. "Album ini bercerita tentang hal-hal sehari-hari yang kami dengar, kami lihat, dan kami rasakan," jelas Nuza yang banyak menulis lirik di album ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski terdengar berat, sebenarya album ini justru dialokasikan dengan tema yang ringan-ringan saja. "Semuanya pernah terjadi dan mungkin masih terjadi dalam kehidupan kita sehari-hari kok," sambung Diar yang nimbrung ngobrol. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ZUES Band banyak disebut-sebut mengusung musik yang sebenarnya tidak sedang trend. "Kami tidak peduli dengan trend. Justru kita ingin mencari pendengar baru dari mereka yang muda-muda," repet Nuza mantap. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai band yang tidak bisa dibilang baru, mereka punya kesiapan sebagai band panggung yang cukup meyakinkan. "Kalau kita manggung, selalukita persiapkan tata lampu, panggung dan juga sound system. Jadi penonton betul-betul mendapatkan kepuasan," jelas Bam, manajer band yang aksi panggungnya konon diterima baik oleh kalangan underground Jogja. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bicara tentang album pertamanya, tak lepas dari kekurangan yang ada. Kalau kita simak single pertama Hantam [Seiring Dendam]. ZUES melakukan "penyederhanaan" musikalitas untuk bisa melibatkan pendengar. Mereka mencoba bermain ?musik untuk didengar? bukan untuk ?memusingkan kepala?. Lagu ini punya tempo yang cukup cepat. Secara musikalitas, lagu ini punya tempo permainan yang rapi meski membuthkan stamina yang konstan. Sayangnya, vokalnya sesekali [meski tipis] slip of tongue. Tak terlalu kentara memang, tapi cukup menganggu saja. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak yang menyebut musik mereka "cowok sekali" tapi tak sedikit perempuan yang menjadi pendengar heavy metal ala ZUES juga. Tak heran Nuza [kalau di panggung cirinya powerfull], Diar [selalu tampil vintage], Dekky [explosive], dan Aan yang selalu mengenakan topeng, bisa seperti liar di panggung. "Tapi harmonisasi musik kami tetap terjaga kok," kilah Diar sambil tersenyum. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Album pertamanya memang belum melambungkan mereka ke tangga teratas. Tapi paling tidak, penikmat musik tahu ada band "gahar" muncul dengan karakter kuat musik rock. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;www.tembang.com&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7537407116234902454-6003700529311748030?l=indorockstar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indorockstar.blogspot.com/feeds/6003700529311748030/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://indorockstar.blogspot.com/2008/12/zues.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7537407116234902454/posts/default/6003700529311748030'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7537407116234902454/posts/default/6003700529311748030'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indorockstar.blogspot.com/2008/12/zues.html' title='ZUES'/><author><name>The Creature</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_2UevuockW4g/SVZ2_btpNII/AAAAAAAAAKE/VZTMUKOVeVo/s72-c/zues.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7537407116234902454.post-3798940007432981978</id><published>2008-12-28T01:18:00.002+07:00</published><updated>2009-01-11T02:23:16.968+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='rock'/><title type='text'>GALAGASI</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_2UevuockW4g/SVZ0uEmQeUI/AAAAAAAAAJ8/l8tbdyoj6Ok/s1600-h/galagasi_2.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 132px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_2UevuockW4g/SVZ0uEmQeUI/AAAAAAAAAJ8/l8tbdyoj6Ok/s320/galagasi_2.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5284539547622865218" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;GALAGASI Band, Tak Mau Didikte Soal Musikalitasnya.&lt;/span&gt; BENARKAH kini era musik kembali ke masa-masa tahun 70-80an? Benarkah pengaruh musik tahun-tahun itu menjadi pengaruh kental band-band kekinian? Pertanyaan yang tidak mudah dijawab memang. Melihat kecenderungannya, tidak bisa "hantam-kromo" saja mengeneralisir semua musisi berniat kembali ke era itu. Karena toh kalau bicara pronsetasi, masih lebih banyak band-band yang terinspirasi trend-trend kekinian. Lalu? &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Salah satu yang "kecipratan" pengaruh lawas itu adalah band bernama GALAGASI. Terhitung band baru, GALAGASI yang digawangi Stevanus Antono [drum], Rocky Antono [bass], Ari Wicaksono [gitar], Lea Rosita Risella [kibord] dan Mario Ferhat Bach [vokal], ternyata berani memilih musik yang sedikit berbeda, pop-rock [lebih dengan aksentuasi rock dominan]. Malah di beberapa komposisi, GALAGASI berani memainkan komposisi yang kental dengan warna progresif rock. Rock progresif atau progressive rock dan sering disingkat prog adalah jenis musik yang mulai berkembang pada akhir dekade 60-an dan mencapai masa jayanya di tahun 70-an, menggabungkan elemen-elemen dari rock, jazz dan musik klasik. Kadang pengaruh dari blues dan musik tradisional juga terasa. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selidik punya selidik, kecintaan terhadap musik yang dianggap sudah dan berat itu, dipengaruhi oleh Ian Antono, gitaris God Bless yang ayah kandung Evan dan Rocky. Tapi Evan dan Rocky menolak, jika dikatakan musik mereka "mentah-mentah" adalah adaptasi dari pengaruh ayahnya. "Kalau pun tidak ada nama Ian Antono sebagai music director/di album kami ini, musik yang kami mainkan rasanya akan tetap seperti sekarang ini," kilah Evan dan Rocky ketika diwawancara TEMBANG.com di EMI Jakarta, Selasa [25/7/2006] lalu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tahun 2006, GALAGASI merilis album yang diberi titel "TENTANG MANUSIA". Sebelumnya, tahun 2004 silam, mereka sempat dilibatkan dalam proyek Tribute to Ian Antono lewat lagu "Yang Hilang". Ada perbedaan karakter mendasar, dalam lagu awal dengan album sekarang. "Mungkin karena dalam album tribute, kita harus berpatokan pada benang merah lagu-lagu lain yang dinyanyikan band-band lain juga, jadi tidak bisa lepas seenaknya," celetuk Rocky. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menyimak album perdana yang menyodorkan single "Tentang Manusia, kita seperti dibawa pada ritme-ritme rock ala God Bless. Album "TENTANG MANUSIA" sendiri banyak bertutur tentang persoalan cinta dan soal. Penulis mencermati track Gelap Dunia yang punya lirik cukup tajam. "Lagu ini tercipta ketika bom sering meledak di Jakarta. Supaya tidak terkesan verbal, GALAGASI mengemasnya dengan kata-kata berablut cinta. "Tapi ini cinta yang lebih humanis," kata Ferhat, sang vokalis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;www.tembang.com&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7537407116234902454-3798940007432981978?l=indorockstar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indorockstar.blogspot.com/feeds/3798940007432981978/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://indorockstar.blogspot.com/2008/12/galagasi.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7537407116234902454/posts/default/3798940007432981978'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7537407116234902454/posts/default/3798940007432981978'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indorockstar.blogspot.com/2008/12/galagasi.html' title='GALAGASI'/><author><name>The Creature</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_2UevuockW4g/SVZ0uEmQeUI/AAAAAAAAAJ8/l8tbdyoj6Ok/s72-c/galagasi_2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7537407116234902454.post-6346225350976596612</id><published>2008-12-28T01:06:00.003+07:00</published><updated>2009-01-11T02:23:41.678+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='grindcore'/><title type='text'>DEAD VERTIKAL</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_2UevuockW4g/SVZvzP9CYLI/AAAAAAAAAJ0/MPxouiYrqCQ/s1600-h/dead+vert.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 213px; height: 320px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_2UevuockW4g/SVZvzP9CYLI/AAAAAAAAAJ0/MPxouiYrqCQ/s320/dead+vert.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5284534139012407474" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;DEAD VERTICAL: Generasi Agresif European Grindcore.&lt;/span&gt; SCENE grindcore di Indonesia "diam-diam" merangsek terus. Meski sering dianggap sedang 'meredup' scene ini masih punya amunisi dan serdadu yang siap menghancurkan telinga dan kelemahlembutan yang pura-pura. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Salah satu pasukan grindcore yang terus menyala adalah DEAD VERTICAL* Band asal Jakarta Timur ini sangat terpengaruh dengan band-band grindcore garis keras seperti Napalm Death, Terrorizer, Nasum, Sepultura, Misery Index, Rotten Sound, Leng Tâ??Che, Lock Up, Slayer. Jangan kaget kalau album terbarunya 'INFECTING THE WORLD' menjadi terdengar sangar, dan gelap. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menilik latar belakang lahirnya band grindcore ini, DEAD VERTICAL ini bukanlah band kemarin sore. Mereka sudah terbentuk sejak 22 November 2001 silam. Personil awalnya adalah Iwan [vokal], BoyBleh [gitar], Bony [bass] dan Andriano [drum]. Karakter band yang awalnya mereka kembangkan adalah crust-grind dengan lirik bertema sosial. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Band yang bermakna 'matinya hubungan vertikal antara Tuhan dengan manusia' ini juga sempat mengalami pasang surut personil, ketika Andriano cabut dan digantikan Bimo. Selepas itu mereka sempat merilis album pertama 'Fenomena Akhir Zaman'[2003] yang melambungkan derajat mereka di scene grindcore. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukannya tambah solid, band ini malah kudu kehilangan personil lagi. Bimo cabut dan diganti Arya. Kemudian Iwan [vokalis] juga mundur sehingga Dead Vertical menyisakan tiga orang saja, Arya, Bony dan BoyBleh. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiga orang inilah yang sepakat tetap mengibarkan grindcore dengan lebih ganas dan keras. Apalagi saat mereka merilis EP 'Global Madness E.P' [2006], kelihatan sekali kalau mereka makin matang meski dengan personil minimalis. Dan harus diakui, jadwal manggung mereka di konser-konser mini lokal, makin meningkat sejak saat itu. Mereka menjadi line-up yang kerap ditunggu aksi panggungnya. Tak heran, ketika "dewa" grindcore NAPALM DEATH konser di Jakarta, mereka menjadi pilihan untuk menjadi band pembuka. Grinder belia asal Jakarta yang dipercaya membuka konser the godfather Napalm Death,tentu bukan sembarangan band. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Album 'INFECTING THE WORLD' sendiri digarap di Bandung lewat label metal Rottrevore. Berisi 22 lagu, banyak perbaikan yang mereka lakukan khususnya pada divisi sound yang makin tajam karakternya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pilihan European Grindocre bukan tanpa sebab. Agresif, kuat dan lebih menyayat adalah alasan mereka memainkan sound dengan karakter grindcore Eropa. Tapi perhatikan vokal BoyBleh yang sekarang kudu menjadi vokalis. Sound growlnya, makin matang meski sesekali meleset pada tune-tune yang tinggi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Soal hajaran 22 lagu yag langsung tandas di album baru ini, DEAD VERTICAL tampaknya ingin memuaskan rasa dahaga meatlheads yang sebelumnya hanya kebagian EP-nya saja. Beberapa lagu terdengar menderu keras seperti 'Deadly Mouth, False Prayer' Hell of World' atau 'No Suicide' yang membabi buta. Mereka juga bicara soal agama yang selalu dilawan dengan agama lewat track 'Religion Againts Religion' atau raungan melolong di track 'Genocide Still Alive'. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DEAD VERTICAL mungkin memang belum sebesar band-band grindcore lainnya, tapi sebagai penerus dinasti grindcore yang konsisten tak bergerak dari scene yang "mengerikan" ini, DEAD VERTICAL bisa menjadi kekuatan baru yang tak terlewati. Are U Metalheads also? Please Come &amp; Join to DEAD VERTICAL..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;www.tembang.com&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7537407116234902454-6346225350976596612?l=indorockstar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indorockstar.blogspot.com/feeds/6346225350976596612/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://indorockstar.blogspot.com/2008/12/dead-vertikal.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7537407116234902454/posts/default/6346225350976596612'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7537407116234902454/posts/default/6346225350976596612'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indorockstar.blogspot.com/2008/12/dead-vertikal.html' title='DEAD VERTIKAL'/><author><name>The Creature</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_2UevuockW4g/SVZvzP9CYLI/AAAAAAAAAJ0/MPxouiYrqCQ/s72-c/dead+vert.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7537407116234902454.post-7247978073779490468</id><published>2008-12-27T19:05:00.005+07:00</published><updated>2009-01-11T02:54:04.523+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='event'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='rock'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='classic rock'/><title type='text'>KEN A ROCK-HARRY ROESLI</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_2UevuockW4g/SVYaVainIZI/AAAAAAAAAJs/WSfS10JCpMw/s1600-h/ken-arok.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 150px; height: 240px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_2UevuockW4g/SVYaVainIZI/AAAAAAAAAJs/WSfS10JCpMw/s320/ken-arok.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5284440167969923474" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;DALAM bermusik, Harry Roesli memperlihatkan kedekatannya dengan musik rock. Walaupun begitu, dia tidak pernah disebut rocker. Rock Opera Ken Arok yang digelar di Gedung Merdeka, Bandung, 12 April 1975, mengusung musik rock dan mengangkat namanya setinggi langit. Namun, Harry sendiri cenderung menamakan kegiatannya itu Wayang Orang Kontemporer dan mengeluh bahwa Ken Arok terlalu dibesar- besarkan. Pergelaran yang banyak menarik perhatian itu dipentaskan lagi pada 2 Agustus 1975 di Balai Sidang, Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;ROMBONGAN penari berpakaian gemerlap, berkumis, dan berjanggut lebat muncul dari kiri panggung. Mereka duduk, lalu menggerakkan tangan ke atas seperti penari kecak dengan iringan musik hard rock. Kemudian dari panggung sebelah kanan muncul penari wanita yang berbusana putih perak. Rambut mereka semuanya kerinting bahkan ada yang kribo, seperti rambut penyanyi God Bless, Achmad Albar, atau Gito dari Rollies. Begitulah Rock Opera Ken Arok dimulai&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tokoh yang hidup pada abad ke-13 (1222-1247) itu dengan sendirinya mewakili kebengalan Harry. Ken Arok begitu muncul langsung mendeklamasikan sajak: Aku Ken Arok, yang engkau tunggu, engkau membeli karcis menontonku, uang seribu tidak sedikit, wahai teman kau tertipu, coba jika uang itu, kau jajankan di jalan Tamblong, tapi kini telah terlanjur, uangmu ada di saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sajak itu menyatakan bahwa rock opera itu bukan apa-apa. Penonton yang dikibuli harap jangan kecewa karena mengharapkan apa-apa yang berlebihan. Walaupun demikian, uang penonton tetap tidak bisa dikembalikan. Penonton yang sebagian besar terdiri dari kaum remaja dan beberapa orang asing membayar tiket masuk antara Rp 500 dan Rp 1.000 justru tertawa terbahak-bahak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kiprah Harry dalam musik rock terus berlanjut. Bersama God Bless, Gipsy, Voodoo Child, Giant Step, Rollies Paramour, Odalf, Freedom of Rhapsodia, dan Yeah Yeah Boys, Harry Roesly and His Gang tampil dalam pesta musik udara terbuka Kemarau 75 di lapangan Gedung Sate, Bandung, 31 Agustus 1975.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelumnya dia juga ikut bersama belasan grup musik pada pesta musik semalam suntuk, Summer 28, tanggal 16 Agustus 1973 di Pasar Minggu, Jakarta. Pemusik bengal ini mamang tidak mau diam, ada saja yang dilakukannya. Dia tidak pernah ambil pusing manggung di mana. Di sebuah kafe yang pengunjungnya cuma seratus orang juga jadi. Lapangan terbuka yang ditonton puluhan ribu orang, apalagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rock Opera Ken Arok-nya di bawa ke mana-mana, termasuk ke Semarang pada Januari 1976. Tetapi, di kota ini Harry kena batunya. Pergelarannya dihentikan oleh yang berwajib, dengan alasan naskah pertunjukan terlambat tiba di meja pemberi izin. Pencekalan pergelaran memang sering terjadi pada masa Orde Baru. Itulah sebabnya Harry ikut menandatangani Pernyataan Mei bersama seniman lainnya menolak hambatan atas karya seni. Sembilan tahun kemudian, April dan Mei 1995, pergelaran Harry juga batal tampil karena soal izin. Yang jelas, pencekalan itu bukan karena musik rock atau jenis musik lain yang diramu Harry, melainkan karena bahasa liriknya tidak mengena pada bahasa penguasa waktu itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harry tidak mau pusing-pusing. Karyanya jalan terus. Bersama Leo Kristi, ia tampil dalam malam Apresiasi Seni Mahasiswa di Gelanggang Mahasiswa Kuningan tanggal 3 Desember 1977, kemudian Pagelaran Musik Konkrit Harry Roesli selama tiga hari, 31 Juli hingga 1 Agustus 1980. Motor trail, skuter, sepeda motor Yamaha dan Honda bebek dijejerkan di depan studionya dengan mesin dihidupkan, lalu masing-masing digas keras-keras dalam pergelaran musik Sikat Gigi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bereksplorasi dan menjelajahi daerah-daerah musik yang baru, seperti memanfaatkan gemuruh suara air terjun dari kotak pengeras suara elektronik disusul kesenyapan tiba-tiba, dilanjutkan dengan suara kertas diremas di depan mikrofon. Semua itu dilakukannya bersama DKSB (Depot Kreasi Seni Bandung) di berbagai panggung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menyusul Off the Record, kemudian ia membuat kejutan lainnya dengan tampil di pub, main musik disko bersama dedengkot jazz Bubi Chen. Masih banyak yang dilakukannya sepanjang tahun 1980-an dan awal tahun 1990-an. Akibatnya, pada hari Minggu 1 Agustus dia digotong ke rumah sakit Borromeus, Bandung&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan tetapi, Harry Roesli bukanlah Harry Roesli kalau sekeluar dari rumah sakit langsung tetirah ke tempat yang tenang untuk memulihkan kesehatannya. Teman-temannya berdatangan, dari menjenguk akhirnya menjadi arena ngobrol. Yang ujung-ujungnya menjadi berbagai kesibukan bermusik, berdiskusi, dan sebagainya. Bersama DKSB dan remaja SMA Blue Enterprises, digelarnya Over Dosis, 30 April-1 Mei 1994, di Gedung Kesenian Akademi Seni Tari Indonesia Bandung. Masih di Bandung, Harry mementaskan "Pertunjukan Pembicaraan" dengan membaca puisi, tetapi ia tidak meradang atau berteriak di antara gebukan perkusi serta geraman masif synthesizer sebagaimana biasanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tahun 1995 Opera Tusuk Gigi, setelah itu ia membuat heboh di di A Mild Jak Jazz ’95 dengan memukul 13 tong kosong. Tahun berikutnya, Konser Musik Generasi Koplo di Graha Bhakti Budaya Taman Ismail Marzuki, Jakarta, 23 April 1996, dengan pengeras suara berkekuatan belasan ribu watt mengepung penonton. Seterusnya bisa diduga, Harry kembali masuk rumah sakit, demikian berita di koran-koran di Bandung, Jakarta, dan kota besar lainnya di Indonesia, 1 November 1996.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah empat bulan dilumpuhkan penyakit misterius sampai pingsan dan keluar masuk rumah sakit, akhir Januari 1997 Harry menyatakan dirinya sudah sembuh dan merasa segar bugar. Kalau sudah begitu, tentu saja dia sibuk lagi, antara lain mengikuti Ajang Festival Perkusi 8-9 Juli di arena Pekan Raya Jakarta. Ia juga tidak mau ketinggalan hadir di Festival Perkusi Jakarta 1997. Dilanjutkan dengan Musik Jazz Invalid 25 Jam 4 Menit di Pusat Kebudayaan Perancis, 26 Juli.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu Harry Roesli and His Gang mengadakan reuni di Poster Café. 31 Oktober, Jakarta. Berlanjut di Bandung, 22 November, dengan misi ganda. Selain menghibur dan ajang kangen-kangenan, konser di Bumi Sangkuriang itu juga bermisi sosial untuk mengetuk hati dermawan menyisihkan sebagian uangnya bagi korban bencana alam di Papua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah berbagai panggung, giliran televisi menampilkan karya-karyanya. Bulan Ramadhan 1977 Harry mendapat "order-pesanan", membuat acara operet yang ditayangkan selama seminggu berturut-turut sebelum lebaran. Tapi, setelah itu Konser Musik Kontemplasi Jilid III yang direncanakan 22 Februari 1998 di Gedung Pusat Kebudayaan Perancis, Bandung, dicekal. Semakin dicekal, ternyata kreativitas Harry semakin bergelora. Pada 17 April DKSB tampil di Teater Utan Kayu, Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih belum merasa puas, ia lalu menerbitkan tabloid Deru, dan Harry menjadi pemimpin redaksinya. Sementara itu, dia juga sibuk mengurus para pengamen dan mendidik mereka dengan ilmu musik. Tapi, lagi- lagi daya tahan tubuhnya tidak kuasa menunjang kreativitasnya yang sedemikian menggebu. Pada 25 Oktober 1998 Harry kembali diantar ke Rumah Sakit Santo Borromeus, Bandung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbagai kegiatan musiknya itu menunjukkan bahwa Harry bukan pemusik rock. Sebagaimana musik lainnya, rock hanya salah satu medianya untuk berekspresi, terutama untuk kaum muda, inilah kelebihannya. Kelebihannya yang lain adalah mampu membuat orang tertawa pada setiap kesempatan meskipun yang sedang dibahas atau dimainkannya adalah musik serius, yang di tangan pemusik lain biasanya membuat penontonnya mengernyitkan kening. Secara terus terang Harry mengakui bahwa dalam berkarya dia memang berada dalam wilayah dua sistem nilai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MENGAKU berangkat dari musik populer, ternyata Harry tak pernah melupakan kulitnya meski kemudian dia menghasilkan musik-musik seni dan kontemporer. Selama 26 tahun, tidak kurangi 25 judul kaset dirampungkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mulai dari Philosophy in Rock (1971), HR Solo I (1972), HR Solo II (1973), HR Solo III (1974), Kaki Langit Akustik (1975), Titik Api (1976) hingga Ken Arok (1977), HR Solo IV (1977) dan Focus (1977). Disusul Tiga Bendera (1977), Gadis Plastik (1978), LTO (1978), Daun (1979), Jika Hari Tak Berangin (1979) serta Kharisma I (1981). Dilanjutkan dengan Kharisma II (1982), Kota Gelap (1982), Zaman (1984), Kuda Rock ’n Roll (1986), Cas Cis Cus (1989), Asmad Dream (1990), Orang Basah (1991), Cuaca Buruk (1992), DKSB Book (1992), dan Si Cantik (1997). Beberapa hasil rekamannya itu diproduksi dan diedarkan di Australia, AS, serta beberapa negara Eropa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bisa dikatakan, Harry lebih produktif daripada para pemusik pop maupun rock umumnya industri rekaman negeri ini. Dalam kurun waktu yang hampir sama, God Bless hanya menghasilkan lima album, ditambah dengan solo album Achmar Albar juga masih di bawah jumlah milik Harry. Barangkali yang bisa menandingi Harry dalam jumlah album hanya Koes Plus dan Hetty Koes Endang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasil rekaman Rock Opera Ken Arok pada tahun 1977 bahkan sempat menjadi rebutan dua produser, Apple Records dan Eterna, hingga harganya melonjak menjadi Rp 4 juta, tawaran yang sangat tinggi waktu itu. Kalau dihitung berdasarkan harga kaset tahun 1977, nilai rekaman Ken Arok itu sekarang berkisar antara Rp 100 dan Rp 200 juta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perbedaannya, motivasi Harry dalam berkarya adalah ketika mengerjakan musik untuk industri menggunakan pertimbangan pasar, sementara untuk musik seni berurusan dengan ekspresi. Tapi, sadar atau tidak dalam rekaman Rock Opera Ken Arok, Harry memadukan keduanya. Sementara dalam rekamannya yang lain, musik dan lirik juga sering bertentang dengan kehendak pasar. Walaupun demikian, kaset Ken Arok direspons masyarakat sangat positif, sebagaimana rekaman lagu pop manis yang waktu itu sedang meledak-ledak. Kalau sudah begitu, tidak salah jika Ken Arok di tangan Harry Roesli menjadi Ken A Rock.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Musik rock dalam falsafah pemusik tambun yang tingginya 166 cm, berat 85 kg, dan lahir di Bandung 10 September 1951 ini dijelaskannya sejak Harry Roesli and His Gang pertama terjun ke dunia rekaman dengan album Philosophy in Rock pada tahun 1971. Salah satu lagu berjudul Malaria, liriknya begini: Sprei tempat tidurmu, putih/itu tandanya kau bersedih, mengapa tidak kau tiduri/ kau hanya terus menangis/apakah kau seekor monyet, yang hanya dapat bergaya/kosong sudah hidup ini/bila kau hanya bicara, guling bantalmu kan bertanya/apakah yang kau pikirkan nona/kau hanya bawa air mata dan ketawa yang kau paksa/lonceng kamarmu kan berkata, mengapa nona pengecut/lanjutkan saja hidup ini, sebagai nyamuk malaria.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada saat itu, 34 tahun yang lalu, Harry menunjukkan bahwa dia tidak hanya piawai berlirik, tetapi juga menyelami musik rock lebih mendalam dengan cara yang berbeda dibandingkan dengan pemusik kita yang merasa lebih rocker dibandingkan dengan pemusik rock Eropa atau Amerika Serikat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengetahuan Harry tentang musik rock diteruskan dengan penelitian musik seni, yang membuatnya semakin tertarik setelah mengambil jurusan musik elektronik di Rotterdam Conservatorium di Belanda, 1977-1981. Sambil kuliah, manggung, dan menghadiri diskusi-diskusi, selama tiga tahun itu ternyata dia mampu menghasilkan sembilan album rekaman. Produktivitas yang luar biasa. Belum termasuk karya musiknya untuk teater dan film.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam album Philosophy in Rock, Harry mengaku banyak dipengaruh berbagai jenis musik dari Brian Auger, Cannon Ball Adderly, Crusaders, War, dan Hampton Hawyes. Pada hakikatnya, filsafat, agama, dan musik adalah pokok hidup yang tidak ternilai harganya, ketiga- tiganya selalu bergandengan tangan, begitu Harry pernah mengatakannya pada suatu ketika tentang judul album perdananya itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seluruh hadirin final Djarum Super Rock Festival X, 11 Desember 2004 di Stadion Tambaksari Surabaya, juga bergandengan tangan dalam mengheningkan cipta ketika diumumkan oleh pembawa acara Ovan Tobing bahwa hari itu Kang Harry telah berpulang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;THEODORE KS Penulis masalah industri musik&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7537407116234902454-7247978073779490468?l=indorockstar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indorockstar.blogspot.com/feeds/7247978073779490468/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://indorockstar.blogspot.com/2008/12/ken-rock-harry-roesli.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7537407116234902454/posts/default/7247978073779490468'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7537407116234902454/posts/default/7247978073779490468'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indorockstar.blogspot.com/2008/12/ken-rock-harry-roesli.html' title='KEN A ROCK-HARRY ROESLI'/><author><name>The Creature</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_2UevuockW4g/SVYaVainIZI/AAAAAAAAAJs/WSfS10JCpMw/s72-c/ken-arok.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7537407116234902454.post-3452954234685463684</id><published>2008-12-27T18:53:00.001+07:00</published><updated>2009-01-11T02:25:26.971+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='rock'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='classic rock'/><title type='text'>GIANT STEP</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_2UevuockW4g/SVYX9baLLxI/AAAAAAAAAJc/0ImwqS6XYAk/s1600-h/Giant-Step.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 181px; height: 116px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_2UevuockW4g/SVYX9baLLxI/AAAAAAAAAJc/0ImwqS6XYAk/s320/Giant-Step.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5284437556862856978" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Nama Giant Step memang tidak sefenomenal dan melegenda seperti halnya God Bless. Namun, grup era 1970-an asal Kota Bandung ini bisa dikatakan sebagai satu-satunya band rock Indonesia pada masa itu yang paling tidak suka membawakan lagu-lagu orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DENGAN kata lain Giant Step merupakan band rock yang berani "melawan arus" pada masa itu. Ketika band-band rock pribumi lain gemar membawakan lagu-lagu karya The Beatles, Rolling Stones, Led Zeppelin, Deep Purple, Black Sabbath, atau Grand Funk Railroad, Giant Step justru lebih bangga membawakan lagu-lagu karya mereka sendiri.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;"Saat itu membawakan lagu sendiri dianggap aneh," kata Triawan Munaf, mantan pemain kibor dan vokalis Giant Step, yang juga sepupu Fariz RM dan ayah kandung penyanyi remaja Sherina. Namun, itulah kelebihan dan sekaligus trademark Giant Step.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka juga termasuk band rock yang lumayan produktif. Setidaknya ada tujuh album yang dihasilkan dalam kurun waktu 1975-1985. Tentu bukan hanya itu, Giant Step pun termasuk dari sedikit band rock pribumi yang berkiblat pada jenis musik progresif (yang pada masa itu lebih sering disebut sebagai art rock) yang diusung grup-grup Inggris, seperti King Crimson, Jethro Tull, Pink Floyd, Gentle Giant, Yes, Genesis, dan ELP (Emerson, Lake, and Palmer).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;JIKA The Beatles memiliki "dwitunggal" Paul McCartney dan John Lennon, Stones dengan Mick Jagger dan Keith Richards, atau Zeppelin dengan Robert Plant dan Jimmy Page, Giant Step pun memiliki "dwitunggal" yang bisa dianggap sebagai roh atau nyawa bagi grupnya, yaitu Benny Soebardja dan Albert Warnerin. Benny dan Albert dikenal sebagai pemain gitar dan penulis lagu yang produktif. Kedua orang inilah yang membidani kelahiran Giant Step pada awal 1970-an di Bandung, kota yang sering dijuluki sebagai gudangnya para seniman musik yang kreatif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum bergabung dengan Giant Step, Benny-antara lain bersama Boetje Garna, Deddy Garna, Soman Lubis, dan Bhagu Ramchand-pernah ikut memperkuat band-band rock Bandung seperti The Peels dan Shark Move. Yang terakhir ini pernah merilis album Ghede Chokra’s (1973) dengan label perusahaan rekaman di Singapura.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu-satunya album Shark Move itu lumayan sukses dan menghasilkan hit seperti My Life dan Bingung. Juga ada lagu-lagu lainnya yang selain kuat liriknya juga enak dinikmati, seperti Butterfly, Insan, dan Madat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana Benny, Albert pun termasuk salah seorang musisi andal asal Kota Kembang itu. Di samping gitar, ia juga menguasai beberapa alat musik lainnya, antara lain suling. Albert juga banyak terlibat dalam proyek musik grup-grup Bandung seperti Gang Of Harry Roesli.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nama Giant Step sendiri, menurut Benny, diambil dari sebuah stiker yang menempel di bungkus gitar milik Remy Sylado. Ceritanya, Benny, Yockie Soeryoprayogo, Deddy Stanzah (mantan Rollies), dan Sammy (mantan drummer Shark Move) pada tahun 1975 hendak manggung di kampus ITB. Namun, ketika itu belum ada nama untuk band mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu Benny yang melihat stiker itu langsung mengusulkan nama Giant Step. Dan sejak itu Giant Step, yang dimanajeri Gandjar Suwargani (pemilik Radio OZ Bandung), secara resmi diproklamasikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Formasi awal Giant Step tidak bertahan lama. Benny kemudian mengajak Adhi Haryadi (bass), Yanto Sudjono (drum), dan Deddy Dores (vokal dan kibor) untuk menggantikan Deddy Stanzah, Sammy, dan Yockie (yang kemudian bergabung ke God Bless). Tidak lama kemudian Albert Warnerin juga bergabung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tahun 1975 itu pula Giant Step mulai masuk dapur rekaman. Album pertamanya yang diberi judul Giant Step Mark-I (1976) yang berisi sepuluh lagu. Termasuk lima lagu berbahasa Inggris-Childhood And The Seabird, Far Away, Fortunate Paradise, Keep A Smile, dan My Life-yang liriknya ditulis oleh Bob Dook, warga Australia yang bermukim di Bandung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di album pertama ini warna musik Giant Step bisa dibilang masih gado-gado. Ada warna Purple, ELP, dan Gentle Giant. Bahkan, ada empat lagu berlirik cinta cengeng yang ditulis dan dinyanyikan Deddy Dores.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;GIANT Step baru melahirkan komposisi yang sungguh-sungguh bernuansa musik rock progresif pada album kedua, ketiga, dan keempat, yaitu Giant On The Move! (1976), Kukuh Nan Teguh (1977), dan Persada Tercinta (1978). Semua lagu, baik lirik maupun musiknya, yang terdapat dalam ketiga album itu tergolong berani. Pasalnya, mereka sama sekali tidak berkompromi dengan selera pasar yang ketika itu masih didominasi lagu-lagu pop cinta remaja ala The Mercy’s dan Favourites Group.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lagu-lagu yang terdapat di album Giant On The Move! bahkan semua liriknya ditulis dalam bahasa Inggris. Mereka mengangkat tema-tema sosial dan politik serta lingkungan, seperti Liar, Decisions, Waste Time, dan Air Pollution.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di album ini formasi Giant Step mengalami perubahan, di mana posisi Deddy Dores (yang keluar karena membentuk Superkid dengan Jelly Tobing dan Deddy Stanzah) digantikan oleh Triawan Munaf dan posisi Yanto Sudjono digantikan oleh Haddy Arief. Triawan dan Haddy adalah mantan anggota Lizard, salah satu band rock Bandung yang pernah mendukung proyek solo Benny dalam album Benny Soebardja &amp; Lizard (1975).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih dengan formasi yang sama, pada tahun 1977 Giant Step merilis album Kukuh Nan Teguh yang, berbeda dengan album sebelumnya, berisi 11 lagu berlirik Indonesia. Di album ini pula untuk pertama kalinya mereka memasukkan unsur lagu tradisional dan dua lagu instrumental (Dialog Tanya dan Dialog Jawab), yang sekaligus menunjukkan kepiawaian para personelnya, khususnya raungan gitar Albert dan permainan kibor Triawan yang untuk masa itu bisa dibilang luar biasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kendati sangat dipengaruhi band-band progresif luar, musik Giant Step sesungguhnya lebih orisinal. Itu setidaknya jika dibandingkan dengan God Bless, yang sempat mengambil potongan lagu Firth Of Fifth karya Genesis di lagu Huma Di Atas Bukit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjelang pembuatan album Persada Tercinta (1978), Triawan mundur karena alasan melanjutkan studi di Inggris. Posisinya digantikan Erwin Badudu, "yang skill-nya jauh lebih canggih daripada saya," kata Triawan. Sebelumnya Erwin sempat terlibat dalam pembuatan album solo Benny Soebardja, Gimme Piece Of Gut Rock (1975), yang musiknya juga digarap oleh para personel Giant Step dan Lizard.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gut Rock adalah proyek album idealis kedua Benny yang seluruh liriknya berbahasa Inggris dan sebagian besar ditulis oleh Bob Dook. Konon Gut Rock semula disiapkan sebagai album Giant Step, tetapi entah kenapa kemudian diubah menjadi album solo Benny.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti dua album Giant Step sebelumnya, nuansa rock progresif yang cukup rumit masih kental pada album Persada Tercinta. Namun, pada album kelima, Tinombala (1979), Giant Step tampak mulai berkompromi dengan selera pasar kala itu, dengan memasukkan lagu pop cinta komersial berjudul Lisa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada saat itu formasi Giant Step kembali mengalami perubahan yang cukup drastis, terutama dengan keluarnya Albert Warnerin, yang posisinya digantikan oleh Harry Soebardja, mantan gitaris Lizard yang juga adik kandung Benny. Posisi Haddy Arief pada drum juga digantikan oleh Tommy sehingga formasi Giant Step pada periode ini adalah Benny, Harry, Adhi, Erwin, dan Tommy.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DENGAN formasi yang sama, mereka merilis album keenam yang diberi judul Giant Step Volume III (1980). Album Volume III (album ketiga di bawah label Irama Tara) ini bisa disebut sebagai album paling buruk yang pernah dihasilkan Giant Step.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Boleh jadi karena Benny sendiri-sebagai motor utama Giant Step-mulai disibukkan dengan proyek-proyek solonya. Sebagai penyanyi solo, nama Benny sempat melejit lewat lagu Apatis (karya Ingrid Wijanarko) dan Sesaat (Harry Sabar) dalam album Lomba Cipta Lagu Remaja Prambors pada akhir 1970-an.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari sukses lagu Apatis dan Sesaat, yang warna musiknya sangat dipengaruhi album soundtrack film Badai Pasti Berlalu (karya Eros Djarot, Yockie, dan Chrisye) itu, Benny kemudian berkolaborasi dengan anak-anak Pegangsaan, khususnya Fariz RM, untuk membuat dua album solo dengan warna musik serupa, yaitu Setitik Harapan dan Lestari pada tahun 1980-an. Namun, kedua album ini kurang begitu berhasil di pasaran, setidaknya jika dibandingkan dengan album Badai maupun Di Batas Angan-Angan (Keenan Nasution) yang juga digarap oleh kelompok Pegangsaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tahun 1985 Benny mencoba membangkitkan kembali Giant Step dengan melibatkan (lagi) Albert Warnerin, Triawan Munaf, Erwin Badudu, serta Jelly Tobing. Pada bulan Juni mereka merilis album Geregetan (1985).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di album ini Giant Step tidak lagi sepenuhnya menyajikan warna musik progresif era 1970-an. Apalagi, kata Triawan, "Produsernya minta agar kita memasukkan sebuah lagu unggulan yang komersial." Toh, waktu itu mereka sempat tampil di TVRI membawakan lagu Geregetan dan Panggilan Jiwa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perjalanan Giant Step berakhir setelah mereka ikut tampil di acara demo solo drum Jelly Tobing pada tahun 1992. Berbagai upaya untuk menyatukan kembali mereka tak kunjung berhasil. Konon karena adanya perselisihan pribadi yang sulit didamaikan antara mantan "dwitunggal" Benny dan Albert.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rupanya, fenomena dua tokoh kunci dalam satu band rock yang sulit disatukan kembali, tidak hanya dimonopoli grup-grup dunia seperti Lennon versus McCartney (The Beatles), Roger Waters kontra David Gilmour (Pink Floyd), atau Ian Gillan melawan Ritchie Blackmore (Deep Purple).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Riza Sihbudi Peneliti LIPI&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7537407116234902454-3452954234685463684?l=indorockstar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indorockstar.blogspot.com/feeds/3452954234685463684/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://indorockstar.blogspot.com/2008/12/giant-step.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7537407116234902454/posts/default/3452954234685463684'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7537407116234902454/posts/default/3452954234685463684'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indorockstar.blogspot.com/2008/12/giant-step.html' title='GIANT STEP'/><author><name>The Creature</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_2UevuockW4g/SVYX9baLLxI/AAAAAAAAAJc/0ImwqS6XYAk/s72-c/Giant-Step.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7537407116234902454.post-4357706941525221713</id><published>2008-12-27T18:44:00.001+07:00</published><updated>2009-01-11T02:26:39.412+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='rock n roll'/><title type='text'>SLANK</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_2UevuockW4g/SVYWp0wjlzI/AAAAAAAAAJU/GTcwdDwMHiY/s1600-h/slank-lg.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 180px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_2UevuockW4g/SVYWp0wjlzI/AAAAAAAAAJU/GTcwdDwMHiY/s320/slank-lg.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5284436120558606130" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;The Beginning&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Slank dibentuk tahun 1983. Dimulai sebagai band SMP Cikini Stone Complex (CSC), Bimbim (drum), Boy (gitar), Kiki (gitar), Abi (bass), Uti (vokal) dan Well Welly (vokal). Band ini mengekspresikan kecintaannya pada lagu-lagu Rolling Stones. Namun sayang, grup ini tidak bertahan lama dan akhirnya membubarkan diri. Bersama dengan keponakannya Erwan dan Denny, Bimbim (drum) mulailah untuk membentuk suatu band baru Red Evil. Kiki yang mana adalah salah satu dari gitaris Cikini Stone Complex (CSC), bergabung dengan mereka. Seorang gitaris lain yang bergabung dalam Red Evil adalah Bongky.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Kalau Cikini Stone Complex (CSC) hanya menirukan Rolling Stones, Red Evil mempunyai suatu konsep bermain yang lebih baik, Red Evil mulai untuk mengarang lagu. Walaupun Red Evil sedang menyanyikan lagu-lagu Rolling Stones, mereka menyanyikannya dengan sangat menarik seperti dengan cara mereka, yang mana sembrono, slengean dan dengan menirukan gaya band asli main. Melihat gaya dan cara mereka bermain musik beberapa teman dan fans memanggil mereka SLENGEAN. Sejak Itu Red Evil berubah nama menjadi SLANK.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The Foundation&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang tua Indonesia pada waktu itu sedang mengharapkan anak-anak mereka bisa menjadi suatu insinyur, dokter, akuntan, pemilik bank atau pekerjaan yang mereka kuasai. Aktif sebagai seniman atau pemusik sepadan dengan nganggur menurut pemikiran mereka. Beruntung Bimbim memiliki orang tua yang mendukung untuk menjadi pemusik 99%. Mereka dibiarkan berlatih dan berlatih dirumah mereka di Jl. Potlot 3/14. Dan hari ini tempat itu kita kenal sebagai home base SLANK’s.&lt;br /&gt;Seiring waktu yang terus berjalan, pemikiran, rasa, perasaan, suasana hati dan sebagainya tak dapat dipungkiri. SLANK mulai berganti personel satu demi satu. Semangat Bimbim telah membawan suatu keberuntungan yang baik. Di formasi yang ke 13 ia mendapat pasukan besar untuk memasuki industri musik. Formasi itu adalah Bimbim (drum), Bongky (bass), Pay (gitar), Indra (keyboard), dan Kaka (vocal).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Their Debut&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama SLANK memulai dengan membawa tape demo mereka kesana-sini, dari satu produser ke produser yang lain, dari studio rekaman satu ke studio rekaman yang lain . Mereka semua menolak musik yang diusung SLANK. Akhirnya Indra Qadarsih, pemain keyboard pada waktu itu, memperkenalkan SLANK dengan Produser Boedhi Soesatio. Boedhi tertarik dengan musik SLANK. Budhi pikir SLANK mempunyai suatu campuran Pop, Rock n’ Roll, Blues dan Ethnic Indonesia yang sangat berbeda dari musik-musik pada tahun itu.&lt;br /&gt;Perasaan bisnis Boedhi mengatakan ini adalah keuntungan. Album pertama SLANK adalah SUIT.. SUIT.. HE.. HE.. (Gadis ) di release 1991, dengan single MEMANG dan MAAFKAN yang mendapatkan penjualan terbaik dan membawa Slank untuk menerima penghargaan dalam BASF Award sebagai pendatang baru terbaik pada 1991. Sejak itu, SLANK menjadi terkenal dan mempunyai banyak fans di mana-mana di negeri ini.&lt;br /&gt;Selanjutnya setiap tahun SLANK mengeluarkan album :&lt;br /&gt;• Album 2 “KAMPUNGAN” - 1991&lt;br /&gt;• Album 3 “PISS” - 1993&lt;br /&gt;• Album 4 “GENERASI BIRU” - 1994&lt;br /&gt;• Album 5 “MINORITAS” - 1995&lt;br /&gt;formasi slank baru&lt;br /&gt;slank Pictures, Images and Photos&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The Moment of Truth… and Back on Track&lt;br /&gt;Setelah Album kelima SLANK harus kehilangan tiga personel yaitu Bongky ( bass), Indra Q ( keyboard) dan Pay (gitar). Dengan hanya dua personel, Bimbim dan Kaka, SLANK mencoba untuk tetap bertahan. Mereka membuat album keenam, LAGI SEDIH, dengan bantuan dari teman Reynold (gitar) dan Ivanka ( bass). LAGI SEDIH, memperlihatkan kesedihan mereka yang ditinggalkan oleh personel- personel SLANK, yang di release tahun 1996.&lt;br /&gt;Kesedihan menjadi lebih dalam ketika Reynold memutuskan untuk keluar dari SLANK ketika mereka bersiap-siap menghadapi promo album LAGI SEDIH. Para personel SLANK keliling mencari penggantian untuk Reynold. Pada waktu itu, Ivanka memperkenalkan Abdee Negara, dan Lulu Ratna, manajer pada waktu itu, memperkenalkanlah Ridho Hafiedz. Dua gitaris mempunyai karakter berbeda sehingga mereka memutuskan untuk mengajak Abdee dan Ridho untuk main. Lebih dari 100 nyanyian diberikan kepada Abdee dan Ridho untuk dipelajari dalam waktu hanya dua minggu. Dengan pemain ini, SLANK kembali ke jalan rock dengan formasi yang ke 14.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Slank kembali dengan pemain baru dan album baru yang lain :&lt;br /&gt;• Album 7 – TUJUH released 1997&lt;br /&gt;• Album 8 – MATA HATI REFORMASI released 1998&lt;br /&gt;• Album 9 – 999+09 released 1999 (double album)&lt;br /&gt;• Album 10 – VIRUS released 2001&lt;br /&gt;• Album 11 – SATU SATU released 2003&lt;br /&gt;• Album 12 – ROAD TO PEACE released April 2004&lt;br /&gt;• Album 13 – PLUR released December 2004&lt;br /&gt;• Album 14 – SLANKISME released 2006&lt;br /&gt;• Album 15 – SLOW BUT SURE released 2007&lt;br /&gt;• Album 16 – THE BIG HIP released 2008&lt;br /&gt;• Album 17 – ANTHEM FOR THE BROKEN HEARTED released 2008&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7537407116234902454-4357706941525221713?l=indorockstar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indorockstar.blogspot.com/feeds/4357706941525221713/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://indorockstar.blogspot.com/2008/12/slank.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7537407116234902454/posts/default/4357706941525221713'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7537407116234902454/posts/default/4357706941525221713'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indorockstar.blogspot.com/2008/12/slank.html' title='SLANK'/><author><name>The Creature</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_2UevuockW4g/SVYWp0wjlzI/AAAAAAAAAJU/GTcwdDwMHiY/s72-c/slank-lg.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7537407116234902454.post-830790122425250624</id><published>2008-12-27T18:07:00.001+07:00</published><updated>2009-01-11T02:27:21.963+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='death metal'/><title type='text'>FORGOTTEN</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_2UevuockW4g/SVYM6ncvOEI/AAAAAAAAAJM/n5Dy6HTZPzw/s1600-h/fgtn.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 215px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_2UevuockW4g/SVYM6ncvOEI/AAAAAAAAAJM/n5Dy6HTZPzw/s320/fgtn.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5284425413927319618" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;FORGOTTEN: Nyawanya Adalah Pemberontakan, Kematian &amp; Kutukan.&lt;/span&gt; PEMBERONTAKAN itu bisa lahir karena banyak sebab. Sebab budaya, sosial atau politik [mungkin ini yang kerap muncul]. Tapi pemberontakan juga bisa lahir karena melihat ketimpangan dan gerah dengan lingkungan yang membuat seseorang [atau peer-group] terkungkung. Munculnya dalam banyak bentuk, salah satunya adalah gerakan musikal yang keras, liar dan punya lirik meledak-ledak. &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Titik tolak itu mungkin bisa memberi gambaran dari lahirnya band death metal asal Ujung Berung Bandung,* FORGOTTEN.* Bermual dari sekumpulan anak muda yang gelisah dengan lingkungannya yang padat oleh industri pabrik, kumuh dan lingkungan mulai sesak, akhirnya mereka mencari solusi dengan "berteriak" lewat medium musik dan death metal adaalah pilihannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun 1994 silam, Ferly [gitar], Toteng [gitar], Kardun [bass], Addy Gembel [vokal] dan Kudung [drum] memproklamirkan lahirnya FORGOTTEN. Mereka meretas jalan panjang menjadi band indie yang lahir dari komunitas msuik 'homeless crew' di Ujungberung. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiga tahun sesudahnya, Januari 1997, band ini merilis album perdana 'Future Syndrome' yang direkan di Palapa Studio Bandung. Materinya enam lagu berlirik Inggris dirilis oleha label Palapa Record. Hebatnya, peredarannya menembus Asia. Malah kemudian menggandeng Morbid Record untuk masuk pasar Eropa. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Respon yang positif membuat FORGOTTEN bersemangat untuk kembali merilis album. Dengan materi dua single, Maret 1998 band ini kembali menggedor pasar dengan titel 'OBSESI MATI Promo Tape 98' yang juga dirilis lewat jalur indie oleh Rock Record. Sayangnya, Ferly --gitaris-- kemudian memilih mundur. Padahal beberapa proyek kompilasi sedang digarap. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Toh hidup dan berkarya terus berjalan. Februari 2000, FORGOTTEN malah kemudian bersiap-siap dengan full album ke-2. 10 materi yang "mengerikan" direkam di Studio Rehearsal 40124 Bandung. Kelar produksi, Agustus 2000 album kedua 'OBSESI MATI' dirilis oleh Soul Production. Lagu-lagi mereka harus kehilangan personilnya, lantaran Kudung [drumer] mengundurkan diri dan digantikan [sementara] oleh Andris, drumer band death metal lain, Disinfekted. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;FORGOTTEN tak sempat berdiam diri. Masuk Juli 2001, mereka menggarap empat lagu berbahasa Indonesia di Bintang 41 Studio Bandung. Jangan kaget, e.p itu berjudul 'TUHAN TELAH MATI' yang dirilis Agustus 2001 oleh label Indie Record. Band ini kembali harus kehilangan personil, Kardun [bass] juga pilih mundur dari line-up karena alasan pribadi. Apa boleh buat, Dikky dari PostMortem pun digaet sebagai additional. Tahun 2003, band "mengganas" dengan album bertitel 'TIGA ANGKA ENAM.' Mungkin inilah album "tersarkastis' yang pernah mereka rilis. Liriknya makin kasar, keras dan meledak-ledak. Tapi di era inilah, Andris [drum] keluar dan sementara digantikan oleh additonal drum dari Motordeath. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini band "terganas" ini kembali dengan album terliarnya, 'TIGA ANGKA ENAM' yang dirilis ulang oleh RottreVore Record Jakarta. Ada 10 lagu yang kejam dan ganas dan siap menghardik setiap hadangan. Jangan "tertipu" dengan judul album yang mengesankan band ini seperti "iblis" tanpa ampun. Mereka tetap manusia yang kritis dan memilih lirik "gelap" sebagai pelampiasan kegeraman mereka akan kondisi dunia yang menyebalkan ini. Tapi percayalah, FORGOTTEN [dengan line-up Hendra/drum, Dicky/bass, jateng Kampret/gitar, Addy Gembel/vokal] bukan penyesat, itu pasti! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;www.tembang.com&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7537407116234902454-830790122425250624?l=indorockstar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indorockstar.blogspot.com/feeds/830790122425250624/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://indorockstar.blogspot.com/2008/12/forgotten.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7537407116234902454/posts/default/830790122425250624'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7537407116234902454/posts/default/830790122425250624'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indorockstar.blogspot.com/2008/12/forgotten.html' title='FORGOTTEN'/><author><name>The Creature</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_2UevuockW4g/SVYM6ncvOEI/AAAAAAAAAJM/n5Dy6HTZPzw/s72-c/fgtn.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7537407116234902454.post-6079247927211464863</id><published>2008-12-27T18:05:00.003+07:00</published><updated>2009-01-11T02:29:18.813+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='death metal'/><title type='text'>SIKSA KUBUR</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_2UevuockW4g/SVYMKVniX5I/AAAAAAAAAJE/JbLI47-Wffo/s1600-h/siksa+kubur.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 240px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_2UevuockW4g/SVYMKVniX5I/AAAAAAAAAJE/JbLI47-Wffo/s320/siksa+kubur.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5284424584507056018" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;SIKSAKUBUR pertama kali di bentuk pada 6 july 1996. nama ini diambil dari band yang menjadi tolak ukur mereka dalam bermusik yaitu SEPULTURA yang berarti kuburan band memulai debut nya dari event-event UNDERGROUND mulai menarik perhatian para pecinta musik DEATH METAL dibulan july hingga september tahun 1996 SIKSAKUBUR mulai masuk studio rekaman yang bernama K-studio yang mengemas 9 lagu yang dituangkan dalam sebuah album THE CARNAGE yang dirilis dan didistribusikan oleh EXTREME SOUL PRODUCTION dalam sebuah kaset &amp; CD. Album ini mendapat tanggapan yang positif dari kalangan pemerhati musik UNDERGROUND khususnya album ini terjual 1000 keping CD &amp; 500 copy kaset, walaupun kwalitas dari album ini sangat kurang dikarenakan minimnya perlengkapan studio rekaman. &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Sukses dengan album pertamanya bulan November 2001 SIKSAKUBUR merekam 9 lagu dan dibubuhi 1 (intro) yang dituangkan kedalam album kedua BACK TO VENGEANCE yang didistribusikan oleh ROTTREVORE records dalam sebuah format kaset, penjualan album ini termasuk fantastis dalam kurun waktu 1 bulan telah terjual 750 copy kaset walaupun hasil rekaman inipun masih kurang sempurna tapi lebih baik dari album pertama. SIKSAKUBUR mulai merambah event-event di Indonesia khususnya dipulau jawa hingga bali. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Formasi album THE CARNAGE and BACK TO VENGEANCE adalah Japra (vocal), Andyan gorust (Drum), Ade godel (gitar), Burgenk (Bass) tapi setelah album kedua dirilis ADE GODEL mengundurkan diri dari SIKSAKUBUR karena tidak bisa membagi waktunya dengan band, disusul dengan BURGENK yang mengundurkan diri dari band karena harus melanjutkan study keluar negeri. Posisi ini di gantikan oleh Andre yang juga gitaris REVITOL dan Yudhi bebek ex- AUTHORITY, dengan formasi ini SIKSAKUBUR mengeluarkan album ke tiga yang bertitel EYE CRY album ini dirilis dan didistribusikan oleh ROTTREVORE records dalam format CD dan KASET album inilah yang membuat SIKSAKUBUR mendapat perhatian lebih dari media massa dan elektronik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SIKSAKUBUR merambah event-event bukan hanya event UNDERGROUND saja tapi event yang bukan UNDERGROUND sampai pentas seni sekolah SIKSAKUBUR menjadi headliner dalam acara tersebut ini sebagai bukti bahwa musik DEATH METAL yang dimainkan oleh SIKSAKUBUR mulai mendapat perhatian lebih, bukan hanya di Indonesia tapi hingga mancanegara khususnya SINGAPURA dan MALAYSIA. Karena july tahun 2005 lalu SIKSAKUBUR menjadi headline pada sebuah event metal di singapura. Album THE CARNAGE dan BACK TO VENGEANCE akhirnya dirilis oleh FROM BEYOND record (belanda) ini adalah sub label dari DISPLASEDrec yang merupakan salah satu label METAL besar di amerika album ini dikemas kedalam bentuk CD yang didistribusikan Bukan hanya di ASIA tapi benua EROPA dan AMERIKA. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah lebih dari 10 thn berkiprah di Blantika musik metal Indonesia SIKSAKUBUR telah merilis 4 AlbumPodi yaitu THE CARNAGE, BACK TO VENGEANCE, EYE CRY dan PODIUM yang juga merupakan album terakhir dari drummer sekaligus pendiri SIKSAKUBUR yaitu ANDYAN GORUST. Namun setelah mengalami masa2 sulit dan masa pencarian pemain drum, akhirnya SIKSAKUBUR mendapatkan drummer baru yaitu PRAMA [ ex- ALEXANDER.LAST SUFFER] . Namun masalah belum selesai, YUDI BEBEK pun mengundurkan diri karena masalah pekerjaan, namun EWIN (Eks, Bloody Gore/C.O.B/Extracensory) langsung menggantikan nya. dan SIKSAKUBUR pun siap untuk kembali dengan formasi baru ini….so WATCH OUT !!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;rottrevorerecords.wordpress.com&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7537407116234902454-6079247927211464863?l=indorockstar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indorockstar.blogspot.com/feeds/6079247927211464863/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://indorockstar.blogspot.com/2008/12/siksa-kubur.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7537407116234902454/posts/default/6079247927211464863'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7537407116234902454/posts/default/6079247927211464863'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indorockstar.blogspot.com/2008/12/siksa-kubur.html' title='SIKSA KUBUR'/><author><name>The Creature</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_2UevuockW4g/SVYMKVniX5I/AAAAAAAAAJE/JbLI47-Wffo/s72-c/siksa+kubur.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7537407116234902454.post-3141553929544636069</id><published>2008-12-27T17:57:00.003+07:00</published><updated>2009-01-17T01:45:37.885+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='death metal'/><title type='text'>DEATH VOMIT</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_2UevuockW4g/SVYLqFKKMTI/AAAAAAAAAI8/042qhIcMlfA/s1600-h/deathvomit1.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 214px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_2UevuockW4g/SVYLqFKKMTI/AAAAAAAAAI8/042qhIcMlfA/s320/deathvomit1.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5284424030333055282" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;DEATH VOMIT terbentuk pada tahun 1995 di Jogjakarta: Dede (vokal), Wilman (gitar), Ary (bas) dan Roy (drum). Band ini terinfluences oleh SUFFOCATION – DEEDS OF FLESH – INTERNAL BLEEDING - PYREXIA. Pada awalnya memainkan musik death metal dan langsung membawakan lagu sendiri. Tidak berapalama lagu-lagu sendiri direkam dalam bentuk rehearseal demo dan mendapat respon positif dari pecinta musik underground Indonesia , Respon ini berlanjut dengan sering tampilnya DEATH VOMIT di luar kota Jogjakarta seperti Jakarta, Bandung, Purwokerto, Solo, Malang Surabya Denpasar walaupun sempat berganti formasi personel.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Tahun 1997 DEATH VOMIT ikut serta dalam album kompilasi underground Indonesia METALIK KLINIK I produksi Musica Records. Mulai saat itulah pementasan banyak dilakukan dan tetap menciptakan lagu sendiri. Hingga pada bulan Noivember 1999 DEATH VOMIT merilis album pertama “Eternally Deprecated” yang diproduksi secara D I Y (Do It Yourself) baik dari proses rekaman, produksi kaset sampai distribusi benar-benar murni dilakukan oleh DEATH VOMIT sendiri.Penjualan album ini terbilang lumayan sebanyak 1500 kaset. Hal ini  membuat label Bandung Extreme Soul Production berniat merilis ulang album ini. Sampai saat ini kaset yang dirilis ulang telah terjual sebanyak 2200 kaset.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan berjalannya waktu, DEATH VOMIT mengalami pergantian personel. Dan line up terkini DEATH VOMIT adalah Sofyan Hadi (Vokal/gitar) , Oki Haribowo (bass) dan Roy Agus (drum). Pada awal bulan Mei 2006 DEATH VOMIT rekaman album baru dengan judul “The Prophecy”di bawah label ROTTREVORE RECORDS yang akan beredar pada bulan Agustus 2006&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan berjalannya waktu, DEATH VOMIT mengalami pergantian personel. Dengan line up  Sofyan Hadi (Vokal/gitar), Oki Haribowo (bass) dan Roy Agus (drum). Pada awal bulan Mei 2006 DEATH VOMIT rekaman album baru dengan judul “The Prophecy”di bawah label ROTTREVORE RECORDS yang akan beredar pada bulan Agustus 2006.“The Prophecy” bermaterikan 9 buah lagu yang sangat cepat,berkarakter sound Heavy mid-low,sebuah hasil dengan nilai 2 jempol!! Sebuah hasil karya yang bisa dijadikan tolak ukur untuk musik DEATH METAL INDONESIA…recording di lakukan di Studio Avila,Sleman-Jogjakarta yang sepenuhnya di pegang oleh Inal sebagai operator loading pada tanggal 6 – 14 Mei 2006,Mixing DEATH VOMIT di lakukan di Bintang 41 Studio recording tepatnya di Riung Bandung oleh Oteng Forgotten dan Sophyan ( guitar/vocal ) 17 – 22 mei 2006 . Mastering untuk DEATH VOMIT di mulai pada tanggal 1 – 3 Juni 2006 oleh Samuel Tanasyah di Warner Music Studio. Pengarapan seluruh layout cover dipegang oleh Bakuh dan Kenji seorang designer militan metal Jogjakarta. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada rilisan ini DEATH VOMIT juga merilis sebuah enhanced Cd yang kalian semua bisa melihat seluruh Interview dan seluruh sesi Recording DEATH VOMIT dalam bentuk visual audio.Semangat metal 14 Tahun yang membuat DEATH VOMIT semakin matang dalam meng arrangement lagu sebuah kekuatan mesin tempur yang dasyat.setelah tertidur cukup lama akhirnya pada bulan agustus 2006 DEATH VOMIT memuntahkan kemarahannya lewat album terbaru mereka yang berjudul “ The Prophecy “.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tanngal 19 Juni 2008 DEATH VOMIT management dan ROTTREVORE RECORDS mengadakan sebuah konser tunggal yang bertajuk “DEATH VOMIT FLAMES OF HATE”, Acara dikemas sedemikian rupa dengan perpaduan Panggung, Tata sound dan Tata Cahaya yang spektakuler. Acara ini bertujuan untuk pembuatan Video Audio dalam kemasan DVD sebagai tolak ukur genre Death Metal Di jogja khususnya dan Indonesia Umumnya dan juga merupakan sebuah acara Dokumentasi Perjalanan Karir DEATH VOMIT Selama 12 Tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Acara Jogjakarta Corpse Grinder Resurrection, 20 Agustus 2008, merupakan show terakhir Death Vomit dengan line up Sofyan Hadi (Vokal/gitar), Oki Haribowo (bass) dan Roy Agus (drum), karena Sofyan Hadi sang vokalis mengundurkan diri. Sampai saat tulisan ini belum ditetapkan siapa yang akan mengisi vokal dan gitar. Tetapi Death Vomit masih tetap eksis dengan aksi brutalnya dengan menggunakan additional player dalam setiap shownya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;rottrevorerecords.wordpress.com&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7537407116234902454-3141553929544636069?l=indorockstar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indorockstar.blogspot.com/feeds/3141553929544636069/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://indorockstar.blogspot.com/2008/12/death-vomit.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7537407116234902454/posts/default/3141553929544636069'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7537407116234902454/posts/default/3141553929544636069'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indorockstar.blogspot.com/2008/12/death-vomit.html' title='DEATH VOMIT'/><author><name>The Creature</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_2UevuockW4g/SVYLqFKKMTI/AAAAAAAAAI8/042qhIcMlfA/s72-c/deathvomit1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7537407116234902454.post-5457867281343710708</id><published>2008-12-27T15:09:00.003+07:00</published><updated>2009-01-11T02:51:57.633+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='metalcore'/><title type='text'>BUGERKILL</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_2UevuockW4g/SVXi3Be3fEI/AAAAAAAAAI0/pZayVteeJ4w/s1600-h/bk-personil.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 249px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_2UevuockW4g/SVXi3Be3fEI/AAAAAAAAAI0/pZayVteeJ4w/s320/bk-personil.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5284379172707728450" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Ini merupakan sebuah cerita pendek dari 12 tahun perjalanan karir bermusik dari sebuah band super keras yang telah menjadi fenomena di populasi musik keras khususnya di Indonesia. Sebuah band yang namanya diambil dari selewengan sebuah nama restaurant fast food asal Amerika, ya mereka adalah Burgerkill band asal origin Ujungberung, tempat orisinil tumbuh dan berkembangnya komunitas Death Metal / Grindcore di daerah timur kota Bandung. Band lulusan scene Uber ( nama keren Ujungberung ) selalu dilengkapi gaya Stenografi Tribal dan musik agresif yang super cepat, Jasad, Forgotten, Disinfected, dan Infamy to name a few.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Burgerkill berdiri pada bulan Mei 1995 berawal dari Eben, scenester dari Jakarta yang pindah ke Bandung untuk melanjutkan sekolahnya. Dari sekolah itulah Eben bertemu dengan Ivan, Kimung, dan Dadan sebagai line-up pertamanya. Band ini memulai karirnya sebagai sebuah side project yang ga punya juntrungan, just a bunch of metal kids jamming their axe-hard sambil menunggu band orisinilnya dapat panggilan manggung. Tapi tidak buat Eben, dia merasa bahwa band ini adalah hidupnya dan berusaha berfikir keras agar Burgerkill dapat diakui di komunitasnya. Ketika itu mereka lebih banyak mendapat job manggung di Jakarta melalui koneksi Hardcore friends Eben, dari situlah antusiasme masyarakat underground terhadap Burgerkill dimulai dan fenomena musik keras tanpa sadar telah lahir di Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walhasil line-up awal band ini pun tidak berjalan mulus, sederet nama musisi underground pernah masuk jajaran member Burgerkill sampai akhirnya tiba di line-up solid saat ini. Ketika dimulai tahun 1995 mereka hanya berpikir untuk manggung, pulang, latihan, manggung lagi dst. Tidak ada yang lain di benak mereka, tapi semuanya berubah ketika mereka berhasil merilis single pertamanya lewat underground phenomenon Richard Mutter yang merilis kompilasi cd band-band Bandung pada awal 1997. Nama lain seperti Full Of Hate, Puppen, dan Cherry Bombshell juga bercokol di kompilasi yang berjudul "Masaindahbangetsekalipisan" tersebut. Memang masa itu masa indah musik underground. Everything is new and new things stoked people! Tidak tanggung lagu Revolt! dari Burgerkill menjadi nomor pembuka di album yang terjual 1000 keping dalam waktu singkat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah mengenal nikmatnya menggarap rekaman, anak anak ini tidak pernah merasa ingin berhenti, dan pada akhir tahun 1997 mereka kembali ikut serta dalam kompilasi "Breathless" dengan menyertakan lagu "Offered Sucks" didalamnya. Awal tahun 1998 perjalanan mereka berlanjut dengan rilisan single Blank Proudness, pada kompilasi band-band Grindcore Ujungberung berjudul "Independent Rebel". Yang ketika itu dirilis oleh semua major label dengan distribusi luas di Indonesia dan juga di Malaysia. Setelah itu nama Burgerkill semakin banyak menghias concert flyers di seputar komunitas musik underground. The Antics went higher, semakin banyak fans berat menunggu kehadiran mereka diatas panggung. Burgerkill sang Hardcore Begundal!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disekitar awal tahun 1999, mereka mendapat tawaran dari perusahaan rekaman independent Malaysia, Anak Liar Records yang berakhir dengan deal merilis album Three Ways Split bersama dengan band Infireal (Malaysia) dan Watch It Fall (Perancis). Hubungan dengan network underground di Malaysia dan Singapura berlanjut terus hingga sekarang. Burgerkill menjadi langganan cover zine independent di negara-negara tersebut dan berimbas dengan terus bertambahnya fans mereka dari negeri Jiran. Di tahun 2000, akhirnya Burgerkill berhasil merilis album perdana mereka dengan title "Dua Sisi" dan 5000 kaset yang di cetak oleh label indie asal Bandung, Riotic Records ludes habis dilahap penggemar fanatik yang sudah tidak sabar menunggu sejak lama. Di tahun yang sama, band ini juga merilis single "Everlasting Hope Never Ending Pain" lewat kompilasi "Ticket To Ride", sebuah album yang benefitnya disumbangkan untuk pembangunan sebuah skatepark di kota Bandung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Single terakhir menjadi sebuah jembatan ke era baru Burgerkill, dimana masa awal mereka lagu-lagu tercipta hasil dari pengaruh band-band Oldschool Hardcore, Name it: Minor Threat, 7 Seconds, Gorilla Biscuits, Youth of Today, Sick of it All, Insted, Etc. Seiring dengan waktu, mereka mulai untuk membuka pengaruh lain. Masuklah pengaruh dari band band Modern Metal dan Newschool Hardcore dengan beat yang lebih cepat dan lebih agresif, selain itu juga riff-riff powerchord yang enerjik menjadi bagian kental pada lagu-lagu Burgerkill serta dilengkapi oleh fill-in gitar yang lebih menarik. Anak-anak ini memang tidak pernah puas dengan apa yang mereka hasilkan, mereka selalu ingin berbuat lebih dengan terus membuka diri pada pengaruh baru. Hampir semua format musik keras dilahap dan di interprestasikan kedalam lagu, demikianlah Burgerkill berkembang menjadi semakin terasah dan dewasa. Lagu demi lagu mereka kumpulkan untuk menjadi sebuah materi lengkap rilisan album kedua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa Mainstream Achievement pun sempat mereka rasakan, salah satunya menjadi nominator Band Independent Terbaik ala majalah NewsMusik di tahun 2000. Awal tahun 2001 pun mereka berhasil melakukan kerjasama dengan sebuah perusahaan produk sport apparel asal Amerika: PUMA yang selama 1 tahun mensupport setiap kali Burgerkill melakukan pementasan. Dan sejak Oktober 2002 sebuah produk clothing asal Australia: INSIGHT juga mensupport dalam setiap penampilan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertengahan Juni 2003, Burgerkill menjadi band Hardcore pertama di Indonesia yang menandatangani kontrak sebanyak 6 album dengan salah satu major label terbesar di negeri ini, Sony Music Entertainment Indonesia. Dan setelah itu akhir tahun 2003, Burgerkill berhasil merilis album kedua mereka dengan title "Berkarat". Lagu-lagu pada album ini jauh lebih progressif dan penuh dengan teknik yang lebih terasah dibandingkan album sebelumnya. Hampir tidak ada lagi nuansa straight forward dan moshpart sederhana ala band standard Hardcore yang tercermin dari single-single awal mereka. Pada sector vocal dengan tetap mengedepankan nuansa depresif dan kelam, karakter vocal Ivan sang vokalis Bengal lebih berani dimunculkan dengan penulisan bahasa pertiwi dan artikulasi kata yang lebih jelas. Dan di sector musik pun, Toto, Eben, Andris dan gitaris baru mereka Agung semakin berani menjelajahi daerah-daerah baru yang sebelumnya tidak pernah dijajaki kelompok musik keras manapun di Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah kejutan hadir pada pertengahan tahun 2004, lewat album "Berkarat" Burgerkill masuk kedalam salahsatu nominasi dalam salah satu event Achievement musik terbesar di Indonesia "Ami Awards". Dan secara mengejutkan mereka berhasil menyabet award tahunan tersebut untuk kategori "Best Metal Production". Sebuah prestasi yang mungkin tidak pernah terlintas di benak mereka, dan bagi mereka hal tersebut merupakan sebuah tanggung jawab besar yang harus mereka buktikan melalui karya-karya mereka selanjutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di awal tahun 2005 di tengah kesibukan mereka mempersiapkan materi untuk album ketiga, Toto memutuskan untuk meninggalkan band yang telah selama 9 tahun dia bangun bersama. Namun kejadian ini tidak membuat anak-anak Burgerkill putus semangat, mereka kembali merombak formasinya dengan memindahkan Andris dari posisi Bass ke posisi Drums dan terus melanjutkan proses penulisan lagu dengan menggunakan additional bass player. Sejalan dengan selesainya penggarapan materi album ketiga, tepatnya November 2005, Burgerkill memutuskan kontrak kerjasama dengan Sony Music Entertainment Indonesia dikarenakan tidak adanya kesepakatan dalam pengerjaan proyek album ketiga. So guys...these kids always have a great spirit to keep blowing their power, dan akhirnya mereka sepakat untuk tetap merilis album ke-3 "Beyond Coma And Despair" di bawah label mereka sendiri Revolt! Records di pertengahan Agustus 2006. Album ketiga yang memiliki arti sangat dalam bagi semua personil Burgerkill baik secara sound, struktur, dan format musik yang mereka suguhkan sangat berbeda dengan dua album sebelumnya. Materi yang lebih berat, tegas, teknikal, dan berani mereka suguhkan dengan maksimal disetiap track-nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun tak ada gading yang tak patah, sebuah musibah terbesar dalam perjalanan karir mereka pun tak terelakan, Ivan sang vokalis akhirnya menghembuskan nafas terakhirnya ditengah-tengah proses peluncuran album baru mereka di akhir Juli 2006. Peradangan pada otaknya telah merenggut nyawa seorang ikon komunitas musik keras di Indonesia. Tanpa disadari semua penulisan lirik Ivan pada album ini seolah-olah mengindikasikan kondisi Ivan saat itu, dilengkapi alur cerita personal dan depresif yang terselubung sebagai tanda perjalanan akhir dari kehidupannya. "Beyond Coma And Despair" sebuah album persembahan terakhir bagi Ivan Scumbag yang selama ini telah menjadi seorang teman, sahabat, saudara yang penuh talenta dan dedikasi dengan disertai karakter karya yang mengagumkan. Burgerkill pun berduka, namun mereka tetap yakin untuk terus melanjutkan perjalanan karir bermusik yang sudah lebih dari 1 dekade mereka jalani, dan sudah tentu dengan menghadirkan seorang vokalis baru dalam tubuh mereka saat ini. Akhirnya setelah melewati proses Audisi Vokal, mereka menemukan Vicki sebagai Frontman baru untuk tahap berikutnya dalam perjalanan karir mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan pada awal Januari 2007 mereka telah sukses menggelar serangkaian tour di kota-kota besar di Pulau Jawa dan Bali dalam rangka mempromosikan album baru mereka. Target penjualan tiket di setiap kota yang didatangi selalu mampu mereka tembus, dan juga ludesnya penjualan tiket di beberapa kota menandakan besarnya antusiasme masyarakat musik cadas di Indonesia terhadap penampilan Burgerkill. A written story just wouldn't enough, tunggu kejutan dan dengarkan album baru mereka, tonton konsernya dan rasakan sensai musik keras yang tak akan kamu lupakan...BURGERKILL HARDCORE BEGUNDAL IN YOUR FACE, WHATEVER!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diskografi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beyond Coma And Despair&lt;br /&gt;Revolt! Records, 2006&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Track List:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.  Darah Hitam Kebencian&lt;br /&gt;2.  We Will Bleed&lt;br /&gt;3.  Shadow Of Sorrow&lt;br /&gt;4.  Laknat&lt;br /&gt;5.  Angkuh&lt;br /&gt;6.  Suffer To Death&lt;br /&gt;7.  Anjing Tanah&lt;br /&gt;8.  Last Escape&lt;br /&gt;9.  Agony Remains Insane&lt;br /&gt;10.  Atur aku&lt;br /&gt;11.  Beyond Coma And Despair&lt;br /&gt;12.  Unblessing Life&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua Sisi Repacked&lt;br /&gt;Sony Music Ent. Indonesia, 2004&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Track List:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.  Heal The Pain&lt;br /&gt;2.  Revolt!&lt;br /&gt;3.  Let's Fight&lt;br /&gt;4.  M.T.P.M.&lt;br /&gt;5.  Hancur&lt;br /&gt;6.  Sakit Jiwa&lt;br /&gt;7.  My Self&lt;br /&gt;8.  Rendah&lt;br /&gt;9.  Homeless Crew&lt;br /&gt;10.  Blank Proudness&lt;br /&gt;11.  Everything Sux!&lt;br /&gt;12.  Everlasting Hopes Neverending Pain&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkarat&lt;br /&gt;Sony Music Ent. Indonesia, 2003&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Track List:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.  Terlilit Asa&lt;br /&gt;2.  Penjara Batin&lt;br /&gt;3.  Berkarat&lt;br /&gt;4.  Luka&lt;br /&gt;5.  Tinggalkan Aku Terdiam&lt;br /&gt;6.  Resah Dera Jiwa&lt;br /&gt;7.  Hilang&lt;br /&gt;8.  Sejuk Sebuah Dosa&lt;br /&gt;9.  Gelap Tanpa Akhir&lt;br /&gt;10.  Tiga Titik Hitam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua Sisi&lt;br /&gt;Riotic Records, 2000&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Track List:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.  Heal The Pain&lt;br /&gt;2.  Revolt!&lt;br /&gt;3.  Let's Fight&lt;br /&gt;4.  M.T.P.M.&lt;br /&gt;5.  Hancur&lt;br /&gt;6.  Sakit Jiwa&lt;br /&gt;7.  My Self&lt;br /&gt;8.  Rendah&lt;br /&gt;9.  Homeless Crew&lt;br /&gt;10.  Blank Proudness&lt;br /&gt;11.  Everything Sux!&lt;br /&gt;12.  Guilty Of Being White (Minor Threat Cover)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diskografi Lengkap&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. "Revolt!", "My Self", "Offered Sucks", Demo Tape, 1996.&lt;br /&gt;2. "Revolt!", MASAINDAHSEKALIBANGETPISAN CD Compilation. 40.1.24 Records, 1997.&lt;br /&gt;3. "Offered Sucks", "My Self", BREATHLESS HARDCORE Compilation, Manifest Records, 1997.&lt;br /&gt;4. "Blank Proudness", INDEPENDENT REBEL Compilation, Independent Records (Aquarius Indonesia) &amp; Pony Canyon Records (Malaysia), 1998.&lt;br /&gt;5. "Heal The Pain", "Rendah", "Hancur", "Blank Proudness", 3 WAY SPLIT with INFIREAL (Malaysia) &amp; Watch It Fall (Perancis), Anak Liar Records (Malaysia), 1999.&lt;br /&gt;6. "DUA SISI", MC Album, Riotic Records, 2000.&lt;br /&gt;7. "Everlasting Hope...Never Ending Pain", TICKET TO RIDE Compilation, Spill Records, 2001.&lt;br /&gt;8. "Berkarat", MC&amp;CD Album, Sony Music Entertainment Indonesia, 2003.&lt;br /&gt;9. "DUA SISI REPACKED", MC&amp;CD Album, Sony Music Entertainment Indonesia, 2005.&lt;br /&gt;10. "BEYOND COMA AND DESPAIR" MC&amp;CD Album, Revolt! Records, 2006.&lt;br /&gt;11. "Shadow Of Sorrow" &amp; "Angkuh", HANTU JERUK PURUT, Original Soundtrack Movie, Indika Ent. 2006.&lt;br /&gt;12. "Laknat" &amp; "Darah Hitam Kebencian", MALAM JUMAT KLIWON, Original Soundtrack Movie, Indika Ent. 2007.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Achievement&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. "Best Independent Band" nominator for NewsMusik magazine, Indonesia, 2000.&lt;br /&gt;2. Exclusive 1 year Endorsement "PUMA Sport Apparel" USA, 2001.&lt;br /&gt;3. Exclusive 2 years Endorsement "INSIGHT Clothing"Australia, 2002.&lt;br /&gt;4. "Best Metal Production" Winner ("Berkarat", Sony Music Ent.) in AMI Awards, 2004.&lt;br /&gt;5. One of Best Album ("Beyond Coma and Despair", Revolt! Records), RIPPLE magazine version, 2006.&lt;br /&gt;6. 20 Indonesian Best Album ("Beyond Coma and Despair", Revolt! Records), Rolling Stone magazine version, Indonesia, 2006.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;www.burgerkillofficial.com&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7537407116234902454-5457867281343710708?l=indorockstar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indorockstar.blogspot.com/feeds/5457867281343710708/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://indorockstar.blogspot.com/2008/12/bugerkill.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7537407116234902454/posts/default/5457867281343710708'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7537407116234902454/posts/default/5457867281343710708'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indorockstar.blogspot.com/2008/12/bugerkill.html' title='BUGERKILL'/><author><name>The Creature</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_2UevuockW4g/SVXi3Be3fEI/AAAAAAAAAI0/pZayVteeJ4w/s72-c/bk-personil.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7537407116234902454.post-1854203768186431301</id><published>2008-12-27T14:46:00.002+07:00</published><updated>2009-01-11T02:53:28.050+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='rock'/><title type='text'>U9</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_2UevuockW4g/SVXehhgb90I/AAAAAAAAAIs/OKZ12rBLy5Q/s1600-h/u9.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 300px; height: 225px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_2UevuockW4g/SVXehhgb90I/AAAAAAAAAIs/OKZ12rBLy5Q/s320/u9.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5284374405300614978" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Lewat lagu ciptaan sendiri berjudul Ilusi, dan lagu bebas berjudul Musisi milik God Bless, akhirnya kelompok musik yang cikal bakal terbentuknya dari band sekolah di SMP I Kediri ini dinobatkan sebagai grup rock terbaik dari 500-an peserta Djarum Super Rock Festival IX, setelah berhasil menyisihkan 9 rivalnya di grand final, yang digelar Stadion Tambaksari - Surabaya, 25 Agustus 2001.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Tampilnya Ungu 5 yang kemudian berganti nama jadi U9 sebagai juara pertama di festival tersebut sekaligus membuka peluang dan kesempatan untuk masuk ke jalur rekaman. "Itu yang kita tunggu-tunggu," aku Ferdi, dramer U9. Apa yang jadi impian sekaligus obsesi grup rock asal Kediri yang diperkuat Hendra (vokal), Tyo (gitar 1), Sunu (gitar 2), Iwan (bas), Nanda (kibor), dan Ferdi (dram), akhirnya jadi kenyataan dengan dirilisnya debut album mereka bertajuk The Champion Of “All Indonesian Rock Festival IX (2001), yang dirilis Juni 2004.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka juga masih ingat ketika lagu Ilusi sempat dikritik oleh salah satu juri di festival tersebut, banyak dipengaruhi warna Dream Theater. Mereka tidak menampik kalau Dream Theater banyak memberi pengaruh ke U9. Pasalnya semua personel U9 ini pengagum berat grup tersebut. "Di panggung kita paling sering membawakan lagu-lagu mereka. Kebetulan musik kita lebih ke progresif rock," kata Hendra. "Kebetulan kita semua menyukai progresif rock, sehingga rock yang kita mainkan arahnya lebih ke situ, ke rock progresif" sambung Ferdi, yang terpilih sebagai penggebuk dram terbaik Djarum Super Rock Festival IX.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Soal konsep musik albumnya sendiri, menurut Hendra, lebih ke progresif rock. Tapi progresif rocknya tidak serumit grup idola mereka, Dream Theater. Diakui, untuk memainkan progresif rock tingkat kesulitannya cukup tinggi, tapi justru itu yang jadi tantangan personel U9. "Kebetulan sekarang ini nggak banyak grup band yang ke sana, justru U9 arahnya ingin ke prog rock,” kata Ferdi menambahkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nama awalnya Ungu (saja). Dan dengan nama itulah mereka sukses menjadi kampiun Festival Rock Se-Indonesia IX tahun 2001 lalu di Jakarta. Band asal Kediri ini sukses menjadi juara pertama. Dalam perjalanannya kemudian, mereka 'terbentur' soal nama band yang sama dengan band asal Jakarta, yang mengusung pop rock. Akhirnya mereka mengbah (sementara) menjadi Ungu Five. Sempat menjadi pembuka konser Jamrud di Malang, nama band ini kemudian seperti meredup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba-tiba, nama mereka disebut-sebut kembali, Selasa (8/6/2004) di HardRock Cafe Jakarta, sekumpulan anak muda ini muncul dalam konperensi pers bareng Log Zhelebour. Rupanya mereka merilis album dan mengusung nama baru U9. Beginilah alasan Log,"Perubahan nama ini untuk menghindari kesamaan dengan band yang bernama sama. Sementara angka sembilan karena mereka pemenang festivakl yang ke 9. Semoga bisa bawa hoki," kata Log berseloroh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat jenjang perjalanan band ini, sebenarnya tak bisa dibilang band baru. U9 terbentuk 11 September 1997 di Surabaya Jawa Timur. Personil awalnya Ferdi Iskandar (dramer), Nanda Iskandar (kibor), DaniIwan Prast (basis), dan Hendra Darmawan (vokal). Untuk kelas lokal Jawa Timur, siapa yang tidak kenal dengan band yang berhomebase di Kediri ini. Beberapa festival kecil yang mereka ikuti, memberikan banyak gelar the best kepada band dan personilnya. Sampai akhirnya juara di festival rock.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam perjalanannya, Ungu Five harus merelakan Dani (gitaris) yang keluar karena alasan pribadi dan merekrut Tyo sebagai gitaris baru. U9 memilih progresif rock sebagai aliran yang mereka anut dengan ertimbangan art rock terkenal dengan tingkat kesulitannya dan mereka bangga sekali kalau bisa memainkan komposisi yang sulit dengan bagus tetai tidak setiap konser mereka memainkannya karena tidak semua rang menyukainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;U9 juga tak akan menampilkan progresif yang njilmet dalam albumnya nanti, mereka buat pregresi yang ada unusr sweet dan harmoni. Dengan durasi yang lebih pendek. Soal pengaruh musik, Ungu Five mengaku sebenarnya terinspirasi secara personil saja. bagi mereka musik mereka adalah musik pendidikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk album barunya ini, mereka memberi judul U9 1st Album The Champion Of "All Indonesia Rock Festival IX" yang mengandalkan hits Salah Aku. Kini mereka beranggota Hendra (vokal), Tyo (gitar), Sunu (gitar), Iwan (bas), Nanda (kibor), dan Ferdi (dram).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepada band ini, Log malah sempat melempar pujian, "Mereka sudah punya kematangan bermusik."&lt;br /&gt;Untuk video klip, U9 malah sudah membuat dua klip Salah Aku dikerjakan oleh Jose Purnomo dan Masih Cinta yang digarap Firlan. Untuk album ini, masteringnya digarap di Studio 301 Australia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAND asal Kediri ini sekarang siap "bertempur" lagi di kancah musik Indonesia. Apalagi kini mereka sudah diperkuat amunisi baru seperti John Paul Ivan, mantan gitaris Boomerang yang bergabung dengan line-up lain seperti Ferdi [drum], Hendra [vokal] Sunu Kidal [gitar], Nanda [kibord], dan personil baru lainnya, Eenk [bass].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ivan sebagai personil baru, sudah terlibat dalam penggarapan album baru U9 yang diproduseri oleh Log Zhelebour, awal desember 2005 lalu. Proses recordingnya dilakukan di Studio Logiss Jakarta, dan rencananya albumnya sudah beredar di bursa musik tanah air sekitar awal Maret 2006.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;U9 sendiri akhirnya juga harus kehilangan Iwan [bass] yang mengundurkan diri. Iwan adalah personil yang ikut membawa U9 [masih bernama Ungu --red] sebagai jawara Festival Rock versi Log Zhelebour ke-IX, 2001 silam. Personil sebelumnya yang mengundurkan diri adalah Tyo [gitaris] yang digantikan oleh Ivan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedikit tentang album baru, Hendra yang dkontak TEMBANG.com menjelaskan, ada sekitar 38 lagu yang ditawarkan. "Tapi akhirnya dipilih 12 lagu yang terbaik untuk mengisi album baru kita," terang cowok bermata sipit ini kalem.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ivan sendiri mengaku, meski lebih senior di banding personil U9 lainnya, tapi sebagai personil baru dirinya akan ikut aturan main yang sudah disepakati oleh majamen Log Zhelebour selaku produser. "Yah, saya harus ikut aturan main mereka. Apalagi saya personil baru," terangnya pada suatu kesempatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;U9 tampaknya siap menjadi magma baru rock Indonesia. Personil baru yang lebih segar, diharapkan bisa membawa band Kediri ini ke tempat yang lebih tinggi lagi.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7537407116234902454-1854203768186431301?l=indorockstar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indorockstar.blogspot.com/feeds/1854203768186431301/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://indorockstar.blogspot.com/2008/12/u9.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7537407116234902454/posts/default/1854203768186431301'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7537407116234902454/posts/default/1854203768186431301'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indorockstar.blogspot.com/2008/12/u9.html' title='U9'/><author><name>The Creature</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_2UevuockW4g/SVXehhgb90I/AAAAAAAAAIs/OKZ12rBLy5Q/s72-c/u9.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7537407116234902454.post-9038037832428129821</id><published>2008-12-27T14:42:00.002+07:00</published><updated>2009-01-11T02:58:16.358+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='metal'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='rock'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='lady rocker'/><title type='text'>PRISA RIANZI</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_2UevuockW4g/SVXc1vFqLuI/AAAAAAAAAIk/Ru25wdAAAm0/s1600-h/Prisa.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 219px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_2UevuockW4g/SVXc1vFqLuI/AAAAAAAAAIk/Ru25wdAAAm0/s320/Prisa.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5284372553520525026" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Nama: Prisa Rianzi&lt;br /&gt;Nama Lengkap: Prisa Adinda Arini Rianzi&lt;br /&gt;Tempat/Tgl Lahir : Jakarta / 6 Januari 1988&lt;br /&gt;Tempat Tinggal Sekarang : Jakarta&lt;br /&gt;Gitar : Jackson DKMG Arch Top, Jackson USA Randy Rhoads RR1, Fender USA Telecaster Flathead Custom Shop, Ibanez Universe 7-String UV777BK, Martin &amp; Co X series &amp; Fender Strat Eric Clapton&lt;br /&gt;Efek : Boss Reverb RV-2, Tonebone Hot British, Ibanez Tube Screamer 808&lt;br /&gt;Ampli : Mesa Boogie Single Rectifier, Roland Cube 30&lt;br /&gt;Group Band Saat ini : Vendetta&lt;br /&gt;Pengalaman Band : Dead Squad, Zala&lt;br /&gt;Pengaruh Musikal : Lamb Of God, Arch Enemy, Killswitch Engage, Children Of Bodom, Spawn Of Possesion, John Mayer, Tahiti 80, Mae, Dashboard Confessional, Copeland, Jimmy Eat World,&lt;br /&gt;Style Permainan : Metal, Pop&lt;br /&gt;Teknik Favorit : Power Chord, Arpeggio&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Prisa pertama kali belajar gitar karena kebetulan. Sewaktu masih SMP, Prisa tinggal di asrama kemudian iseng maenin gitar punya temannya. Gara-gara dimarahin sama yang punya gitar, akhirnya Prisa bertekad balas dendam dengan ikut ekskul gitar. Akhirnya Prisa dan temannya ikut ekskul barengan sambil balapan siapa yang nantinya lebih jago.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun 2005 sampai pertengahan tahun 2006 nama Prisa cukup dikenal di scene underground bersama band metalnya, Zala. Band ini cukup menyita perhatian lantaran isi personelnya cewek semua. Tapi tidak hanya sekedar menjual image saja, skill mereka juga tidak kalah sama band-band cowok. Tahun 2006 bisa dibilang sebagai tahun emasnya Prisa dimana karirnya baik secara pribadi maupun kelompok makin sukses. Secara pribadi, ia terpilih menjadi model untuk portal gitar pertama di Indonesia, Gitaris.com. Ia juga sering disebut sebagai Miss Gitaris.com karena selalu menjadi wakil Gitaris.com di berbagai event dan media. Bersama bandnya, Zala, ia beberapa kali tampil di event metal underground bahkan sampai Java Jazz 2006.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bulan Juni 2006 kemudian Prisa tergabung dalam band baru bernama Dead Squad. Di band ini ia berpasangan dengan salah satu gitaris dari keluarga Item yang juga merupakan personel Andra &amp; The Backbone, Stevie Item. Kemudian pada bulan Juli Prisa mendapat kehormatan untuk berkolaborasi dengan salah satu maestro gitar Indonesia, Eet Sjahranie dalam penampilan Edane di PRJ. Bersama Edane, Prisa tampil membawakan lagu Cry Out dan Kau Manis Kau Ibliz. Selain itu ia juga dikontrak selama 2 bulan sebagai additional gitaris dan backing vocal untuk 'band sejuta copy', Sheila On 7, yang baru ditinggal salah satu gitarisnya. Bersama SO7 sempat tampil di SCTV dalam acara World Cup 2006 dan ikut dalam tour hingga ke Malaysia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun 2006 Prisa telah memutuskan untuk berhenti dari dunia pendidikan akademis dan memilih untuk terjun sebagai musisi profesional. Langkah yang diambil oleh Prisa untuk masuk ke industri musik adalah merilis album solo perdananya yang beraliran pop. Rencananya album tersebut akan dirilis setelah lebaran tahun 2007. Sebelum albumnya dirilis ia terlebih dahulu tampil sebagai 'guest musician' di album ke-2 J-Rocks sebagai vocalis dan gitaris untuk single Kau Curi Lagi. Prisa juga memiliki side project lain yang ia beri nama Morning Star. Morning Star merupakan project iseng lain Prisa diluar album solonya. Hal ini menjadi pembuktian dari Prisa kalau ia juga mahir dalam permainan gitar akustik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bulan Juli 2007 Prisa diendorse oleh pihak Jackson Guitars. Ia dikontrak untuk menggunakan gitar Jackson DKMG Arch Top. Sebuah gebrakan yang sangat fenomenal mengingat ia adalah gitaris Indonesia pertama yang diendorse oleh Jackson.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhir tahun 2007, Prisa memutuskan keluar dari DeadSquad dan membentuk band metal yang seluruh personelnya wanita. Band itu dinamakan Vendetta. Di band ini Prisa juga sudah mulai memainkan gitar 7-string. Hingga awal tahun 2008 Prisa lebih sering terlihat di tv sebagai bintang tamu dalam sejumlah penampilan band-band papan atas tanah air seperti J-Rocks, Samsons, dan The Titans.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Data menarik seputar Prisa (2003) Additional vocal dan model video clip Seringai&lt;br /&gt;* (2006 Jan) Terpilih sebagai Miss Gitaris.com&lt;br /&gt;* (2006 Mar) Tampil bersama Zala di Java Jazz&lt;br /&gt;* (2006 Apr) Tampil di harian Kompas 23 April 2006 dalam artikel mengenai Gitaris.com&lt;br /&gt;* (2006 Mei) Talk show (Prisa + Mayzan) di GlobalTV dalam liputan mengenai Gitaris.com&lt;br /&gt;* (2006 Jun) Tampil bersama Sheila On 7 di Panggung World Cup sebagai additional vocal&lt;br /&gt;* (2006 Jul) Tampil bersama Edane sebagai guest gitaris di PRJ (membawakan 2 lagu)&lt;br /&gt;* (2006 Jul) Tampil bersama Abdee Slank dalam sebuah klinik&lt;br /&gt;* (2006 Jul) Model cover majalah Gitar Plus&lt;br /&gt;* (2006 Jul - Ags) Additional gitar+vocal Sheila On 7 (Promo tour album 507) hingga ke Malaysia&lt;br /&gt;* (2006 Ags) Model cover majalah HAI edisi "Sekarang Giliran Anak Metal"&lt;br /&gt;* (2006 Sep) Demonstran (bersama Irvan) untuk produk kabel Analysis Plus selama 4 hari di Balai Kartini&lt;br /&gt;* (2006 Nov) Tampil di majalah Trax edisi 11/2006 di column 'GirlDoYouRock'&lt;br /&gt;* (2006 Des) Duet bersama Mayzan di acara gathering Gitaris.com membawakan lagu Elixir dari Marty Friedman&lt;br /&gt;* (2007 Jan) Gitaris.com di O-Chanel menampilkan Prisa&lt;br /&gt;* (2007 Jan) Majalah Audio Pro menampilkan profil &amp; wawancara Prisa&lt;br /&gt;* (2007 Feb) Gitaris.com di Black In News Trans 7 menampilkan Prisa&lt;br /&gt;* (2007 Mar) Koran Tempo menampilkan profil Prisa.&lt;br /&gt;* (2007 Ags) Tampil sebagai guest vocal + gitar J-Rocks untuk single Kau Curi Lagi&lt;br /&gt;* (2007 Okt) Interview di O-Chanel&lt;br /&gt;* (2007 Okt) Bintang tamu di 4 Mata (Trans 7) edisi Gitaris bersama Eet Sjahranie, Tohpati, dan Dewa Budjana&lt;br /&gt;* (2007 Des) Bintang tamu di acara Belum Cukup Gede (Trans 7)&lt;br /&gt;* (2008 Jan) Liputan khusus Prisa di GlobalTV.&lt;br /&gt;* (2008 Feb) Guest star dalam penampilan band Samsons&lt;br /&gt;* (2008 Feb) Artikel khusus Prisa sebanyak 6 halaman di majalah HAI&lt;br /&gt;* (2008 Mar) Guest star dalam tur penampilan The Titans di Palembang&lt;br /&gt;* (2008 Apr) Prisa tampil sebagai presenter untuk acara Inbox (RCTI)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7537407116234902454-9038037832428129821?l=indorockstar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indorockstar.blogspot.com/feeds/9038037832428129821/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://indorockstar.blogspot.com/2008/12/prisa-rianzi.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7537407116234902454/posts/default/9038037832428129821'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7537407116234902454/posts/default/9038037832428129821'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indorockstar.blogspot.com/2008/12/prisa-rianzi.html' title='PRISA RIANZI'/><author><name>The Creature</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_2UevuockW4g/SVXc1vFqLuI/AAAAAAAAAIk/Ru25wdAAAm0/s72-c/Prisa.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7537407116234902454.post-5604508436537113560</id><published>2008-12-27T01:10:00.002+07:00</published><updated>2009-01-11T02:56:31.399+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='rock'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='classic rock'/><title type='text'>IAN ANTONO</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_2UevuockW4g/SVUfC7QENTI/AAAAAAAAADE/QZ8vI7H_Xw0/s1600-h/ian_antono_03.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 234px; height: 320px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_2UevuockW4g/SVUfC7QENTI/AAAAAAAAADE/QZ8vI7H_Xw0/s320/ian_antono_03.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5284163872914421042" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Ian Antono atau lengkapnya Jusuf Antono Djojo adalah seorang musisi gitar handal yang kini bermain untuk grup musik God Bless, pinpinan Ahmad Albar. Namun begitu, kesuksesan Ian dilaluinya melewati Gong 2000, Sapta Nada, Bentoel Band dan AKA Band. Sebelum akhirnya mendarat pada grup yang kini ditinggal vokalisnya akibat kasus narkoba itu.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Lahir di Malang, Jawa Timur, 29 Oktober 1950, Ian pertama kali bergabung dengan musisi Abadi Soesman, sebelum kemudian pada 1970 hijrah ke Jakarta dan bergabung dengan Bentoel Band. Baru pada 1974, Ian resmi menjadi gitaris God Bless, dan merilis album seperti Huma Di Atas Bukit (1975), Cermin (1980) dan Semut Hitam (1989). Dia juga sempat berduet dengan gitaris rock Eet Sjahranie dalam memainkan lirik God Bless.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di tengah aktifitasnya di God Bless, Ian Antono juga aktif di Gong 2000 dan merilis album Bara Timur (1991), Laskar (1994) dan Prahara (1996). Kemampuan Ian di dunia musik seperti menjadi jaminan, dirinya tercatat pernah bekerja sama dan mengantarkan sukses album bagi Iwan Fals, Anggun C. Sasmi, Nicky Astria, Doel Sumbang, Gito Rollies, Ebiet G Ade, Ikang Fawzi dan lain-lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sosok Ian Antono tidak bisa dipisahkan dari percaturan musik rock Indonesia. Kepiawaiannya memainkan gitar patut diacungi jempol. Melodi yang dimainkan begitu kuat dan berkarakter. Tak heran jika dia banyak menjadi sumber inspirasi bagi para grup band khususnya gitaris muda Indonesia. Bersama grup God Bless dan Gong 2000 Ian ikut andil dalam mewarnai perwajahan musik rock tanah air. Ian Antono secara mumpuni tak hanya sebagai gitaris tetapi juga arranger, komposer, dan produser. Nicky Astria dan Anggun C Sasmi adalah lady rocker yang lahir dari tangan dinginnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini sudah lebih dari tiga dasa warsa musisi yang dijuluki "Dewa Gitar Indonesia" ini berkiprah. Dan sudah ratusan masterpiece ia lahirkan dari tangannya. Sungguh sayang jika membiarkan karya-karya bernilai itu menganggur begitu saja menjadi katalog. Adalah Sony Music yang memprakarsai pembuatan sebuah album tribute untuk Ian Antono yang langsung mendapat dukungan antusias dari para musisi dan grup musik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sudah lama kami berencana membuat album tribute untuk musisi Indonesia yang dianggap paling berpengaruh, dan Ian Antono adalah orang yang tepat. Banyak karyanya yang monumental dan masih dicari orang untuk dikoleksi. Untuk itu konsep album Tribute to Ian Antono ini adalah menampilkan karya besar Ian yang dibawakan secara khusus oleh para musisi dan band muda berpotensi, " jelas Jan N Djuhana, Senior A&amp;R Director Sony Music.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gayungpun bersambut. Ian Antono langsung menyodorkan tak kurang 50 lagu untuk dipilih. Dan terdapatlah 12 lagu hasil pilihan masing-masing band yang terlibat dimana kebetulan lagu-lagu itu mewakili perjalanan karir Ian Antono dari tahun 70 - 90-an.&lt;br /&gt;"Dalam perjalanan saya sebagai seorang musisi, komposer, dan produser, inilah satu kebanggaan saya manakala mendapati lagu-lagu saya dibawakan oleh para musisi muda dengan warna dan karakter masing-masing,"ungkap Ian mengenai album ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk lebih lengkapnya dapat disimak susunan lagunya berikut ini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rumah Kita - All ArtistAlbum Semut Hitam - God Bless (1987). Dengan aransemen yang apik, semua artis menunjukkan kebolehannya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;masing-masing berkolaborasi membawakan lagu ini. Sebagai lagu yang sangat ngetop dan tak lekang dimakan jaman tak heran jika&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rumah Kita menjadi lagu jagoan dari album Tribute To Ian Antono.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saksi Gitar Tua - Padi Album Bara Timur - Gong 2000 (1991)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tertipu Lagi - GIGI Album Duo Kribo Vol.2 (Pelacur Tua) (1978)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Uang - Cokelat Album Uang - Happy Pretty (1986).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bla-Bla-Bla - Edane Album Semut Hitam - God Bless (1987)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menanti Kejujuran - Rebek Album Laskar - Gong 2000 (1993)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Neraka Jahanam - Yovie &amp; Nuno Album Duo Kribo Vol. 1 (Neraka Jahanam) (1977)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk Selamanya - The Collaboration Lagu tahun 87 ini sempat dibawakan oleh penyanyi Adolf Wemay&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang Hilang - GallagasiAlbum Laguku - Ahmad Albar (1980) Gallagasi ini adalah band baru yang terdiri dari 3 personil Evan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Antono (drum), Rocky Antono (bass), yang tak lain adalah anak dari Ian Antono, dan Kurnia (vokal). Khusus di lagu ini Ian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Antono bertindak sebagai Arranger dan lead gitaris.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Zakia - Boomerang Album Zakia - Ahmad Albar (1979) Lagu dengan irama dangdut ini digubah total menjadi rock habis oleh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Boomerang, tentunya dengan ciri khasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Panggung Sandiwara - Sheila On 7 Album Duo Kribo Vol. 3 1978&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suka - /rif Album Suka - Nicky Astria (1998)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengagum The Beatles ini hijrah ke Jakarta pada tahun 1969 bersama Abadi Soesman Band. 1971 ia bergabung bersama Band Bentoel, dan mulai meniti karir sebagai arranger antara lain dengan menggarap proyek untuk Emilia Contessa, Anna Matovani, dan Trio The Kings, 1974 bergabung dengan God Bles (formasi: Ahmad Albar, Donny Fattah, Ian Antono, Yockie S, Teddy Sujaya). God Bless merilis debut albumnya pertamanya dengan judul Huma Diatas Bukit pada tahun 1976. Setahun kemudian ia menggarap album Duo Kribo (Ahmad Albar &amp; Ucok AKA Harahap) Vol. 1 dengan judul Neraka Jahanam yang melambungkan hit berjudul sama. Lagu ini menurut Ian sangat monumental karena menjadi cikal bakal tumbuhnya musik rock di Indonesia. Selanjutnya di tahun 1978 menggarap album Duo Kribo album Vol. 2 (Pelacur Tua), dan Vol. 3 (Panggung Sandiwara). Di tahun 1990 ia membentuk Gong 2000 dan merilis beberapa album.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seputar sistem amplikasi gitarnya, Ian Antono bercerita, bahwa ia masih memboyong seluruh peralatan miliknya kemanapun ia manggung. "Walaupun pihak sound sistem juga sering menyediakan kabinet speaker yang secara spesifikasi sama, tapi saya lebih percaya menggunakan milik sendiri,"katanya. "Soalnya saya tahu persis kondisi seluruh peralatan saya. Saya pernah menggunakan kabinet speaker kepunyaan rental, meskipun secara fisik speakernya baik-baik saja, tapi soundnya berbeda. Seperti ada yang out of face gitu," katanya lagi."Waduh nyesel juga saya enggak bawa kabinet sendiri,"tegas Ian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kiprah Ian Antono dipanggung musik telah membuahkan banyak penghargaan antara lain BASF Award (1987 - 1988) untuk Arranger Terbaik dan Komposer Terbaik untuk album Gersang (Nicky Astria), HDX Award (1989) untuk lagu Buku Ini Aku Pinjam (Iwan Fals), BASF Awards (1992) Album Bara Timur (Gong 2000) sebagai The Best Selling Album dan The Best Arranger &amp; Composer, HDX Award (1994) untuk album Laskar (Gong 2000) sebagai Album Terbaik. Yang tak kalah penting adalah penghargaan dari Diamond Achievement Award atas dedikasi dan prestasi tinggi di dunia musik di tahun 1995.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Musik memang sudah menjadi bagian hidup Ian Antono. Meskipun kini kegiatannya tidak seaktif dulu, Ian Antono masih terus mengikuti perkembangan musik. Kegiatannya saat ini adalah mengarahkan kedua anaknya Evan Antono dan Rocky Antono yang mengikuti jejaknya menjadi musisi.&lt;br /&gt;Dengan dirilisnya album TRIBUTE TO IAN ANTONO, ia mengharapkan ada tindak lanjut lagi, dalam bentuk konser dimana semua band dan musisi yang tergabung dalam album itu manggung bareng.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7537407116234902454-5604508436537113560?l=indorockstar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indorockstar.blogspot.com/feeds/5604508436537113560/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://indorockstar.blogspot.com/2008/12/ian-antono.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7537407116234902454/posts/default/5604508436537113560'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7537407116234902454/posts/default/5604508436537113560'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indorockstar.blogspot.com/2008/12/ian-antono.html' title='IAN ANTONO'/><author><name>The Creature</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_2UevuockW4g/SVUfC7QENTI/AAAAAAAAADE/QZ8vI7H_Xw0/s72-c/ian_antono_03.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7537407116234902454.post-5724303781601230559</id><published>2008-12-27T01:00:00.001+07:00</published><updated>2009-01-11T02:57:22.598+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='alternatif'/><title type='text'>PAS BAND</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_2UevuockW4g/SVUcrTT5WWI/AAAAAAAAAC8/qXbImBvFflM/s1600-h/pasband.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_2UevuockW4g/SVUcrTT5WWI/AAAAAAAAAC8/qXbImBvFflM/s320/pasband.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5284161268032821602" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;KONON, KALAU bicara band indie yang sukses menembus pasar major dengan sukses, nama PAS BAND adalah nama teratas yang harus disebut. PAS Band mulai meniti karir dari panggung-panggung underground sejak 1989. Awalnya, band yang lahir di kampus Unpad yang diperkuat oleh Bambang (gitar), Trisno (bas), Richard Mutter (dram), dan Yuki (vokal) ini kebanyakan mengusung musik-musik beraliran keras macam hardcore.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;GRUP yang mencampurkan warna musik rock, hip hop dan punk ini, Pas Band berdiri secara resmi pada tahun 1990. Pada tahun tersebut grup yang terdiri dari Beng Beng (gitar), Trisno (Bass), Yukie (vokal) dan Richard Muttler (drum) ini merilis album EP berbendera indie label dengan debut, Four Through The Sap. Mulai album kedua In (No) Sensation (1995) hingga sekarang, mereka digandeng oleh Aquarius Musikindo. Label ini membebaskan mereka untuk berkarya. Meskipun tidak bisa merangkul semua orang lewat musiknya yang tidak biasa, namun mereka mulai membangun basis massa yang setia dengan jalur yang mereka pilih. Album kedua ini diikuti oleh album-album mereka berikutnya, yaitu indieVduality (1997), Psycho I.D. (1998). Album kelimanya (KETIKA, 2001) disebut album kenangan drummer Richard yang meninggal awal Februari 2000. Untuk menyukseskan album tersebut, Pas Band menggunakan additional player, Sandy (U Camp), namun Sandy belum dapat bermain pada rekaman album ini karena masih terikat kontrak dengan label lain. Sandy yang sekarang ini menjadi penyiar di I-Radio 89.6 FM bergabung di album keenam PAS 2.0 (2003), dan album ketujuh Stairway to Seventh (2004). 2 Tahun kemudian Pas Band meluncurkan album the best berisi 3 lagu barunya "Permata Yang Hilang","Romeo &amp; Juliet", dan "Gladiator" dan 9 lagu hits lamanya. 2 Tahun seakan menjadi waktu yang PAS untuk mengumpulkan materi untuk album terbarunya,dan akhirnya Pas Band mengumumkan akan menelurkan album barunya pada tanggal 20 Maret 2008,berjudul Romantic,Lies &amp; Bleeding. Hits terbarunya berjudul "Aku" yang bercerita tentang pengakuan seorang lelaki bajingan,telah malang melintang diputar di radio-radio dan internet.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BERAWAL dari band kampus di Bandung, Pas mencoba masuk ke musik Indonesia. Kini kehadirannya mewarnai permusikan tanah air. Adalah Yukie sang vokalis yang selalu tampil maksimal dalam setiap konsernya. Dalam penampilan bersama Dave Ghrol dari Foo Fighter, ketika mereka sempat manggung bareng, mantan dosen Sastra Jepang di Unpad ini pernah membuat atraksi kontroversial dengan membuka celananya di tengah penonton. "Itu memang emosional dan spontanitas saja," kilahnya. Yukie memandang bermusik adalah suatu pekerjaan moral, "Yang harus bisa menjadi pencerahan batin dan pikiran buat semua yang mendengar. Soal easy listening atau tidak itu kembali pada transfer perasaan."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Personil lain, TRISNO, tidak memungkiri bahwa lagu yang dibawakan Pas Band banyak menampilkan nuansa yang 'janggal' di telinga orang awam. Hal tersebut karena mereka banyak dipengaruhi oleh permainan grup musik Perfect No More dan Red Hot Chili Pepers. "Warna musik Pas Band bisa dikatakan rock yang terkontaminasi. Ya terkontaminasi rock, jazz, maupun heavy metal," ujar Trisno. Sarjana sastra Jerman yang adik kandung Beng Beng ini mengaku pada awalnya terpaksa sering meminjam bas milik pemain lain sebelum manggung, "Saat itu kami belum serius. Namanya juga band mahasiswa yang manggung kalau ada rame-rame," ujar Trisno yang kini sudah mampu membeli sendiri peralatan keperluan band di Singapura.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk meraih kesuksesan seperti sekarang, gitaris ini mengaku telah mengalami pasang-surutnya kehidupan band. Bahkan sempat ganti personel beberapa kali. Bukan berarti kreasi bermusik mereka terhenti bahkan lebih tertantang lagi untuk memberikan karya terbaik. Kini malah boleh dibilang grup musik asal kota kembang ini telah mengibarkan bendera "indie label" di tengah "major lebel" yang menguasai industri musik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Grup yang memulai karirnya dari ajang Indie Lable ini mempunyai keistimewaan dari segi lirik-lirik mereka. Lirik yang mereka tawarkan banyak mengandung pesan-pesan moral yang dibalut dalam bahasa yang puitis. Hal ini tidak dapat dilepaskan dari peran Yukie sang vokalis yang memang memberikan kontribusi terbesar dalam penciptaan lirik dari Pas Band.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu mereka juga memiliki kekuatan dari segi musik yang didukung oleh Bengbeng dengan permainan gitarnya yang cukup apik, Trisno dengan cabikan bassnya yang 'galak' serta Richard dengan gebukan drumnya yang menggebu dan sekarang posisinya digantikan oleh Sandy yang tak kalah bagusnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejalan dengan perjalanan waktu dan bertambahnya usia mereka, mereka mulai menunjukkan kedewasaannya dalam bermusik... Jika pada album pertama 'For Through The Sap' yang diikuti oleh masing-masing 'In (No) Sensation', dan 'IndiVduality' mereka menawarkan musik yang hingar bingar hampir diseluruh lagunya, mulai album 'Psycho ID' mereka menawarkan musik yang dapat dikatakan cukup pantas untuk ukuran mereka yang mulai memasuki usia kedewasaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PAS Band yang kini telah menghasilkan album dari label besar Aquarius. Bersama Puppen, Pure Saturday, Koil, Pas Band termasuk grup-grup awal yang sejak sekitar 1994-an terus bertahan dengan idealisme bermusik dengan membuat album sesuai selera band. Belakangan lagu Jengah atau Malam Tetaplah Malam dari album Pas terbitan Aquarius itu banyak digemari publik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DI BANDUNG sekitar awal 1994 terdapat studio musik legendaris yang menjadi cikal bakal scene rock underground di sana. Namanya Studio Reverse yang terletak di daerah Sukasenang. Pembentukan studio ini digagas oleh Richard Mutter (saat itu drummer PAS) dan Helvi. Ketika semakin berkembang Reverse lantas melebarkan sayap bisnisnya dengan membuka distro (akronim dari distribution) yang menjual CD, kaset, poster, t-shirt, serta berbagai aksesoris import lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain distro, Richard juga sempat membentuk label independen 40.1.24 yang rilisan pertamanya di tahun 1997 adalah kompilasi CD yang bertitel "Masaindahbangetsekalipisan." Band-band indie yang ikut serta di kompilasi ini antara lain adalah Burger Kill, Puppen, Papi, Rotten To The Core, Full of Hate dan Waiting Room, sebagai satu- satunya band asal Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Band-band yang sempat dibesarkan oleh komunitas Reverse ini antara lain PAS dan Puppen. PAS sendiri di tahun 1993 menorehkan sejarah sebagai band Indonesia yang pertama kali merilis album secara independen. Mini album mereka yang bertitel "Four Through The S.A.P" ludes terjual 5000 kaset dalam waktu yang cukup singkat. Mastermind yang melahirkan ide merilis album PAS secara independen tersebut adalah (alm) Samuel Marudut. Ia adalah Music Director Radio GMR, sebuah stasiun radio rock pertama di Indonesia yang kerap memutar demo-demo rekaman band-band rock amatir asal Bandung, Jakarta dan sekitarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diskografi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Four Through The Sap (1993)&lt;br /&gt;    * In (No) Sensation (1995)&lt;br /&gt;    * indieVduality (1997)&lt;br /&gt;    * Psycho I.D. (1998)&lt;br /&gt;    * KETIKA . . . (2001)&lt;br /&gt;    * PAS 2.0 (2003)&lt;br /&gt;    * Stairway to Seventh (2004)&lt;br /&gt;    * The Be(a)st of Pas (2006)&lt;br /&gt;    * Romantic, Lies &amp; Bleeding (2008)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7537407116234902454-5724303781601230559?l=indorockstar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indorockstar.blogspot.com/feeds/5724303781601230559/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://indorockstar.blogspot.com/2008/12/pas-band.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7537407116234902454/posts/default/5724303781601230559'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7537407116234902454/posts/default/5724303781601230559'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indorockstar.blogspot.com/2008/12/pas-band.html' title='PAS BAND'/><author><name>The Creature</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_2UevuockW4g/SVUcrTT5WWI/AAAAAAAAAC8/qXbImBvFflM/s72-c/pasband.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7537407116234902454.post-2742400529076929661</id><published>2008-12-27T00:47:00.001+07:00</published><updated>2009-01-11T02:59:01.927+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='rock'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='lady rocker'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='classic rock'/><title type='text'>ANGGUN C. SASMI</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_2UevuockW4g/SVUZhpmAMhI/AAAAAAAAAC0/ruSZB5jAnUI/s1600-h/anggun.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 318px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_2UevuockW4g/SVUZhpmAMhI/AAAAAAAAAC0/ruSZB5jAnUI/s320/anggun.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5284157803680772626" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Anggun Cipta Sasmi atau dengan nama panggilan Anggun, perempuan kelahiran Jakarta, 29 April 1974 adalah sosok penyanyi dengan talenta yang sangat luar biasa. Selain kesabaran dan kerendahan hatinya, Anggun juga memiliki sense of music yang sangat tinggi. Anggun Cipta Sasmi berarti "keanggunan yang terlahir dari mimpi" dalam bahasa Bali.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Pada masa kanak-kanak, Anggun sudah memperlihatkan bakat menyanyinya. Saat Anggun berusia 5 tahun, ia berhasil membuktikan talentanya tersebut dengan penampilannya di atas panggung Ancol dan di usia 7 tahun, ia mengeluarkan sebuah album untuk anak-anak, bahkan ia sukses menyusun buku cerita yang juga ditujukan untuk anak-anak. Sebagai penyanyi cilik, Anggun sudah mahir menyanyikan lagu-lagu berbahasa asing seperti "The love of the women", "Oh darling" dan "Mother".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayahnya, Darto Singo (alm.) mendidik Anggun kecil dengan penuh kedisiplinan; Anggun dilatih teknik suara perut, suara dada, sampai suara otak. Latihan keras yang dijalani Anggun bahkan mengharuskan kemampuan menahan nafas dalam hitungan menit yang cukup lama, dengan bedak ditangannya sebagai alat pengukur. Namun Anggun menjalani dengan penuh semangat dan motivasi tinggi. Alhasil Anggun cilik menjadi penyanyi dengan kemampuan teknik vokal yang luar biasa. Hal ini membuat kagum musisi senior di jamannya, seperti Willy Soemantri. Selain itu juga Anggun cilik bahkan sudah menguasai 300 lagu berbahasa asing serta menciptakan lagu. Salah satu karya yang ditulisnya berjudul "Aneka Ria". Sungguh suatu kebanggaan luar biasa bagi keluarga, dan siapapun yang mengenalnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesuksesan Anggun dikancah musik tanah air, membuat Indonesia dan masyarakatnya bangga terhadap Anggun. Menengok sejarah bermusik Anggun, kita masih diingatkan pada beberapa albumnya seperti Dunia Aku Punya (1986), Tua-Tua Keladi (1990), Anak Putih Abu-Abu (1991), Noc Turno (1992), dan Anggun C. Sasmi, lah! (1993). Sederet album yang menjadi bukti terciptanya julukan "Lady Rocker" untuk Anggun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak hanya sampai disitu, mimpi besar Anggun adalah eksis dan menjadi penyanyi berkaliber internasional. Tanpa gembar-gembor dan tanpa press conference, Anggun mewujudkan mimpinya itu dengan mengambil keputusan besar; meninggalkan Indonesia yaitu pada tahun 1994. Adalah Erick Benzi, salah satu produser terkenal di Paris - Prancis yang juga berhasil mencetak Celine Dion, yang akhirnya bertemu Anggun. Dari situlah Anggun bergabung dengan label rekaman Sony Music Prancis. Album perdananya diliris dengan judul Au Nom de la Lune atau Snow On the Sahara pada tahun 1997.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nama Anggun meroket seketika. Album ini laku keras di pasaran Eropa bahkan berhasil menembus pasar Amerika yang menjadi barometer musik dunia. Album debut ini terjual ribuan copy, tidak hanya di Prancis dan kawasan Asia, tapi juga di banyak negara Eropa; seperti Belgia, Italia, Switzerland, dan negara-negara lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukti kesuksesan ini terwujud dengan diraihnya penghargaan atas angka penjualan album Anggun, yakni Double Gold di Prancis, Double Platinum di Italia, Gold di Singapura, Gold di Switzerland, Platinum di Malaysia, dan Triple Platinum di Indonesia, juga sukses yang luar biasa di Amerika; album Anggun terjual sebanyak lebih dari 200.000 copy. Ini yang mencatatkan Anggun sebagai artis pendukung dalam tour bertaraf internasional, Lilith Fair yang melibatkan artis kenamaan lainnya seperti Sarah McLachlan dan Erykah Badu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun 1998, album internasional Anggun kedua lahir dengan judul Désirs Contraires atau Chrysalis (versi berbahasa Inggris untuk pasar internasional) dan lagi-lagi Anggun meraih sukses atas penghargaan Gold di Italia, Platinum di Prancis, Double Platinum di Indonesia, serta Multi Platinum di beberapa negara luar Asia. Bahkan single berjudul "Still reminds me" menduduki Top 5 dalam The Music &amp; Media Europe Brokers Breakers Charts.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rangkaian jadwal keliling dunia sudah banyak Anggun lalui, diantaranya World Music Award, MTV Music AWARD, TOP OF THE POPS, SILVER SCREEN AWARD, WOMEN INSPIRE AWARD, juga berjumpa dengan Paus Paulus II di Vatikan untuk konser spesial di hari Natal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anggun menjadi kebanggan tersendiri bagi Indonesia, Prancis, dan kebanggan dunia pada umumnya. Hal ini dibuktikan dengan kembali diraihnya beberapa penghargaan, termasuk pada The International Exhibition of the Music Industry di Miden, penghargaan khusus dari menteri kebudayaan Prancis, dan Diamond Award untuk angka penjualan albumnya yang mencapai 1,5 juta copy di luar Prancis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prestasi Anggun terus dan terus berlanjut. Anggun ikut berpatisipasi dalam pembuatan soundtrack dua film besar di Skandinavia, yaitu Anja &amp; Victor dan Open Heart. Anggun kembali meraih prestasi cemerlang karena film Open Heart masuk dalam nominasi lagu terbaik pada ajang Danish Film Award 2003.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anggun sempat berduet dengan rock star berkebangsaan Italia bernama Piero Pelu dalam "Amore Imaginato", lagu tersebut berhasil menduduki peringkat 1 pada The National Italian Airplay Charts selama 2 bulan berturut-turut. Selain itu, Anggun ikut ambil bagian pada proyek amal Gaïa bersama Midnight Oil, Zucherro, Cesare Evoria, dan penyanyi kenamaan lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun 2005, Anggun ditunjuk PBB sebagai Spoke Person of Microcredit (program kredit usaha kecil untuk negara berkembang). Selain itu, Anggun terpilih sebagai brand ambassador pada produk Audemars Piguet. Kini, Anggun kembali datang dengan 'tampilan' yang semakin bercahaya bak Luminescence (cahaya yang bersinar terang-red.), album terbaru Anggun dengan hits single : "In your mind", "Undress me", "Savior" (OST Transporter II), "I'll be alright", dan "Crime". Kesuksesan “Konser untuk Negeri” yang digelar di 3 kota besar tanah air, yakni Jakarta, Medan dan Bandung membuat nama Anggun semakin diperhitungkan di dunia musik. Publik internasional pun menikmati album ini, Luminescence dirilis pula di Prancis. Italia, Belgia, Switzerland, Indonesia, Malaysia, Singapore, Yunani, Thailand, Kanada, Uni Emirat Arab, Jerman, Austria, Skandinavia, Belanda, Polandia, dan Jepang. Dari angka penjualannya, tercatat Platinum di Prancis, Gold di Italia, Gold di Switzerland, dan Double Platinum di Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terakhir, wujud apresiasi Indonesia terhadap karir dan prestasi Anggun diungkapkan melalui Anugerah Musik Indonesia (AMI) dalam nominasi tunggal Best International Artist pada akhir tahun 2006 serta sebuah album kompilasi khusus bertajuk "Best-Of" yang berisi lagu-lagu terbaik plus tiga lagu klasik berbahasa Indonesia milik Anggun; "Mimpi", "Bayang-Bayang Ilusi", dan "Takut" yang dinyanyikan ulang dengan iringan musik Andy Ayunir dan Grup Orkestra Saunine. Pada tahun 2007, album ini juga dirilis di Italia dengan track list yang sedikit berbeda.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7537407116234902454-2742400529076929661?l=indorockstar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indorockstar.blogspot.com/feeds/2742400529076929661/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://indorockstar.blogspot.com/2008/12/anggun-c-sasmi.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7537407116234902454/posts/default/2742400529076929661'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7537407116234902454/posts/default/2742400529076929661'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indorockstar.blogspot.com/2008/12/anggun-c-sasmi.html' title='ANGGUN C. SASMI'/><author><name>The Creature</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_2UevuockW4g/SVUZhpmAMhI/AAAAAAAAAC0/ruSZB5jAnUI/s72-c/anggun.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7537407116234902454.post-5953722321567802801</id><published>2008-12-27T00:17:00.001+07:00</published><updated>2009-01-11T02:59:59.393+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='rock'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='classic rock'/><title type='text'>AHMAD ALBAR</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_2UevuockW4g/SVUTOeIq-tI/AAAAAAAAACs/75-i6g0TTdI/s1600-h/Achmad_Albar.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 206px; height: 320px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_2UevuockW4g/SVUTOeIq-tI/AAAAAAAAACs/75-i6g0TTdI/s320/Achmad_Albar.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5284150877117676242" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Ahmad Syech Albar lebih dikenal sebagai Ahmad Albar (lahir di Surabaya, 16 Juli 1946; umur 62 tahun) adalah seorang penyanyi dan pemusik Indonesia yang merupakan vokalis dari grup musik God Bless. Ahmad lahir dari pasangan Syech Albar dan Farida Al-Hasni. Ibunya bercerai dan kemudian menikah dengan seorang artis, Jamaluddin Malik. Dari pernikahan mereka ini melahirkan seorang artis wanita, Camelia Malik. Ahmad Albar biasa juga di panggil dengan julukan Iye. Ahmad Albar pernah menikah dengan artis Rini S. Bono dan mempunyai tiga putra: Fauzi Albar, seorang aktor yang bernama Fachri Albar, dan Fadli Albar.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Karir&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Awal karir di dunia hiburan, ketika mulai dikenal sebagian bintang film kanak-kanak. Jenderal Kancil, sekitar tahun 1957. Karirnya di musik dimulai sejak ia usia 11 tahun, ia dan teman-temannya membentuk sebuah band bocah bernama Bintang Remaja, ketika mengikuti Festival Band Bocah di Lapangan Banteng, Jakarta. Tetapi dua tahun kemudian band ini bubar. Bersama Titi Qadarsih ia membentuk Kuarta Nada. Tapi band ini tidak bertahan lama kemudian bubar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekitar tahun 1960, Iye berangkat ke Belanda. Di negara kincir angin yang banyak ditumbuhi bunga tulip itupun, anak ke dua dari enam bersaudara ini ternyata tidak bisa melepaskan gairah bermusiknya. Ia membentuk grup musik Take Five (1966-1967), yang sempat mengikuti festival dan berhasil meraih vokalis terbaik. Pada tahun-tahun 1967-1972 bersama grup Clover Leaf, Iyek menelurkan 9 single. Beberapa lagu di antaranya, "Don’t Spoil My Day" dan "Grey Clouds" cukup diminati publik Belanda pada zamannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhir 1972 bersama Ludwig Lemans, gitaris Clover Leaf, ia mengunjungi Indonesia. Di tanah air ia melihat dan mengamati kehidupan bermusik masyarakat Jakarta. Iye mencari musisi yang mau bergabung dengannya. Awal 1973, Iye bersama Fuad Hassan (drum), Donny Fattah (bass), Jockie Surjoprajogo (keyboard), dan Ludwig Lemans (gitar) mengadakan latihan di Puncak selama dua minggu, untuk menghadapi pergelaran musik di Taman Ismail Marzuki tanggal 5 Mei 1973. Dalam latihan mereka sepakat membentuk sebuah grup dengan nama God Bless.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesuksesannya saat merilis album perdana bertajuk God Bless pada tahun 1975 membuat grup rock itu menjadi grup pembuka konser grup rock dunia "'Deep Purple'" di Jakarta. Figur Ahmad Albar meroket menjadi superstar rock Indonesia dan Majalah Tempo edisi 27 September 1975 menjadikan dia sebagai laporan utama dengan memajang foto Albar di sampul depan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ahmad Albar yang berambut kribo kemudian membentuk grup Duo Kribo bersama Ucok Harahap vokalis AKA Band yang juga berambut kribo. Duet ini menelurkan tiga album yakni Neraka Jahanam (1977), Pelacur Tua (1978), dan Panggung Sandiwara (1978).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ahmad Albar sempat mengecewakan sebagian penggemarnya ketika pada 1979 merilis album dangdut berjudul Zakia atas prakarsa wartawan majalah musik Junior, Masheri Mansyur. Maklum ketika itu dangdut masih kerap dianggap sebagai musik kampungan oleh sebagian masyarakat. Album ini berisi sembilan lagu. Enam karya Albar adalah "Zakia", "Karena Harta", "Mawar Merah", "Raja Kumbang", "Tuhan Ada", dan "Beku". Tiga lainnya adalah "Pernyataan" (M Harris), "Obral" (Titiek Puspa), dan "Raja Sehari"(Ian). Ternyata lagu "Zakia" yang diciptakannya "meledak" di pasaran. Gitaris Ian Antono-lah yang meracik musiknya sehingga enak didengar. Tak hanya bernyanyi dangdut, Ahmad Albar pun main dalam film "Irama Cinta" bersama ratu dangdut Elvy Sukaesih dan berduet membawakan lima lagu: "Aku Bahagia", "Rasa Berdebar", "Seharusnya Kau Tahu", "Engkau Jauh", dan "Lintah Darat".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada 1980 God Bless mengeluarkan album kedua berjudul Cermin. Ian Antono bergabung dalam kelompok musik cadas tersebut. Setelah itu God Bless vakum lama tetapi Ahmad Albar tetap bersolo karir atau tampil bersama penyanyi lain antara lain Gito Rollies dan Mus Mujiono.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepanjang 1980-an hingga pertengahan 1990-an, Ahmad Albar mengeluarkan album Syair Kehidupan (1980) bersama Ian Antono, Dunia Huru Hara dan Dunia Dibakar Api (1988) yang dibuat bersama pemusik Areng Widodo, Kartika (1989) bersama Gito Rollies, album Secita Cerita, Langkah Pasti, dan Scenario bersama Fariz RM, dan Tangan Baja bersama Farid Hardja, serta Jangan Ada Luka (1996) bersama lady rocker Nicky Astria.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat mencari vokalis untuk Gong 2000 yang digawangi Ian Antono, Albert Wijaya, Yaya Muktio (drum), Harry Anggoman (keyboard), dan Donny, pilihan jatuh pada Ahmad Albar, karena dia dianggap yang terbaik saat itu. Konser Gong 2000 tanggal 26 Oktober 1991 di Parkir Timur Senayan memuaskan sekitar 100.000 penonton dengan peralatan sistem suara berkekuatan 120.000 watt dan lampu berkekuatan 300.000 watt. Grup ini menghasilkan empat album: Bara Timur (1991), Gong Live (1992), Laskar (1993), dan Prahara (2000). Di sini Albar nyaris sempurna melahirkan God Bless kedua. Penggemar tampaknya tidak peduli apakah yang mereka dengar Gong 2000 atau God Bless, yang penting ada Ian, Donny, dan Albar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iye juga mengeluarkan album solo, yaitu Bis Kota (1990), Giliran Siapa (1991), Rini Tomboy (1991), Menanti Kepastian (1992), Bunga Kehidupan (1994), Biarlah Aku Pergi (1994), dan Kendali Dendam (1995).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berturut-turut, kemudian God Bless mengeluarkan sejumlah album rekaman seperti Semut Hitam (1988), Raksasa (1989), The Story of God Bless (1990), 18 Greatest Hits of God Bless (1992), dan Apa Kabar (1997).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain sering menggelar konser di banyak kota di Tanah Air, Ahmad Albar juga sempat menggelar konser di luar negeri. Pada 7 Februari 2004 misalnya ia tampil di Kuala Lumpur bersama God Bless memeriahkan ulang tahun grup rock Malaysia Search.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seusai konser, Albar langsung bergabung dengan 11 penyanyi muda Duta (Sheila on 7), Armand Maulana (Gigi), Fadly (Padi), Kikan (Cokelat), Andi (/rif), Roy (Bumerang), Warna, Audy, Ratu, Rio Febrian, dan Glenn Fredly. Mereka bersama-sama menyanyikan "Rumah Kita" yang diambil dari album God Bless Semut Hitam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kasus&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tanggal 26 September 2007, Iye ditangkap di rumahnya karena diduga terlibat kasus penemuan 490 ribu butir ekstasi di apartemen Taman Anggrek, Jakarta Barat. Iya pun terancam menghadapi pasal berlapis. Sejumlah tuduhan yang diarahkan oleh penyidik antara lain bersekongkol dengan buronan kasus narkoba, memiliki dan menggunakan narkoba. Iye dituduh menyembunyikan Jenny, seorang buronan narkoba di rumahnya, Cinere, Depok. Jenny merupakan kurir kasus penemuan 490 ribu butir ekstasi di apartemen Taman Anggrek, Jakarta Barat. Polisi juga menuduh Iye memiliki sebutir ekstasi yang ditemukan di dalam kamar mandinya. Hasil tes urine Ahmad Albar juga menunjukkan adanya kandungan narkoba. Kasus ini tak hanya menyeret Iye. Karena anak keduanya, aktor Fachri Albar juga sempat menjadi DPO (daftar pencarian orang) atau buron setelah ditemukan 1,2 gram kokain di kamarnya. Namun tak lama, Fachri Albar menyerahkan diri secara sukarela pada tanggal 30 November 2007 didampingi bibinya, Camelia Malik, aktor Harry Capri (suami Camelia), serta Fitria Sukaesih (putri Ratu dangdut Elvy Sukaesih).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iye akhirnya dijatuhi hukuman 8 bulan penjara potongan tahanan 7 bulan dan denda 6 juta rupiah. Vonis ini lebih rendah dari tuntutan JPU, 1 tahun penjara. Iye akhirnya bebas pada tanggal 11 Juli 2008.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kehidupan pribadi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ahmad Albar menikah dengan aktris Rini S. Bono pada 28 April 1978. Rini adalah lawan mainnya dalam film "Laila Majenun" arahan sutradara Sumanjaya. Pasangan itu memiliki tiga putra, Fauzi Albar, Fachri Albar, dan Fadli Albar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti ayah dan ibunya yang bercerai, Ahmad Albar pun bercerai dengan Rini pada 30 September 1994. Setelah perceraiannya, Ahmad Albar sempat menjalin cinta dengan Cut Keke.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diskografi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Album&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Zakia - 1979&lt;br /&gt;    * Syair Kehidupan - 1980&lt;br /&gt;    * Risau - 1983&lt;br /&gt;    * Langkahkan Pasti bersama Fariz RM&lt;br /&gt;    * Secita Cerita bersama Fariz RM&lt;br /&gt;    * Scenario bersama Fariz RM&lt;br /&gt;    * 123 bersama Farid Hardja&lt;br /&gt;    * Tangan Baja bersama Farid Hardja&lt;br /&gt;    * Dunia Huru Hara&lt;br /&gt;    * Dunia Dibakar Api - 1988 bersama Areng Widodo&lt;br /&gt;    * Kartika - 1989 duet bersama Gito Rollies&lt;br /&gt;    * Jangan Bedakan Kami bersama Pakarock - 1990&lt;br /&gt;    * Bis Kota - 1990&lt;br /&gt;    * Bara Timur - 1991&lt;br /&gt;    * Giliran Siapa - 1991&lt;br /&gt;    * Rini Tomboy - 1991&lt;br /&gt;    * Menanti Kepastian - 1992&lt;br /&gt;    * Semestinya bersama Addie MS&lt;br /&gt;    * Bunga Kehidupan - 1994&lt;br /&gt;    * Biarlah Aku Pergi - 1994&lt;br /&gt;    * Kendali Dendam - 1995&lt;br /&gt;    * Jangan Ada Luka - 1996&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bersama Duo Kribo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * 1977 - Neraka Jahanam&lt;br /&gt;    * 1978 - Pelacur Tua&lt;br /&gt;    * 1978 - Panggung Sandiwara&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bersama Gong 2000&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Bara Timur - 1991&lt;br /&gt;    * Gong Live - 1992&lt;br /&gt;    * Laskar - 1993&lt;br /&gt;    * Prahara - 2000&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bersama God Bless&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * God Bless - 1975 -&lt;br /&gt;    * Cermin - 1980&lt;br /&gt;    * Semut Hitam - 1988&lt;br /&gt;    * Raksasa - 1989&lt;br /&gt;    * Apa Kabar - 1997&lt;br /&gt;    * The Story of God Bless - 1990&lt;br /&gt;    * 18 Greatest Hits of God Bless - 1992&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7537407116234902454-5953722321567802801?l=indorockstar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indorockstar.blogspot.com/feeds/5953722321567802801/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://indorockstar.blogspot.com/2008/12/ahamad-albar.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7537407116234902454/posts/default/5953722321567802801'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7537407116234902454/posts/default/5953722321567802801'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indorockstar.blogspot.com/2008/12/ahamad-albar.html' title='AHMAD ALBAR'/><author><name>The Creature</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_2UevuockW4g/SVUTOeIq-tI/AAAAAAAAACs/75-i6g0TTdI/s72-c/Achmad_Albar.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7537407116234902454.post-7222570012231228416</id><published>2008-12-27T00:13:00.001+07:00</published><updated>2009-01-11T03:00:46.098+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='rock'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='lady rocker'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='classic rock'/><title type='text'>MEL SHANDY</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_2UevuockW4g/SVURaK2cvrI/AAAAAAAAACk/DF6fM5U8V0A/s1600-h/mel_shandy_01.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 187px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_2UevuockW4g/SVURaK2cvrI/AAAAAAAAACk/DF6fM5U8V0A/s320/mel_shandy_01.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5284148879076146866" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Mengawali karir sebagai penyanyi rock sejak usia belasan tahun ini memang kerap mengikuti ajang festival. Diantaranya pernah menggondol juara Lady Rockers se-Jabar (1986). Bersama grup Rons Adam, Mel duet dengan Lady Avisha sempat mengikuti Festival Rock se-Indonesia IV (1987), tapi kandas di semi final. Tapi sosok penyanyi bertubuh mungil ini menarik perhatian Log Zhelebour, yang kemudian mengajak rekaman, dan melahirkan album Biangala (1989). Sebelumnya Mel sudah bikin album berjudul Gacoan (1986), sayang gaungnya tidak terdengar.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Baru di album Bianglala garapan Jockie Soeryoprayogo, dengan hits -nya Bianglala dan Ulah Tuan dan Nona, nama Mel Shandy langsung mengorbit dideretan lady rockers papan atas, macam Nicky Astria, Anggun C Sasmi, dan Ita Purnamasari. Album ini sekaligus menandai awal perjalanan Mel sebagai lady rockers ke puncak popularitas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kiprahnya di musik, penyanyi kelahiran Bandung, 26 September 1971, bernama Melinda Susilarini ini tergolong konsisten menggeluti jalur rock. Selain lantang meneriakan lagu-lagu rock, Mel juga dikenal sebagai qoriah. Dan nama Mel Shandy sempat menjadi satu-satunya lady rockers andalan Logiss Records. Setelah merilis album Komar (1999), namanya kurang banyak lagi terdengar di panggung rock.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di bawah bendera Logiss Records, Mel sudah melahirkan sejumlah album dan single, yang musiknya ditangani Jockie S, Teddy Sujaya, dan Azis MS. Albumnya antara lain: Bianglala, Nyanyian Badai, Biang Keladi, Ngeri (bersama Metal Boyz), dan Komar (1999). Sedang single -nya,Halusinasi, Takdir, Angin Malam, Nyanyian Janji, Gejolak Hati&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;www.logissgroup.com&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7537407116234902454-7222570012231228416?l=indorockstar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indorockstar.blogspot.com/feeds/7222570012231228416/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://indorockstar.blogspot.com/2008/12/mel-shandy.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7537407116234902454/posts/default/7222570012231228416'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7537407116234902454/posts/default/7222570012231228416'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indorockstar.blogspot.com/2008/12/mel-shandy.html' title='MEL SHANDY'/><author><name>The Creature</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_2UevuockW4g/SVURaK2cvrI/AAAAAAAAACk/DF6fM5U8V0A/s72-c/mel_shandy_01.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7537407116234902454.post-7018352332580920988</id><published>2008-12-27T00:08:00.001+07:00</published><updated>2009-01-11T03:02:22.147+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='rock'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='classic rock'/><title type='text'>UCOK AKA</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_2UevuockW4g/SVUQADEashI/AAAAAAAAACc/W5xUqmJL9vk/s1600-h/ucok.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 172px; height: 208px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_2UevuockW4g/SVUQADEashI/AAAAAAAAACc/W5xUqmJL9vk/s320/ucok.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5284147330799022610" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;“Band rock Indonesia tidak akan sukses apabila tidak pernah menjajal kerasnya panggung rock kota Malang”; sebuah quote yang mungkin dapat dengan serta merta disanggah ketika sebagian orang mungkin akan berteriak Jakarta atau Bandung. Tetapi demikianlah sebuah penegasan dari seorang sesepuh yang mengawali segenap drama panggung rock Indonesia. Bermula dari sebuah racikan seorang apoteker jenius di bilangan Kali Asin Surabaya, pada pertengahan dekade 60an, ditambah racun racun Led Zeppelin, Deep Purple, Grand Funk Railroad &amp;amp; Jimmy Hendrix yang semerbak mewangi dalam neraka panggung rock kota Malang, lahirlah AKA Band yang dikemudian hari melejitkan seorang nama fenomenal, Ucok AKA.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Ketika peta musik Indonesia dekade 60an didominasi oleh balutan generasi bunga dari para poppies seperti Koes Bersaudara, maka tahun 67 adalah halaman awal dalam buku sejarah musik rock Indonesia. Karena untuk pertama kalinya berdiri sebuah band rock dengan performa yang garang dan skill berakselerasi maksimum bernama AKA band. AKA atau disebut juga Apotik Kali Asin ini digawangi oleh Arthur Kaunang [ayah artis Tessa Kaunang], Sonata Tandjung, Sjech Abidin, serta Andalas Datoe Oloan Harahap atau yang lebih dikenal dengan sebutan Ucok AKA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti kita tahu, bahwa resesi ekonomi &amp;amp; konflik politik pada tahun itu membuat segala hal dalam kehidupan menjadi sangat sulit. Namun kecerdasan seorang apoteker pecinta musik rock bernama Ismail Harahap [ayah Ucok AKA] yang kemudian melahirkan dan melambungkan AKA Band. Sebuah anugerah yang sangat besar pada era itu ketika seorang ayah merestui anaknya sendiri untuk menjadi rock star. AKA band inilah yang di kemudian hari turut memicu berdirinya band band rock Indonesia yang lain seperti Giant Step [Bandung] dan juga Trencem [Solo] yang digawangi oleh Setiawan Djodi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun tahun awal eksistensi mereka adalah sebuah masa penggodokan yang membentuk karakter bermusik mereka. Panggung panggung neraka musik rock di Jawa Timur utamanya di Malang dan Surabaya pada era akhir 60an dan awal 70an menempa mereka untuk menjadi seorang rocker berkualitas yang benar benar berkarakter. Simak saja skill berakselerasi maksimum ala Led Zeppelin, Jimmy Hendrix ataupun Grand Funk Railroad, kemudian beat beat rocknroll liar sejenis Deep Purple yang banyak mempengaruhi lagu lagu AKA. Ditambah lagi dengan aksi teatrikal sinting dari sang vokalis nyentrik yaitu Ucok AKA, seperti menyanyi sambil bergelantungan terbalik di ketinggian 10 meter, jumpalitan jungkir balik seperti seorang atlit senam, ataupun membawa bawa peti mati, dll. Konsep performance raw seperti ini memang telah direncanakan sebelumnya sebagai sebuah hiburan tersendiri bagi audiences yang datang dari berbagai pelosok daerah. Komposisi entertaintment panggung AKA sendiri kurang lebih 60% adalah musik sementara 40% adalah performance. Walaupun performance seperti ini seringkali dimaksudkan untuk menutupi ketakutan dan demam panggung Ucok AKA sendiri. Hahaha … jika saja Ozzy Osbourne atau Iggy Pop dilahirkan lebih awal untuk dapat menikmati kegilaan Ucok AKA, mungkin akan terjadi kolaborasi unik antara mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesemua ini kemudian membuat nama mereka menjadi hip dan sangat diperhitungkan di setiap panggung rock Indonesia pada dekade 70an. Hampir setiap lawatan konser mereka di berbagai kota besar Indonesia selalu memancing histeria massa. Bahkan keriuhan panggung ini pada suatu waktu berubah menjadi rusuh terutama ketika Ucok AKA mengcover lagu Sex Machine milik James Brown dalam versi yang lebih liar, performance sensual dan ugal ugalan. Karena modus modus operandi seperti inilah, AKA band membuat pejabat pejabat pemerintah dan tokoh tokoh agama di seluruh Indonesia terbakar jenggotnya serta bersepakat mencekal mereka dari setiap panggung rock Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atas dasar pencekalan dari para birokrat, maka AKA Band menempuh jalan yang lebih subversif dalam eksistensi mereka, underground !!!. Mereka kemudian hijrah ke negeri tetangga yaitu Singapore dan Malaysia. Disini mereka membuat album rekaman dan merilis lagu dalam bahasa Inggris yaitu Crazy Joe. Seperti kita ketahui, pada era itu, atas dasar nasionalisme, sistem birokrasi Indonesia menetapkan bahwa semua karya musik wajib berbahasa Indonesia, sehingga Crazy Joe menjadi sebuah lagu yang sangat subversif disini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun gayung bersambut, Crazy Joe yang didedikasikan untuk seorang teman Ucok AKA yaitu pegawai Apotik Kali Asin bernama Joe yang turut membidani kelahiran AKA band, kemudian mendapatkan tempat terhormat dalam arena sadis industri musik bernama chart. Ketika itu radio Australia, dengan frontman Ebet Kadarusman [Kang Ebet] pada siarannya, menetapkan Crazy Joe pada anak tangga pertama chart. Kesuksesan ini diikuti dengan kesuksesan lain dimana single Badai Bulan Desember laku tercetak sebanyak 1 juta keping. Sebuah ukuran yang kemudian menetapkan Badai Bulan Desember sebagai salah satu lagu rock legendaris di Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2 tahun di Singapore, mematangkan mereka. Lirik lirik lagu bertema alam, kekerasan, dan tidak jarang religi serta kehidupan sehari hari mendewasakan karya mereka. Sehingga ketika mereka mondar mandir di panggung lokal Singapore seperti West Point Garden dan Tropicana, pedagang sadis setempat bernama EMI Singapore tertarik untuk merekrut mereka. Jenuh dengan kecilnya negeri Singapore, mereka kembali ke Indonesia. Dan di negeri ini, bukannya mereka kapok terhadap black list, akan tetapi semakin menggila. Tata panggung yang sangat horor dan performa liar ugal ugalan, kemudian menetapkan mereka sebagai ikon rock Indonesia. Oleh karena itulah maka pada hampir setiap konser band rock internasional papan atas di Indonesia, AKA adalah sebuah kunci pembuka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1974 adalah sebuah angka penting yang mengklimakskan perjalanan AKA band. AKA bubar jalan ketika mencapai puncak kejayaan, dan kemudian para personel AKA minus Ucok pada tahun 1975 membentuk grup rock yang juga legendaris yaitu SAS. Lalu sebenarnya apa yang membuat AKA band runtuh pada waktu itu ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perempuan adalah kata kuncinya. Ucok AKA yang telah beristri dan beranak ini, larut dalam buaian asmara yang memabukkan bersama seorang fans wanitanya. “saya jatuh cinta dengan seorang wanita dan kemudian lari bersamanya, sialnya dia anak pejabat”, demikian kata Ucok AKA yang kini akrab dipanggil Eyang Ucok. Ucok AKA memang jatuh cinta dan kawin lari bersama seorang perempuan cantik jago karate bernama Farida. Kenyataan inilah yang kemudian meruntuhkan kejayaan dinasti imperial AKA band.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah hidup Ucok AKA dan Farida selanjutnya adalah sebuah drama romantis pasangan kekasih bohemian rocknroll yang jauh lebih klasik ketimbang Kurt Cobain dan Courtney Love. Melarikan diri ke belantara metropolitan Jakarta, hidup di lorong lorong gang sempit, tidur di kamar tumpangan yang sumpek bekas gudang stasiun Gambir, sampai menyewa sebuah kamar hotel kelas kambing di daerah Senen Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun justru saat hidup bersama Farida inilah, nama Ucok AKA benar benar terasah menjadi seorang seniman kelas atas. Adalah seorang anak muda bernama Ali Shahab, seorang sutradara film yang di kemudian hari cukup disegani sebagai salah seorang maestro film Indonesia, yang menemukan Ucok bersama istrinya yang sedang hamil tua, duduk menggelandang di stasiun Gambir Jakarta. Perkenalan ini kemudian membuka jalan Ucok AKA dan istrinya kedalam dunia layar lebar. Dan Ratno Timoer yang kemudian menjadi dokter yang melahirkan film pertama yang dibintangi Ucok AKA pada tahun 1977 yaitu Ciuman Beracun. Semenjak itulah Ucok AKA rajin mondar mandir di layar lebar, kebanyakan film dengan judul judul butut, yaitu mulai dari film Manusia Purba, Darah Muda, Lonceng Maut, Gara Gara Gila Buntut, Tante Sun, Ratapan Anak Tiri II, dll.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun dari kesemua itu yang cukup penting dicatat adalah film Duo Kribo yang dirilis pada tahun 1978 bersama nama nama besar seperti Achmad Albar, Remy Silado, dll. Film ini cukup fenomenal selain karena mendapatkan penghargaan bergengsi di ajang film tanah air juga merupakan penanda berakhirnya secara resmi perseteruan dan persaingan antara dua orang rocker papan atas yaitu Ucok AKA dan Achmad Albar. Selain itu juga Duo Kribo kemudian menjadi nama band rock mereka dimana lagu lagu ciptaannya banyak menjadi hits di tangga lagu bergengsi radio radio kota besar Indonesia. Mungkin jika sempat terbersit di telinga anda tembang tembang kenangan dari sebuah siaran radio, lagu lagu rock legendaris seperti Neraka Jahanam ataupun Panggung Sandiwara [ciptaan Ian Antono], maka patut diingat pula bahwa Duo Kribo inilah yang pertama kalinya mempopulerkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ucok AKA sendiri tidak malu untuk mengakui dirinya melacurkan diri sebagai seorang pekerja film komersial. “Waktu itu saya butuh 600 ribu buat hidup sama buat biaya tinggal, makanya saya main film”, demikianlah pengakuannya. Tetapi bukan berarti naluri rockernya tergadaikan begitu saja, tercatat salah satu film yaitu Darah Muda yang dibintangi bersama Rhoma Irama, merupakan salah satu monumen kekecewaannya akan apresiasi publik terhadap musik rock. “Saya selalu main jadi pemabuk, pembunuh, pemerkosa, gara gara saya main musik rock, sementara Rhoma dapat yang baik baik”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bayang bayang sex drugs &amp;amp; rocknroll yang menstereotipkan kegilaan Ucok AKA memang telah melekat kuat dalam benak masyarakat modern pengidap post flower syndrome. Walaupun untuk permasalahan drugs sendiri Ucok menyanggah dengan keras, ”setiap performance saya selalu gila gilaan, butuh tenaga tinggi buat lompat lompat, jungkir balik sana sini dan digantung gantung, kalo saya pake drugs, gimana saya bisa kayak gitu …”. Sebuah pernyataan yang logis bukan ? Karena baginya kesuksesan dalam sebuah acara adalah nomor satu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1982 kembali menjadi tahun yang mengejutkan bagi Ucok AKA. Ayahnya yang sakit memaksa dirinya pulang ke Lawang, distrik utara kota Malang. Rumah besar yang baru saja dimiliki di bilangan Sawangan, Jakarta Pusat ditinggalkan Ucok AKA dan Farida beserta kedua anak mereka begitu saja demi bakti kepada orang tua. Namun yang paling parah adalah ketika istrinya meninggalkannya. Rumah tangga Ucok AKA dan Farida yang memang tidak pernah direstui orang tua Farida berakhir ketika seorang pesuruh dari keluarga orang tua Farida datang ke Lawang menjemput pulang Farida dan kedua anaknya. Peristiwa ini selain mengakhiri kisah romantis dari pasangan kekasih bohemian rocknroll, juga disatu sisi mempengaruhi mental Ucok AKA dalam perjalanan kehidupannya kedepan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun tahun berikutnya mirip cerita infotaintment kekinian yang berisi dengan kisah kawin cerai. Tercatat beberapa wanita kemudian pernah mendampingi statistik hidup Ucok AKA, beberapa bahkan terpaut usia belasan tahun dengan Ucok AKA. Bahkan istri ketiganya, merupakan sebuah bukti trauma pasca perceraian Ucok AKA dari perkawinan sebelumnya, dimana istri ketiganya ini secara fisikal cukup mirip dengan Farida. Ucok AKA kemudian harus menyadari sebuah kebenaran ungkapan klise yaitu cinta tak harus memiliki. “Kalo boleh milih saya ingin sukses dalam keluarga dibanding dalam musik rock, cuma Tuhan punya rencana lain, saya terus terusan dibelokin, jadinya malahan sukses di musik bukan di keluarga”, sebuah pernyataan pahit nan manusiawi seorang Ucok AKA yang kemudian terbukti dalam berbagai hubungan rumah tangganya yang berantakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika dekade 80an menjadi gemerlap bagi para generasi elektrik, tidak demikian halnya dengan Ucok AKA. Pamornya yang mulai meredup kian terasa pasca trauma 82. Tahun tahun berikutnya bagi Ucok AKA adalah sebuah kisah komedi gelap berdurasi panjang. Berbagai pekerjaan dilakoninya, agar asap dapur tetap mengepul. Bolak balik Malang – Jakarta pun dijalaninya, karena Jakarta baginya adalah kota industri yang selalu mengepulkan asap dapur rumahnya di Malang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bisa dilihat, mulai dari penata ilustrasi musik untuk berbagai film, menjadi pengurus PARFI, membuka usaha batako, menjadi kutu loncat untuk berbagai band rock dari Warrock Power Band, hingga Coksvanska [yang kesemuanya kurang sukses di pasaran], bahkan hingga menjadi paranormal. Hah … Paranormal ??? Ya, seperti dikatakannya bahwa ketika teman temannya yaitu Arthur Kaunang telah bermain musik untuk Tuhan, Sonata Tandjung menjadi pendeta, dan Sjech Abidin menjadi ustadz, maka Ucok memilih menjadi paranormal. Baginya paranormal ataupun pendeta ataupun ustadz adalah sama saja, yaitu memiliki niat untuk menolong orang. Walaupun ia tidak memungkiri bahwa niatnya menjadi paranormal juga disebabkan karena ia tidak ingin bersekolah terlebih dahulu seperti ketika hendak menjadi ustadz ataupun pendeta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai disini bukan berarti idealismenya luntur karena profesi, karena ia tetap seorang kontroversial bagi publik. Simak saja opini opini pedasnya terhadap kultur industri musik yang selalu mengarahkan musisi untuk bermental kacang goreng. “Jaman sekarang industri selalu memaksa musisi untuk bikin lagu lagu gombal, semuanya tentang cinta, tidak ada yang lain” ujarnya ketus. Bahkan lebih jauh lagi kritiknya terhadap pragmatisme musisi muda juga tidak kalah pedasnya. “Anak muda kalau sudah berhasil di Jakarta, mereka suka lupa sama daerahnya, semua seperti kacang lupa kulitnya” demikian cetusnya. Walaupun ia tidak memungkiri juga bahwa ia sendiri menyukai untuk bekerja sama dengan musisi musisi yang lebih muda. Tercatat beberapa musisi muda seperti Andy /rif, Kaka Slank, pernah mengecap pengalaman berkolaborasi dalam satu panggung bersamanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ucok AKA kini memang sudah tenggelam dalam pentas pentas besar industri musik tanah air. Namun bukan berarti sejarahnya terlupa begitu saja. Tercatat 17 album bersama AKA, 3 album bersama Duo Kribo, serta 10 album solo karir adalah ukuran panjang yang membuat prestasinya susah untuk disamai musisi era sekarang. Bahkan sumbangsihnya terhadap kultur lokal Malang juga cukup besar, ketika ia menciptakan Mars Arema untuk pertama kalinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di usianya yang ke 69 tahun ini, ia memilih untuk hidup menyepi di Malang, dengan membuka klinik musik, cafe musik, dll untuk menyambung hidupnya. Ia sendiri memilih untuk tidak terlalu terlibat dalam industri musik lokal Malang era kekinian. Kemalasannya untuk mengatur kebengalan musisi musisi muda setempat adalah sebabnya, walaupun ia sendiri mengakui bakat dan potensi besar dari para musisi setempat. Namun baginya selain bakat, juga harus ditunjang dengan kemauan, disiplin, serta modal dan kesempatan, untuk menjadikan seorang musisi berkualitas dan mempunyai karya besar. Hal hal inilah yang seringkali dilupakan oleh musisi muda era sekarang, terlebih di jaman dimana teknologi telah sangat menguasai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkunjung ke rumah Ucok AKA yang berada di sebuah lembah, di Lawang, distrik utara kota Malang ini, serasa sebuah perjalanan ke masa lalu. Rumah yang berada dalam tanah yang luas ini selain menjadi klinik musik dan cafe juga diabadikan sebagai sebuah museum pribadi yang menyimpan artefak artefak perjalanan musik rock Indonesia beberapa dekade silam. Ketidakmampuan dirinya untuk berpisah dari dunia musik rock teraplikasikan dalam berbagai hal di sekitarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penataan rumah dengan gaya hippies, bongkar pasang mobil holden tahun 60an miliknya hingga lebih menyerupai tank perang Gotham city milik Batman, sampai penamaan berbagai tempat di rumahnya dengan aroma generasi bunga seperti ruang lesehan Jimi Hendrix, adalah buktinya. Bahkan tidak jarang berbagai objek remeh temeh seperti kotak pos, papan penanda jalan masuk rumah, hingga bandul kalung, dll, turut menjadi objek romantisme Ucok AKA terhadap era kejayaan AKA band puluhan tahun silam. Eyang Ucok AKA ini sekalipun telah uzur dan menjadi kakek kakek namun tetap bermusik dan berjiwa rocknroll, sebuah ciri khas generasi lama di kota dingin Malang. Motto HIGAM, Hidup Gembira Awet Muda tetap menjadi semboyan hidupnya di usia tua ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wawancara oleh : doni ukik ; andreij eijkov&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7537407116234902454-7018352332580920988?l=indorockstar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indorockstar.blogspot.com/feeds/7018352332580920988/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://indorockstar.blogspot.com/2008/12/ucok-aka.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7537407116234902454/posts/default/7018352332580920988'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7537407116234902454/posts/default/7018352332580920988'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indorockstar.blogspot.com/2008/12/ucok-aka.html' title='UCOK AKA'/><author><name>The Creature</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_2UevuockW4g/SVUQADEashI/AAAAAAAAACc/W5xUqmJL9vk/s72-c/ucok.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7537407116234902454.post-8719418209597831786</id><published>2008-12-26T23:43:00.001+07:00</published><updated>2009-01-11T03:04:50.768+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='metal'/><title type='text'>JAMRUD</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_2UevuockW4g/SVUKDHJyeqI/AAAAAAAAACM/idTo08shiuw/s1600-h/jamrud.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 250px; height: 162px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_2UevuockW4g/SVUKDHJyeqI/AAAAAAAAACM/idTo08shiuw/s320/jamrud.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5284140786365135522" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Mimpi Log Zhelebour, selaku manajer dan produser, menjadikan Jamrud sebagai satu band legendaris di Indonesia. Satu hal yang bukan mustahil rasanya. Tak Cuma itu, oleh Log juga, Jamrud dimanjakan dengan sound system baru yang dashyat senilai 14 milyar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dulu nama band ini adalah Jam. Pemain drum Budi Haryono [personel GIGI] merupakan salah seorang pendirinya. Setelah itu diubah menjadi Jam Rock, sebelum pada tahun 1995 disempurnakan menjadi Jamrud. Penggantian nama tersebut dimaksudkan menghindari kemungkinan - kemungkinan yang kelak bisa merepotkan mereka karena dulunya Jam Rock ditangani oleh orang lain. Sebagai cikal bakal Jamrud, Jam Rock telah banyak makan asam garam dunia panggung, bahkan waktu mereka pertama main, cuman dibayar 25 ribu yang sekedar untuk duit bensin. Dari perjalanan panjang itu, pergantian personel pun kerap terjadi. Mereka sebenarnya sudah main band sejak 1984 namun banyak vakumnya. Soalnya masih sekolah, juga karena perubahan selera musik tiap personel. Benturan ini kemudian memaksa para personelnya mengambil jalan sendiri - sendiri.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Formasi awal lengkap Jamrud adalah : Aziz M. Siagian [Aziz - Gitar], Ricky Teddy [Ricky - Bas], Sandy Handoko [Sandy - Drum], Fitrah Alamsyah [Fitrah - Gitar] dan Krisyanto [Anto - Vokal]. Jamrud sebenarnya sudah kerap membuat demo kaset dan menawarkannya kepada beberapa produser. Namun, kecuali konstribusinya album kompilasi 1991, hasilnya nihil. Para produser umumnya menolak dengan alasan yang sama. Lagu - lagu mereka terlalu keras, dan sulit dijual untuk konsumen lokal. Dan setelah ketemu Log Zhelebour (produser musik rock), Jamrud dikontrak untuk album serta promo tur. Untuk kontrak rekaman, mereka menggunakan sistem royalti. Jamrud akan menerima bagian keuntungan setelah penjualan melewati break event point (50 ribu keping), selain itu Jamrud juga dapat bayaran untuk master album. Dan ternyata, pilihan Log sangat tepat. Penjualan album perdana Jamrud, Nekad ('96) langsung ludes sebanyak lebih dari 100 ribu keping. Untuk ukuran sebuah grup rock, angka tersebut sangat menggembirakan. Bahkan di album kedua, Putri ('97), angka penjualannya melesat hingga 200 ribu keping.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Panen keuntungan dari hasil penjualan album-album Jamrud terus berlanjut hingga mereka merilis Terima Kasih ('99). Karya mereka kali ini mampu terjual hingga menyentuh angka 750 ribu. Luar biasa. Puncaknya, tentu saja album Ningrat (2000) yang bahkan bisa mencatat angka penjualan sedikit lebih besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka muncul dengan warna musik yang cukup fresh buat telinga pecinta musik khususnya Indonesia. Mereka menggabungkan rap dan trash ke dalam satu kemasan. Ini termasuk langkah berani, pasalnya dimata produser, musik seperti itu cukup riskan sebagai barang dagangan. Namun bukti berkata lain, musik mereka ternyata cukup mengena dan bisa diterima banyak kalangan. Ini bisa dilihat dari animo publik yang antusias dengan kemunculan mereka. Meski menamakan diri sebagai grup rap thrash, Jamrud nggak melulu menyuguhkan lagu - lagu keras. Buat kalangan yang doyan keras, karya grup asal Cimahi - Bandung ini memang perlu disimak, selain musiknya asik, lirik lagunya juga cukup komunikatif. Keutuhan band ini juga tidak berlangsung lama, Sandy [Drum] telah dikeluarkan dari keanggotaan Jamrud karena terbukti `drug`. Mereka telah konsisten, jika salah seorang menggunakan drug maka harus keluar dari Jamrud.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belum lama setelah di tinggal Sandy, Jamrud harus kehilangan satu lagi personelnya (untuk selamanya), Fitrah Alamsyah [Gitar] pada tanggal 13 Agustus 1999 meninggal dunia karena sakit komplikasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini, Jamrud termasuk salah satu band besar di Indonesia. Di genre yang dianutnya, Jamrud nyaris tanpa saingan. Konser-konsernya nyaris selalu dipadati puluhan ribu penonton. Setiap merilis album baru, Jamrud selalu membarengi dengan tur di puluhan kota [mencapai 50 kota –red]. Mimpi Log, selaku manajer dan produser, menjadikan Jamrud sebagai satu band legendaris di Indonesia. Satu hal yang bukan mustahil rasanya. Tak Cuma itu, oleh Log juga, Jamrud dimanjakan dengan sound system baru yang dashyat senilai 14 milyar. Log memang tidak tanggung-tanggung untuk investasi yang ditanamkan di speaker system konser JAMRUD, keberanian yang luar biasa untuk ukuran group lokal. Speaker yang akan dipergunakan pada tour show JAMRUD adalah merk NEXO GEO T4805 dan GEO T2815, dengan Sub NEXO CD18 buatan Perancis adalah jenis speaker system paling modern teknologinya dan terbesar di tanah air, dan belum dimiliki oleh pihak rental sound di tanah air. Speaker System merk NEXO berkekuatan 200k watt lebih, seluruhnya Built Up buatan Perancis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Personil lengkap terakhir adalah Aziz M.S [gitar[, Ricky Tedy [bas], Krisyanto [vokal] dan Herman [drum] dibantu beberapa additional player.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7537407116234902454-8719418209597831786?l=indorockstar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indorockstar.blogspot.com/feeds/8719418209597831786/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://indorockstar.blogspot.com/2008/12/jamrud.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7537407116234902454/posts/default/8719418209597831786'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7537407116234902454/posts/default/8719418209597831786'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indorockstar.blogspot.com/2008/12/jamrud.html' title='JAMRUD'/><author><name>The Creature</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_2UevuockW4g/SVUKDHJyeqI/AAAAAAAAACM/idTo08shiuw/s72-c/jamrud.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7537407116234902454.post-8810131206213555679</id><published>2008-12-26T23:28:00.001+07:00</published><updated>2009-01-11T03:05:31.281+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='event'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='rock'/><title type='text'>FESTIVAL ROCK INDONESIA</title><content type='html'>FESTIVAL musik rock versi Log Zhelebour bisa dikatakan adalah ajang musik rock yang paling bergengsi dibanding festival serupa yang pernah diselenggarakan. Sejak pertama kali diadakan, dengan nama Festival Rock se Indonesia mencatat beberapa rekor. Antara lain penyelenggaraannya secara maraton selama 15 jam nonstop, dari jam pukul 10.30 hingga 01.30. Yang kedua diikuti 30 grup rock dari sejumlah kota di tanah air yang berlaga di atas panggung terbesar sepanjang sejarah pertunjukan musik rock di Indonesia waktu itu, 50 X 12 meter.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Log Zhelebour mengawal festival perdananya ini di lapangan sepakbola 10 November, Tambaksari, Surabaya, hari Minggu 14 April 1984, dengan dukungan sound-system Lasika yang melayani para peserta yaitu 30 grup rock dari Jakarta, Bandung, Jawa Timur dan Bali : LCC, Flash Rock, Amara, Grass Rock, Blues Brothers, Full of Shit, Heaven, Literature Rock, Vocation, Leizig, Warrock, Q Red, Squencer, Heart Breaker, Bom Chankar, Sensitive Band, Mat Bitel, Nickey Astria, D'Ronners, Smallers Band. Harley Angels, 2nd Smile, Jamrock, Bissing, Drop Out dan Elpamas. Mereka membawa sebuah lagu pilihan dan lagu wajib Djarum Super: Oh nikmatnya Djarum Super Filter, oh sedapnya Djarum Super filter, untuk memperebutkasn hadiah Rp. 3 juta..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para juri terdiri dari penyanyi God Bless Achmad Albar, penabuh drum Jelly Tobing, gitaris Ian Antono, pemetik bas Arthur Kaunang, pemain keyboard Abadi Soesman dan seorang wakil dari Depdikbud (Departemen Pendidikan dan Kebudayaan) memilih Harley Angles dari Bali sebagai juara pertama., LCC (Surabaya, juara dua), Elpamas (Pandaan, juara tiga), 2nd Smile (Jakarta, juara harapan) dan Drop Out (Irian Jaya, juara favorit), Juga dipilih penyanyi terbaik Bambang (Harley Angles), penyanyi terbaik wanita Chetty WS (LCC), pemain bas terbaik Indrawan (Harley Angels), penabuh drum terbaik Budi R (Jamrock, Bandung) dan pemain keyboard terbaik Andy (2nd Smile).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejarah musik rock Indonesia telah tertoreh dengan tinta merah pada festival rock yang pertama ini. Meskipun tidak masuk final atau menjadi juara, sejumlah pesertanya justru berhasil berkarir dalam industri musik. Salah satu contoh, grup Jamrock (yang sekarang dikenal dengan nama Jamrud) waktu itu hanya masuk final. Mereka terdiri dari Aziz MS (gitar), Ricky Teddy (bas), Agus (dram) dan Oppi (vokal). Setelah ikut festival , mereka malang-melintang di berbagai pentas musik rock, dengan mengusung karakter musik keras seperti heavy metal, trash metal, grindcore, hingga black metal seperti musik grup Metallica, Sepultura, Iron Maiden dan Helloween. Setelah perjalanan yang cukup panjang, dari panggung ke panggung dari kafe ke kafe akhirnya mereka dilirik pemandu bakat Denny Sabri. Yang kemudian membawa grup ini sekitar setahun berpentas di seputar daerah Jawa Barat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian beberapa kali berganti personel. Drum pernah dihuni Agus (mantan drummer grup Sahara yang memperkuat grup Krakatau) dan Budi Haryono (drummer grup Gigi). Setelah Agus, Budi dan Oppi menarik diri, datang Sandy (penyanyi terbaik festival rock se Bandung, tapi menjadi drummer) dan Krisyanto menggantikan Oppi sebagai penyanyi utama, warna vokalnya dianggap memperkuat karakter musik Jamrud Setelah puas mengarungi panggung demi panggung menyanyikan lagu orang, Jamrud mengambil keputusan pada tahun 1995 dengan membuat lagu sendiri. Maka lahirlah album-album rekaman yang spektakuler: Nekad (1996), Putri (1997), Terima Kasih (1999) dan Ningrat (2000) yang terjual hingga jutaan kaset dan CD. Salah satu lagu Jamrud dari album-albumnya itu yang berjudul Pelangi Di Matamu sempat dinyanyikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ketika kampanye Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden tahun 2004.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keberhasilan Log dengan festival perdananya tahun 1984 menyebabkan Djarum Super kembali bersedia memberi dukungannya untuk pelaksanaan festival tahun berikutnya, 1985, yang dijuarai grup rock asal Pandaan, Malang, Elpamas. Elpamas menelorkan gitaris handal Totok Tewel, yang kemudian banyak bekerjasama dengan berbagai musisi dan grup, antara lain Kantata Takwa pimpinan pengusaha yang suka musik Setiawan Djody. Grup ini beranggota sejumlah pemusik kondang seperti Jockey Soeryoprayogo, Inisistri, Donny Fattah, Iwan Fals, Sawung Jabo dan Rendra tahun 1989 hingga sekarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiga grup rock asal Surabaya berturut selama tiga kali festival ini mendominasi juara; Grass Rock (1986), Adi Metal Rock Band (1987) dan Power Metal (1989). Grass Rock sempat tampil sebagai grup yang menjanjikan, namun sayang akhirnya bubar setelah menghasilkan sejumlah rekaman. Gitarisnya, Eddy Kemput, juga menjadi pemusik yang handal dan sering berkolaborasi dengan pemusik-pemusik lainnya. Sementara Power Metal sampai sekarang masih menunjukan eksistensinya dan tahun 2005 menerbitkan album rekaman terbarunya lewat Logiss Records, perusahaan rekaman Log Zhelebour yang bekerjasama dengan Iwan Sutadi Sidarta dengan benderanya Indo Semar Sakti, yang memayung perusahaan rekaman King Records, Billboard, Aruna dan Buletin Intrernasional. Logiss adalah gabungan dua nama, LOG (Log Zhelebour) dan ISS (Iwan Sutadi Sidarta).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada festival tahun 1986 grup rock Slank juga masuk final, tapi hanya berhasil menjadi juara hiburan. Slank sekarang adalah salah satu grup rock papan atas yang karismatik dan memiliki komunitas penggemar paling banyak dan konsisten. Tidak heran album-album rekaman mereka laris manis. Tentu kehadiran Slank yang mapan di blantika industri panggung dan rekaman musik rock Indonesia tidak terlepas dari adanya ajang lomba festival musik rock versi Log Zhelebour yang juga dikenal dengan nama Djarum Super Rock Festival.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada festival selanjutnya yang diadakan tiga tahun kemudian, 1991, Log menggandeng Gudang Garam sebagai penyandang dana. Semifinal yang diadakan di Malang dan final di Surabaya, mengusung grup rock Kaisar dari Solo sebagai yang terbaik. Djarum Super baru kembali mendukung Log pada festival yang ke tujuh dua tahun kemudian yaitu tahun 1993. Grup yang menjuarainya kali ini adalah Andromeda Rock Band dari Surabaya, namun finalnya diselenggarakan di Yogyakarta. Namun pada tahun 1996, Djarum Super absen dan Log bekerjasama dengan stasiun televisi Indosiar. Festival yang ke delapan ini juaranya adalah grup rock Teaser asal Temanggung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah itu selama lima tahun festival ini ditiadakan, karena kondisi ekonomi, politik dan sosial negara kita waktu itu Baru pada tahun 2001 Djarum Super kembali bersedia menjadi pandukung festival yang ke sembilan. Kali ini festival diawali dengan menjaring grup-grup dari setiap propinsi, sehingga tidak heran jika pesertanya berjumlah sampai ratusan grup. Dari semua itu dipilih sebanyak 25 grup untuk masuk ke semifinal dan kemudian 10 grup terbaik bertarung di babak final. Yang mejadi juara kali ini adalah grup U9 dari Kediri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan sistim yang sama festival musik rock versi Log Zhelebour kembali berlangsung untuk ke 10 kalinya tahun 2004 dan berhasil menjaring 800 grup di 18 propinsi. Dari ajang yang berlangsung selama 20 tahun ini begitu banyak lahir pemusik dan penyanyi rock yang menentukan perjalanan musik rock di Indonesia. Selain Jamrud dan Slank, Totok Tewel dan Eddy Kemput, masih ada sejumlah nama seperti Bomerang, gitaris Eet Syarani, penyanyi Mel Shandy, Ita Purnamasari dan lainnya yang meraih sukses dalam karir mereka setelah ikut festival musik rock versi Log Zhelebour.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk ke 10 kali dalam kurun waktu 20 tahun, festival musik rock versi Log Zhelebour berlangsung di Stadion Tambaksari Surabaya, 10-11 Desember 2004. Semifinal pada hari pertama diikuti 25 grup dari 18 propinsi: Sumatera Barat (Cadenza, Pane), Sumatera Utara (Child Band), Nanggroe Aceh Darussalam (Manggots), Sumatera Selatan (Tahta Band, Metafora), Jawa Barat (Ferari, Mujizat), Jawa Tengah (Mr. B), Yogyakarta (Reload), Jawa Timur (The Break, Kobe, Daun), Bali (CTC Band, Big G 256), Sulawesi Selatan (Loe Joe, Indonesia Baru), Sulawesi Utara (Virgin ‘N Untouchable), Sulawesi Tengah (Traxtor), Jakarta (Kanda), Banten (Take Over), Kalimantan Timur (Eldee Cool), Kalimantan Barat (Paris 208), Kalimantan Selatan (Mr. X), dan Kalimantan Tengah (Mario Bross).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap grup rata-rata menghabiskan waktu sekitar 15 menit untuk membawa dua lagu (wajib dan pilihan) dan persiapan alat musik. Alhasil penampilan ke 25 grup itu memakan waktu tidak kurang dari enam jam dan total menjadi tujuh ditambah break sholat magrib. Jarum jam menunjukan pukul 23.30 WIB ketika juri mulai bersidang untuk menjaring 10 grup yang pantas masuk final keesokan harinya. Sementara menunggu, band asal Kediri, U9, juara Djarum Super Rock Festival IX mengibur penonton yang kelelahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendekati pukul 01.00 dewan juri yang terdiri Artur Kaunang (musisi), Mel Shandy (penyanyi), Remy Sutansyah (wartawan), Bens Leo (wartawan), Yoyok (grup Padi), Raymond Ariaz (Power Metal), Arul Efansyah (Power Metal), Jockie Suryoprayogo (musisi), Ian Antono (musisi), dan Hubert Hendri (Boomerang) mengumumkan 10 finalis, yakni Take Over (Banten), Daun Band (Kediri), Mujizat (Bandung), Indonesia Baru (Pinrang), Eldee Cool (Samarinda), Mr X (Banjarmasin), Mr B (Klaten), Kanda Band (Jakarta), Kobe (Sidoarjo) dan Loe Joe (Makasar). Acara yang dimulai pukul 17.00 WIB baru berakhir menjelang pukul 01.00 dini hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ke 10 finalis itu berlaga dihadapan sekitar 15.000 penonton yang memadati Stadion Tambaksari pada malam kedua. Semuanya berusaha. tampil seekspresif mungkin,. Tapi sayang beberapa peserta kelihatan kehabisan stamina dan tidak mampu bermain sebaik ketika di semifinal. Yang menonjol adalah aksi Billy, gitaris Mujizat Band yang mempertontonkan penguasaan alat musik dan lagu yang prima, baik lagu wajib maupun lagu pilihan. Tidak heran jika Billy dan grupnya menjadi pilihan para juri, hingga mampu mengatasi kesembilan grup lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para juara Djarum Super Festival Rock Indonesia ke-X di Stadion Tambaksari Surabaya, 10-11 Desember 2004 adalah: Mujizat Band (Bandung, juara 1), Take Over (Banten, juara 2), Loe Joe (Makasar, juara 3), Mr. X (Banjarmasin, juara harapan), Daun Band (Kediri, juara favorit), Kobe (Sidoarjo, best performance), Billy (Mujizat Band, best guitarist), Ewin (Indonesia Baru Band, best drumer), Erwin Way (Mujizat Band, best bassist), Nora (Daun Band, best keyboard) dan Damar (Take Over Band) sebagai penyanyi terbaik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada Festival Rock Indonesia ke XI Tahun 2007, Gudang Garam kembali mensponsori penyelenggaraan event tersebut dan disiarkan langsung oleh Indosiar. Band asal Salatiga, Workstation akhirnya berhasil menjadi jawara GGRC Minggu malam (17/06) di Gelora Bung Karno. Selain menggondol uang tunai 50 juta rupiah Workstation juga mendapat jatah rekaman album dari Log Zhelebour. Juara kedua diambil band CCCC asal Surabaya (Rp 40 juta) dan juara ketiga adalah Yello (Rp 30 juta). Sementara itu Parcel menjadi band favorit lewat polling sms. Sedangkan band dengan best performance diraih band asal Bandung Alas Roban, sementara juara harapan disabet Peacepot. Acara sendiri berlangsung lancar sejak pukul 12.00. Para penonton terhanyut dengan aksi para band peserta. Tak ketinggalan aksi panggung lainnya dari band-band yang sudah punya nama seperti Boomerang, Jamrud, J Rock, dan juga dihadiri rocker gaek Achmad Albar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;www.logissgroup.com&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7537407116234902454-8810131206213555679?l=indorockstar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indorockstar.blogspot.com/feeds/8810131206213555679/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://indorockstar.blogspot.com/2008/12/festival-rock-indonesia.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7537407116234902454/posts/default/8810131206213555679'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7537407116234902454/posts/default/8810131206213555679'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indorockstar.blogspot.com/2008/12/festival-rock-indonesia.html' title='FESTIVAL ROCK INDONESIA'/><author><name>The Creature</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7537407116234902454.post-9211843557362624057</id><p
